LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) di PERUM PERHUTANI KESATUAN BISNIS MANDIRI INDUSTRI KAYU GRESIK, JAWA TIMUR. Oleh : MOH. LIHIN NIM :


1 LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) di PERUM PERHUTANI KESATUAN BISNIS MANDIRI INDUSTRI KAYU GRESIK, JAWA TIMUR Oleh : MOH. LIHIN NIM : PROGRAM STUDI...
Author:  Djaja Setiabudi

53 downloads 169 Views 1MB Size

Recommend Documents


No documents


LAPORAN PRAKTEK KERJA LAPANG (PKL) di PERUM PERHUTANI KESATUAN BISNIS MANDIRI INDUSTRI KAYU GRESIK, JAWA TIMUR

Oleh :

MOH. LIHIN NIM : 090 500 044

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL HUTAN JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA

SAMARINDA 2012

HALAMAN PENGESAHAN

Judul Laporan PKL

: Praktek Kerja Lapang (PKL) di Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Gresik, Jawa Timur

Nama

: Moh. Lihin

NIM

: 090500044

Program Studi

: Teknologi Hasil Hutan

Jurusan

: Teknologi Pertanian

Pembimbing,

Penguji,

Eva Nurmarini, S.Hut, MP NIP.197508081999032002

M. Fikri Hernandi, S.Hut, MP NIP. 197011271998021001

Menyetujui/Mengesahkan, Ketua Program Studi Teknologi Hasil Hutan, Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Ir. Syafi’i, MP NIP. 196806101995121001

Lulus ujian pada tanggal : 14 Mei 2012

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim Puji dan syukur kehadirat Allah SWT , karena atas rahmat dan karunia– Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Praktek Kerja Lapang (PKL) di PERUM PERHUTANI KESATUAN BISNIS MANDIRI INDUSTRI KAYU Gresik, Provinsi Jawa Timur. Pada kesempatan ini pula penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada : 1. Ayahanda dan ibunda tercinta yang telah banyak memberikan dukungan materil maupun moril dalam menyelesaikan studi. 2.

Bapak Ir. Wartomo, MP, selaku Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda.

3. Bapak Heriad Daud Salusu, S.Hut. MP, selaku Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. 4. Bapak Ir. Syafii, MP, selaku Ketua Program Studi Teknologi Hasil Hutan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. 5. Ibu Eva Nurmarini, S. Hut.MP selaku dosen pembimbing. 6. Ibu Firna Novari, S.Hut. MP, dan Ibu Erina Hertianti, S.Hut. MP, selaku dosen pengantar PKL. 7. Kepala Bagian dan seluruh staf/karyawan yang telah membantu kami selama proses kegiatan PKL di perusahaan tersebut. 8

Rekan–rekan angkatan 2009 khususnya satu penempatan PKL yang telah banyak membantu dalam menyelesaikan laporan

praktek kerja

lapang ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan PKL ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan, akan tetapi besar harapan dari penulis semoga dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman LEMBAR PENGESAHAN ..............................................................................

i

KATA PENGANTAR ......................................................................................

ii

DAFTAR ISI .....................................................................................................

iii

DAFTAR GAMBAR .........................................................................................

iv

I.

PENDAHULUAN ....................................................................................

1

A. Latar Belakang ...................................................................................

1

B. Tujuan .................................................................................................

1

C. Hasil Yang di Harapkan .....................................................................

2

KEADAAN UMUM PERUSAHAAN .......................................................

3

A. Tinjauan Umum Perusahaan .............................................................

3

B. Manajemen Perusahaan ....................................................................

6

C. Lokasi dan Waktu Kegiatan PKL........................................................

8

HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG ....................................................

9

A. Persiapan Bahan Baku ......................................................................

9

B. Penggergajian.....................................................................................

11

C. Pembuatan Veneer.............................................................................

14

A. Unit Pengasahan ...............................................................................

19

B. Pengemasan dan Penggudangan......................................................

20

KESIMPULAN DAN SARAN ..................................................................

24

A. Kesimpulan .........................................................................................

24

B. Saran...................................................................................................

25

II.

III.

IV.

LAMPIRAN

DAFTAR GAMBAR

No

Halaman

1

Struktur Organisasi Perum Perhutahi KBM-IK Gresik………………..

27

2

Bagan Proses Produksi PGM…………………………………………..

28

3

Bagan Proses Produksi Veneer…………………………………………

29

5

TPK Input…………………..................................................................

30

6

Vi Stock…………………..…………………..........................................

30

7

Decking dan Flooring…………….………………………………………

31

8

Parquet dan Reng…..……..……………………………………………..

31

9

Perebusan Vi Stock…..……….………………………………………….

32

10

Penyayatan Vi Stock…………….….……………………………………

32

11

Pengeringan Veneer……...………………………………………………

33

12

Pemotongan Veneer………….…..………………………………………

33

13

Packing Veneer……………..………..………………………………......

34

14

Veneer Siap Ekspor…….………..……………………………………….

34

I.

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Indonesia merupakan sebuah negara kepulauan yang memiliki berbagai sumber daya alam yang melimpah. Salah satu sumber daya alam yang termasuk terbesar yaitu sumber daya hutan, karena hutan di Negara kita termasuk yang terbesar di dunia. Berbagai hasil yang dapat diperoleh dari hutan, misalnya rotan, dammar dan terutama kayu. Seiring dengan berkembangnya teknologi dan pertambahan penduduk, penggunaan kayu juga semakin bertambah, sehingga turut memicu kelahiran dan perkembangan industri pengolahan kayu di Indonesia, salah satunya adalah industri veneer. Praktek kerja lapang (PKL) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Samarinda program studi Teknologi Hasil Hutan merupakan kurikulum yang sudah ditentukan. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari perkuliahan yang ditempuh selama dibangku kuliah, dan mempunyai acuan kepada mahasiswa yang bersangkutan sehingga mempunyai koordinasi antara Mahasiswa, Akademik dan perusahaan yang ditempati, sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik. Dalam rangka memantapkan materi perkuliahan yang didapatkan dibangku kuliah maka diadakan Pengalaman praktek kerja lapang (PKL) selama kurang lebih 8 minggu untuk menambah pengalaman.

B. Tujuan Praktek Kerja Lapang Tujuan dari pelaksanaan praktek kerja lapang (PKL) ini adalah agar mahasiswa lebih memahami prinsip kerja kegiatan industri pengolahan kayu

padat dan industri pengolahan kayu lainnya, memiliki pengetahuan teknis dan keterampilan praktis tertentu, pengetahuan untuk menambah kepercayaan diri, melatih menggunakan daya nalar terhadap kegiatan di lapangan, disamping itu juga memahami penggunaan alat sarana yang lainnya dalam tahapan industri pengolahan kayu.

C. Hasil Yang Diharapkan Setelah mahasiswa melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL) ini diharapkan dapat menambah pengalaman dan memperluas ilmu pengetahuan, juga dimaksudkan agar mahasiswa dapat melihat langsung kegiatan di lapangan, sehingga dapat membandingkan antara teori yang diterima dari bangku kuliah dengan kenyataan di lapangan.

II.

KEADAAN UMUM PERUSAHAAN A. Tinjauan Umum Perusahaan

1. Sejarah Berdirinya Perusahaan KESATUAN BISNIS MANDIRI INDUSTRI KAYU (KBM-IK) GRESIK berdiri tahun 2006 berdasarkan Keputusan Perum Perhutani Unit II Jawa Timur Nomor : 1614/Kpts/II/2005 tanggal 09 Desember 2005 tentang Penetapan Nama, Tempat dan Kedudukan Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) sebagai Penjabaran Keputusan Direksi Perum Perhutani Nomor : 554/Kpts/Dir/2005 tentang Struktur Organisasi Perum Perhutani. KBM-IK Gresik adalah satuan organisasi dibawah Kantor Perum Perhutani

Unit

II

Jawa

Timur

yang

bertanggung

jawab

atas

penyelenggaraan pengelolaan usaha bisnis Perum Perhutani secara mandiri untuk meningkatkan pendapatan perusahaan. Sedangkan cikal bakalnya adalah penggabungan Kesatuan Industri Pengolahan Kayu Jati (KIPKJ) Gresik dengan Penggergajian Mesin (PGM) daerah dalam wilayah Perum Perhutani Unit II Jawa Timur yang berdiri sejak tanggal 02 Nopember 1977 sebagai rangkaian adanya proyek industri Perum Perhutani yang mulai di rintis sejak tahun 1975 dalam rangka menunjang program pemerintah. Letak dan lokasi Kantor KBM-IK Gresik terletak di Jl. Kapten Darmosugondo tepatnya di Desa Indro, Kec. Kebomas-Gresik, ± 18 km

arah utara Surabaya melalui jalan umum, ± 20 km melalui jalan kereta api dan ± 10 km melalui jalur laut. Luas tanah dan bangunan kawasan Industri Kayu Gresik adalah 12,543 ha, terdiri dari Kantor termasuk Rumah Dinas 1.925 m2 , Bangunan Pabrik/PGM 5.282 m2, dan Los Tempat Penumpukan Kayu (TPK) 3.900 m2. Tanah kosong yang masih memungkinkan bisa di manfaatkan untuk keperluan a l in seluas 7,559 ha yang terbagi menjadi 3 lokasi, yaitu: 1 (satu) lokasi dengan Rumah Dinas seluas 56,700 m2, di tepi laut seluas 12.185 m2 dan 1 (satu) lokasi dengan pabrik seluas 6.700 m2. Sedangkan untuk PGM daerah (PGM Bojonegoro, PGM Jatirogo, PGM Saradan dan PGM Ngawi), secara administrasi tidak mempunyai tanah kosong yang memungkinkan dapat di manfaatkan untuk perluasan industri. Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Gresik mempunyai visi dan misi sebagai berikut : Visi: Menjadi pengelola hutan lestari untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Misi: a. Mengelola sumberdaya hutan dengan prinsip Pengelolaan Hutan Lestari berdasarkan karakteristik wilayah dan Daya Dukung Daerah

Aliran Sungai (DAS) serta meningkatkan manfaat hasil hutan kayu dan bukan kayu, ekowisata, jasa lingkungan, agroforestri, serta potensi usaha berbasis kehutanan lainnya guna menghasilkan keuntungan untuk menjamin pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. b. Membangun dan mengembangkan perusahaan, organisasi serta sumberdaya manusia perusahaan yang modern, profesional dan handal serta memberdayakan masyarakat desa hutan melalui pengembangan lembaga perekonomian koperasi masyarakat desa hutan atau koperasi petani hutan. c. Mendukung dan turut berperan-serta dalam pembangunan wilayah secara regional dan nasional, serta memberikan kontribusi secara aktif dalam penyelesaian masalah lingkungan regional, nasional dan internasional. d. Membangun sumberdaya manusia perusahaan yang bersih, berwibawa dan profesional. e. Mendukung dan berperan serta dalam pembangunan wilayah dan perekonomian nasional. 2. Ketenagakerjaan Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Gresik mempunyai pegawai berjumlah kurang lebih 443 orang terdiri dari 171 pegawai perusahaan dan 272 pegawai pelaksana. Setiap pegawai memiliki

tanggung jawab pada tiap satu unit bagian dan menggunakan sistem kerja berupa shift atau rolling. Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Gresik memiliki komitmen terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini dapat menjamin bahwa setiap karyawan mampu melakukan tugas mereka dengan efesien dan selamat serta bertanggung jawab. Kelanjutan dan keberhasilan perusahaan tersebut akan tergantung kepada kemampuan dan semangat para pekerja yang terlibat.

3. Struktur Organisasi Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu Gresik dipimpin oleh General Manager yang membawahi Manager seperti yang telah dijelaskan, untuk bagan struktur organisasi dapat dilihat pada lampiran gambar.

B. Manajemen Perusahaan Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu dalam satu minggu lima hari kerja mulai hari senin - jumat. Sedangkan untuk bagian produksi/lapangan hari sabtu dan minggu tetap bekerja tetapi dihitung lembur. Sistem kerjanya berupa shift atau rolling terbagi menjadi tiga shift. Shift pertama mulai jam 07.00 WIB - 15.00 WIB, shift kedua mulai jam 15.00 WIB - 23.00 WIB, shift ketiga mulai jam 23.00 WIB - 07.00 WIB. Bagian administrasi/kantor hanya masuk shift pagi saja.

1. Bahan Baku

Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu bahan bakunya berupa log dari jenis kayu jati dengan diameter 15 - 40 cm dan panjang 100 - 350 cm. Bahan bakunya diperoleh dari Tempat Penumpukan Kayu (TPK) Suplyer, petugas penerimaan harus memastikan pada surat bukti Faktur Angkutan Kayu Bulat (FA-KB). Pada dasarnya semua kayu-kayu log di Tempat Penumpukan Kayu (TPK) suplyer sebelum dikirim ke Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Industri Kayu Gresik harus mengalami proses pemilihan dahulu oleh tim pemilih Bahan Baku Industri (BBI) log dari Kesatuan Bisnis Mandiri (KBM) Industri kayu Gresik. Bahan baku dipasok dari Kesatuan Pemangku Kehutanan (KPH) Padangan, Bojonegoro, Parengan, Jatirogo, Tuban, Ngawi, Madiun, Saradan, Jombang, Nganjuk, Mojokerto, Blitar, Malang, Probolinggo, Madura, Jember. Kayu log datang dari Tempat Penumpukan Kayu (TPK) Suplyer disertai surat bukti Faktur Angkutan Kyu Bulat (FA-KB), Daftar Kayu Bulat (DKB) dan Laporan Managemen, kayu log dibongkar dilokasi Tempat Penumpukan Kayu (TPK) persediaan. Diadakan penghitungan jumlah batang pada fisik kayunya. Selesai penghitungan, dibuatkan Nota penerimaan dan diberi nomor urut kayu pada bontosnya menggunakan palu tok.

Untuk perlakuan cara perlindungan dari kerusakan terhadap kayu-kayu log yang khusus untuk bahan baku veneer sayat antara lain: ditumpuk dibawah pohon pelindung, pagar keliling dan ada tugas keamanan, penyimpanan log ditumpuk dilapangan terbuka

atau

dibawah pohon peneduh yang pengaturan dan tempatnya ditentukan dimasing-masing block. 2. Produk yang di Hasilkan Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu membuat beberapa produk diantaranya : 1. Veneer ukuran 920 mm x 130 mm x 0,40 mm 2. Decking ukuran 300 mm-Up x 130 mm x 15 mm 3. Flooring ukuran 300 mm-Up x 100 mm x 15 mm 4. Parquet ukuran 200 mm-Up x 52 mm x 12 mm 5. Reng ukuran 200 mm-Up x 30 mm x 15 mm 3. Pemasaran

Semua produk yang dikerjakan pada Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu sesuai dengan pesanan atau permintaan dari pembeli (joborder). Dalam memasarkan produk yang dihasilkan Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu mengekspor keluar negeri. Adapun Negara ekspor yang dituju adalah China, Korea, Malaysia. Di samping itu juga ada order dari lokal seperti PT. Mega Interior dan Danwood.

C. Lokasi dan Waktu Kegiatan Praktik Kerja Lapang Kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) pada Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu dilaksanakan pada tanggal 01 Maret 2012 - 05 April 2012 dengan waktu kerja mulai pukul 07.00 WIB - 15.00 WIB dengan jumlah hari kerja 7 hari dalam 1 minggu.

III.

HASIL PRAKTEK KERJA LAPANG

A. Persiapan Bahan Baku

Persiapan bahan baku dimulai dari pengangkuan log yang di datangkan dari unit-unit Tempat Penumpukan Kayu (TPK) yang ada di Jawa Timur dengan menggunakan truk kemudian di tumpuk di TPK input. Setiap pengiriman kayu bulat dari TPK ke industri dibuatkan Pembuatan Faktur Angkutan Kayu Bulat (FAK-B). Jangka waktu berlakunya FAK-B tergantung tujuan dan lamanya pengiriman. Adapun log yang di datangkan mempunyai ukuran panjang 100 350 cm dengan diameter 15 - 40 cm. Kemudian log tersebut diangkut ke log deck. 1. Tujuan Tujuan dari persiapan bahan baku adalah untuk memudahkan proses pengerjaan selanjutnya karena bahan bakunya sudah tersedia. 2. Dasar Teori Bahan baku adalah bahan yang membentuk bagian integral produk jadi. Bahan baku yang diolah dalam perusahaan manufaktur dapat diperoleh dari pembelian lokal, pembelian import atau dari pengolahan sendiri. Tempat Penumpukan Kayu (TPK) input adalah tempat untuk menumpuk kayu/log dari suplyer sebelum diangkut ke pabrik. Faktur Angkutan Kayu Bulat

(FAK-B) adalah merupakan surat

keterangan sahnya hasil hutan yang digunakan untuk mengangkut kayu bulat. Isi FAK-B antara lain : Identitas pengirim, identitas alat angkut, tujuan pengangkutan, jenis sortimen, rekapitulasi kayu bulat yang diangkut, penerbit FAK-B. 3. Alat dan bahan a. Log b. Truk c. Fork Lift d. Alat tulis e. Linggis 4. Prosedur kerja Prosedur kerja dalam menyiapkan bahan baku dimulai dari mendatangkan log dari unit-unit yang ada di Jawa Timur

dengan

ukuran sesuai order kemudian ditumpuk di TPK input. Log disortasi dan dianalisa yang sesuai dengan ukuran produk (Blambangan / Vi Stock) yang akan dibuat mengacu pada Surat Perintah Kerja (SPK). 5. Hasil yang dicapai Hasil yang dicapai dari persiapan bahan baku ini adalah dapat memudahkan dalam proses produksi dan dapat meningkatkan produktifitas, lebih efisien dan meminimalkan kerugian. 6. Pembahasan Dengan adanya persiapan bahan baku, maka kelangsungan proses

produksi

akan

berjalan

terus

menerus

dan

terjamin

kelancarannya. Persiapan bahan baku ini merupakan langkah awal sebelum produksi sehingga keberadaannya sangat menentukan proses produksi selanjutnya.

B. Penggergajian 1. Tujuan Tujuan penggergajian adalah menggergaji log menjadi Blambangan / Vi Stock sebagai bahan baku Veneer (produk utama) dan membuat RST (Re Sawn Timber) atau kayu gergajian seperti Decking, Flooring, Parquet, Reng (produk pelariannya).

Vi Stock adalah bahan baku pembuatan veneer yang di dapat dari hasil penggergajian log dengan ukuran 290 cm x 30 cm x 29 cm dan lain-lain sesuai order. 2. Dasar Teori Penggergajian mesin adalah kegiatan merubah log menjadi ukuran - ukuran sortimen - sortimen kayu tertentu dengan cara menggergaji log searah panjang log dengan menggunakan log berupa bilah gergaji. Sortimen-sortimen tersebut dalam bahasa inggris disebut lumber,

dimana

produk

turunannya

kita

kenal

seperti

kaso

(Joist),Papan (Plank), Balok (Beam),Tiang (Post dan Timber), Reng dan sebagainya. Penggergajian sebagai suatu industri primer (hulu) adalah untuk memberikan nilai tambah dari suatu produk hasil hutan berupa

kayu. Salah satu keunggulan dari industri penggergajian adalah tidak terlalu menuntut persyaratan yang khusus terhadap bahan baku (log) seperti halnya pada industri plywood. 3. Alat dan bahan a. Log b. Mesin Band Saw c. Mesin Band Re Saw d. Mesin Cross Cut. e. Alat tulis 4. Prosedur kerja a. Menerima Surat Perintah Kerja: 1) Membuat Rencana Kerja Penggergajian Mesin (PGM) 2) Jenis product yang akan dikerjakan 3) Jumlah Order b. Permintaan Log Membuat permintaan Log sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) dan order yang berlaku. c. Proses Mesin Band Saw: 1) Memindahkan Log dari TPK Input untuk diproses ke atas deck, dan selanjutnya melakukan pembelahan log mengikuti arah pola sesuai order yang sudah ditentukan dengan system yang berlaku untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

2) Log yang memenuhi persyaratan pembuatan veneer sayat dapat dibuat veneer stock, sebelum digergaji lebih dahulu diberi tanda kotak dengan kapur putih pada bontos kayu (posisi menggergaji) yang disesuaikan dengan bentuk dan cacat yang ada pada fisik kayu. d. Proses Mesin Band Re Saw: Menggergaji jeblosan hasil dari mesin Band Saw yang sudah dipola sesuai order. e. Proses Mesin Cross Cut. Menggergaji hasil produksi dari mesin Band Re Saw sesuai order yang telah ditentukan. f. Pencatatan Hasil Produksi. Menghitung dan mencatat seluruh hasil produksi ke dalam blangko Hasil Opname Kayu Gergajian untuk RST, kemudian dibuatkan Daftar Kayu Hasil

Gergajian Mesin yang diketahui oleh Kepala

Penggergajian Mesin dan disetujui oleh Penguji Kayu. g. Pengeringan kayu-kayu gergajian (RST). 1) Langkah awal: a) Penyusunan kayu perpalet sesuai dengan ketebalan kayu / jenis kayu yang sama, dengan kelompok ketebalan: 1 cm - 3 cm, 3 cm - 6 cm, 6 cm up. b) Setelah diperkirakan satu chamber (kamar) penuh ± 50 m3, pintu besar ditutup. c) Alat kontrol chamber dinyalakan.

2) Proses pengeringan a) Dalam proses pengeringan kayu jati, lamanya sesuai dengan ketebalan kayu tersebut. Contoh, tebal : 1 cm - 3 cm

= 7 hari

3 cm - 6 cm

= 15 hari

6 cm - 10 cm

= 1 bulan

b) Kadar air kayu setelah dikeringkan 8 % - 12 % 3) Proses pembongkaran: Setelah proses pengeringan selesai, kemudian dilakukan pembongkaran

yaitu kayu dikeluarkan dari chamber lalu

diserahkan ke TPK out put.

5. Hasil yang dicapai Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu dalam satu shift atau tujuh jam kerja mampu memproduksi Vi Stock 1,5 m3 dan RST 1,2 m3. Dan mampu melakukan pengeringan dalam sekali pengeringan atau satu chamber sebanyak ± 50 m3 dengan Kadar Air (KA) 8 - 12 %. 6. Pembahasan Dalam produk penggergajian, Vi stock merupakan hasil utama yang akan diproduksi. Selanjutnya hasil sebetan atau jeblosan ditujukan untuk Re Sawn Timber (RST), yaitu berupa Decking, Flooring, Parquet Blok, dan Reng. Sisa penggergajian yang tidak

masuk ukuran RST digunakan untuk bahan bakar boiler. Dengan demikian rendemen yang dihasilkan bisa lebih tinggi karena sedikit kayu yang terbuang. Diperum

Perhutani

ini

operator

penggergajian

dalam

menggergaji log tidak memperhatikan arah radial dan tangensial, sehingga Veneer yang dihasilkan nanti arah seratnya tidak tentu, bisa serat mahkota, semi lurus atau lurus. Padahal jika dalam menggergaji log memperhatikan arah radial dan tangensial maka serat yang dihasilkan bisa sesuai dengan yang diinginkan.

C. Pembuatan Veneer Veneer sayat adalah produk olahan berupa lembaran-lembaran kayu tipis yang memiliki ukuran tebal antara 0,20 mm sampai 2,00 mm. 1. Tujuan Tujuan pembuatan veneer adalah menghemat penggunaan kayu, meningkatkan mutu kayu dan memperindah segi dekoratif kayu. 2.

Dasar Teori Veneer jati adalah lembaran tipis kayu jati yang diperoleh dengan cara mengupas atau menyayat kayu bundar jati atau kayu persegian jati lainnya. Veneer adalah lembaran-lembaran kayu yang tipis yang memiliki ukuran tebal antara 0,24 mm - 6,00 mm yang diperoleh dari penyayatan (pengupasan).

3. Alat dan Bahan a. Vi Stock

b. Fork Lift c. Bak Perebus h. Mesin Slicer i. Mesin Dryer j. Mesin Goilutine k. Alat tulis 4. Prosedur kerja a. Penerimaan Surat Perintah Kerja (SPK) dari General Manager b. Membuat rencana kerja pabrik: 1) Merencanakan kebutuhan bahan baku Vi Stock 2) Merencanakan tata waktu penyelesaian Order Veneer c. Membuat permintaan kebutuhan bahan baku. Asisten Manager / Kepala Pabrik veneer membuat permintaan kebutuhan bahan baku kepada asisten Manager / Kepala PGM dengan tembusan kepada Manager Industri Kayu Gresik. d. Penerimaan bahan baku: 1) Penerimaan bahan baku Vi Stock (balok) dari PGM dicatat dalam buku persediaan Vi Stock 2) Membuat laporan penerimaan bahan baku Vi Stock e. Proses produksi Veneer sayat Persiapan: 1) Membersihkan bak rebus (Cooking Vat). 2) Memeriksa semua peralatan mesin-mesin. 3) Memeriksa pisau slicer dan pisau guillotine. 4) Mempersiapkan alat-alat kerja yang diperlukan.

5) Pengasahan pisau slicer dan pisau guillotine. 6) Membersihkan pisau slicer dari kotoran kayu dengan solar. 7) Memasang / menyetel pisau pada mesin asah. 8) Mengasah pisau : a) Pertama diasah dengan mesin asah dengan batu asah greet 120. b) Kedua diasah secara manual dengan batu asah merah greet 1200 f.

Proses perebusan : 1) Bahan baku Vi Stock (balok) yang akan direbus dicatat dalam Daftar Kayu Vi Stock direbus dan pengamatan jam rebus. 2) Setelah bak rebus (Cooking Vat) berisi Vi Stock (balok), bak diisi air hingga penuh kemudian ditutup dan dialiri uap. 3) Lamanya perebusan minimal 72 jam atau 4 hari dengan temperature 80 OC - 100 oC.

g. Proses penyayatan Vi stock (Slicer): 1) Memasang pisau pada mesin slicer, pisau distel (ketinggian dan jaraknya) sesuai dengan rencana ketebalan Veneer yang akan diproduksi. 2) Penyayatan veneer sesuai permintaan order dan mengontrol ketebalan veneer dengan alat mikrometer. 3) Hasil penyayatan veneer sayat setiap 50 lembar diberi batasan agar memudahkan untuk menghitung. 4) Setiap habis penyayatan satu batang kayu Vi Stock (balok) veneernya ditali dalam satu bendel dan dicatat dalam daftar harian veneer sayat dan sisa slice serta pada fisik kayu veneernya diberi label. 5) Sisa slice diberi tanda ukuran dan nomor kayu asal.

h. Proses Dryer Veneer: 1) Memanaskan mesin dryer dalam keadaan kosong (tanpa beban). 2) Menyiapkan veneer dari slicer didepan mesin band dryer. 3) Melakukan pengeringan pada veneer sehingga kadar pada veneer sesuai yang dipersyaratkan dalam order. 4) Mengecek kadar air dengan alat MC meter. 5) Setelah selesai pengeringan, label dikembalikan kebendel semula. i.

Proses Mesin Goilutine Mesin ini berfungsi untuk memotong ukuran panjang dan lebar veneer sesuai yang diinginkan setelah veneer dikeringkan. Langkah-langkah pengoperasian mesin adalah sebagai berikut: 1) Memasang pisau guillotine. 2) Menghidupkan mesin. 3) Memotong veneer dan hasilnya dicatat dalam daftar harian pemotongan veneer.

j.

Quality Control Menguji pemotongan veneer dari hasil mesin guillotine sesuai dari persyaratan mutu order. Veneer hanya diuji fisiknya saja, sedangkan mekaniknya tidak. Pengujian dilakukan secara visual meliputi : 1) Warna : a) Terang b) Semi Gelap c) Gelap 2) Alur : a) Lurus

b) Semi lurus c) Mahkota

Adapun standar veneer yang digunakan adalah : a. SNI (Standart Nasional Indonesia) b. JAS (Japanese Agricultural Standard)

5. Hasil yang dicapai Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu dalam satu hari mampu memproduksi Veneer 46.571,78 m2 atau 18.6287, 57 m3. 6. Pembahasan Biasanya pembuatan veneer dengan mesin kupas (peel/rotary) terutama pada pabrik plywood, namun di Perum Perhutani dalam membuat veneer menggunakan slicing atau penyayatan. Sehingga kayu yang akan di slice harus berbentuk balok/blambangan. Terlebih dahulu blambangan yang akan disayat direbus agar menjadi lunak dan tidak mudah pecah saat disayat. Dalam sistem ini rendemen yang dihasilkan tinggi, namun dibutuhkan biaya dan peralatan tambahan dalam perebusan.

D.

Unit Pengasahan

1. Tujuan Tujuan dari pengasahan adalah mengasah gergaji yang tumpul setelah pemakain. Sehingga setelah diasah akan mempermudah dalam pemakaian dan lebih produktif. 2. Dasar teori Pengasahan yaitu suatu sistem atau mesin yang terdiri dari berbagai komponen yang diantaranya merupakan komponen yang sangat vital akan

mengalami kerusakan. Pengasahan merupakan suatu kegiatan yang melakukan penajaman pada gigi gergaji yang tumpul. 3. Alat dan Bahan a. Bilah gergaji b. Perangkat alat las c. Suitcher d. Mesin Sharpener e. Mesin Side Grinder f.

Mesin Roll Stretcher

g. Mesin Knife Grinder 4. Prosedur Kerja a. Memotong bilah gergaji dengan panjang sesuai ukuran b. Menyambung bilah gergaji kemudian bekas sambungan diratakan c. Diasah untuk penyesuaian bentuk gigi gergaji dengan mesin sharpener d.

Penggiwaran pada gigi gergaji dengan suitcher

e. Pemberian baja pada ujung gigi gergaji dengan las f.

Diasah depan dan punggung gergaji dengan mesin sharpener

g. Diasah atau diratakan samping ujung gigi gergaji yang telah diberi baja dengan mesin side grinder h. Diasah lagi depan dan punggung gergaji dengan mesin sharpener i.

Dilakukan perenggangan / tension pada bilah gergaji dengan mesin roll stretcher

5. Hasil yang dicapai Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Industri Kayu dalam satu shift atau tujuh jam kerja mampu mengasah bilah gergaji ± 4 bilah gergaji.

6. Pembahasan Dengan adanya unit pengasahan ini, maka kerusakan-kerusakan alat atau kendala selama berlangsungnya produksi dapat diatasi.Demikian juga dengan pemeliharaan peralatan dapat ditangani sehingga dapat menjamin produksi berjalan terus-menerus dan mengurangi kemungkinan kerusakan alat yang berdampak pada cost yang lebih besar akibat adanya kerusakan.

E.

Pengemasan dan Penggudangan

1. Tujuan Tujuan dari pengemasan dan penggudangan adalah untuk melindungi produk dari kerusakan seperi kelembaban lantai, air hujan dan kerusakan akibat faktor alam.

2. Dasar teori Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk menyiapkan barang menjadi siap untuk ditransportasikan, didistribusikan, disimpan, dijual dan dipakai. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu melindungi dari bahaya gangguan fisik (gesekan, benturan dan getaran). Penggudangan adalah suatu kegiatan menyimpan produk yang sudah dikemas ke tempat gudang penyimpanan. 3. Alat dan Bahan a. Veneer b. Fork Lift c. Kardus d. Isolasi

e. Karter f.

Tali Rapiah

g. Plastik h. Alat Tulis 4. Prosedur Kerja a. Prosedur kerja pengemasan (Packing). 1) Veneer yang sudah sesuai persyaratan order, dibendel dan atau bila mana pembeli menghendaki untuk ditali, diadakan penalian sesuai dengan jumlah permintaannya. 2) Khusus untuk veneer ekspor dimasukkan ke karton Box dan dipallet. 3) Masing-masing pallet dibuatkan packing list. b. Sedangkan untuk kayu gergajian (Re Sawn Timber / RST) tidak dilakukan pengemasan, hanya dilakukan pengikatan. c.

Prosedur kerja penggudangan. 1) Prosedur penerimaan finish product a) Hasil produksi dari pabrik yang siap untuk dijual dalam negeri maupun untuk Eksport, pada saat masih dipabrik sudah dinyatakan LULUS Quality Control (QC) oleh team QC KBM Industri kayu Gresik, kemudian produk tersebut dikirim ke Ware House (Gudang Penyimpanan). b) Didalam inspeksi penerimaan barang yang meliputi : (1) Kemasan/bendelan/box harus dalam keadaan baik dan utuh. (2) Penulisan pada label dikemasan harus jelas terbaca daan tertera pada tempat yang sudah di tentukan dan cocok dengan surat bukti pengirimannya.

2) Prosedur penyimpanan finish product Finish Product baik milik perhutani maupun milik pihak ketiga (yang sudah dibayar) namun belum diangkut / diambil, selanjutnya ditumpuk perjenis Product, diberi ganjal agar rata, sehingga terhindar dari kelembaban lantai, air hujan dan kerusakan akibat faktor alam. Penumpukan finish product dibedakan : a) Penumpukan untuk pelayanan Eksport : (1) Ditumpuk per jenis finish product (2) Product yang akan di eksport ditata kedalam palet yang meliputi : Mutu, Nomor palet, Jumlah Lembar , Volume. (3) Diinformasikan kepada bagian pemasaran bahwa barang siap Eksport, agar segera dilakukan staffing kedalam countainer. b) Penumpukan untuk order dalam negeri : (1) Ditumpuk per jenis finish product, per order. (2) Setelah mencukupi order, dibuatkan daftar kapling. (3) Pada tumpukan yang sudah terkapling diberi label status. 5. Hasil yang dicapai Dalam satu harinya Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Indistri Kayu mampu mempacking Veneer sebanyak ± 20 box. 6. Pembahasan Dengan adanya pengemasan produk makaakan tercipta suatu produk yang siap untuk dikirim kepada pelanggan dalam bentuk yang rapi dan terhindar dari bahayakerusakan saat pengangkutan. Adanya kemasan yang baik akan memudahkan dalam penyusunan dalam pengangkutannya.

Demikian pula dengan penyimpanan produk, dengan penyimpanan yang baik dan terkontrol akan menghindarkan dari kerusakan akibat faktor alam dan perusak kayu. Juga sebagai produk cadangan apabila ada order yang datang dan memenuhi persyaratan

IV.

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Dari hasil Praktek Kerja Lapang (PKL) di Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Indistri Kayu maka penulis dapat menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut : 1. Alat-alat yang digunakan dalam proses produksi veneer meliputi : mesin band saw, mesin slicer, mesin dryer, mesin goilutine 2. Target produksi yang direncanakan dapat tercapai apabila ketersediaan dan suplai bahan baku mencukupi, kondisi mesin yang baik juga sumber daya manusia yang mampu menyelesaikan masalah dan melakukan pekerjaan dengan baik. 3. Ketersediaan bahan baku dipasok dari KPH Padangan, Bojonegoro, Parengan, Jatirogo, Tuban, Ngawi, Madiun, Saradan, Jombang, Nganjuk, Mojokerto, Blitar, Malang, Probolinggo, Madura, Jember, Bondowoso. 4. Pada proses produksi, bahan baku yang dapat dimaksimalkan oleh perusahaan dengan diolah menjadi produk sampingan seperti deking, flooring, parquet, reng, sehingga bahan baku yang tidak dapat dijadikan veneer dapat diolah menjadi produk lain. 5. Dalam kegiatan produksi veneer Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Indistri Kayu terbagi dalam beberapa seksi, yaitu : TPK input, penggergajian, perebusan,

penyayatan,

penggudangan.

pengeringan,

pemotongan,

packing

dan

B. Saran

Dari hasil kegiatan Praktek Kerja Lapang (PKL) di Perum Perhutani Kesatuan Bisnis Mandiri Indistri Kayu ini ada beberapa saran yang penulis sampaikan antara lain : 1. Sebaiknya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diterapkan dengan baik kepada karyawan untuk keselamatan para karyawan, seperti menggunakan masker penutup mulut dan hidung saat bekerja dan alat safety yang lainnya. 2. Sebaiknya pula kegiatan Praktek Kerja Lapang berikutnya para mahasiswa dibimbing langsung oleh Departemen Quality Control, karena mereka lebih menguasai segala hal dan dapat menjelaskan sedetail mungkin hal-hal yang berhubungan dengan proses produksi, selain itu mereka juga memliki waktu yang lebih fleksibel. 3. Perlunya dukungan dari perusahaan kepada mahasiswa untuk melakukan penelitian guna memperlancar proses produksi dan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi. 4. Sebaiknya memperhatikan arah radial dan tangensial saat menggergaji / menyayat Vi stock, hal ini agar diperoleh arah serat sesuai yang diinginkan (serat lurus / mahkota).

LAMPIRAN – LAMPIRAN

GENERAL MANAGER Ir. ANDI RIANA.MSi

MAN. SAR. & MITRA Ir. CECEP HERMAWAN

ASS.MAN.PERSEDIA AN IMAM W R

KA.UR.INPUT BB SOEHARTONO

KA.UR.OUTPUT PROD SURYONO

ASS.MAN.EXPORT SUPRAYOGI

KA.UR.REN.EXP RT CHABIB

KA.UR.DOK.PAL NURDIYANTO

MAN.INDUSTRI KAYU Ir. LORENTTIUS S

ASS.MAN.VI & FW SUKIMAN

KA.UR.VENEER PRAPTO W & M J LUTFI

KA.UR.FANCYWW OD NGANTI S

KA.UR.HUMAS & UMUM SARMAN

ASS.MAN.KEU HADI SUPRAPTO KA.UR.PRODUKSI SAMPURNO & A. MU’ID KA.UR. KD ……………………… …..

ASS.MAN.KEMITRA AN SUPRAYOGI

TIM PEMASARAN

KA.UR .SDM AMINATIN

ASS.MAN.PGM IKG SUWANDI

ASS.MAN. TEKNIK EDI MULYONO

PENGUJI TK.I ISMA’IL

ASS.MAN.SDM &UMUM ENDANG SUTJIATI

KA.UR. ASAH MUSO P

KA.UR.PEMELIHA RAAN BUDIYONO

KAUR.KEU WENDY ARWI S.SE

ASS.MAN.PPIC ELSA RAHMAWATI

KA.UR.RENC PROD PURWANTO

KA.UR.DATA& LAP SUTOMO

Gambar 1. Struktur Organisasi Perum Perhutani KBM-IK Gresik

MULAI Penerimaan Surat Perintah Kerja Rencana Kerja PGM

Permintaan Bahan Baku Industri Band Saw

Pola

Band Re Saw

Pola

Cross Cut

QC

Pencatat Produksi

TPK Out Put Gambar 2. Bagan Proses Produksi PGM

Gambar 2. Bagan Proses Produksi PGM

MULAI

Surat Perintah Kerja Rencana Kerja

Penggergajian Mesin

Qualiti Control

Penerimaan

Bak Rebus

Slicer

Veneer Sayat

Sisa Slice

Band Dryer

Veneer Brutto

Goillotine

Veneer Netto

Quality Control

Packingeng

Penyerahan

Ware Hause

SELESAI

Gambar 3. Bagan Proses Produksi Veneer

Gambar 4. TPK Input

Gambar 5. Vi Stock

Gambar 6 . Decking dan Flooring

Gambar 7 . Parquet dan Reng

Gambar 8 . Perebusan Vi Stock

Gambar 9 . Penyayatan Vi Stock

Gambar 10. Pengeringan Veneer

Gambar 11. Pemotongan Veneer

Gambar 12. Packing

Gambar 13. Veneer Siap Ekspor

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.