BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah


1 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal 33 ayat (1) menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun seb...
Author:  Deddy Budiman

0 downloads 0 Views 411KB Size

Recommend Documents


BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG MASALAH
1 BAB I PENDAHULUAN I. LATAR BELAKANG MASALAH Ukuran pupil normal bervariasi sesuai usia, dari orang ke orang, dan sesuai dengan keadaan emosi, tingka...

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah i
1 BAB PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah i Rokok merupakan kata yang tidak asing lagi bagi masyarakat Bahkan, dewasa ini sejumlah remaja, sudah m...

BAB I PENDAHULUAN. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Latar Belakang Masalah Keselamatan pasien adalah mengurangi risiko tindakan yang tidak...

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Proses pendidikan yang baik dapat dilihat dari hasil pembelajaran yang dilakukan melalui ujian atau te...

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Dalam proses belajar, siswa dapat lebih mudah menyerap dan memahami apa yang dipelajarinya jika diriny...

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Hampir setiap kegiatan, manusia menggunakan mata, misalnya membaca, bekerja, menonton televisi, menulis...

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah
1 1.1. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Persoalan utama dalam proses belajar mengajar adalah bagaimana menghadirkan belajar menjadi menarik, m...

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pada dasarnya orang suka berbelanja, dan orang-orang berbelanja untuk memenuhi kebutuhan atau hanya i...

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah satu faktor terpenting dalam kemajuan dan perkembangan masyarakat. Tujuan d...

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Teori titik tetap merupakan teori matematika yang sering digunakan untuk menjamin eksistensi solusi mas...



1

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah Undang-Undang Dasar 1945 dalam pasal 33 ayat (1) menyatakan bahwa perekonomian Indonesia disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi Indonesia merupakan alat demokrasi ekonomi dan alat pembangunan masyarakat, yang dilandasi Pancasila dan Undang - Undang Dasar 1945. Kedudukan koperasi di Indonesia dalam kancah perekonomian nasional mendapat tempat yang paling penting yaitu menempatkan koperasi sebagai soko guru perekonomian sekaligus sebagai bagian integral tata perekonomian nasional (Undang – Undang Dasar 1945, pasal 33 ayat 1). Dengan demikian, peran koperasi sangat penting dalam menumbuhkan dan mengembangkan potensi ekonomi yang mempunyai ciri – ciri demokratis, kebersamaan, kekeluargaan dan keterbukuan. Perkoperasian di Indonesia diatur dalam Undang – Undang Nomor 25 Tahun 1992 yang berlandaskan pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945, dan bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur. Jadi koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan. Pemberian kredit merupakan kegiatan operasional terpenting dalam kegiatan usaha simpan pinjam koperasi, dimana perkreditan memiliki aset terbesar jika dibandingkan dengan kegiatan operasional koperasi yang lain.

2

Walaupun usaha perkreditan merupakan sumber utama penghasilan koperasi simpan pinjam, namun resiko kerugian sebagian besar bersumber pada usaha tersebut, maka usaha ini membutuhkan cara tersendiri dalam pengelolaannya agar koperasi dapat mencapai tujuan pelepasan kredit secara menguntungkan dan aman. Seperti yang ditulis Veithzal dan Andria (6; 2006) bahwa terdapat dua fungsi yang saling berkaitan dari kredit yaitu keuntungan (profitability) dan keamanan (safety). Pihak dari uang koperasi yang dipinjamkan diharapkan diperoleh hasil berupa keuntungan dari pemungutan bunga, di lain pihak kredit yang diberikan harus terjamin keamanannya. Kondisi aman yang dimaksudkan adalah pengembalian hutang pokok dan bunga kredit dapat dilakukan sesuai dengan jumlah dan jadwal waktu yang telah disepakati bersama antara koperasi dengan anggota peminjam kredit, karena dari kegiatan tersebut koperasi memperoleh penghasilan berupa bunga, sehingga dapat diasumsikan semakin besar jumlah kredit yang dikeluarkan maka semakin besar pula kemungkinan koperasi untuk memperoleh pendapatan bunga. Setiap pelepasan fasilitas kredit terkandung unsur risiko. Risiko pemberi kredit adalah risiko gagal membayar kembali kredit baik karena kegagalan usaha (pinjaman komersial) atau ketidakmampuan membayar (kredit konsumsi) atau debitur memang tidak bersedia membayar. Maka untuk mengurangi risiko kredit yang mungkin dapat terjadi bagi suatu bank dalam pemberian kredit diperlukan suatu prosedur tertentu seperti yang ditulis Suhardjono (261; 2003) bahwa prosedur kredit merupakan barisan pertahanan kedua dalam mencegah kredit bermasalah. Sebagai barisan pertahanan kedua menuntut kejelasan dalam penyajian atau penyusunan karena apabila tidak jelas maka pemberian kredit akan terus mengalami penurunan kualitas. Maka untuk mengurangi risiko kredit yang mungkin dapat terjadi bagi suatu koperasi dalam pemberian kredit diperlukan suatu prosedur tertentu. Prosedur kredit merupakan kejelasan dalam penyajian atau penyusunan karena apabila tidak jelas maka pemberian kredit akan terus mengalami penurunan kualitas.

3

Proses pengajuan kredit dari proses awal sejak anggota maupun calon anggota yang mengajukan permohonan kredit tersebut maka koperasi tidak dapat melepaskan diri dari tanggung jawab moril atas proses perkreditan tersebut, terlepas dari apakah kredit dapat disetujui atau tidak, bank dengan seluruh karyawannya wajib melakukan pemrosesan secara objektif akan tujuan penggunaan kredit (Ruddy Tri Santoso, 13; 1996). Informasi dan data anggota maupun calon anggota yang melakukan pinjaman kredit diperlukan harus lengkap dan dapat dipercaya. Mendekati hal tersebut dapat ditempuh dengan melakukan penelitian secara fisik (on the spot) dan melakukan wawancara dengan anggota maupun calon anggota. Koperasi dapat mengabulkan permohonan kredit anggota maupun calon anggota apabila persyaratan yang ditetapkan koperasi dapat terpenuhi. Pemberian persetujuan kredit yang tidak begitu ketat dan tidak sesuai dengan prosedur pemberian kredit yang ditetapkan dapat menyebabkan adanya kredit yang bermasalah, karena dalam kredit terdapat unsur waktu, dan waktu dimasa yang akan datang penuh dengan ketidakpastian. Semakin banyak kredit yang diberikan dan semakin lama kredit diberikan, akan semakin besar risiko yang terkandung di dalamnya. Koperasi Simpan Pinjam selanjutnya disebut KSP merupakan salah satu lembaga keuangan mikro yang melakukan kegiatan usaha simpan pinjam, penghimpunan dana dan penyaluran dana dari dan untuk anggota, calon anggota, mapun koperasi lain yang dikelola secara profesional sesuai dengan prinsip kehati – hatian sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan memberikan manfaat yang sebesar – besarnya kepada anggota dan masyarakat di sekitarnya. Perkembangan perekonomian nasional dan perubahan lingkungan strategis yang dihadapi dunia usaha termasuk KSP saat ini sangat cepat dan dinamis hal itu ditandai dengan semakin banyaknya jumlah KSP yang menjadikan persaingan antar KSP di Indonesia semakin ketat, hanya KSP yang mampu memberikan nilai lebih dibanding pesaing yang akan memenangkan persaingan. Usaha meningkatkan pelayanan dan kepuasan anggota merupakan hal sangat penting

4

diperhatikan oleh KSP. Pelayanan dan kepuasan anggota dapat terwujud jika KSP dapat memenuhi keinginan anggota yang berupa kualitas pelayanan yang baik, kepercayaan dan citra koperasi dimasyarakat. Salah satu koperasi yang juga merasakan ketatnya persaingan saat ini adalah Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Lestari yang berada di kabupaten Pati atau biasa dikenal dengan sebutan KSP Mitra Lestari Pati. Persaingan yang semakin ketattersebut ditandai dengan makin banyaknya KSP yang bermunculan di kabupaten Pati. Pelayanan dan jasa simpan pinjam yang ditawarkan beraneka macam, dengan begitu akan menjadi ciri dan keunggulan tersendiri bagi setiap KSP. Hal tersebut menuntut pihak KSP Mitra Lestari Pati untuk menciptakan strategi agar mampu bersaing dan unggul dibanding KSP lain sebagai kompetitornya. KSP Mitra Lestari Pati menetapkan tarif jasa yang terjangkau bagi setiap anggota, calon anggota dan masyarakat umum yang melakukan pinjaman atau pengkreditan. Dengan dibagi menjadi dua produk jasa yaitu Mingguan, dan Bulanan. KSP Mitra Lestari Pati yang dinaungi oleh Dinas Koperasi dan UMKM

Kabupaten Pati memiliki jumlah volume pinjaman kredit yang

diberikan kepada anggota, maupun calon anggota tinggi pada setiap tahunnya. Tabel 1.1 Volume pinjaman kredit yang diberikan kepada anggota KSP Mitra Lestari Pati 2015 2016 PinjamanBulanan

Rp 1.668.732.000

Rp 1.598.732.000

Pinjaman Mingguan

Rp

Rp550.672.000

Jumlah

Rp. 2.166.404.000

497.672.000

Rp. 2.149.404.000

Sumber : Laporan Keuangan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam tutup tahun buku 2016

5

BerdasarkanTabel 1.1 dapatdilihatbahwa, adanyapeningkatanjumlah volume

pinjamanantaratahun

2014

2015.Didalampengelolaanusahasimpanpinjam,

KSP

dan Mitra

Lestari

Patimenyalurkanpinjamankredittanpaagunandanagunakepadapelakuusahakecil yang

membutuhkan

modal

usaha,

beberapadiantaramerekaberprofesisebagaipedagang kaki lima, warungmakan, toko, industry rumahan, wiraswasta, petani, pekebundannelayan. Jikaadaanggota yang

tidakkuatmembayarmakapinjamanditurunkandansebaiknyajikalancar

dalammembayarsesuaidenganketentuanmakapinjamankreditbisaditambah.Pinja mankreditdiberikansecarabertahapsedikit demi sedikit.Tidaksemuaanggota yang dilayanibesarnyakreditsamakarenadisesuaikandenganusaha dimilikianggotadankemampuanuntukmembayar. KSP

yang

Kondisitersebutmenjadikan

Mitra

Lestari

Patiuntukselalumengembangkanusahanyadibidangpinjamankredit.Makapihak KSP

Mitra

Lestari

Patidituntutuntukmengaturstrategi

telahdijalankandanberinovasiuntukmemodifikasinya

agar

yang

lebihbaik.Hal

iniberartianggotamaupuncalonanggotatelahmenaruhperhatiandankepercayaanpad a KSP Mitra Lestari Patiuntukmemberikankreditpinjaman.Dengandemikian, KSP iniharussenantiasamenjagakeberlangsunganhidupnya. Kelangsungan hidup dan perkembangan serta kesuksesan operasional suatu koperasi salah satunya ditentukan oleh kebijaksanaan yang digunakan sebagai landasan dalam pelaksanaan kegiatan koperasi. Melalui kebijaksanaan perkreditan, maka kredit diberikan melalui prosedur. Fungsi prosedur adalah sebagai peraturan yang apabila ditaati akan memberikan hasil yang baik. Apabila koperasi mengabulkan permohonan kredit melalui prosedur yang sehat, resiko berkembangnya kredit yang diberikan menjadi kredit bermasalah dapat diperkecil. Dengan terselenggaranya prosedur pemberian kredit yang sehat dalam berkreditan, berarti menunjukkan sikap kehati-hatian dalam tubuh koperasi tersebut. Untuk mampu berperan sebagai badan usaha yang

6

meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak, koperasi melalui usaha pemberian kreditnya harus mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pemberian kredit dan berusaha sebaik mungkin mengurangi risiko kegagalan kredit. Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengetahui dan mempelajari prosedur persetujuan pemberian kredit pada Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Lestari Pati melalui suatu karya ilmiah Tugas Akhir dengan judul “PROSEDUR PERSETUJUAN PEMBERIAN KREDIT KEPADA ANGGOTA PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) MITRA LESTARI PATI”

1.2. RuangLingkupPenulisan Ruanglingkuppenulisanmerupakanpembatasan

topic

permasalahandengancaramerumuskanbeberapabagianpentingdaripembahasanyan g terkandungdalamisilaporanpenyusunanTugasAkhir. Ruang lingkup yang akan dibahasadalahsebagaiberikut : a. Prosedur persetujuan pemberian kredit b. Risiko kegagalan yang terjadi dari persetujuan pemberian kredit c. Pengertian Koperasi dan Koperasi Simpan Pinjam d. Prosedurumumpersetujuan pemberiankredit e. Prosedur persetujuan pemberian kredit kepada anggota pada KSP Mitra Lestari Pati f. Perbandingan tinjauan teori dan tinjauan praktik prosedur pemberian kredit pada KSP Mitra Lestari Pati

7

1.3. TujuandanManfaatPenulisan 1.3.1. TujuanPenulisan 1. Untuk mengetahui prosedur persetujuan pemberian kredit yang diberikankepadaanggotapadaKoperasiSimpanPinjam (KSP) Mitra Lestari Pati. 2. Untuk menjelaskan danmendiskripsikanprosedur persetujuan pemberian kredit yang diberikankepadaanggotapadaKoperasiSimpanPinjam (KSP) Mitra Lestari Pati.

1.3.2. ManfaatPenulisan 1. ManfaatTeoritis Dapatmemberikansumbanganreferensidanmemperluaspengemban ganilmupengetahuan,

khususnya

bidangpelayananpersetujuankreditpadakoperasi.Selain

di itu,

penulisan

inidiharapkan mampu membuka kemungkinan untuk referensitentang permasalahan sejenis. 2. ManfaatPraktis a. Membantu pihak manajemen Koperasi Simpan Pinjam Mitra Lestari Pati dalam mengetahui prosedur persetujuan kredit yang diberikan kepada anggota. b. Membantu manajemen Koperasi Simpan Pinjam Mitra Lestari Pati dalam mengembangkan strategi pemasaran berkaitan dengan peningkatan persetujuankredit yang diberikankepadaanggota.

8

1.4. MetodePenulisan 1.4.1. Data Penelitian Data

yang

digunakandalammelaksanakanpenyusunanTugasAkhiriniadaduayaitu,

data

primer dan data sekunder. (a) Data Primer Data primer adalah data yang diperoleh seorang peneliti langsung dari objeknya (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1995 Lukman Ali). Data primer dalam penelitian ini adalah data yang didapat dari jawaban pertanyaan atas observasi dan wawancara yang dilakukan penulis dengan para pengurus, staff,karyawanPetugasDinasLapangan (PDL) maupunkaryawati di KoperasiSimpanPinjamMitra (KSP) Lestari Pati. (b) Data Sekunder Data

sekunder

yaitu,

sumber

data

yang

diperolehdenganmemanfaatkanhasildaripihak lain. Data sekunder merupakan sumber data yang diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat oleh pihak lain). Data sekunder dapat diperoleh dari buku-buku referensi dan membaca literatur

atau

bacaan

yang

berhubungan

dengan

penulisan

laporan.Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini adalah data gambaran umum KoperasiSimpanPinjam (KSP) Mitra Lestari Pati yang terdiri dari data-data :

9



Sejarah dan gambaran umum KoperasiSimpanPinjam (KSP) Mitra Lestari Pati.



Struktur Organisasi KoperasiSimpanPinjam (KSP) Mitra Lestari Pati.



Visi, misi, dan tujuan KoperasiSimpanPinjam (KSP) Mitra Lestari Pati

1.4.2. MetodePengumpulan Data Metodepungumpulan dipakaiuntukmengumpulkan

data data

merupakanmetode primer

yang

maupun

sekunder.DalampenyusunanTugasAkhirinimetodepengumpulan

data

data yang

digunakanadalah: (a) Metode Observasi Metode observasi adalah pengamatan langsung pada suatu objek yang akan diteliti yang dilakukan dalam waktu singkat dan bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang tepat mengenai objek penelitian (Gorys Keraf, 2001 : 162). Metode ini dilakukan dengan melakukan kegiatan Kuliah Kerja Praktik secara langsung selama tiga bulan di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Lestari Pati. (b) Metode Wawancara Metode wawancara adalah suatu cara untuk mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan langsung pada seseorang informan atau

seorang

autoritas

(Gorys

Keraf,

2001

:

161).

Pada

penyusunanTugasAkhir ini, wawancara dilakukan dengan para

10

pengurus, staff, Petugas Dinas Lapangan (PDL), karyawaan, sertaanggota di Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Lestari Pati.

(c) MetodeStudiKepustakawan Metodestudipustakaadalahmetodeuntukmengumpulkan

data

berdasarkanpadabenda-bendaberbentuktulisan,

yang

dilakukandengancaramencari, membaca, mempelajaridanmemahami data-data

sekunder

yang

berhubungandenganakuntansisesuaidenganpermasalahan yang dikaji. Bahan-bahankepustakaantersebutberupabuku-buku,

literature,

dandokumenKoperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Lestari Pati, sertaperaturan yang adarelevansinyadenganmasalah yang diteliti. (d) Media Internet Media Internet adalah suatu langkah pengumpulan data yang dilakukan melalui kegiatan membuka situs internet yang ada hubungannya dengan penulisan sebagai penunjang kelengkapan data penyusunanTugasAkhir.

1.5. SistematikaPenulisan SistematikapenulisandalampenyusunanTugasAkhirinimengungkapkanba b–babdansubbabsecaraurutdanringkastentangpermasalahan diuraikandalamTugasAkhirini. SistematikapenulisanTugasAkhiriniadalah :

yang

11

BAB I : PENDAHULUAN Padababiniberisitentanglatarbelakangmasalahyang mengungkapkanalasanpemilihanjudul,persoalan yang dihadapi yang ditulisataudiuraikandari yang umummenujukehal yang lebihkhusus. Ruanglingkuppenulisanmerupakanabstarksipemilihantopik, pembatasan

topic

permasalahan

yang

terkandungdalamisiTugasAkhir.Tujuandanmanfaat

yang

dihasilkandalampenyusunanTugasAkhirini.

Data

penelitiandancaramengumpulkan

data

yang

dipakai,

sertasistematikapenulisandalampenyusunanTugasAkhirini. BABII :GAMBARAN UMUM KOPERASI SIMPAN PINJAM (KSP) MITRA LESTARI PATI PadababiniberisitentangSejarahberdirinya,

perijinandanlegalitas,

visidanmisi, tujuandan motto, strukturorganisasi, job description, keanggotaanKoperasiSimpanPinjam (KSP) Mitra Lestari Pati. BAB III : PEMBAHASAN Padabagianinidiuraikantentangtinjauanteori

,tinjauanpraktik

yang

membandingkankegiataanpelaksanaanKuliahKerjaPraktikdenganteori selama di perkuliahan. BAB IV : PENUTUP

12

Padabagianpentupberisitentang,

rangkuman

yang

telahditulisdalampembahasandankesimpulan yang terkaitdengantopik yang ditulis, serta saran yang diberikanpenulis.

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.