BAB 1 PENDAHULUAN. Tuntutan untuk memberikaninformasi diharapkan dapat. ataspengelolaan sejumlah dana dari berbagai sumber daya dengan membuat


1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Tuntutan untuk memberikaninformasi diharapkan dapat memberikaninformasi dalam bentuk laporanpertangg...
Author:  Erlin Muljana

0 downloads 0 Views 89KB Size

Recommend Documents


BAB I PENDAHULUAN. dana yang diharapkan dapat menutupi kekurangan sumber dana yang diharapkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kondisi perekonomian Indonesia seperti halnya kondisi negara sedang berkembang lainnya di dunia, mencerminkan ba...

BAB I PENDAHULUAN. berbagai sumber dana dan sumber daya yang ada. Sebagai konsekuensi logis dari
1 BAB I PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Penelitian Perusahaan, baik Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah maupun Badan Usaha milik Swa...

BAB I PENDAHULUAN. mencapai tujuanyatentu membutuhkan berbagai sumber daya untuk
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Sebagaimana diketahui bahwa setiap organisasi atau perusahaan pasti memiliki tujuan yang harus dicapai. ...

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, den...

BAB I PENDAHULUAN. sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, yang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut Tandelilin (2010:26), Investasi yaitu suatu komitmen atas sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang d...

BAB I PENDAHULUAN. dapat diharapkan terwujud sesuai dengan perencanaannya. 1 Kebutuhan dana,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Indonesia pada umumnya tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan dan perkem...

BAB I PENDAHULUAN. perhatian serius dari pemerintah berkaitan dengan tuntutan untuk menghasilkan sumber
1 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan hampir di semua aspek kehidupan. O...

BAB 1 PENDAHULUAN. sumber daya yang profesional adalah aspek yang saling berkaitan. dapat meningkat sesuai dengan yang diharapkan
1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah proses pembudayaan karakter nilai kehidupan manusia. Karena sampai saat ini dunia pen...

BAB I PENDAHULUAN. memungkinkan semua pihak dapat memperoleh informasi dengan cepat dan. mudah dari berbagai sumber
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran matematika yaitu guru harus mampu men...

BAB I PENDAHULUAN. tuntutan akan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang dapat berkompetisi di
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembicaraan di kalangan akademisi maupun masyarakat umum saat ini terfokus kepada peningkatan kualitas p...



BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian Tuntutan

untuk

memberikaninformasi

diharapkan

dapat

memberikaninformasi dalam bentuk laporanpertanggungjawaban kepada publik ataspengelolaan sejumlah dana dari berbagai sumber daya dengan membuat laporan keuangan.Dalam kenyataannya pelaporan keuangan tidak hanya dilakukanoleh organisasi yang beriorientasi mendapatkan labanamun juga untuk organisasi yang tidak berorientasi mendapatkan laba atau organisasi nirlaba. Alasan utama digunakannya akuntansi dalam berbagai jenis organisasi adalah untuk membuat pertanggungjawaban kepada para stakeholders. Organisasi nirlaba seperti gerejajuga membutuhkan informasi akuntansi seperti halnya organisasi yangbertujuan mencari laba. Walapun organisasi gerejatidak mencari laba,namun pada hakekatnya organisasi nirlaba tetap harus berurusan dengan laporan keuangan, karena organisasi gereja tetap harus memiliki anggaran dalam membayar fasilitas organisasi, seperti membayar tenaga kerja, membayarutilitas gereja seperti listrik, air, telepon, serta urusan-urusan yang berkaitan dengan keuangan,semua hal tersebutberkaitan dengan akuntansi. Karakteristik organisasi nirlaba berbeda dengan organisasi bisnis. Perbedaan utama yang mendasar terletak pada cara organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dibutuhkan untuk melakukan berbagai aktivitas operasinya. Organisasi nirlaba memperoleh sumber daya dari sumbangan para anggota dan para penyumbang lain yang tidak mengharapkan imbalan apapun dari organisasi tersebut. Sebagai akibat dari karakteristik tersebut, dalam organisasi nirlaba timbul

1

2

transaksi tertentu yang jarang atau bahkan tidak pernah terjadi dalam organisasi bisnis misalnya penerimaan sumbangan.1 Organisasi nirlababerdiri untuk mewujudkan perubahan pada individu atau komunitas, sedangkanorganisasi bisnis sesuai dengan namanya jelas-jelas bertujuan untuk mencarikeuntungan. Organisasi nirlaba menjadikan sumber daya manusia sebagai asetyang paling berharga, karena semua aktivitas organisasi ini pada

dasaryaadalah

dari,

oleh,

dan

untuk

manusia.Organisasi

nirlaba

merupakansuatu organisasi yang bertujuan pokokuntuk mendukung kepentingan publikyang tidak komersial. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menerbitkan PSAK nomor 45 untuk digunakan sebagai acuan dalam menyusun pelaporan keuangan organisasi nirlaba. Laporankeuangan organisasi nirlaba diharapkan dapat lebih mudah dipahami, memilikirelevansi, dan memiliki daya banding yang tinggi dengan adanya standar yangberlaku umum. Dengan adanya standar penyajian laporan keuangan denganstandar PSAK nomor 45, dapat membuat penyajian laporan keuangan di organisasinirlaba menjadi seragam dalam pembuatannya.. Gereja Huria Kristen Batak Protestan Jalan Simalingkar B Resort Kwala Bekala adalah organisasi keagamaan yang bergerak di bidang pelayanan rohani ataukeagamaan kepada masyarakat dan disebut juga sebagai organisasi nirlaba.Informasi keuangan yangdihasilkan bukan hanya untuk pihak manajemen Gereja (Badan Pekerja Harian Jemaat), tetapi juga untuk masyarakat atau jemaat gereja sebagai bentuk pertanggungjawabanatas sumbangan yang mereka berikan. Informasi keuangan tersebut juga dibuat sebagai bentukpertanggungjawaban 1

Ikatan Akuntan Indonesia, PSAK No. 45 Revisi 2015, Ikatan Akuntan Indonesia, Jakarta, 2015.

3

kepada Tuhan Allah atas pengelolaan sumber daya dan pendanaanyang dimiliki gereja.Pekerjaan pelayan gereja dalammembimbing para warga jemaatnya bertumbuh di dalam iman,pengharapan, dan terutama bertumbuh di dalam kasih seperti yang diajarkan Tuhan Yesus. Keuangan gereja biasanya dianggap sebagai dana sosial yang hanya digunakan untuk pelayanan semata, sehingga penggunaannya terkesan adanya pembiaran dalam pengelolaannya, sehingga banyak menimbulkan dana yang dikeluarkan tidak tampak atau timbulnya penyelewengan. Terjadinya pembiaran ini dikarenakan tidak terlaksananya fungsi manajemen keuangan yang baik dari pihak-pihak pengelola gereja, dalam hal ini pimpinan jemaat ataupun pemegangkeuangan atau bendahara. Dengan demikian dalam mengupayakan perolehan dana dan sumberdaya perlu diatur penggunannya, sehingga gereja perlu melakukan manajemen keuangan dengan baik. Untuk itu, pengelola keuangan gereja sangat membutuhkan sebuah informasi keuangan yang akurat dan kompatibel. Informasi yang akurat dapat diupayakan melalui penerapan akuntansidalam organisasi gereja terutama PSAK Nomor 45. Penyusunan laporan keuangan yang dibuat oleh Gereja Huria Kristen Batak Protestan Jalan Simalingkar B Resort Kwala Bekala sangatlah sederhana, yaituberupa format yang terdiri dari penerimaandan pengeluaran kas yang direkapbulanan dan tahunan. Sedangkan menurut PSAK nomor 45 laporan keuanganorganisasi nirlaba meliputi: Laporan Posisi Keuangan, Laporan Aktivitas, LaporanArus Kas, dan Catatan Atas Laporan Keuangan. Begitu juga penerimaan sumbangan baik persembahan kolekte, iuran, hasillelang, sumbangan berupa aktiva tetap dari jemaat maupun non-jemaat

4

yangditerima oleh gereja ini tidak begitu jelas apakah sumbangan-sumbangan tersebutterikat atau tidak terikat, apalagi nilai sumbangan dan aktiva yang dimiliki olehgereja ini besar nilainya. Sehingga tidak menggambarkan secara jelas pengelolaankeuangan di Gereja Huria Kristen Batak Protestan Jalan Simalingkar B Resort Kwala Bekala. Oleh karena itu, laporan keuangan Gereja haruslah disusunberdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK) nomor45 tentang Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba. Adapun sumber-sumber keuangan pada gereja HKBP Jalan Simalingkar B Ressort Kwala Bekala ialah dari persembahankebaktian umum (Persembahan Sekolah Minggu, Persembahan Ia, Ib, II, dan III), persembahan kebaktian sektor (Sektor I, Sektor II, Sektor III, Sektor IV, Sektor V, Sektor VI, Sektor VII, dan Sektor VIII), Persembahan Kebaktian Kategorial (Ina Hanna, Ina Huria, Ama Huria, dan NHKBP), Persembahan/ Perpuluhan/ Ucapan Syukur (persembahan mingguan, persembahan tahunan, dan persembahan acara syukuran (seperti persembahan memasuki rumah, lelang dan hasil pesta). Sedangkan penggunaan dana pada gereja ini ialah untuk pembayaran honor tata usaha, honor pendeta, honor sekretaris, honor bendahara, honor team audit, transport kegiatan parhalado, transport kegiatan pendeta,

honor pianis

gereja, honor leader song, biaya listrik, telepon dan ATK, THR tata usaha, THR pendeta, transport parjamita dan pembelian sembako untuk keperluan gereja. Dilihat dari data pemasukan dan pengeluaran gereja tersebut maka dapat di simpulkan,gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jalan Simalingkr B Ressort Kwala Bekala belum menerapkan pelaporan keuangan berdasarkan

5

pedoman yang ada dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 45 yang terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Karena gereja hanya menyusun laporan keuangannya berdasarkan Tata Dasar dan Peraturan Gereja yang ada. Berdasarkan uraian tersebut dan mengingat pentingnya akuntansi dandalam halpelaporan keuangan pada organisasi gereja maka,tertarik untuk melakukan

penelitian

yangberjudul:ANALISIS

dan

membahasnya

dalam

PENERAPANAKUNTANSI

tulisan

skripsi

ORGANISASI

NIRLABA ENTITAS GEREJA BERDASARKAN PSAK NO. 45.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian pemaparan yang telah dijelaskan dalam latar belakang penelitian, maka dapat dirumuskan yaitu ;Apakah penerapanakuntansi keuangan pada gereja HKBP Jalan Simalingkar B Ressort Kwala Bekalatelah sesuai dengan PSAK Nomor 45?

1.3Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah ; Untukmengetahui kesesuaian penerapan akuntansi keuangan pada gereja HKBP Jalan Simalingkar B berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 45.

1.4Manfaat Penelitian

6

Dengan adanya tujuan penelitian tersebut, maka penelitian ini dilakukan dan memberikan manfaat : 1. Bagi Penulis, diharapkan dapat meningkatkan dan menambahwawasan dan pengetahuan lebih lagi dalam penerapan akuntansi organisasi nirlaba, juga untuk menguatkan teori yangsudah diperoleh dalam perkuliahan selama menempuh pendidikan tentang lembaga non-profitatau organisasi nirlaba serta dapat membandingkannya dengan praktik yangsesungguhnya terutama mengenai penerapan PSAK nomor 45 tentangpenyusunan laporan keuangan pada organisasi nirlaba. 2. Bagi Lembaga yang diteliti, dapat memberikan manfaat atau masukan yang berguna untuk menghasilkan penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntanberlaku umum/PSAK Nomor 45 pada organisasi nirlaba atau non-profit baik untuk pengguna internal maupun eksternal. 3. Bagi Peneliti Lainnya, yaitu melalui hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagaibahan referensi untuk penelitian yang serupa pada masa maendatang.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Teori dan Konsep 1. Pengertian Akuntansi Sofyan Syafri Harahap mengenai teori akuntansi mengatakan bahwa pengertian akuntansi dapat di analisis dari akronim berikut ini: A

Angka

K

Keputusan

U

Uang

N

Nilai

T

Tjatan/Transaksi

A

Analisis

N

Netral

S

Seni

I

Informasi 2

Dari akronim tersebut digambarkan bahwa akuntansi itu adalah menyangkut angka-angka yang akan dijadikan dasar dalam proses pengambilan keputusan. Angka itu menyangkut uang atau nilai moneter yang menggambarkan catatan dari transaksi perusahaan.Angka itu dapat dianalisis lebih lanjut untuk menggali lebih banyak informasi yang dikandungnya dan memprediksi kondisi 2

Harahap, Sofyan Syafri, Teori Akuntansi, Edisi Revisi, Cetakan Empat Belas,. Jakarta:Rajawali Pers, 2011, hal. 4-5.

7

8

keuangan yang akan datang, laporan keuangan bersifat netral kepada semua pemakai laporan, ada unsur seninya karena berbagai alternatif yang dapat dipilih melalui pertimbangan subjektif. Serta merupakan informasi yang sangat diperlukan par pemakai untuk pengambilan keputusan. American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)sebagaimana dikutip oleh Baridwan Zaki mengidentifikasikanakuntansi adalah: “Suatu kegiatan jasa yang berfungsi menyediakan datakuantitatif, terutama yang mempunyai sifat keuangan, dari kesatuan usahaekonomi yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusankeputusanekonomi dalam memilih alternatif-alternatif dari suatu keadaan”.3 Pengertian akuntasi Menurut ABP Statement No.4 dalam Smith Skousenpengertian akuntansi adalah: “Suatu aktivitas jasa. Fungsinya adalahmenyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat dalam pengambilankeputusan ekonomis dalam menetapkan pilihan-pilihan yang logis 4 diantaraberbagai tindakan alternatif”. Dari pengertian-pengertian akuntansi diatas, maka akuntansi dapat dibagi menjadi tiga kegiatan utama yaitu: 1) Kegiatan

identifikasi

yaitu

mengidentifikasikan

transaksi-

transaksiyang telah terjadi dalam perusahaan. 2) Kegiatan pencatatan yaitu kegiatan

yang dilakukan

guna

mencatatsemua transaksi-transaksi yang sudah diidentifikasi secara benar dansistematis. 3

Baridwan, Zaki, Intermediate Accounting, Edisi Kedelapan, Cetakan Pertama, Yogyakarta, 2004. 4 Smith Dan Skousen, Akuntansi Intermediate, Jilid 2, Edisi Kedelapan, Erlangga, Jakarta,1995.

9

3) Kegiatan komunikasi yaitu kegiatan yang digunakan untuk mengkomunikasikansuatu informasi akuntansi dalam bentuk laporan keuangan kepada parapemakai laporan keuangan atau pihak yang berkepentingan baik internal perusahaan maupun pihak eksternal. 2. Tujuan Laporan Keuangan Tujuan laporan keuangan adalah untuk menyediakan sejumlah informasi yangrelevan

untuk

memenuhi

kepentingan

para

penyumbang,

anggota

pengelola,kreditor, dan pihak lain yang menyediakan sumber daya bagi yayasan. Pihakpemakai laporan keuangan yayasan memiliki kepentingan bersama dalamrangka menilai; jasa yang diberikan oleh yayasan dan kemampuannya untukterus

memberikan

jasa

tersebut;

cara

pengelola

melaksanakan

tanggungjawabnya dan aspek lain dari kinerja yayasan.Secara rinci tujuan laporan keuangan termasuk catatan atas laporankeuangan, adalah untuk menyajikan informasi mengenai : - Jumlah dan aset, kewajiban serta aset bersih suatu yayasan - Pengaruh transaksi, peristiwa, dan situasi lainnya yang mengubah nilai serta sifat aset bersih - Jenis dan jumlah arus masuk serta arus keluar sumber daya selama satu periode dan hubungan diantara keduanya - Cara suatu yayasan mendapatkan dan membelanjakan kas,memperoleh pinjaman dan melunasi pinjama, serta faktor lainnyayang berpengaruh terhadap likuiditasnya

10

- Usaha jasa suatu yayasan. Dapat dicermati bahwa laporan keuangan organisasi nirlaba miripdengan organisasi bisnis, kecuali pada hal utama berikut : a. Organisasi nirlaba tidak memiliki laporan laba rugi, namun laporanini dapat dianalogikan dengan laporan aktivitas. Informasi sentraldalam laporan laba rugi umumnya terletak pada komponen labaatau rugi yang dihasilkan organisasi bisnis dalam satu periode.Sementara itu, informasi sentral dalam laporan aktivitas terletakpada perubahan aset neto yang dikelola oleh organisasi nirlaba. b. Organisasi nirlaba tidak memiliki laporan perubahan ekuitassebagaimana layaknya organisasi bisnis. Hal ini disebabkanorganisasi nirlaba tidak dimiliki oleh entitas manapun. Ekuitasdalam organisasi nirlaba bisa dianalogikan dengan aset neto yangakan disajikan pada laporan aktiva 3. Organisasi Nirlaba Organisasi nirlaba atau organisasi non profit adalah suatu organisasi yangbersasaran pokok untuk mendukung suatu isu atau perihal didalam menarikperhatian publik untuk suatu tujuan yang tidak komersil, tanpa ada perhatianterhadap hal-hal yang bersifat mencari laba (moneter). Organisasi nirlabameliputi gereja, sekolah negeri, derma publik, rumah sakit dan klinik publik,organisasi

politis,

bantuan

masyarakat

dalam

hal

perundang-

undangan,organisasi jasa sukarelawan, serikat buruh, asosiasi profesional, institut riset,museum, dan beberapa para ptugas pemerintah.Organisasi nirlaba bisa berbentuk organisasi kesejahteraan dankesehatan, lembaga, dan universitas. Dan

11

setiap jenis organisasi tersebutmemiliki kesamaan dalam tujuan organisasi, yaitu memberikan jasa (layanan)dan tidak mencari laba. Tapi tiap jenis organisasi tersebut bisa berbeda dalamhal sasaran, sumber pendanaan dan tingkat otonomi. Organisasi nirlabadibedakan menjadi 2 jenis, yaitu: 1. Instansi pemerintah, dalam penerapan akuntansinya tunduk pada StandarAkuntansi Pemerintahan. 2. Bukan instansi pemerintah, dalam penerapan akuntansinya berdasar padaPernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 45, tentang PelaporanKeuangan Organisasi Nirlaba. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia bahwa organisasi nirlaba(non profitorganization) adalah organisasi yang orientasi utamanya bukanuntuk mencari keuntungan (laba).5 Menurut Renyowijaya, Organisasi nirlaba adalah menerima kontribusi sumbangan dana dalam jumlahsignifikan dari pemberi dana yang tidk mengharapkan pengembalian salah satudiantara empat kategori: rumah sakit, sekolah-sekolah tinggi dan universitastinggi.Banyak hal yang membedakan antara organisasi nirlaba denganorganisasi lainnya (laba).6 Dalam hal kepemilikan, tidak jelas siapasesungguhnya ’pemilik’ organisasi nirlaba, apakah anggota, klien, ataudonatur. Pada organisasi laba, pemilik jelas memperoleh untung dari hasilusaha organisasinya. Dalam hal donatur, organisasi nirlaba membutuhkannyasebagai sumber pendanaan. Berbeda dengan organisasi laba yang telahmemiliki sumber pendanaan yang jelas, yakni

5

Ikatan Akuntan Indonesia, Op.Cit. hal 23 Renyowijiyo, Muindro.Akuntansi Sektor Publik Organisasi Nirlaba, EdisiPertama, Jakarta, 2008, hal: 270. 6

12

dari keuntungan usahanya.Dalam hal penyebaran tanggung jawab, pada organisasi laba telah jelas siapayang menjadi Dewan Komisaris, yang kemudian memilih seorang Direktur7Pelaksana. Sedangkan pada organisasi nirlaba, hal ini tidak mudah dilakukan.Anggota Dewan Komisaris bukanlah ’pemilik’ organisasi. Menurut Ikatan Akuntan Indonesia organisasi nirlaba memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Sumber daya entitas. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. 2. Menghasilkan barang/jasa tanpa bertujuan menumpuk laba. 3. Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis.8 a. Ciri-ciri Organisasi Nirlaba Menurut IAI organisasi nirlaba memiliki ciri-ciri sebagai berikut: - Sumber daya entitas. Sumber daya entitas berasal dari para penyumbang yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan. - Menghasilkan barang/jasa tanpa bertujuan menumpuk laba. - Tidak ada kepemilikan seperti lazimnya pada organisasi bisnis.9 b. Karakteristik Organisasi Nirlaba Organisasi nirlaba memiliki karakteristik yang berbeda denganorganisasi bisnis. Secara tradisional organisasi nirlaba memiliki sifat-sifatyang unik yang membedakannya dengan organisasi komersial. Karakteristik OrganisasiNirlaba menurut Ikatan Akuntan Indonesia karakteristik organisasi nirlaba yaitu sebagai berikut:

8

Ikatan Akuntan Indonesia, Op.Cit. hal 30 Ibid hal 48.

9

13

- Sumber daya organisasi nirlaba berasal dari pemberi sumber daya yang tidak mengharapkan pembayaran kembali atau manfaat ekonomi yang sebanding dengan jumlah sumber daya yang diberikan - Menghasilkan barang dan/atau jasa tanpa bertujuan menumpuk laba, dan jika organisasi nirlaba menghasilkan laba, maka jumlahnya tidak dibagikan kepada para pendiri atau pemilik entitas tersebut. - Tidak ada kepemilikan seperti umumnya pada organisasibisnis, dalam arti bahwa kepemilikan dalam entitas nirlaba tidak dapat dijual, dialihkan, atau ditebus kembali, atau kepemilikan tersebut tidak mencerminkan proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran organisasinirlaba.10 Larson(n.d) menyebutkan sifat-sifat unik suatu organisasi nirlaba, beberapa sifatunik

dapat

dilihat

untuk

membedakan

penerapan

karakteristik

organisasinirlaba di Indonesia adalah sebagai berikut : - Manajemen dan kepemimpinan Pokok penting dari setiap organisasi nirlaba yang sukses adalahmempunyai pemimpin dan pengurus yang efektif. Para pemimpintersebut harus dapat bekerjasama dalam tim dengan visi,kemampuan dan sumber daya yang cukup untuk mencapai tujuanbersama dari organisasi. Pembagian kepemimpinan dapat dilihatdari kemampuan manajemen pengurus yang baik yang cukuphandal untuk bekerja dengan para pemimpin dalam mengambilkeputusan yang strategis. - Nilai Organisasi Nilai yang tertanam adalah tenaga pendorong pada organisasinirlaba, nilai yang digaris bawahi disini adalah organisasi berdiridalam mewujudkan misi sosial bukan untuk mendapatkan laba. Halini menjadi masalah yang kompleks bagi pemimpin. Beberapamasalah tersebut contohnya adalah bagaimana program dapat disepakati, kemajuan dimonitor dan sukses diukur, bagaimanaprioritas ditetapkan dan disepakati, kemajuan dimonitor dan suksesdiukur, bagaimana prioritas ditetapkan dan kesepakatan dicapai,bagaimana karyawan dihargai apakah sesuai untuk diaplikasikandalam organisasi. Konsultan yang handal diperlukan dari waktu kewaktu untuk menjawab permasalahan-permasalahan tersebutdengan berfokus pada sistem manajemen organisasi yang baik. - Sifat khas perencanaan nirlaba Sebagian besar organisasi nirlaba tidak memiliki banyak waktu,uang dan sumber daya untuk membuat strategi rencana yangmutkahir dan teliti. Fokus dar organisasi biasanya pada masalahutama yang 10

Ibid, hal 45.

14

dihadapkan pada organisasi niraba dan secepatmungkin mencari solusi untuk masalah tersebut. Tantangan utamabagi fasilitator organisasi adalah bagaimana melatih personilorganisasi untuk membuat konsep perencanaan dan prosesnya,membantu organisasi untuk membuat konsep perencanaan danprosesnya, membantu organisasi nirlaba untuk focus dan tetapbertahan walaupun memiliki sumber daya yang terbatas.11 c. Metode Pencatatan Organisasi Nirlaba Dalam akuntansi terdapat metode pencatatan yang membedakan cara pencatatan pendapatan dan biaya dalam laporan pendapatan danbiaya organisasi nirlaba secara signifikan. Adapun metode tersebutadalah : 1) Cash Basis Pengertian biaya menurut basis kas adalah seluruh pengeluaranyang dibayar oleh organisasi nirlaba. Dengan demikian, total biayayang dilapor12kan pada suatu periode adalah total pengeluaran yangtercatat pada buku bank organisasi nirlaba. Pengertian pendapatanadalah seluruh penerimaan uang kas oleh organisasi nirlaba. Padaakhirnya, surplus atau defisit merupakan selisih antara pendapatandengan biaya. Bila digunakan basis kas, dapat diketahui secaracepat dengan menghitung berapa saldo kas yang ada pada akhirperiode. 2) Accrual Basis Basis akrual melakukan pencatatan berdasarkan apa yangseharusnya menjadi pendapatan dan biaya organisasi nirlaba padasuatu periode. Apa yang seharusnya menjadi pendapatan organisasinirlaba adalah semua 11

Larson, Sandra. (N.D), Unique Nature And Struggles Of Traditional Small Nonprofits. Diakses Pada Tanggal 23 April 2012. (Hhttp:/Managementhelp.Org/Organizations/Nonprofits.Htm#Anchor25210)

15

pendapatan yang telah menjadi hak organisasinirlaba terlepas apakah hak ini telah diwujudkan dalam bentukpenerimaan kas atau tidak. d. Akuntansi Organisasi Nirlaba Dalam pengaplikasiannya gereja atau organisasi nirlaba menggunakan basis akuntansi akrual untukmengakui pendapatan dan bebannya. 1) Klasifikasi Aktiva Bersih Penyajian aktiva bersih untuk organisasi nirlaba, dikelompokkandalam 3 katagori yang dibedakan atas ada tidaknya pembatasan,yaitu: a. Aktiva bersih terikat permanen. Adalah pembatasan penggunaan sumberdaya yang ditetapkan oleh penyumbang atau pemberi sumber daya yangtidak mengharapkan pembayaran kembali agar sumber daya tersebutdipertahankan secara permanen (bersifat abadi), tetapi organisasi nirlabadiizinkan untuk menggunakan sebagian atau semua penghasilan ataumanfaat ekonomi lain yang berasal dari sumber daya tersebut. Misalnya: aset beasiswa untuk anak anggota jemaat yang mendapatkan juara umum atau IPK >3.00 disekolah SD,SMP,SMA/MK, dan Perguruan Tinggi. b. Aktiva bersih terikat temporer. adalah pembatasan penggunaan sumberdaya oleh penyumbang atau pemberi sumber daya yang tidakmengharapkan pembayaran kembali,

yang

dipertahankan

menetapkan sampai

agar

periode

sumber tertentu

dayatersebut atau

sampai

16

denganterpenuhinya

keadaan

tertentu.

Misalnya:

aset

pembangunan gedunggereja, aset untuk dukacita dan kunjungan untuk orang sakit. c. Aktiva bersih tidak terikat. adalah sumber daya yang penggunaannya tidakdibatasi untuk tujuan tertentu oleh penyumbang atau pemberisumberdaya. Misalnya:

Sumbangan

spontanitas

dari

jemaat

untuk

keperluanoperasi gereja, iuran setiap bulan dari jemaat. 2) Kontribusi Pada

sebagian

besar

organisasi

nirlaba,

kontribusi

(sumbangan)merupakan sumber utama pendapatan. Kontribusi adalah transferkas atau aktiva lain tanpa syarat kepada organisasi atau suatupenyelesaian atau suatu pembatalan hutang-hutangnya, tidak secaratimbal

balik

oleh

organisasi

lain

yang

tidak

bertindak

sebagaipemilik. 3) Investasi dan Pendapatan Investasi Investasi

pada

organisasi

biayaperolehan,

nirlaba

sedangkan

pada

investasi

awalnya

yang

dicatat

diterima

pada

sebagai

sumbanganatau kontribusi dicatat pada nilai wajarnya, dalam kelompok aktivabersih

yang

sebagaipendapatan

sesuai. yang

Pendapatan

masih

harus

investasi diterima

harus (earned),

diakui dan

dilaporkansebagai peningkatan dalam aktiva bersih tidak terikat temporer ataupermanen.

Keuntungan

dan

kerugian

yang

direalisasi

(realized)diakui pada saat investasi dijual, dan dilaporkan sebagai

17

perubahandalam aktiva bersih tidak terikat, terikat temporer atau permanen.

3) Sumbangan yang Terikat dan yang Tidak Terikat. Pembatasan oleh donatur menentukan lebih spesifik penggunaanaktiva yang

disumbangkan,

dibanding

dengan

suatu

pembatasanpada

penggunaan aktiva untuk tujuan umum organisasi. Informasitentang pembatasan oleh donatur atas sumber daya sangat relevanbagi pemakai laporan keuangan, karena suatu pembatasanmembatasi jasa yang dapat diberikan oleh organisasi nirlaba.Sumbangan pada umumnya dihitung pada nilai wajarnya dandiakui sebagai pendapatan atau keuntungan pada periodediterimanya, atau beban, dan aktiva. 3. Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba berdasarkan PSAK No.45 Pernyataan

Standar

Akuntansi

Keuangan

Nomor

45

mengenai

pelaporankeuangan organisasi nirlaba bertujuan untuk mengatur pelaporan keuanganorganisasi nirlaba. Dengan adanya standar pelaporan, diharapkan laporankeuangan organisasi nirlaba dapat lebih mudah dipahami, memiliki relevansi,dan memiliki daya banding yang tinggi.Laporan keuangan untuk organisasi nirlaba terdiri dari laporan posisikeuangan, laporan aktivitas, laporan arus kas, dan catatan atas laporankeuangan. Laporan keuangan tersebut berbeda dengan laporan keuangan untukorganisasi bisnis pada umumnya. Pernyataan ini menetapkan infomasi dasartertentu yang harus disajikan dalam laporan keuangan organisasi nirlaba. Hal-halyang tidak diatur dalam pemyataan standar akuntansi ini

harus

mengacukepada

pernyataan

standar

akuntansi

yang

berlaku

18

umum.Laporan

posisi

keuangan

terdiri

dari

klasifikasi

aktiva

dan

kewajiban.Informasi mengenai likuiditas diberikan dengan cara sebagai berikut: 5. Menyajikan

aktiva

berdasarkan

urutan

likuiditas,

dan

kewajibanberdasarkan tanggal jatuh tempo. 6. Mengelompokkan aktiva ke dalam lancar dan tidak lancar, dan kewajibanke dalamjangka pendek danjangka panjang. 7. Mengungkapkan

informasi

mengenai

likuiditas

aktiva

atau

saat

jatuhtemponya kewajiban termasuk pembatasan penggunaan aktiva, padacatatan atas laporan keuangan. 4. Unsur



unsur

Laporan

Keuangan

Organisasi

Nirlaba

Berdasarkan PSAK No. 45 Didalam akuntansi organisasi nirlaba terdapat bentuk laporan keuangan dannama-nama rekening,unsur-unsur laporan keuangan organisasi nirlaba menurut PSAK No.45 ialah: 1. Laporan Posisi Keuangan Laporan posisi keuangan, termasuk catatan atas laporan keuangan, menyediakan informasi yang relevan mengenai likuiditas, fleksibilitas keuangan, dan hubungan antara aset dan liabilitas. 2. Laporan Aktivitas Laporan aktivitas berisi dua bagian besar yaitu besaran pendapatan dan biaya lembaga selama satu periode anggaran. Pendapatan digolongkan berdasarkan restriksi atau ikatan yang ada. Sedangkan beban atau biaya disajikan dalam laporan aktivitas berdasarkan kriteria fungsional, dengan demikian beban biaya akan terdiri dari biaya kelompok program jasa utama dan aktivitas pendukung. 3. Laporan Arus Kas Laporan arus kas menunjukkan arus uang kas masuk dan keluar untuk suatu periode. Periode yang dimaksud adalah periode sama dengan yang digunakan oleh laporan aktivitas. Penyajian arus kan masuk dan keluar digolongkan dalam tiga kategori yaitu: a. Aktivitas Operasi

19

Dalam kelompok ini adalah penambahan dan pengurangan arus kasyang terjadi pada perkiraan yang terkait dengan operasionallembaga. Contoh arus kas masuk dari kegiatan aktivitas operasi: - penerimaan kas dari jemaat maupun non jemaat. Misalnya sumbangan kolekte dari jemaat untuk keperluan oprasi gereja. - penerimaan pendapatan bunga, dividen. Misalnya: pendapatan bunga atas rekening giro gereja di bank. b. Aktivitas Investasi Termasuk dalam perkiraan ini adalah semua penerimaan danpengeluaran uang kas yang terkait dengan investasi lembaga.Investasi dapat berupa pembelian/penjualan aktiva tetap,penempatan/pencairan dana deposito atau investasi lain. Beberapacontoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasi adalah : - Pembayaran kas untuk membeli aset tetap, aset tidakberwujud, dan aset jangka panjang lain, termasuk biayapengembangan yang dikapitalisasi dan aset tetap yangdibangun sendiri;Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan, danperalatan, serta asset tidak berwujud dan asset jangka panjanglain c. Aktivitas Pendanaan Termasuk dalam kelompok ini adalah perkiraan yang terkaitdengan transaksi berupa penciptaan atau pelunasan kewajibanhutang lembaga dan kenaikan/penurunan aktiva bersih dari surplus dan defisitlembaga. Transaksi lain yang mengakibatkan perubahan aruskas masuk dan keluar dalam kelompok ini adalah sebagai berikut. - Penerimaan kas dari penyumbang yang penggunaannyadibatasi untuk jangka panjang.Penerimaan kas dari sumbangan dan penghasilan investasiyang penggunaannya dibatasi untuk perolehan, pembangunandan pemeliharaan aktiva tetap atau peningkatan dana abadi. - Bunga, deviden yang dibatasi penggunaannya untuk jangkapanjang. - Catatan atas laporan keuangan, merupakan bagian yang tidak terpisahdari laporan-laporan di atas. Tujuan pemberian catatan ini agar seluruh informasi keuangan yang dianggap perlu untuk diketahui pembacanyasudah diungkapkan.13 5. Peraturan Tentang Perbendaharaan Gereja Gereja merupakan yayasan atau lembaga sosial yang berada di bawahorganisasi 13

gerejawi.

Awal

dibentuknya

Ikatan Akuntan Indonesia, Op.Cit. hal 55

gereja

dibutuhkan

tata

20

kelolaorganisasi yang baik (good governance) dan sumber daya manusia (SDM), hal initerangkum dalam Tata Dasar dan Tata Rumah Tangga sebuah organisasigereja. Tiap-tiap gereja mempunyai tata dasar dan tata rumah tangga masing-masing.Gereja HKBP Jalan Simalingkar B Resort Kwala Bekala mempunyai dasar yangmengatur tentang organisasi gereja yaitu dalam Aturan Dohot Peraturan HKBP 2002 Dung Amandemen Paduahon (Tata Dasar Dan Tata Laksana HKBP 2002 Setelah Amandemen Kedua) Dalam isi TataGereja HKBP Jalan Simalingkar B Resort Kwala Bekala ada aturanyang mengatur tentang perbendaharaan gereja. Peraturan tentanganggaran pada Bab 13 yang terdiri dari 22 pasal , yang setiappasal memiliki beberapaayat-ayat dengan penjelasannya. Peraturan ini diantaranyamenjelaskan tentang, anggaran distrik, anggaran ressort, anggaran jemaat, dan tentang penggolongan persembahan kedua dan persembahan khusus

jemaat-jemaat

yang

dikirimkan

langsung

ke

nomor

rekening

AnggaranHatopan yang ditetapkam Rapat Majelis Pekerja Sinode. 6. Sistem Pengelolaan Keuangan Gereja Dengan Akuntansi Kegiatan administrasi keuangan gereja meliputi pembuatan anggaran belanja dan pendapatan gereja. Anggaran ini diperlukan agar gereja dapat melaksanakan pekerjaannya dengan teratur dan terencana. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah meneliti pekerjaan apa yang harus dikerjakan, dan baru kemudian dana untuk membayar pekerjaan itu. Anggaran ini dibuat dengan cermat dan kemudian disampaikan kepada anggota jemaat, dengan maksud untuk memberitahukan kepada mereka apa yang gereja butuhkan dalam pekerjaannya itu.

Dengan

cara

demikian

jemaat

diikutsertakan

secara

aktif

dan

bertanggungjawab dalam keseluruhan pelayanan gereja. Siklus akuntansi

21

merupakan proses akuntansi mulai dari pencaatan transaksi keuangan sampai dengan penyusunan laporan keuangan pada akhir periodeSiklus akuntansi merupakan proses akuntansi mulai dari pencaatantransaksi keuangan sampai dengan penyusunan laporan keuangan pada akhirperiode. Pada dasarnya siklus akuntansi dapat dibagi sebagai berikut : a. Membuat atau menerima bukti pencatatan dimana biasanya sebuahentitas mempunyaiu from voucher (bukti pencatatan) sendiri, atau buktilain yang bias berupa kwitansi atau lainnya. b. Mencatat dalam buku jurnal. c. Memindahkan data jurnal ke buku besar. d. Menyusun laporan keuangan. Menurut Bastian bahwa Siklus akuntansi dalam organisasi gereja dapat dikelompokan dalamempat tahap, yaitu: a. Tahap pencatatan dan Penggolongan : - Kegiatan pengidentifikasian dan pengukuran bukti transaksi sertabukti pencatatan. - Kegiatan pencatatan bukti transaksi ke dalam buku harian ataujurnal. - Memindahkan (posting) dari jurnal berdasarkan kelompok atausejenisnya ke dalam akun buku besar. b. Tahap peringkasan : - Penyusunan neraca saldo (trial balance) berdasarkan akunakunbuku besar. - Pembuatan ayat jurnal penyesuaian - Penyusunan kertas kerja (work sheet) - Pembuatan ayat jurnal penutup (closing entries) - Pembuatan neraca saldo setelah penutupan - Pembuatan ayat jurnal pembalik c. Tahap pelaporan : - Laporan Aktivitas (Surplus/Defisit) - Laporan arus kas - Neraca d. Tahap14 analisis : Analisis laporan keuangan menggunakan analisis rasio. 2.2 Penelitian Terdahulu

14

Bastian, Indra, Akuntansi Yayasan dan Lembaga Publik,Erlangga, Muhammadiyah, Malang, 2007.

22

Livita P. Leiwakabessy (2013) dalam penelitiannya tentang “Analisis Penerapan Akuntansi Organisasi NirlabaEntitas Gereja Berdasarkan Pernyataan StandarAkuntansi Keuangan No. 45(Studi Kasus Gereja Masehi Injili Di Minahasa BaitelKolongan)”., bertujuan untuk melihat bagaimanapenerapan laporan keuangan Gereja Bukit Zaitun apakah telah sesuai denganPSAK No 45. Hasil penelitian adalahGereja Masehi Injili Di Minahasa BaitelKolongan belum menerapkan penyusunanlaporan keuangan sesuai dengan PSAK No. 45. Persamaan dengan penelitianini adalah menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dan dalam penilitian sama-sama memfokuskan penelitian pada penerapan akuntansi. Pontoh (2013) dalam penelitiannya tentang “Penerapan LaporanKeuangan Organisasi Nirlaba Berdasarkan PSAK No.45 pada Gereja BukitZaitun Luwuk Sulawesi Tengah”, Hasil penelitian adalah Gereja Bukit Zaitun belum menerapkan penyusunanlaporan keuangan sesuai dengan PSAK No. 45. Persamaan dengan penelitianini adalah menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, sedangkan perbedaan terletakpada objek penelitian yang digunakan dimana peneliti sebelumnya yangmenjadi fokus penelitian adalah tentang laporan keuangan, sedangkan penelitilebih memfokuskan penelitian pada penerapan akuntansi. Penelitian yang dilakukan oleh Tantri Sofyana Putri (2014) dengan judul : “Analisis Penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 45 PadaGereja Huria Kristen Batak (HKBP) Kertanegara Semarang”. Hasil penelitianadalah mengungkapkan hal yang sama bahwa laporan keuangan Gereja HuriaKristen

Batak

Protestan

(HKBP)

Kertanegara

Semarang

belum

23

menerapkanPSAK Nomor 45 dan belum berpedoman pada Tata Dasar serta Peraturan Gereja.

2.3 Kerangka Pemikiran Kerangka

pemikiran

adalah

narasi

(uraian)

atau

pernyataan

(proposisi)tenang kerangka konsep pemecahan masalah yang telah diidentifikasi ataudirumuskan.

Kerangka

berpikir

akan

menjelaskan

secara

teoritis

pertautanantar variabel yang akan diteliti.Penelitian ini menganalisis tentang penerapan akuntansi yang dilakukanpada Gereja HKBP Jalan Simalingkar B Resort Kwala Bekaladengan mengacu pada ketentuan PSAK NO. 45.Berdasarkan latar belakang, perumusan masalah yang telah dikemukakansebelumnya serta tinjauan teoritis yang membangun konsep variabel penelitianini, maka kerangka pemikiran dapat dikemukakan pada Gambar 2.2 :

Kerangka Pemikiran Penelitian Siklus Akuntansi

\

Penerapan Akuntansi

Kebijakan Akuntansi

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.45 Gambar 2.2

Kinerja Laporan Keuangan Gereja yang baik

24

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.1

Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitiankualitatif deskriptif

yaitu metode yang sifatnya menguraikan, menggambarkan,membandingkan, serta menerangkan suatu keadaansedemikian rupa sehingga dapatlah ditarik suatu kesimpulan. Pendekatan inijuga berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, maupunpemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya.

Kemudiandikembangkan

menjadi

permasalahan-permasalahan

beserta

pemecahannyayang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentukdukungan data empiris dalam laporan. Penelitian dilakukan langsung pada Gereja HKBP Jalan Simalingkar B Ressort Kwala BekalaKecamatan Medan Johor, Kota Medan.

3.1

Objek dan Waktu Penelitian Objek Penelitian ini adalah laporan keuangan Gereja HKBP Ressort Kwala Bekala,

pembahasan dituliskan pada proses akuntansi dan bentuk pelaporan keuangannya. Waktu pelaksanaan kegiatan penelitian adalah selama 3 bulan terhitungdari tanggal 23 Mei 2015 sampai 22 Agustus 2018.

3.3

Jenis Data

Jenis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

25

1. Data Subjek Data Subjek adalah berupa jenis data penelitian berupa sebuah opini, sikap, pengalaman, karakteristik dan seseorang atau sekelompok orang yang menjadi subjek dari penelitian ini (responden). Maka dapat diakakan bahwa data subjek ialah data penelitian yang diberikan oleh responden yaitu bagian keuangan dan akuntansi. 2. Data Dokumenter (Dokumen Data) Data Dokumenter adalah jenis data penelitian yang yaitu berupa faktur, jurnal, surat, notulen hasil rapat atau lainnya yang berbentuk laporan program laporan keuangan. Dalam hal ini, penelitian ini menggunakan data berupa laporan kuangan tahun 2017 Gereja HKBP Jalan Simalingkar B Ressort Kwala Bekala Medan.

3.4

Sumber Data

Sumber data dalam penelitian ini meliputi dua bagian, yaitu : 1. Data Primer adalah data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber aslinya baik secara wawancara, jajak pendapat dari individu atau kelompok, maupun hasil observasi dari suatu objek, kejadian, atau hasil pengujian. Dalam hal ini, data yang digunakan oleh penulis adalah wawancara tidak terstruktur tentang laporan keuangan Gerejadan pencatatan transaksi keuangan dan data-data lainnya yangdiperlukan dalam pembahasan. Data diperoleh dari pihak-pihak yang berkaitan, yaitu bagian perbendaharaan dan administrasi gerejayang melayani di Gereja HKBP Ressort Kwala Bekala tersebut. 2. Data Sekunder Menurut Jadongan Sijabat, data sekunder adalah:

26

“Sumber data penelitian yang diperoleh melalui media perantara(diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Umumnya merupakan bukti,catatan, atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip (datadokumentasi) yang dipublikasi dan yang tidak dipublikasi”.15 Dalam hal ini peneliti data berupa laporan keuangan Gereja HKBP Jalan Simlingkar B Ressort Kwala Bekala pada tahun 2017.Data penunjang yang diperlukan seperti studi kepustakaan yaitu dengancara mengumpulkan teori-teori dari buku kuliah, skripsi terdahulu, dan internet yangberhubungan dengan topik penelitian.

3.5

Metode Pengumpulan Data Dalam melakukan pengumpulan data, ada beberapa metode yangdigunakan seperti :

1. Wawancara Menurut Esterberg dalam Sugiyono, wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.16Wawancara lisan dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaanlangsung kepada pihak-pihak pengurus gereja HKBP Jalan Simalingkar B Ressort Kwala Bekala. Wawancara lisan dilakukan untuk memperoleh informasi tentang proses akuntansi dan cara melaporkannya kepada gereja.Wawancara dilakukan dengan bagian keuangan dalam hal ini bendaharaGereja HKBP Jalan Simalingkar B Ressort Kwala Bekala, bagian tatausaha gereja. Dalam hal ini wawancara yang dilakukan adalah wawancaratidak terstruktur.

15

Sijabat, Jadongan, Modul Metodologi Penelitian Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas HKBP Nommensen Medan, 2014. 16 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D,Cetakan Kesembilan Belas, Penerbit Alfabeta, CV. Bandung, 2013. Hal: 231.

27

2. Studi Pustaka, Studi pustaka sebagai bagian dari langkah studi eksploratifyang digunakan yang merupakan suatu metode pengumpulan data denganmencari informasi-informasi yang dibutuhkan melalui dokumen-dokumen,buku-buku, majalah atau sumber data tertulis lainnya baik yang berupateori, laporan penelitian atau penemuan sebelumnya (findings) yangberhubungan dengan laporan keuangan gereja.

3.6

Metode Analisis Data Dalam menganalisis masalah, dapat dilakukan dengan beberapa metodeanalisis yang

akan disesuaikan dengan keadaan dan bentuk data yang diperolehdari Gereja HKBP HKBP Jalan Simalingkar B Ressort Kwala Bekala. Metode yangdigunakan untuk menganalisis data dapat diperoleh dari penelitian kepustakaandan penelitian lapangan menggunakan metode sebagai berikut:

a. Metode Deskriptif Menurut Mohammad Nazir, metode deskriptif adalah: “Suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatuobjek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelasperistiwa pada masa sekarang”.Menurut Whitney, dalam buku Moh. Nazir metode deskriptif adalah“pencarian fakta dengan interpretasi

yang

tepat”.Metode

ini

dilakukan

dengan

cara

menentukan,

mengumpulkan,menganalisis serta menginterpretasikan data laporan keuangan gereja2017 yang dibutuhkan, sehingga menghasilkan suatu gambaran yangjelas tentang bagaimana penyusunan laporan keuangan gereja pada GerejaHKBP Jalan Simalingkar B Ressort Kwala Bekala.

28

b. Metode Komparatif Menurut Aswarni Sudjud dalam buku Suharsimi Arikunto, metodekomparatif adalah: “metode yang dapat menemukan persamaan-persamaandan perbedaan-perbedaan tentang bendabenda, tentangorang, tentang prosedur kerja, tentang ide-ide, kritik terhadap orang,kelompok, terhadap suatu ide atau suatu prosedur kerja”. Membuat perbandingan atas fakta-fakta yang ada di gereja (laporankeuangan gereja tahun 2017) dengan teori yang mendukung dan telahdipelajari (PSAK nomor 45). Dari hasil perbandingan tersebut maka akandiambil suatu kesimpulan untuk menyusun laporan keuangan Gereja HKBP Jalan Simalingkar B Ressort Kwala Bekalayang mengacupada PSAK nomor 45 Tentang Pelaporan Keuangan OrganisasiNirlaba.Kemudian hasil pendokumenan sebagai bentuk catatan akuntansi akan dibandingkan dengan PSAK Nomor 45. Dengan demikiandapat dibuat kesimpulan apakah penerapan akuntansi di gereja HKBP Ressort Kwala Bekala sudah memenuhi PSAK Nomor 45.

29

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.