BAB III METODE PENELITIAN


1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam suatu penelitian metode diperlukan untuk mengetahui bagaimana pangkah penelitian seharusnya di...
Author:  Budi Widjaja

0 downloads 0 Views 490KB Size

Recommend Documents


BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode penelitian dapat dipahami sebagai tata cara bagaimana suatu penelitian dilaksanakan. Sugiono (...

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian
1 25 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian Dalam penelitian yang akan dicapai adalah dengan tujuan mendapatkan gambaran bagaimana hasil bela...

BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian dan Pendekatan Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian yang tergolong dalam jenis penelitian la...

BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian Setiap penelitian memerlukan data atau informasi dari sumber- sumber yang dapat ...

BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian ini dilakukan di wifi corner area PT. Telkom Kotabaru milik PT. Telekomunikasi Indon...

BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian adalah suatu cara dalam melakukan penelitian ilmiah yang digunakan untuk menentukan, mengembangkan dan m...

BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dalam ...

BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian Penelitan ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian y...

BAB III METODE PENELITIAN
1 BAB III METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan suatu cara prosedur atau langkah yang digunakan untuk mengumpulkan dan mengelola data serta me...

BAB III METODE PENELITIAN
1 57 BAB III METODE PENELITIAN Penelitian merupakan proses belajar atau usaha untuk menemukan atau untuk mengembangkan dan menguji suatu kebenaran/pen...



BAB III METODE PENELITIAN

3.1

Metode Penelitian Dalam suatu penelitian metode diperlukan untuk mengetahui bagaimana

pangkah penelitian seharusnya dilakukan dalam memecahkan suatu permasalahan dari objek yang sedang diteliti agar mecapai tujuan yang diharapkan. Sugiyono (2017:2) mengemukakan metode penelitian didefinisikan sebagai berikut: “Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.” Dari pengertian di atas dapat diketahui bahwa metode penelitian akan menghasilkan data yang sesuai dengan tujuan dan kegunaan yang diinginkan bila dilakukan dengan cara ilmiah. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan, yaitu rasional, empiris, dan sistematis. Metode penelitian dirancang melalui langkah-langkah penelitian dimulai dari operasional variabel, penentuan jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, dan merancang analisis data pengujian hipotesis. Dengan metode ini penulis bermaksud mengumpulkan data historis dan mengamati secara seksama mengenai aspek-aspek tertentu yang berkaitan erat dengan masalah yang diteliti sehingga akan diperoleh data-data yang menunjang penyusunan laporan penelitian. Data-data yang diperoleh tersebut kemudian

75

76

diproses dan dianalisis lebih lanjut dengan dasar-dasar teori yang telah dipelajari sehingga memperoleh gambaran mengenai objek tersebut dan dapat ditarik kesimpulan mengenai masalah yang diteliti.

3.1.1

Objek Penelitian Sugiyono (2017:2) mendefinisikan objek penelitian sebagai berikut: “Objek penelitian adalah sasaran ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang sesuatu hal objektif, valid dan reliabel tentang suatu hal (variabel tertentu)” Dalam penelitian ini, lingkup objek penelitian yang ditetapkan penulis

sesuai dengan permasalahan yang akan diteliti adalah Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity Set, Nilai Perusahaan dan Kebijakan Dividen pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2016.

3.1.2

Unit Penelitian Dalam penelitian ini penulis menetapkan unit penelitian adalah perusahaan

manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2016.

3.1.3

Instrumen Penelitian Instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan peneliti dalam

mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam penelitian yang akan dilakukan. Menurut Sugiyono (2017:102) instrumen penelitian adalah:

77

“Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati.” Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2016.

3.1.4

Pendekatan Penelitian Dalam melakukan penyusunan skripsi ini metode yang digunakan dalam

penelitian ini menggunakan analisis dengan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Menurut Sugiyono (2017:8) pengertian metode penelitian kuantitatif adalah: “Metode penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.” Menurut Moh. Nazir (2011:54) metode penelitian deskriptif adalah sebagai berikut: “Penelitian deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan dari metode deskriptif ini adalah untuk membuat dekripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.” Menurut Sugiyono (2017:147), metode deskriptif didefinisikan sebagai berikut :

78

“Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.” Dalam

penelitian

ini

metode

deskriptif

akan

dipakai

untuk

menjelaskantentang variabel-variabel Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity Set, Nilai Perusahaan dan Kebijakan Dividen. Sedangkan metode verifikatif menurut Moch. Nazir (2011:91) adalah sebagai berikut: “Penelitian verifikatif adalah metode penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan kausalitas antar variabel melalui suatu pengujian hipotesis melalui perhitungan statistik sehingga didapat hasil pembuktian yang menunjukan hipotesis ditolak atau diterima.” Sedangkan metode verifikatif diartikan sebagai penelitian yang dilakukan terhadap populasi atau sampel tertentu dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2017:8). Metode verifikatif adalah metode yang digunakan untuk menguji kebenaran teori dan kejelasan hubungan suatu variabel (menguji hipotesis). Metode verifikatif digunakan dalam penelitian ini untuk menguji lebih dalam mengenai pengaruh profitabilitas dan keputusan investasi terhadap nilai perusahaan dengan kebijakan dividen sebagai variabel moderasi serta menguji teori dengan pengujian suatu hipotesis apakah diterima atau ditolak. Dalam Penelitian ini metode verifikatif digunakan untuk menganalisis Pengaruh Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity Set terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai variabel intervening. Tujuan dari penelitian deskriptif verifikatif adalah untuk menjelaskan, meringkas berbagai kondisi, berbagai situasi, atau berbagai variabel yang timbul

79

di masyarakat yang menjadi objek penelitian berdasarkan peristiwa apa yang telah terjadi. Kemudian diangkat secara sistematis mengenai hubungan antar fenomena, kondisi atau variabel melalui pengujian hipotesis dengan perhitungan statistik.

3.1.5

Model Penelitian Model penelitian merupakan abstraksi dari fenomena-fenomena yang

sedang diteliti. Dalam hal ini, sesuai dengan judul yang diambil yaitu mengenai “Pengaruh Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity Set terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai variabel intervening , maka model

penelitian

digambarkan

Gambar 3.1 Model Penelitian

sebagai

berikut:

80

3.2

Devinisi Variabel dan Operasional Variabel

3.2.1

Devinisi Variabel Pengertian variabel penelitian menurut Sugiyono (2017:38) adalah: “Variabel dapat didefinisikan sebagai atribut seseorang atau obyek, yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.” Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis, indikator,

serta skala dari variabel-variabel yang terkait dalam penelitian. Variabel-variabel yang terkait dalam penelitian ini adalah: 1.

Variabel Bebas (Independent Variable) Variabel bebas sering disebut sebagai variabel stimulus, predictor, antecedent. Menurut Sugiyono (2017:39): “Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).” Maka dalam penelitian ini ada dua variabel independen yang diteliti diantaranya: a.

Family Ownership Dalam penelitian ini penulis mengungkapkan konsep family ownership

sebagaimana

yang didefinisikan oleh Sugiarto

(2009:29) sebagai berikut: “Perusahaan keluarga didefinisikan sebagai suatu bentuk perusahaan dengan kepemilikan dan manajemen yang dikelola dan dikontrol oleh pendiri atau anggota keluarganya atau

81

kelompok yang memiliki pertalian keluarga, baik yang tergolong keluarga inti atau perluasannya (baik memiliki hubungan darah atau ikatan perkawinan)”. Menurut Hartanto (2014) perusahaan yang dikendalikan keluarga dan perusahaan tersebut harus memenuhi paling sedikit 1 dari 2 kriteria, yaitu kriteria pertama pendiri atau keluarga dari pendiri baik individu atau grup memegang paling sedikit 20% sahan yang beredar dan merupakan pemegang saham terbesar. Kriteria kedua adalah baik CEO dan atau ketua dewan direksi berasal dari anggota keluarga. Menurut Harijono (2013), penelusuran kepemilikan keluarga dilakukan dengan melihat nama dewan direksi dan dewan komisaris. Jika nama dewan direksi dan dewan komisaris cenderung sama dalam beberapa tahun dan mempunyai saham dalam kepemilikan perusahaan maka bisa saja perusahaan tersebut termasuk dalam kepemilikan oleh keluarga. Rosharlianti (2018) menuturkan jika perusahaan dimiliki instuisi lain, maka penelusuran kepemilikan dilakukan dengan analisis kepemilikan piramidadan struktur lintas kepemilikan. Setelah ditelusuri maka dapat diketahui jika saham pengendali perusahaan tersebut adalah individu, maka bisa dikategorikan sebagai kepemilikan keluarga. Pada penelitian ini penulis menggunakan Family Ownership Percentage seperti yang dilakukan oleh Rosharlianti (2018) untuk

82

mengetahui persentase kepemilikan individu dan perusahaan non public atas seluruh saham.

b.

Agency Cost Dalam penelitian ini penulis menggunakan konsep menurut pendapat Fachrudin (2011), mendefinisikan agency cost adalah: “Agency cost adalah berupa pemberian insentif yang layak kepada manajer serta biaya pengawasan untuk mencegah hazard yang juga berarti penggunaan aliran kas untuk bonus atau pengeluaranpengeluaran yang tidak perlu yang dilakukan oleh manajer atas free cash flow (aliran kas bebas)”. Pada penelitian ini variabel agency cost diukur berdasarkan total asset turn over (TATO) untuk mengukur efisiensi penggunaan aktiva oleh manajer seperti yang dilakukan oleh Wang (2010). Variabel ini mengukur biaya keagenan berdasarkan tingkat perputaran aktiva (assets turn over). Agency cost yang diukur dengan menggunakan proxy TATO memiliki hubungan yang berlawanan, perusahaan yang memiliki asset turn over yang semakin tinggi berarti semakin produktif aset tersebut digunakan untuk menciptakan nilai bagi pemegang saham. Sedangkan TATO yang rendah mengindikasikan bahwa manajer tidak secara efektif dalam mengelola aset untuk investasi yang optimal. TATO yang rendah menunjukan biaya keagenan yang tinggi antara manajerdan

pemegang

saham.

Kondisi

tersebut

dapat

83

mengakibatkan kegagalan perusahaan dalam memaksimalkan kekayaan para pemegang saham sehingga agency cost akan meningkat.

c.

Investment Opportunity Set Dalam penelitian ini penulis menggunakan konsep investment opportunity set yang telah dikemukakan oleh Kartasukmana (2015): “IOS merupakan nilai sekarang dari pilihan-pilihan perusahaan untuk membuat investasi di masa mendatang. Secara umum dapat dikatakan bahwa IOS menggambarkan tentang luasnya kesempatan atau peluang investasi bagi suatu perusahaan, namun sangat tergantung pada pilihan expenditure perusahaan untuk kepentingan di masa yang akan datang.” IOS didefinisikan sebagai kombinasi antara aktiva yang dimiliki (assets in place) dan pilihan investasi di masa yang akan datang dengan net present value positif. IOS tidak dapat diobservasi secara langsung, sehingga dalam perhitungannya menggunakan proksi. Proksi IOS yang digunakan dalam penelitian ini adalah Price Earning Ratio (PER) seperti pada penelitian sebelumnya yang digunakan oleh Wijaya dan Wibawa (2010). PER menunjukan perbandingan antara closing price dengan laba per lembar saham (earning per share).

84

2.

Variabel Intervening (Intervening Variable) Menurut Sugiyono (2017:40), pengertian variabel intervening adalah sebagai berikut: “Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat dimati dan diukur. Variabel ini merupakan penyela/ antara yang terletak di antara variabel independen dan variabel dependen, sehingga variabel independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variabel dependen.” Sesuai dengan masalah yang akan diteliti maka yang akan menjadi variabel penghubung (intervening variable) adalah Kebijakan Dividen. a.

Kebijakan Dividen Kebijakan dividen dalam penelitian ini menggunakan konsep menurut Kartasukmana (2015) sebagai berikut: “Kebijakan dividen dapat didefinisikan sebagai kebijakan penentuan seberapa banyak laba hasil operasi perusahaan yang akan dibagikan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham.”

Dalam penelitian ini kebijakan dividen diproksikan oleh Dividen Payout Ratio (DPR) untuk menjelaskan seberapa besar porsi dividen dari net income perusahaan yang dapat dirumuskan dengan perbandingan dividen per share dengan earning per share, sebagaimana yang dilakukan oleh Kartasukmana (2015).

85

3.

Variabel Dependen (Dependent Variable) Variabel dependen sering disebut sebagai variabel output, kriteria, dan konsekuen. Menurut Sugiyono (2017:39): “Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.” Sesuai dengan masalah yang akan diteliti maka yang akan menjadi variabel terikat (dependent variable) adalah Nilai Perusahaan. a.

Nilai Perusahan Dalam penelitian ini penulis menggunakan konsep menurut Agus Sartono (2012:9) nilai perusahaan di definisikan sebagai berikut: “Tujuan memaksimumkan pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang atau present value semua keuntungan pemegang saham akan meningkat apabila harga saham yang dimiliki meningkat” Menurut Ariyanto dan Setyorini (2013) nilai perusahaan dapat dilihat segi analisis laporan keuangan berupa rasio keuangan dan dari segi perubahan harga saham. Indeks yang tepat untuk mengukur tingkat efektifitas perusahaan adalah dengan melalui nilai dari saham kepemilikan. Nilai Perusahaan dalam penelitian ini diukur dengan Price Book Value (PBV) seperti penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Haryanti (2012). Ratio ini mengukur nilai yang diberikan pasar keuangan kepada manajemen dan organisasi perusahaan sebagai

86

sebuah perusahaan yang terus tumbuh. Nilai buku per lembar saham adalah perbandingan ekuitas saham biasa dengan jumlah saham yang beredar.

3.3

Operasional Variabel Operasionalisasi variabel diperlukan untuk menentukan jenis dan

indikator variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Selain itu, proses ini juga dimaksud untuk menentukan skala pengukuran dari masing-masing variabel sehingga pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu statistika

dapat

dilakukan secara benar. Berikut adalah operasionalisasi variabel dalam penelitian ini: 1.

Family Ownership (X1);

2.

Agenc Cost (X2);

3.

Investment Opportunity Set (X3);

4.

Kebijakan Dividen (Y);

5.

Nilai Perusahaan (Z).

Berikut tabel operasionalisasi variabel untuk mempermudah penjelasan dari penelitian ini:

87

Konsep Variabel Family Ownership (X1) “Perusahaan keluarga didefinisikan sebagai suatu bentuk perusahaan dengan kepemilikan dan manajemen yang dikelola dan dikontrol oleh pendiri atau anggota keluarganya atau kelompok yang memiliki pertalian keluarga, baik yang tergolong keluarga inti atau perluasannya.” Sugiarto (2009:29) Agenc Cost (X2)

Tabel 3.1 Operasional Variabel Dimensi Indikator Family Family Ownership Ownership Percentage = Percentage

(Vince dan Kamaliah, 2012)

Rasio

Total Asset Turn Over

“Agency cost adalah berupa pemberian insentif yang layak kepada manajer serta biaya pengawasan untuk mencegah hazard yang juga berarti penggunaan aliran kas untuk bonus atau pengeluaranpengeluaran yang tidak perlu yang dilakukan oleh manajer atas free cash flow” Fachrudin (2011) Investment Opportunity Set (X3)

“IOS merupakan nilai sekarang dari pilihan-pilihan perusahaan untuk membuat investasi di masa mendatang. Secara umum dapat

Skala

Total Asset Turn Over =

(Wang, 2010)

Rasio

Price Earning Ratio

Price Earning Ratio =

(Wijawa dan Wibawa, 2010)

Rasio

88

dikatakan bahwa IOS menggambarkan tentang luasnya kesempatan atau peluang investasi bagi suatu perusahaan, namun sangat tergantung pada pilihan expenditure perusahaan untuk kepentingan di masa yang akan datang.” Kartasukmana (2015) Kebijakan Dividen (Y)

Dividen Payout Ratio

“Kebijakan dividen dapat didefinisikan sebagai kebijakan penentuan seberapa banyak laba hasil operasi perusahaan yang akan dibagikan dalam bentuk dividen kepada pemegang saham.” Kartasukmana (2015) Nilai Perusahaan (Z) “Tujuan memaksimumkan pemegang saham dapat ditempuh dengan memaksimumkan nilai sekarang atau present value semua keuntungan pemegang saham akan meningkat apabila harga saham yang dimiliki meningkat” Agus Sartono (2012:9)

Dividen Payout Ratio =

(Kartasukmana, 2015) Rasio

Price to Book Value

Price to Book Value =

(Haryanti, 2012)

Rasio

89

3.4

Populasi Penelitian dan Sampel Penelitian

3.4.1

Populasi Penelitian Definisi populasi menurut Sugiyono (2017:80) adalah: “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek atau subjek yang mempunyai kualitas dari karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya” Dari pengertian di atas populasi bukan sekedar jumlah yang ada pada

objek atau subjek tersebut sedangkan yang dimaksud dengan populasi sasaran adalah populasi yang digunakan untuk penelitian. Dalam penelitian ini populasinya adalah 147 perusahaan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2016.

3.4.2

Teknik Sampling Sugiyono (2017:81) menjelaskan bahwa teknik sampling adalah: ”Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel. Untuk menentukan sampel yang akan digunakan dalam penelitian terdapat berbagai teknik sampling yang digunakan.” Menurut Sugiyono (2017:82) terdapat dua teknik sampling yang dapat

digunakan, yaitu: 1.

2.

Probability Sampling Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik ini meliputi, simple random sampling, proportionate statified random sampling, disproportionate stratified random sampling, sampling area (cluster). Non Probability Sampling

90

Non Probability Sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Teknik sampel ini meliputi, sampling sistematis, kuota, aksidental, purposive, jenuh, snowball Dalam penelitian ini teknik sampling yang digunakan yaitu, non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Menurut Sugiyono (2017:85) purposive sampling adalah: “Purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu.”

3.4.3

Sampel Penelitian Menurut Sugiyono (2017:81) mengemukakan bahwa yang dimaksud

dengan sampel adalah sebagai berikut: “Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.” Pengukuran sampel merupakan suatu langkah untuk menentukan besarnya sampel yang diambil dalam melaksanakan penelitian suatu objek. Untuk menentukan besarnya sampel bisa dilakukan dengan statistik atau berdasarkan estimasi penelitian. Pengambilan sampel ini harus dilakukan sedemikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat berfungsi atau dapat menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya, dengan istilah lain harus representatif (mewakili). Kriteria sampel yang ditetapkan penulis untuk penelitian ini adalah sebagai berikut:

91

1.

Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010 hingga 2016 secara berturut-turut.

2.

Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2016 dan merupakan perusahaan dengan kepemilikan keluarga (family ownership).

3.

Perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2016 dan membagikan dividen secara rutin. Tabel 3.2 Hasil Purposive Sampling Kriteria Sampel Perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 20102016 dan menjadi populasi Pengurangan Sampel Kriteria 1: Perusahaan manufaktur yang tidak terdaftar di BEI pada tahun 2010-2016 secara berturut-turut Pengurangan Sampel Kriteria 2: Perusahaan non family ownership Pengurangan Sampel Kriteria 3: Perusahaan yang tidak membagikan dividen secara rutin pada tahun 20102016 Jumlah perusahaan yang dapat menjadi sampel penelitian:

Jumlah 147

(31)

(99) (0)

17

Berdasarkan tabel di atas, ditetapkan jumlah sampel yang terpilih dan dapat dianalisis datanya sebanyak 17 perusahaan. Berikut tabel perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini:

NO

Tabel 3.3 Daftar Perusahaan Manufaktur Yang Dijadikan Sampel Penelitian KODE NAMA PERUSAHAAN

1.

AMFG

PT. Asahimas Flat Glass Tbk.

2.

AUTO

PT. Astra Auto Part Tbk.

3.

CPIN

PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

92

4.

EKAD

PT. Ekadharma International Tbk.

5.

GGRM

PT. Gudang Garam Tbk.

6.

ICBP

PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

7.

INDF

PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

8.

KLBF

PT. Kalbe Farma Tbk.

9.

LION

PT. Lion Metal Works Tbk.

10.

LMSH

PT. Lionmesh Prima Tbk.

11.

MYOR

PT. Mayora Indah Tbk.

12.

SCCO

PT. Supreme Cable Manufacturing and Commerce Tbk.

13.

SMSM

PT. Selamat Sempurna Tbk.

14.

TKIM

PT. Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.

15.

TOTO

PT. Surya Toto Indonesia Tbk.

16.

TRST

PT. Trias Sentosa Tbk.

17.

TSPC

PT. Tempo Scan Pasific Tbk.

3.5

Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data

3.5.1 Sumber Data Sumber data penelitian merupakan faktor penting yang menjadi pertimbangan dalam penentuan metode pengumpulan data. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Bila dilihat dari setting-nya, data dapat dikumpulkan pada setting alamiah (natural setting), pada laboratorium dengan metode experimen, di rumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar, diskusi, dan lain sebagainya. Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer, dan sumber sekunder. Menurut Sugiyono (2017:137) sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber

93

sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau dokumen. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu data yang dinyatakan dalam angka-angka, menunjukkan nilai terhadap besaran atau variabel yang diwakilinya. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder tersebut bersumber dari data yang terdapat di Bursa Efek Indonesia dengan periode dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2016 yang diperoleh dari perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan sumber data sekunder dimana pengumpulan data diperoleh dengan cara: 1.

Mengutip dari laporan keuangan perusahaan manufaktur tahun 20102016 yang menjadi sampel dan melalui website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) yaitu www.idx.co.id.

2.

Buku-buku literatur, jurnal ekonomi, dan jurnal ilmu sosial yang berhubungan dengan topik yang diteliti.

3.5.2 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.

Penelitian Kepustakaan (Library Reaserch) Pada tahap ini, penulis berusaha untuk memperoleh berbagai informasi sebanyak-banyaknya untuk dijadikan sebagai dasar teori dan acuan untuk

94

mengolah data dengan cara membaca, mempelajari, menelaah, dan mengkaji literatur-literatur berupa buku-buku, jurnal, makalah maupun penelitian-penelitian terdahulu yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. 2.

Riset Internet (Online Reaserch) Pengumpulan data berasal dari situs-situs terkait untuk memperoleh tambahan literatur, jurnal, dan data lainnya.

3.6

Metode Analisis Data dan Pengujian Hipotesis

3.6.1

Analisis Data Data yang akan dianalisis ini berkaitan dengan hubungan antara variabel-

variabel penelitian. Data variabel berasal dari perusahaan manufaktur yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2010-2016. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan dilanjutkan pengujian hipotesis yang meliputi penetapan hipotesis, uji statistik. Menurut Sugiyono (2017:147) yang dimaksud teknik analisis data adalah: “Kegiatan setelah data dari seluruh responden atau data lain terkumpul. Kegiatan dalan analisis data adalah: mengelompokan data berdasarkan variabel dan jenis responden, mentabulasi data berdasarkan variabel dari seluruh responden, menyajikan data tiap variabel yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan perhitungan untuk hipotesis yang telah diajukan.” Teknis analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

95

1.

Analisis Deskriptif Menurut Sugiyono (2017:147) yang dimaksud dengan analisis deskriptif adalah sebagai berikut: “Analisis deskriptif adalah cara yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membentuk kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi.” Penyajian data statistik deskriptif antara lain dapat melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, perhitungan modus, median, mean perhitungan rata-rata dan standar deviasi, serta perhitungan prosentase. Analisis deskriptif merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel independen dan dependen dengan rumus sebagai berikut: a.

Rata-rata hitung (mean) Mean merupakan teknik penjelasan kelompok yang didasarkan atas nilai rata-rata dari kelompok tersebut. Rata-rata hitung (mean) dapat dirumuskan sebagai berikut: ∑

Keterangan: X

= Rata-rata (mean)

∑ Xi

= Jumlah nilai X ke i sampai ke n

n

= Jumlah sampel atau banyak data

96

b.

Standar Deviasi Standar deviasi atau simpangan baku dari data yang telah disusun dalam tabel distribusi frekuensi atau data bergolong, dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut: √





Keterangan:

2.

S

= Simpang baku

Me

= Rata-rata

Xi

= Nilai X ke i sampai ke n

n

= Jumlah sampel atau banyak data

Analisis Verifikatif Metode analisis verifikatif yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis jalur (path analysis). Analisis jalur merupakan pengembangan dari analisis regresi, sehingga analisis regresi dapat dikatakan bentuk khusus dari analisis jalur. Menurut Ridwan dan Engkos (2014:115), teknik analisis jalur ini digunakan untuk menguji besarnya sumbangan (kontribusi) yang ditunjukkan oleh koefisien jalur pada setiap diagram jalur dari hubungan kausal antar variabel X 1 dan X2 terhadap Y serta dampaknya pada Z. Besarnya pengaruh tidak langsung dapat ditentukan dengan cara mengalikan masing masing koefisien

97

pengaruh langsung dari persamaan penelitian. Analisis jalur dalam penelitian ini menggunakan software SPSS dan Lisrell.

3.6.2

Rancangan Pengujian Hipotesis

3.6.2.1 Merancang Diagram Jalur Langkah pertama yang harus dikerjakan sebelum melakukan analisis jalur adalah merancang diagram jalur sesuai dengan hipotesis yang dikembangkan dalam penelitian. Berdasarkan judul penelitian, maka model analisis jalur dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

X1

Pzx1

ɛ1

ɛ2

PYX1 rx1x2

R2yx1x2

Y

PzY

Z

PYX2

X2

Pzx2

Gambar 3.2 Model Diagram Analisis Jalur

Diagram jalur seperti terlihat pada Gambar 3.2 di atas dapat diformulasikan kedalam 2 bentuk persamaan struktural sebagai berikut: Persamaan Jalur Sub Struktur Pertama: Y = PYX1X1 + PYX2X2+ ɛ1 Persamaan Jalur Sub Struktur Kedua: Z = PZYY +Pzx1X1+Pzx2X2+ ɛ2

98

Keterangan: Z

= Nilai Perusahaan

Y

= Kebijakan Dividen

X1

= Family Ownership

X2

= Agency Cost

X3

= Investment Opportunity Set

PYX1

= Koefisien jalur Family Ownership terhadap Kebijakan Dividen

PYX2

= Koefisien jalur Agency Cost terhadap Kebijakan Dividen

PYX3

= Koefisien jalur Investment Opportunity Set terhadap Kebijakan Dividen

PZY

= Koefisien jalur Kebijakan Dividen terhadap Nilai Perusahaan

PZX1

= Koefisien jalur Family Ownership terhadap Nilai Perusahaan

PZX2

= Koefisien jalur Agency Cost terhadap Nilai Perusahaan

PZX3

= Koefisien jalur Investment Opportunity Set terhadap Nilai Perusahaan

ɛ

= Pengaruh faktor lain 1. Perhitungan Jalur Pada Sub Struktur Pertama Pada sub struktur yang pertama variabel Family Ownership, Agency Cost dan Investment Opportunity Set berperan sebagai variabel independen (eksogenus variabel) dan kebijakan dividen sebagai variabel dependen (endogenus variabel). Selanjutnya untuk menguji pengaruh Family Ownership, Agency Cost dan Investment Opportunity Set terhadap kebijakan dividen ditempuh langkah-langkah sebagai berikut: a. Menyusun matriks korelasi antar variabel.

99

R=[

]

b. Hitung invers dari matriks korelasi antara variabel Family Ownership (X1), Agency Cost (X2), Investment Opportunity Set (X3). R-1 = [

]

c. Hitung koefisien korelasi

antara

variabel

eksogen (Family

Ownership, Agency Cost dan Investment Opportunity Set) dengan kebijakan dividen. y ⌈

R=



d. Untuk memperoleh koefisien jalur, kalikan invers dari matriks korelasi antar variabel sebab terhadap matriks korelasi variabel sebab dengan variabel akibat. Pyxi = ∑

r yxj ; I = 1,2

Keterangan : Pyxi

= koefisien jalur dari Xi terhadap Y

ryxi

= koefisien antara variabel Y dengan variabel Xj

CRij

= unsur atau elemen pada baris ke-i dan kolom ke-j dari

matriks invers korelasi e. Menghitung Koefisien Determinasi. Setelah koefisien jalur diperoleh, maka dapat ditentukan besar pengaruh

Family

Ownership,

Agency

Cost

dan

Investment

100

Opportunity Set secara bersama-sama terhadap kebijakan dividen yang dikenal dengan koefisien determinasi. Koefisien determinasi didapat dari hasil perkalian koefisien jalur terhadap matriks korelasi antara variabel eksogen sebab dengan kebijakan dividen. R2 y(x1x2x3) = [

]⌈



2. Perhitungan Jalur Pada Sub Struktur Kedua Pada sub struktur yang kedua variabel Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity Set dan kebijakan dividen berperan sebagai variabel independen (eksogenus variabel) dan nilai perusahaan sebagai variabel dependen (endogenus variabel). Selanjutnya untuk menguji pengaruh Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity Set dan kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan ditempuh langkahlangkah sebagai berikut: a. Menyusun matriks korelasi antar variabel.

X1 X2 Y Z

X1

X2

Y

Z

1

rx1x2

rx1y

rx1z

1

rx2y

rx2z

1

ryz 1

101

b. Hitung invers dari matriks korelasi antara variabel eksogenous Family Ownership (X1), Agency Cost (X2), Investment Opportunity Set (X3) dan kebijakan dividen (Y). R-1 =

[

]

c. Hitung koefisien korelasi antara variabel eksogen (Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity Set dan kebijakan dividen dengan nilai perusahaan. z R=





d. Untuk memperoleh koefisien jalur, kalikan invers dari matriks korelasi antar variabel sebab terhadap matriks korelasi variabel sebab dengan variabel akibat. Pzxi = ∑

r yxj ; I = 1,2

Keterangan : Pzxi

= koefisien jalur dari Xi terhadap Z

rzxi

= koefisien antara variabel Z dengan variabel Xj

CRij

= unsur atau elemen pada baris ke-i dan kolom ke-j dari

matriks invers korelasi e. Menghitung Koefisien Determinasi. Setelah koefisien jalur diperoleh, maka dapat ditentukan besar pengaruh Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity Set dan kebijakan dividen secara bersama-sama terhadap nilai

102

perusahaan yang dikenal dengan koefisien determinasi. Koefisien determinasi didapat dari hasil perkalian koefisien jalur terhadap matriks korelasi antara variabel eksogen sebab dengan nilai perusahaan. R2 Z(x1x2y) = [

][

]

3.6.2.2 Pengujian Hipotesis 1.

Uji Parsial (Uji-t /Uji Keberartian Koefisien) Pengujian yang dilakukan adalah uji parameter (uji korelasi) dengan

menggunakan uji t- statistik. Hal ini membuktikan apakah terdapat pengaruh antara masing-masing variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Uji parsial ini menggunakan rumus: √ √ Keterangan: t = Nilai uji t r = Koefisien korelasi pearson r2= Koefisien determinasi n = Jumlah sampel Kriteria dalam uji t ini diterima atau ditolak, adalah : 1.

Tolak Ho jika ±t hitung > ±nilai t tabel

2.

Tidak tolak Ho jika ±t hitung ≤ ±nilai t tabel

103

Bila Ho diterima, maka ini diartikan bahwa pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen dinilai tidak signifikan, dan sebaliknya. Dalam pengujian hipotesis ini, penulis menggunakan uji signifikan atau uji parameter r, maksudnya untuk menguji tingkat signifikansi maka harus dilakukan pengujian parameter r. Adapun rancangan pengujian hipotesis secara parsial adalah sebagai berikut: Hipotesis 1 Ho :

= 0 : Tidak terdapat pengaruh Family Ownership terhadap nilai perusahaan.

Ha :

≠ 0 : Terdapat

pengaruh

Family

Ownership

terhadap

nilai

perusahaan Hipotesis 2 Ho :

= 0 : Tidak terdapat pengaruh Agency Cost terhadap nilai perusahaan.

Ha :

≠ 0:

Terdapat pengaruh Agency Cost terhadap nilai perusahaan.

Hipotesis 3 Ho :

= 0 : Tidak terdapat pengaruh Investment Opportunity terhadap nilai perusahaan.

Ha :

≠ 0 :

Terdapat pengaruh Investment Opportunity terhadap nilai perusahaan.

Hipotesis 4 Ho :

= 0 : Tidak terdapat pengaruh Family Ownership terhadap kebijakan dividen.

104

Ha :

≠ 0 : Terdapat pengaruh Family Ownership terhadap kebijakan dividen.

Hipotesis 5 Ho :

= 0 : Tidak terdapat pengaruh Agency Cost terhadap kebijakan dividen.

Ha :

≠ 0:

Terdapat pengaruh Agency Cost terhadap kebijakan dividen.

Hipotesis 6 Ho :

= 0 : Tidak terdapat pengaruh Investment Opportunity terhadap kebijakan dividen.

Ha :

≠ 0 : Terdapat pengaruh Investment Opportunity terhadap kebijakan dividen.

Hipotesis 7 Ho :

= 0 : Tidak terdapat pengaruh nilai perusahaan terhadap kebijakan dividen.

Ha :

≠ 0 :

Terdapat pengaruh nilai perusahaan terhadap kebijakan dividen.

2.

Uji Simultan (Uji-f /Uji Linearitas) Uji F untuk mengetahui apakah semua variabel independen mampu

menjelaskan variabel dependennya, maka dilakukan uji hipotesis secara simultan dengan menggunakan uji statistik F Uji F didefinisikan dengan rumus sebagai berikut :

105



Keterangan : R = Koefisiensi korelasi ganda k = Jumlah variabel independen n = Jumlah anggota sampel Setelah mendapatkan nilai nilai

ini, kemudian dibandingkan dengan

dengan tingkat signifikan sebesar 0,05 atau 5%, artinya kemungkinan

besar dari hasil penarikan kesimpulan memiliki probabilitas 95% atau korelasi kesalahan sebesar 5%, yang mana akan diperoleh sutau hipotesis dengan syarat : 1. Jika angka signifikan ≥ 0,05, maka Ho tidak ditolak 2. Jika angka signifikan < 0,05, maka Ho ditolak Kemudian akan diketahui apakah hipotesis dalam penelitian ini secara simultan ditolak atau tidak, adapun hipotesis secara simultan adalah : Hipotesis 1 Ho : β = 0 : Family Ownership, Agency Cost, dan Investment Opportunity secara simultan tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Ho : β ≠ 0 : Family Ownership, Agency Cost, dan Investment Opportunity secara simultan berpengaruh terhadap kebijakan dividen.

106

Hipotesis 2 Ho : β = 0 : Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity dan kebijakan dividen secara

simultan tidak berpengaruh

terhadap nilai perusahaan. Ho : β ≠ 0 : Family Ownership, Agency Cost, Investment Opportunity dan kebijakan dividen secara simultan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

3.6.2.3 Penarikan Kesimpulan Dari hipotesis-hipotesis yang didapat, ditarik kesimpulan apakah variabelvariabel bebas secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan atau tidak terhadap variabel terikat, dan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Dalam hal ini ditunjukkan dengan penolakan H0 atau penerimaan hipotesis alternatif H1.

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.