BAB III METODE PENELITIAN. produk baru melalui proses pengembangan (Mulyatiningsih,2014:161). Adapun


1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan merupakan...
Author:  Yuliana Agusalim

0 downloads 0 Views 717KB Size

Recommend Documents


BAB III METODE PENELITIAN. pengembangan merupakan proses pengembangan dan validasi produk. Produk
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan atau Research & Development (R&D). Menurut...

BAB III METODE PENELITIAN. Adapun lokasi dan waktu penelitian yaitu :
1 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian BAB III METODE PENELITIAN Adapun lokasi dan waktu penelitian yaitu : Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan ditempat...

BAB III METODE PENELITIAN. sebagai metode penelitiannya. Adapun pembahasan dalam metode penelitian ini. A. Tipe Penelitian
1 BAB III METODE PEELITIA Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif sebagai metode penelitiannya. Adapun pembahasan dal...

BAB III METODE PENELITIAN. Input Proses Output
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Desain penelitian merupakan rancangan atau gambaran yang dibuat secara sistematis untuk dapat menjawa...

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. mengenai pengaruh diversifikasi produk terhadap keputusan pembelian. Adapun
1 63 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan manajemen pemasaran khususnya mengenai pengaruh di...

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
1 49 BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN Penelitian dalam bidang pendidikan saat ini sudah mengalami perkembangan yang sangat pesat, tidak hany...

BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN
1 BAB III METODE PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN 3.1 Model Penelitian dan Pengembangan Model penelitian ini merupakan awal dalam mengembangkan suatu produ...

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau
1 BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan yaitu Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development....

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AHP. Adapun tahapan penelitian adalah sebagai berikut
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Diagram Alir Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Fuzzy AHP. Adapun tahapan penelitian adalah sebagai b...

BAB III METODE PENELITIAN. keuangan Bank Umum Syariah yang lahir melalui proses spin off. Metode
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Sesuai dengan masalah yang diteliti, maka jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan me...



Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Model Pengembangan Penelitian yang dilakukan adalah penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk baru melalui proses pengembangan (Mulyatiningsih,2014:161). Adapun produk yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah modul pembelajaran. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D yaitu model pengembangan perangkat yang dikembangkan oleh Thiagarajan. Semmel & Semmel pada tahun 1974. Model ini terdiridari 4 tahap pengembangan yaitu, define (pendefinisian), design (perancangan), develop (pengembangan), dan dissemination (penyebarluasan). Tahap-tahap model pengembangan 4D pada penelitian ini dijelaskan pada gambar 3.1 berikut. Define (Pendefinisian) Design (Perancangan) Develop (Pengembangan) Disseminate (Pendistribusian) Gambar 3.1 Model 4-D (Thiagarajan, Semmel & Semmel,1974: 5)

39

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

40

3.2 Prosedur Pengembangan Pada penelitian ini model 4-D terdiri dari 4 tahap pengembangan di modifikasi berupa penyederhanaan model dari empat tahap menjadi tiga tahap, yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), dan pengembangan (develop), serta penyederhanaan tahap pengembangan dengan peniadaan tahap simulasi. Hal ini dilakukan karena keterbatasan waktu dan kemampuan peneliti. Modifikasi pengembangan bahan ajar model 4-D (menjadi model 3-D) dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini Analisis awal-akhir

Analisis Siswa

Analisis Konsep

Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Analisis Tugas

Penyusunan Tes Acuan Patokan

Pemilihan Media

Perancangan Awal

Draft A

Penilaian Ahli

Draft Final

Analisis hasil uji coba

Uji Coba Pengembangan

Tidak Revisi Draft B

D E S I G N

Draft B

Revisi Draft A

Efektif ? Ya

Pemilihan Format

D E F I N E

D E V E L O P

Draft C

Gambar 3.2 Modifikasi Model Pengembangan 4-D

Tahap-tahap pengembangan bahan ajar tersebut dijelaskan seperti berikut ini:

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

41

3.2.1 Tahap pendefinisian (define) Tujuan tahap ini adalah menetapkan dan mendefinisikan syarat-syarat pembelajaran. Pada tahap awal ini dilakukan analisis untuk menentukan tujuan pembelajaran dan batasan materi yang akan dikembangkan (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:6). Tahap pendefinisian terdiri dari lima langkah yaitu : 1.

Analisis awal akhir Analisis awal akhir dilakukan untuk mengetahui masalah dasar yang dihadapi

guru untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, kemudian mencari alternatif pemecahan yang lebih baik. Kegiatan ini dilakukan dengan mencari perangkat pembelajaran terkait yang telah beredar. Jika perangkat tersebut atau alternatifnya tidak

ada,

perlu

dikembangkan

perangkat

pembelajaran

yang

diinginkan

(Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:6). Pada tahap ini dilakukan wawancara dengan guru bidang studi matematika kelas VIII SMP Negeri 17 Kota Jambi mengenai masalah mendasar yang dihadapi peserta didik dalam pembelajaran matematika. Setelah itu, masalah tersebut digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan alternatif penyelesaian. Selanjutnya mencari perangkat pembelajaran yang terkait baik itu RPP, silabus, atau yang lainnya sebagai acuan untuk melakukan alternatif permasalahan yang telah ditetapkan. 2.

Analisis siswa Analisis siswa dilakukan untuk menelaah karakteristik siswa sesuai dengan

rancangan dan pengembangan perangkat pembelajaran. Karakteristik siswa meliputi kompetensi,

pengalaman-pengalaman

sebelumnya,

sikap

terhadap

materi

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

42

pembelajaran, media, format, dan bahasa. Hasil telaah dipakai sebagai pertimbangan untuk

mengembangkan

perangkat

pembelajaran

(Thiagarajan.

Semmel

&

Semmel,1974:6). Dalam penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian adalah siswa SMP kelas VIII dengan kisaran usia 13-14 tahun. Sebelum mengembangkan modul, terlebih dahulu harus mengenali karakteristik peserta didik yang akan menggunakan modul berbasis pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Hal ini penting karena semua proses pembelajaran harus disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Dalam kaitannya dengan pengembangan modul, karakteristik peserta didik perlu diketahui untuk menyusun modul yang sesuai dengan kemampuan akademiknya, Untuk mengetahui karakteristik siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Kota Jambi melalui diskusi dengan guru mata pelajaran. Karakteristik ini meliputi latar belakang pengetahuan, kemampuan akademik, dan perkembangan kognitif siswa. 3.

Analisis Konsep Analisis konsep dilakukan untuk mengidentifikasi konsep-konsep utama yang

harus diajarkan. Konsep tersebut disusun secara hirarkis dan ditempatkan sesuai peranannya dalam materi yang harus diajarkan (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:6). Pada tahap ini peneliti menganalisis konsep konsep yang akan diajarkan pada materi faktorisasi suku aljabar melalui kompetensi dasar. Kemudian, konsep-konsep yang akan diajarkan disusun secara sistematis berdasarkan analisis awal-akhir. Analisis ini merupakan dasar dalam menyusun tujuan pembelajaran.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

43

4.

Analisis tugas Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi keterampilan-keterampilan

utama yang harus diperoleh siswa dalam pembelajaran, kemudian menganalisisnya ke dalam sub-sub keterampilan. Analisis ini menjamin ketercakupan secara menyeluruh tugas-tugas

yang

termuat

dalam

pembelajaran

(Thiagarajan.

Semmel

&

Semmel,1974:6). Dalam analisis tugas, kegiatan yang dilakukan adalah menetukan tugas-tugas peserta didik sebagai pengalaman belajar yang sesuai dengan materi faktorisasi suku aljabar. Analisis tugas ini disusun berdasarkan hasil ketiga analisis yang telah dilakukan sebelumnya, juga berdasarkan kompetensi dasar dan indikator pencapaian hasil belajar siswa yang telah ditetapkan. 5.

Merumuskan Tujuan Pembelajaran Langkah ini digunakan untuk mengkonversikan hasil yang telah diperoleh

pada langkah analisis tugas dan analisis konsep menjadi tujuan-tujuan khusus. Perincian tujuan pembelajaran khusus menjadi dasar dalam penyusunan tes dan rancangan perangkat pembelajaran (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:6). Peneliti merumuskan tujuan pembelajaran berdasarkan kompetensi inti, kompetensi dasar serta indikator yang ada. Kompetensi inti, kompetensi dasar, dan indikator yang digunakan dalam modul dapat dilihat pada tabel 3.1 berikut. Tabel 3.1 SK dan KD Faktorisasi suku aljabar Standar Kompetensi Kompetensi Dasar 1. Memahami bentuk aljabar, relasi, 1.1. Melakukan operasi aljabar fungsi dan persamaan garis lurus 1.2. Menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktorfaktornya

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

44

3.2.2 Tahap perancangan (design) Pada tahap ini dilakukan perancangan bentuk awal materi pembelajaran. Tahap ini dapat dimulai setelah sejumlah tujuan pembelajaran ditetapkan. Pemilihan media dan format perangkat dan pembuatan bentuk awal merupakan aspek utama pada tahap design ini (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:7). Tahap ini terdiri atas empat langkah yaitu: 1.

Penyusunan Tes awal Pada kegiatan ini dilakukan penyusunan tes acuan patokan merupakan

langkah yang menghubungkan antara tahap pendefinisian (define) dengan tahap perancangan (design). Tes acuan patokan disusun berdasarkan spesifikasi tujuan pembelajaran dan analisis siswa, kemudian selanjutnya disusun kisi-kisi tes hasil belajar (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:7). Dalam penelitian ini, peneliti menyusun tes awal yang akan diberikan siswa, bertujuan untuk mengetahui pemahaman siswa terhadap materi serta untuk mengetahui materi apa saja yang lebih difokuskan. 2.

Pemilihan Media Pemilihan media dilakukan untuk mengidentifikasi media pembelajaran yang

relevan dengan karakteristik materi. Lebih dari itu, media dipilih untuk menyesuaikan dengan analisis konsep dan analisis tugas, karakteristik target pengguna, serta rencana penyebaran dengan atribut yang bervariasi dari media yang berbeda-beda.hal ini berguna untuk membantu siswa dalam pencapaian kompetensi dasar (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:7). Pada penelitian ini penulis menggunakan media berupa modul pembelajaran berbasis pendekatan Realistic Mathematic Education (RME).

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

45

3.

Pemilihan Format Pemilihan format

dalam pengembangan perangkat

pembelajaran ini

dimaksudkan untuk mendesain atau merancang isi pembelajaran, pemilihan strategi, pendekatan, metode pembelajaran, dan sumber belajar (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:7). Format yang dipilih dalam penelitian ini adalah format modul dari buku Daryanto yang disusun menggunakan pendekatan Realistic Mathematic Education (RME). Format tersebut yaitu halaman sampul, kata pengantar, daftar isi, peta kedudukan modul, glosarium, standar kompetensi, deskripsi, waktu, prasyarat, petunjuk penggunaan modul, tujuan akhir, cek penguasaan kompetensi, tujuan pembelajaran, uraian materi, rangkuman, tugas, tes, dan tes formatif. 4.

Perancangan Awal Kegiatan ini mencakup penyajian pembelajaran yang esensial dengan media

yang tepat dan urutan pembelajaran yang sesuai. Hal ini juga meliputi berbagai aktivitas pembelajaran yang terstruktur seperti membaca teks, wawancara, dan praktek kemampuan pembelajaran yang berbeda melalui praktek mengajar (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:7). Kegiatan pada tahap ini adalah penulisan rancangan awal modul yang meliputi modul materi Faktorisasi suku aljabar Kelas VIII. Selanjutnya modul yang dihasilkan pada tahap ini disebut sebagai Draft. Berikut disajikan Storyboard yang dibuat dalam perancangan bahan ajar modul berbasis pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) pada materi faktorisasi suku aljabar di kelas VIII SMP.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

46

1.

Halaman Sampul

Gambar 4.2 Halaman Sampul Modul

Pada halaman sampul ini penulis akan merancang halaman dengan tema biru menggunakan Microsoft Word. Pada pojok kanan atas halaman sampul, penulis akan membuat nama penulis modul. Lalu dibawahnya, akan dibuat judul modul dengan font sedikit besar agar mudah dibaca. Dibawah judul, penulis berencana memasukkan dua buah gambar berkaitan dengan faktorisasi suku aljabar dalam kehidupan seharihari seperti operasi bentuk aljabar serta pemfaktoran bentuk aljabar dilengkapi bentuk matematika dari setiap gambar tersebut. Lalu di pojok kiri bawah, penulis berencana akan memasukkan logo universitas dan kemendikbud. Terakhir, di pojok kanan bawah, penulis akan menuliskan kelas serta semester modul ini digunakan.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

47

2.

Kata Pengantar

Gambar 4.3 Kata Pengantar Modul

Peneliti akan merancang kata pengantar menggunakan Microsoft Word. Dipojok kanan atas akan dibuat nomor halaman. Nomor halaman akan ada pada setiap halaman dengan posisi dipojok kanan atas dan dihiasi dengan shapes berbentuk explosion dan diberi warna biru. Judul kata pengantar akan dibuat di atas yang dihiasi dengan shapes berbentuk pita. Dibawahnya akan dibuat isi kata pengantar dimana penulis berencana membuat 3 paragraf yang memuat pengantar, apa saja yang akan terdapat dalam modul serta permintaan maaf atas kekurangan modul. Di pojok bawah akan dibuat judul modul yang mana judul modul ini akan ada pada setiap halaman pada modul. Judul modul di bagian bawah ini dihiasi dengan shapes berbentuk double wave dan diberi warna biru.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

48

3.

Daftar Isi

Gambar 4.4 Daftar Isi Modul

Penulis akan merancang Daftar Isi menggunakan Microsoft Word. Halaman daftar isi memuat sub bab pada modul serta halamannya. Dipojok kanan atas merupakan nomor halaman sama seperti halaman lainnya. Lalu judul daftar isi dibuat diatas dan dihiasi dengan shapes pita. Subbab pada daftar isi akan dibuat diiringi dengan gambar agar lebih menarik. Halaman nya dibuat disebelah kanan masingmasing subbab. Gambar akan dibuat untuk setiap pembuka, pendahuluan, kegiatan belajar dan penutup. Gambar pun akan disesuaikan dengan masing-masing subbab. Dibagian bawah halaman akan dibuat judul modul sama seperti halaman-halaman sebelumnya menggunakan shapes dan diberi warna biru. Rencananya daftar isi akan dibuat 2 halaman.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

49

4.

Peta Kedudukan Modul

Gambar 4.5 Peta Kedudukan Modul

Penulis akan merancang Peta Kedudukan Modul menggunakan Microsoft Word. Peta kedudukan modul ini menjelaskan tentang peta konsep materi faktorisasi suku aljabar. Dipojok kanan atas akan dibuat nomor halaman. Nomor halaman akan ada pada setiap halaman dengan posisi dipojok kanan atas dan dihiasi dengan shapes berbentuk explosion dan diberi warna biru. Judul peta kedudukan modul akan dibuat di atas yang dihiasi dengan shapes berbentuk pita. Dibawahnya akan dibuat peta kedudukan modul. Peta tersebut akan dibuat menggunakan smartArt. Isi peta tersebut akan menggambarkan tiap-tiap kegiatan belajar pada modul berserta subbab pada setiap kegiatan belajar. Di pojok bawah akan dibuat judul modul yang mana judul modul ini akan ada pada setiap halaman pada modul. Judul modul di bagian bawah ini dihiasi dengan shapes berbentuk double wave dan diberi warna biru.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

50

5.

Pendahuluan

Gambar 4.6 Pendahuluan Modul

Penulis akan merancang Pendahuluan menggunakan Microsoft Word. Pada halaman pendahuluan akan berisi standar kompetensi, kompetensi dasar, deskripsi, waktu, prasyarat, petunjuk penggunaan modul, tujuan akhir, dan cek penguasaan kompetensi. Dipojok kanan atas akan dibuat nomor halaman. Nomor halaman akan ada pada setiap halaman dengan posisi dipojok kanan atas dan dihiasi dengan shapes berbentuk explosion dan diberi warna biru. Judul pendahuluan akan dibuat di atas yang dihiasi dengan shapes berbentuk pita. Sub judul yang dibuat pada pendahuluan dibuat berdasarkan format modul yang digunakan yaitu format modul dari buku Daryanto. Setiap sub judul akan dibuat disertai dengan gambar agar lebih menarik. Penempatannya akan diatur sedemikian rupa agar lebih menarik. Di pojok bawah akan dibuat judul modul yang mana judul modul ini akan ada pada setiap halaman pada modul. Judul modul di bagian bawah ini dihiasi dengan shapes berbentuk double wave dan diberi warna biru.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

51

6.

Pembelajaran

a.

Tujuan pembelajaran

Gambar 4.7 Tujuan Pembelajaran pada Modul

Penulis akan merancang halaman tujuan pembelajaran menggunakan Microsoft Word. Dipojok kanan atas akan dibuat nomor halaman. Nomor halaman akan ada pada setiap halaman dengan posisi dipojok kanan atas dan dihiasi dengan shapes berbentuk explosion dan diberi warna biru. Judul pembelajaran akan dibuat di atas yang dihiasi dengan shapes berbentuk pita. Dibawahnya akan dibuat judul kegiatan belajar disertai dengan gambar yang mendukung. Judul dibuat ditengahtengah dengan ukuran huruf sedikit besar. Lalu dilanjutkan dengan tujuan pembelajaran untuk kegiatan belajar. Tujuan pembelajaran akan dihiasi dengan shapes berbentuk kotak. Di pojok bawah akan dibuat judul modul yang mana judul modul ini akan ada pada setiap halaman pada modul. Judul modul di bagian bawah ini dihiasi dengan shapes berbentuk double wave dan diberi warna biru.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

52

b.

Uraian Materi

Gambar 4.8 Uraian Materi pada Modul

Penulis akan merancang halaman uraian materi menggunakan Microsoft Word. Dipojok kanan atas akan dibuat nomor halaman. Nomor halaman akan ada pada setiap halaman dengan posisi dipojok kanan atas dan dihiasi dengan shapes berbentuk explosion dan diberi warna biru. Judul uraian materi dibuat dalam bentuk animasi agar lebih menarik. Uraian materi akan berisi karakteristik pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) yaitu penggunaan konteks, penggunaan model, pemanfaatan kontruksi siswa, interaktivitas, dan keterkaitan. Setiap karakteristik pendekatan RME akan dihiasi dengan shapes berbentuk flowchart: off page connector dan diberi warna yang sama. Di pojok bawah akan dibuat judul modul yang mana judul modul ini akan ada pada setiap halaman pada modul. Judul modul di bagian bawah ini dihiasi dengan shapes berbentuk double wave dan diberi warna biru.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

53

c.

Rangkuman

Gambar 4.9 Rangkuman pada Modul

Penulis akan merancang halaman rangkuman menggunakan Microsoft Word,Rangkuman berisi gabungan materi yang dibuat dengan singkat dan jelas. Dipojok kanan atas akan dibuat nomor halaman. Nomor halaman akan ada pada setiap halaman dengan posisi dipojok kanan atas dan dihiasi dengan shapes berbentuk explosion dan diberi warna biru. Judul rangkuman akan dibuat menggunakan WordArt dan dilengkapi dengan gambar. Isi rangkuman akan dibuat dengan dihiasi dengan shapes berbentuk lembaran kertas dan diberi outline warna hijau. Di pojok bawah akan dibuat judul modul yang mana judul modul ini akan ada pada setiap halaman pada modul. Judul modul di bagian bawah ini dihiasi dengan shapes berbentuk double wave dan diberi warna biru.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

54

d.

Tugas

Gambar 4.10 Tugas pada Modul

Peneliti akan merancang halaman tugas dengan menggunakan Microsoft Word. Dipojok kanan atas akan dibuat nomor halaman. Nomor halaman akan ada pada setiap halaman dengan posisi dipojok kanan atas dan dihiasi dengan shapes berbentuk explosion dan diberi warna biru. Judul tugas akan dibuat menggunakan animasi yang disertai tulisan tugas. Isi tugas akan dibuat dengan dihiasi dengan shapes berbentuk kotak dan diberi outline warna biru. Soal-soal pada tugas akan dibuat berupa masalah realistik. Di pojok bawah akan dibuat judul modul yang mana judul modul ini akan ada pada setiap halaman pada modul. Judul modul di bagian bawah ini dihiasi dengan shapes berbentuk double wave dan diberi warna biru.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

55

e.

Tes

Gambar 4.11 Tes pada Modul

Peneliti akan merancang halaman tutes dengan menggunakan Microsoft Word. Dipojok kanan atas akan dibuat nomor halaman. Nomor halaman akan ada pada setiap halaman dengan posisi dipojok kanan atas dan dihiasi dengan shapes berbentuk explosion dan diberi warna biru. Judul tes akan dibuat menggunakan animasi yang disertai tulisan tes. Isi tes akan dibuat dengan dihiasi dengan shapes berbentuk kotak dan diberi outline warna pink. Soal-soal pada tes akan dibuat berupa soal bentuk formal matematika. Di pojok bawah akan dibuat judul modul yang mana judul modul ini akan ada pada setiap halaman pada modul. Judul modul di bagian bawah ini dihiasi dengan shapes berbentuk double wave dan diberi warna biru.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

56

7.

Evaluasi

Gambar 4.12 Evaluasi pada Modul

Penulis akan merancang halaman Evaluasi menggunakan Microsoft Word. Dipojok kanan atas akan dibuat nomor halaman. Nomor halaman akan ada pada setiap halaman dengan posisi dipojok kanan atas dan dihiasi dengan shapes berbentuk explosion dan diberi warna biru. Judul evaluasi akan dibuat dengan dihiasi shapes berbentuk pita. Isi soal evaluasi akan dibuat dengan dihiasi dengan shapes berbentuk kotak dan diberi outline warna hitam. Soal-soal pada evaluasi akan dibuat berupa soal bentuk formal matematika dan juga masalah realistik. Di pojok bawah akan dibuat judul modul yang mana judul modul ini akan ada pada setiap halaman pada modul. Judul modul di bagian bawah ini dihiasi dengan shapes berbentuk double wave dan diberi warna biru.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

57

3.2.3 Tahap pengembangan (develop) Pada tahap ini dilakukan modifikasi bentuk awal materi pembelajaran yang telah disusun pada tahap define. Walaupun telah dirancang pada tahap design, hasil rancangan tersebut masih dianggap sebagai bentuk awal dari perangkat pembelajaran yang harus dimodifikasi sebelum menjadi bentuk final yang efektif (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:8). Setelah dilakukan perancangan, modul selanjutnya melalui beberapa tahap, tahap ini terdiri atas dua langkah yaitu: 1.

Penilaian Ahli Validasi ahli adalah suatu cara mendapatkan koreksi untuk perbaikan

perangkat. Beberapa ahli diminta untuk menilai perangkat pembelajaran secara instruksional dan teknis. Berdasarkan umpan balik yang diperoleh, perangkat pembelajaran direvisi agar lebih sesuai, efektif, dapat dipakai, dan lebih berkualitas (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:8). Pada penelitian ini modul akan dinilai oleh 2 orang tim pakar pendidikan. Dalam hal ini penilaian yang dilakukan adalah penilaian desain media pembelajaran dan penilaian materi pembelajaran matematika. Ahli desain media pembelajaran adalah seorang ahli yang minimal memiliki pendidikan S2 dan berpengalaman dalam perancangan dan pengembangan media pembelajaran yang berasal baik dari dosen, guru ataupun ahli media lainnya. Sedangkan ahli materi adalah seorang ahli materi pembelajaran matematika minimal memiliki pendidikan S2 bidang pendidikan matematika yang berasal dari dosen ataupun guru yang memiliki pengalaman tinggi dalam mengajar matematika.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

58

Penilaian para ahli meliputi validasi isi yang mencakup bahan ajar yang telah dikembangkan pada tahap perancangan Draft sehingga menghasilkan Draft baru yang baik untuk digunakan. Secara umum validasi mencakup: isi (materi), penyajian, bahasa, dan kegrafikaan, bahan ajar memenuhi aspek-aspek dan karakteristik pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) serta kesesuaian bahan ajar dengan kurikulum yang berlaku. Dengan memperhatikan desain Draft, dua orang tim ahli tersebut diminta untuk menilainya. Setelah itu diberikan lembar validasi sebagai bentuk instrumen validasi untuk menilai produk tersebut. 2.

Uji CobaPengembangan Kegiatan ini mencakup uji coba perangkat pembelajaran pada siswa

sebenarnya untuk menentukan bagian-bagian yang akan direvisi. Berdasarkan respon, reaksi, dan komentar para siswa, perangkat pembelajaran dimodifikasi. Siklus uji coba, revisi, uji coba ulang terus berulang hingga perangkat pembelajaran konsisten dan efektif (Thiagarajan. Semmel & Semmel,1974:8). Modul akan diujicobakan untuk melihat kualitas modul yang telah dirancang melalui pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) serta mengetahui penilaian siswa terhadap modul yang dikembangkan. Dalam tahap uji coba ini ada 2 tahap yang dilakukan sebelum uji coba lapangan, yaitu: a.

Uji coba perorangan : Uji coba ini dilakukan kepada guru. Pada saat uji coba ini diberikan angket kepada guru tentang modul yang diujicobakan.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

59

b.

kelompok kecil: Uji coba ini dilakukan kepada 2-4 orang peserta didik. Pada saat uji coba ini, diberikan angket kepada siswa tentang modul yang diujicobakan. Dari hasil uji coba ini, bila masih banyak kekurangan maka akan di revisi kembali, apabila tidak akan dilanjutkan ke uji coba lapangan.

c.

Uji coba lapangan. Uji coba ini dilakukan pada siswa kelas VIII SMP N 17 Kota Jambi. Pada saat uji coba ini, dicari data tentang penilaian siswa terhadap modul melalui angket. Tujuan dari uji coba ini adalah untuk mengetahui kualitas modul.

3.3 Subjek Penelitian Menurut Arikunto (2010:145) subjek penelitian adalah subjek yang dituju atau diteliti oleh peneliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 17 Kota Jambi yang terdaftar pada semester I tahun ajaran 2016/2017. 3.4 Metode dan Instrumen Pengumpul Data Pengumpulan data merupakan pekerjaan yang penting dalam sebuah penelitian. Kesimpulan yang benar hanya bisa diperoleh dari pengumpulan data yang benar. Oleh karena itu, kesalahan dalam mengumpulkan data akan memberikan kesimpulan yang salah. Berikut ini adalah teknik pengumpulan data yang akan digunakan oleh peneliti yaitu: 3.4.1 Lembar Validasi Lembar validasi digunakan untuk mendapatkan data mengenai pendapat para ahli (validator) terhadap modul sehingga dapat dijadikan acuan dalam merevisi modul yang dikembangkan.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

60

Lembar validasi pada penelitian ini terdiri dari 2 jenis, yaitu lembar validasi untuk ahli materi dan lembar validasi untuk ahli desain. Poin-poin yang dibuat pada lembar validasi dibuat berdasarkan kajian pustaka pada penelitian ini. Sebelum membuat lembar validasi, penulis terlebih dahulu membuat kisi-kisi lembar validasi. Berikut ini disajikan kisi-kisi lembar validasi penilaian ahli materi dan lembar validasi penilaian ahli desain. Tabel 3.2 Kisi-kisi angket penilaian ahli validasi materi No. 1

Aspek Self Instructional

2 3 4 5

Self Contained Stand Alone Adaptive User Friendly

6

Karakteristik Pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) Prinsip pendekatan Realistic Mathematic Education (RME)

7

Indikator Tujuan dirumuskan dengan jelas Materi pembelajaran dikemas ke dalam unit-unit kecil Menyediakan contoh dan ilustrasi Menampilkan soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya Kontekstual Menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif Terdapat rangkuman materi pembelajaran Terdapat instrumen penilaian Terdapat instrumen untuk mengukur tingkat penguasaan materi Terdapat umpan balik atas penilaian Tersedia informasi tentang rujukan yang mendukung materi pembelajaran Modul memuat seluruh materi pembelajaran Modul tidak tergantung pada media lain Modul menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan Penggunaan bahasa yang mudah dimengerti Menggunakan istilah yang umum digunakan Penggunaan konteks sebagai titik awal pembelajaran Penggunaan model untuk matematisasi progresif Pemanfaatan hasil konstruksi siswa Adanya soal-soal yang dapat menimbulkan interaktivitas Adanya keterkaitan materi faktorisasi suku aljabar dengan materi matematika atau dengan materi pelajaran yang lain Terdapat soal-soal yang mengarahkan siswa untuk menemukan kembali secara terbimbing (Guided Re-invention) Modul membuat siswa bebas berfikir dan berani berpendapat (Didactical Phenomenology) Terdapat soal-soal yang merangsang siswa untuk mengembangkan model sendiri

Nomor Butir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

61

Tabel 3.3 Kisi-kisi angket penilaian ahli validasi desain No

Aspek

1

Format

2

Organisasi

3

Daya Tarik

4

Bentuk dan ukuran huruf

5

Ruang (spasi kosong)

Indikator Format konsisten Format kertas yang tepat Penggunaan ikon yang mudah ditangkap Ada peta konsep Urutan materi sistematis Penempatan gambar dan ilustrasi tepat Susunan antar bab, unit dan paragraf sesuai Judul, sub judul dan uraian mudah diikuti peserta didik Cover menarik Bagian isi menarik Tugas dan latihan menarik Huruf yang digunakan menarik dan mudah dibaca Tidak menggunaka terlalu banyak jenis huruf Penggunaan huruf kapital yang tepat Penempatan spasi kosong yang tepat

Nomor butir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15

3.4.2 Tes Menurut Arikunto (2010: 53), tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Dalam penelitian ini, tes yang digunakan bertujuan untuk mengukur hasil belajar siswa. Tes berupa soal-soal yang disusun berdasarkan kisi-kisi tes dan mengacu pada tujuan pembelajaran. Tes hasil belajar diberikan pada akhir pembelajaran. Tes hasil belajar tersebut berbentuk tes uraian. Agar tes yang digunakan berkualitas, soal tes hasil belajar dalam bentuk soal uraian tersebut diuji cobakan terlebih dahulu kemudian dilakukan analisis item. Analisis ini digunakan untuk mengetahui validitas tes, tingkat kesukaran, daya pembeda dan realibilitas soal tes tersebut. 1.

Validitas Tes Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan

atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau shahih

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

62

mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2013: 211). Menurut Arikunto (2013: 85) untuk menentukan kevalidatan suatu tes dapat digunakan rumus product moment correlation yaitu: 𝑁

π‘…π‘‹π‘Œ = {𝑁

π‘‹π‘Œ βˆ’ ( 𝑋) ( π‘Œ) 2

𝑋 2 βˆ’ ( 𝑋) {𝑁

2

π‘Œ 2 βˆ’ ( π‘Œ) }

Keterangan: π‘…π‘‹π‘Œ = koefisien korelasi tes yang disusun dengan kriteria X = skor masing-masing responden variabel X (tes yang disusun) Y = skor masig-masing responden variabel Y (tes kriteria) N= Jumlah resonden Kriteria validitas suatu instrument (Arikunto, 2013: 89) : 0,801 – 1,00

Sangat Tinggi

0,601 – 0,800

Tinggi

0,401 – 0,600

Cukup

0,201 – 0,400

Rendah

0,00 – 0,200

Sangat Rendah

Soal yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah soal dengan validitas cukup, tinggi dan sangat tinggi. 2.

Reliabilitas Reliabilitas merupakan konsisten atau kestabilan skor suatu instrumen

penelitian terhadap indvidu yang sama, dan diberikan dalam waktu yang berbeda

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

63

(Yusuf, 2014: 242).Menurut Arikunto (2013: 122) untuk menghitung reliabilitas soal berbentuk tes uraian menggunakan rumus Alpha: 𝑛 𝛼= π‘›βˆ’1

𝜎2

1βˆ’

π‘–π‘‘π‘’π‘š 𝜎 π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ 2

Keterangan: 𝛼= reliabilitas yang dicari 𝜎 2 π‘–π‘‘π‘’π‘š = jumlah varians skor tiap-tiap item 𝜎 2 π‘‘π‘œπ‘‘π‘Žπ‘™ = varians total Sebagai kriteria penghitung reliabilitas soal didasarkan pada ketentuan dibawah ini : 0,00 ≀ 𝛼 ≀ 0,20 : Reliabilitas sangat rendah 0,20 ≀ 𝛼 ≀ 0,40 : Reliabilitas rendah 0,40 ≀ 𝛼 ≀ 0,60 : Reliabilitas cukup 0,60 ≀ 𝛼 ≀ 0,80 : Reliabilitas tinggi 0,80 ≀ 𝛼 ≀ 1,00 : Reliabilitas sangat tinggi Dari analisis reliabilitas tersebut, untuk mendapatkan tes yang baik maka soal yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal yang memiliki reliabilitas sangat tinggi, tinggi dan cukup. 3.

Daya Beda Daya pembeda adalah kemampuan suatu butir soal untuk membedakan antara

siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang kurang pandai

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

64

(berkemampuan rendah). Untuk perhitungan kelompok tes yaitu 27% kelompok atas dan 27% kelompok bawah. Daya pembeda untuk soal esai, yang dalam penelitian ini menggunakan rumus: 𝐷=

𝑆𝐴 βˆ’ 𝑆𝐡 1 2 𝑛 Γ— π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ 

Keterangan: D = Daya pembeda butir soal tertentu 𝑆𝐴 = jumlah skor kelompok atas pada butir soal yang diolah 𝑆𝐡 = jumlah skor kelompok bawah pada butir soal yang diolah n = jumlah siswa kelompok atas dan kelompok bawah maks = skor maksimal soal yang bersangkutan Kriteria daya pembeda (Hamzah,2014:243) adalah: D ≀ 0,00

Sangat Jelek

0,00 < D ≀ 0,20

Jelek

0,20 < D ≀ 0,40

Cukup

0,40 < D ≀ 0,70

Baik

0,70 < D ≀ 1,00

Sangat Baik

Nilai D (negatif) berarti semuanya tidak baik. Jadi semua butir soal yang mempunyai nilai D negatif sebaiknya dibuang saja. Soal yang dipakai dalam penelitian pengembangan ini adalah soal dengan kriteria D sangat baik, baik dan cukup

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

65

4.

Indeks Kesukaran Indeks kesukaran adalah bilangan yang menunjukkan sukar dan mudahnya

sesuatu soal. Besarnya indeks kesukaran antara 0,00 sampai dengan 1,0. Indeks kesukaran dalam penelitian ini. Menurut Arikunto (2013: 223) maka dapat menggunakan rumus: 𝑃=

𝑆𝐴 + 𝑆𝐡 𝑛 Γ— π‘šπ‘Žπ‘˜π‘ 

Keterangan: P = Indeks kesukaran butir soal 𝑆𝐴 = jumlah skor kelompok atas pada butir soal yang diolah 𝑆𝐡 = jumlah skor kelompok bawah pada butir soal yang diolah n = jumlah siswa kelompok atas dan kelompok bawah maks = skor maksimal soal yang bersangkutan Untuk mengetahui besarnya indeks kesukaran, kriteria yang digunakan adalah (Hamzah,2014:246): P = 0,00

Sangat Sukar

0,00 < P ≀ 0,30

Sukar

0,30 < P ≀ 0,70

Sedang

0,70 < P < 1,00

Mudah

P = 1,00

Sangat Mudah

Kriteria soal yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah soal yang mempunyai indeks kesukaran mudah, sedang, dan sukar.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

66

3.4.3 Angket Penilaian Guru dan Siswa Angket penilaian guru dan siswa digunakan untuk memperoleh data tentang pernyataan dan pendapat guru dan peserta didik. Angket penilaian guru dan siswa yang diberikan menggunakan skala Likert dengan 5 kategori yaitu: Sangat Setuju (SS), Setuju (ST), Ragu-Ragu (RG), Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Adapun kisi-kisi angket tanggapan siswadapat dilihat pada tabel 3.4. Tabel 3.4. Kisi-kisi angket Penilaian Guru dan Siswa No. 1

Aspek Self Instructional

2 3 4

Self Contained Stand Alone Adaptive

5

User Friendly

6

Daya Tarik

3.5

Indikator Tujuan dirumuskan dengan jelas Materi pembelajaran dikemas ke dalam unit-unit kecil Menyediakan contoh dan ilustrasi Menampilkan soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya Kontekstual Menggunakan bahasa yang sederhana dan komunikatif Terdapat rangkuman materi pembelajaran Terdapat instrumen penilaian Terdapat instrumen untuk mengukur tingkat penguasaan materi Terdapat umpan balik atas penilaian Tersedia informasi tentang rujukan yang mendukung materi pembelajaran Modul memuat seluruh materi pembelajaran Modul tidak tergantung pada media lain Modul menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Penggunaan bahasa yang mudah dimengerti Menggunakan istilah yang umum digunakan Cover menarik Bagian isi menarik Tugas dan latihan menarik

Nomor Butir 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19

Teknik Analisis Data Teknik analisis data dilakukan untuk mendapatkan produk modul yang

berkualitas yang memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. Langkahlangkah dalam menganalisis kriteria kualitas produk yang dikembangkan adalah sebagai berikut:

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

67

3.5.1 Analisis Kevalidan Lembar validasi digunakan untuk menganalisis kevalidan. Data lembar validasi terhadap modul tentang materi faktorisasi suku aljabar dianalisis dalam langkah-langkah berikut: a. Tabulasi data oleh validator yang diperoleh dari dosen ahli. Tabulasi data dilakukan dengan memberikan penilaian pada aspek penilaian skor 1,2,3,4 dan 5. Tabel 3.5 Pedoman Penskoran Lembar Validasi Ahli Materi dan Ahli Desain Kategori Skor Sangat Baik 5 Baik 4 Cukup Baik 3 Kurang Baik 2 Tidak baik 1

b. Menghitung skor rata-rata untuk tiap aspek penilaian dari validator dengan menggunakan acuan berikut. 𝒙=

𝒙 𝒏

Keterangan : π‘₯ = skor rata-rata π‘₯ = jumlah skor yang diperoleh 𝑛 = banyaknya butir pernyataan c. Skor rata-rata yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima seperti ditunjukkan pada tabel 3.6 berikut. Tabel 3.6 Konversi data Kuantitatif ke Data Kualitatif dengan Skala Lima Rentang Skor Nilai Kriteria A Sangat Valid π‘₯ > 𝑀𝑖 + 1,8𝑆𝐡𝑖 B Valid 𝑀𝑖 + 0,6𝑆𝐡𝑖 < π‘₯ ≀ 𝑀𝑖 + 1,8𝑆𝐡𝑖 C Cukup Valid 𝑀𝑖 βˆ’ 0,6𝑆𝐡𝑖 < π‘₯ ≀ 𝑀𝑖 + 0,6𝑆𝐡𝑖 D Kurang Valid 𝑀𝑖 βˆ’ 1,8𝑆𝐡𝑖 < π‘₯ ≀ 𝑀𝑖 βˆ’ 0,6𝑆𝐡𝑖 E Tidak Valid π‘₯ ≀ 𝑀𝑖 βˆ’ 1,8𝑆𝐡𝑖 (Eko Putro Widyoko,2009:238)

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

68

Keterangan : π‘₯ = skor rata-rata 𝑀𝑖 = 𝑆𝐡𝑖 =

1 2

Γ— (skor maksimal ideal + skor minimal ideal)

1 6

Γ— (skor maksimal ideal – skor minimal ideal

Skor maksimal ideal = skor tertinggi Skor minimal ideal = skor terendah d. Menganalisis kevalidan modul Setelah dikonversikan, selanjutnya dilakukan analisis kevalidan modul. Kriteria validitas modul yang dikembangkan dijelaskan pada tabel 3.7 berikut. Tabel 3.7 Kriteria Validitas Modul yang Dikembangkan Rentang Skor Nilai A π‘₯ > 4,2 B 3,4 < π‘₯ ≀ 4,2 C 2,6 < π‘₯ ≀ 3,4 D 1,8 < π‘₯ ≀ 2,6 E π‘₯ ≀ 1,8

Kategori Sangat Valid Valid Cukup Valid Kurang Valid Tidak Valid

Modul yang dikembangkan dinyatakan memiliki derajat validitas yang baik jika minimal tingkat validitas yang dicapai adalah kategori β€œValid” 3.5.2 Analisis Kepraktisan Analisis kepraktisan dihitung dengan menggunakan angket penilaian siswa dan guru. Data angket penilaian guru dan siswa terhadap modul faktorisasi suku aljabar berbasis pendekatan Realistic Mathematic Education (RME) dianalisis dengan langkah-langkah sebagai berikut. a. Tabulasi data oleh guru dan siswa yang diperoleh dari subjek uji coba. Tabulasi data dilakukan dengan memberikan penilaian pada aspek penilaian dengan memberikan skor 1,2,3,4 dan 5.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

69

Tabel 3.8 Pedoman Penskoran Angket Penilaian Guru dan Siswa Kategori Sangat Setuju Setuju Ragu-ragu Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju

Skor 5 4 3 2 1

b. Menghitung skor rata-rata untuk tiap aspek penilaian dari subjek dengan menggunakan acuan berikut. 𝒙=

𝒙 𝒏

Keterangan : π‘₯ = skor rata-rata π‘₯ = jumlah skor yang diperoleh 𝑛 = banyaknya butir pernyataan c. Skor rata-rata yang diperoleh kemudian dikonversikan menjadi data kualitatif skala lima seperti ditunjukkan pada tabel 3.9 berikut. Tabel 3.9 Konversi data Kuantitatif ke Data Kualitatif dengan Skala Lima Rentang Skor Nilai Kriteria A Sangat Baik π‘₯ > 𝑀𝑖 + 1,8𝑆𝐡𝑖 B Baik 𝑀𝑖 + 0,6𝑆𝐡𝑖 < π‘₯ ≀ 𝑀𝑖 + 1,8𝑆𝐡𝑖 C Cukup Baik 𝑀𝑖 βˆ’ 0,6𝑆𝐡𝑖 < π‘₯ ≀ 𝑀𝑖 + 0,6𝑆𝐡𝑖 D Kurang Baik 𝑀𝑖 βˆ’ 1,8𝑆𝐡𝑖 < π‘₯ ≀ 𝑀𝑖 βˆ’ 0,6𝑆𝐡𝑖 E Tidak Baik π‘₯ ≀ 𝑀𝑖 βˆ’ 1,8𝑆𝐡𝑖 (Eko Putro Widyoko,2009:238)

Keterangan : π‘₯ = skor rata-rata 𝑀𝑖 = 𝑆𝐡𝑖 =

1 2

Γ— (skor maksimal ideal + skor minimal ideal)

1 6

Γ— (skor maksimal ideal – skor minimal ideal

Skor maksimal ideal = skor tertinggi Skor minimal ideal = skor terendah

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

70

d. Menganalisis kepraktisan angket Setelah dikonversikan, selanjutnya dilakukan analisis kepraktisan angket Kriteria kepraktisan angket yang dikembangkan dijelaskan pada tabel 3.7 berikut. Tabel 3.10 Kriteria Hasil Angket Penilaian Guru dan Siswa Rentang Skor Nilai A π‘₯ > 4,2 B 3,4 < π‘₯ ≀ 4,2 C 2,6 < π‘₯ ≀ 3,4 D 1,8 < π‘₯ ≀ 2,6 E π‘₯ ≀ 1,8

Modul yang dikembangkan dinyatakan praktis

Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik

apabila minimal kriteria

penilaian guru dan siswa yang dicapai adalah kategori β€œBaik”. 3.5.3 Analisis Keefektifan Analisis keefektifan dilakukan menggunakan tes hasil belajar. Hasil tes belajar siswa dinilai berdasarkan pedoman penskoran. Nilai maksimal untuk tes ini adalah 100. Kriteria ketuntasan menggunakan kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang digunakan oleh SMP Negeri 17 Kota Jambi yaitu 75. Analisis dilakukan dengan tahap berikut: a. Tabulasi data tes hasil belajar b. Mengkonversikan data tes hasil belajar berdasarkan ketuntasan siswa πΎπ‘’π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘ π‘Žπ‘› 𝑝 =

π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘‘π‘’π‘›π‘‘π‘Žπ‘  Γ— 100% π‘—π‘’π‘šπ‘™π‘Žβ„Ž π‘ π‘–π‘ π‘€π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘šπ‘’π‘›π‘”π‘–π‘˜π‘’π‘‘π‘– 𝑑𝑒𝑠

Presentase ketuntasan belajar lalu dikategorikan berdasarkan tabel 3.11 berikut.

Dicetak pada tanggal 2019-01-11 Id Doc: 589c885781944dbf0f4940b2

71

Tabel 3.11 Kriteria Ketuntasan Tes Hasil Belajar Presentase (%) 𝑝 > 80 60 < 𝑝 ≀ 80 40 < 𝑝 ≀ 60 20 < 𝑝 ≀ 40 𝑝 ≀ 20

Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik

Modul yang dikembangkan dinyatakan efektif apabila minimal tingkat ketuntasan hasil belajar siswa adalah kategori β€œBaik”.

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

Β© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.