MAKALAH PERALATAN DIAGNOSTIK DASAR (SPHYGMOMANOMETER)


1 MAKALAH PERALATAN DIAGNOSTIK DASAR (SPHYGMOMANOMETER) Disusun oleh : Nama : Muhammad Geraldo NIM : Kelas :B Dosen : Heri Purwoko, ST PROGRAM STUDI T...
Author:  Johan Hartono

0 downloads 43 Views 1MB Size

Recommend Documents


MAKALAH DASAR DASAR PENDIDIKAN
1 MAKALAH DASAR DASAR PENDIDIKAN HIERARKI TUJUAN PENDIDIKAN DAN TUJUAN KURIKULUM NAMA KELOMPOK : 1. NASRIA IKA NITASARI ( ) 2. ARI TRI MARIA ( ) 3. NU...

MAKALAH DASAR-DASAR mesin
1 MAKALAH DASAR-DASAR mesin Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Pelajaran Teknik Dasar Otomotif Disusun Oleh: B cex2 KATA PENGANTAR Puji syukur kita ...

MAKALAH MESIN PERALATAN PENGOLAHAN PANGAN (Ekstruder)
1 MAKALAH MESIN PERALATAN PENGOLAHAN PANGAN (Ekstruder) Oleh: Kelompok II Ahyat Hartono ( ) Tina Sartika ( ) Dudin Zaenudin ( ) JURUSAN TEKNIK DAN MAN...

MAKALAH DASAR DASAR ILMU POLITIK
1 MAKALAH DASAR DASAR ILMU POLITIK KELOMPOK 3 : OLEH : FAJAR BAHARI SINULINGGA JEFFRI PRANATA BARUS WAWAN MULYANA YULIANA ULFA B REGULER 2012 PENDIDIK...

MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR
1 MAKALAH ILMU ALAMIAH DASAR Bagaimana Pengaruh Suhu terhadap Kelarutan Zat Padat dalam Zat Cair Oleh : Fitria Anjar Sari UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ...

Makalah Statistika Dasar
1 Makalah Statistika Dasar ANALISIS KORELASI Disusun Oleh : Kelompok: 7 Anggota : 1. Helsy Dinafitri ( ) 2. Nia Nopeliza ( ) 3. Amalia Ratnasari ( ) 4...

MAKALAH DASAR KESEHATAN MASYARAKAT
1 MAKALAH DASAR KESEHATAN MASYARAKAT Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Dasar Kesehatan Masyarakat Dosen: Indri Hapsari Susilowati, SKM, MKKK, ...

MAKALAH ALAT KESEHATAN. Alat-Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro
1 MAKALAH ALAT KESEHATAN Alat-Alat Kesehatan Diagnostik In Vitro Disusun Oleh: Kelompok 5 Sukardi S. Lisa Christine Megawati Indara Dewi SY Nurul Hikm...

MAKALAH DASAR-DASAR DAN PROSES PEMBELAJARAN
1 MAKALAH DASAR-DASAR DAN PROSES PEMBELAJARAN TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA OLEH : KELOMPOK I 1. CHATRA YUDHA 2. HARDIANTI IBRAHIM 3. DEBY...

Bab II. Operasi Dasar Peralatan Komputer
1 Bab II Operasi Dasar Peralatan Komputer Pernahkah kalian memperhatikan ayah atau saudara bahkan kalian sendiri sebelum mengendarai sepeda motor atau...



MAKALAH PERALATAN DIAGNOSTIK DASAR (SPHYGMOMANOMETER)

Disusun oleh : Nama

: Muhammad Geraldo

NIM

: 20153010064

Kelas

:B

Dosen

: Heri Purwoko, ST

PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTROMEDIK PROGRAM VOKASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2016

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kesehatan menjadi kebutuhan mutlak bagi setiap manusia, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan rohani. Hal itu pada dasarnya membutuhkan pengetahuan. Oleh karena itu, pengetahuan tentang kesehatan menjadi bagian yang sangat penting untuk mendukung proses kerja tensimeter digital dan fungsi-fungsi bagian dari tensimeter digital di dalam menghadapi perubahan situasi dan kondisi yang berkembang dengan cepat. Salah satu sumber pengetahuan penting yang dapat menunjang proses kesehatan yang baik adalah tensimeter. Tensimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan darah pada manusia. Berdasarkan fungsi yang sangat penting tersebut maka harus ada pengetahuan yang benar tentang tensimeter agar berguna dengan baik dan digunakan secara tepat. Menurut perkembangan era globalisasi tensimeter pun ikut berkembang, mulai dari tensimeter aneroid (jarum) kemudian tensimeter air raksa dan sekarang tensimeter digital. Tensimeter digital mempunyai keunggulan daripada tensimeter aneroid dan tensimeter air raksa. Tensimeter digital penggunannya lebih gampang daripada tensimeter yang lain. Tensimeter sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari , seperti dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Dokter dan semua lembaga kesehatan sangat memerlukan tensimeter untuk mengukur tekanan darah pasien dan sebagai alat pembelajaran di bidang pendidikan. Hipertensi atau darah tinggi merupakan salah satu penyakit yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Angka kematian yang di cetuskan oleh hipertensi juga sangat tinggi. stroke, gagal jantung adalah beberapa contoh penyakit yang penyebab awalnya adalah hipertensi. Penyakit komplikasi diatas terjadi biasanya dikarenakan kurangnya kesadaran penderita hipertensi untuk secara rutin mengontrol tekanan darahnya, baik itu di puskesmas atau mengecek sendiri menggunakan tensimeter pribadi. Peralatan kesehatan merupakan salah satu faktor penunjang yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik di rumah sakit ataupun di sarana pelayanan kesehatan lainnya. Oleh karena itu,

2

kondisi maupun fungsi alat kesehatan harus dalam keadaan baik agar dapat mendukung pelayanan medik prima pada sarana pelayanan kesehatan tersebut. Untuk mencapai hal tersebut peralatan kesehatan perlu dikelola, dipelihara, diuji dan dikalibrasi dengan baik dan benar secara berkala dengan mendayagunakan teknisi elektromedis sebagai tenaga utama dalam upaya pemeliharaan, pengujian, dan kalibrasi peralatan kesehatan melalui pelayanan teknik elektromedik.

B. Rumusan Masalah Dapatkah mahasiswa memahami prinsip kerja, teknik pemeliharaan, perbaikan, blok diagram alat tensimeter baik aneroid, raksa maupun digital?

C. Tujuan 1. Dapat mengetahui kegunaan tensimeter digital. 2. Mengetahui jenis-jenis tensimeter yang sering digunakan. 3. Mengetahui cara kerja tensimeter digital 4. Mengetahui cara pengoperasian dan pemeliharaan tensimeter digital. 5. Mengetahui sejarah tensimeter digital

3

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Tensimeter merupakan salah satu alat paling vital dalam dunia kesehatan. Hampir dalam setiap pemeriksaan awal, perawat akan menggunakan tensimeter untuk mengukur tekanan darah pasien. Tensimeter adalah suatu alat medis yang digunakan untuk mengukur tekanan darah, tekanan darah atas (sistol) dan tekanan darah bawah (diastol). Nilai normal dari tekanan darah atas adalah 120 mmHg dan tekanan darah bawah adalah 80 mmHg. Alat ini dapat diletakkan di ruang pemeriksaan atau klinik maupun di bangsal. Pada umumnya, setelah dokter maupun perawat memeriksa tekanan darah kita, mereka akan memberitahukan kepada kita hasil pengukuran Tekanan Darah dengan menyebutkan Tekanan Sistolik dan Tekanan Diastoliknya baik secara lisan maupun tulisan. Contohnya 120/80. Dari contoh angka tersebut, maka kita dapat mengetahui bahwa Tekanan Sistolik adalah 120mmHg dan Tekanan Diastolik adalah 80mmHg. Perkembangan teknologi yang semakin maju, menyebabkan bentuk dan ragam jenis tensimeter pun ikut berubah. Yang paling mencolok tentu saja, dari segi desain dan teknologi. Sehingga penggunaannya pun kian praktis tidak lagi dipompa, karena menggunakan metode digital. Dengan adanya perkembangan teknologi tensimeter membuat kita tidak perlu lagi pergi ke dokter hanya untuk sekedar mengukur tekanan darah. Pengukuran tekanan darah sekarang bisa dilakukan di rumah, di kantor atau bahkan di dalam mobil. Hasil pengukurannya pun cepat dan langsung mengetahui angka tekanan darah pada monitor tensimeter. Sementara pada model lama, pengguna harus mulai dengan mereka-reka dan merasakan denyutan nadi sebelum memasangkan tensimeter. Tensimeter Digital Merupakan sebuah alat pengukur tensi darah secara digital/ elektronis. Alat kesehatan tersebut gunanya untuk mengukur tensi darah secara mudah dan langsung menunjukkan angka tensi darah dengan hasil yang akurat. Pengukur Tekanan darah Digital ini Beroperasi dengan menggunakan tenaga Baterai, hasil pengukurannya pun dapat langsung terlihat pada layar monitor yang memunculkan angka pengukuran Tekanan Darah. Dipergunakan untuk pemeriksaan pasien hipertensi, anemia, dan lain sebagainya. Tensimeter 4

digital lebih canggih dan praktis dipergunakan, namun harganya memang lebih mahal dibandingkan dengan yang konvensional. Tensimeter ini sangat mudah digunakan sehingga siapapun dapat memakainya sendiri dan memperoleh hasil yang akurat tanpa harus repot-repot pergi ke pusat kesehatan atau dokter jika hanya untuk mengecek tensi darah. Apalagi kalau sudah divonis penakit tekanan darah tinggi, alat ini mutlak adanya untuk mencegah kenaikan tekanan darah dan untuk memberikan peringatan dini jika tekanannya mulai bergerak naik.

Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada system sirkulasi. Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostatsis di dalam tubuh. Tekanan darah selalu diperlukan untuk daya dorong mengalirnya darah di dalam arteri, arteriola, kapiler dan sistem vena, sehingga terbentuklah suatu aliran darah yang menetap.1 Jika sirkulasi darah menjadi tidak memadai lagi, maka terjadilah gangguan pada system transportasi oksigen, karbondioksida, dan hasil-hasil metabolisme lainnya. Di lain pihak fungsi organ-organ tubuh akan mengalami gang uan sepertigangguan pada proses pembentukan air seni di dalam ginjal ataupun pembentukan cairan cerebrospinalis dan lainnya. Terdapat dua macamkelainan tekanan darah darah, antara lain yang dikenal sebagai hipertensiatau tekanan darah tinggi dan hipotensi atau tekanan darah rendah.1Hipertensi telah menjadi penyakit yang menjadi perhatian di banyak Negaradi dunia, karena hipertensi seringkali menjadi penyakit tidak menular nomor satu di banyak negara.

5



Tekanan darah pada manusia : 1. Laki – laki : 100 – 120 80 – 100 2. Perempuan : 90 – 110 70 – 90

 

(sistole) (diastole) (sistole) (diastole)

Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring. Tensimeter ada 3 macam : 1. Tensimeter Aneroid 2. Tensimeter Air Raksa 3. Tensimeter Digital

CARA MENGHINDARI KESALAHAN PENGUKURAN PADA TENSIMETER DIGITAL: 1. Jangan makan, merokok, dan berolah raga selama 30 menit sebelum dilakukan pengukuran. 2. Beristirahatlah selama 15 menit sebelum mengulang pengukuran 3. 4. 5. 6. 7.

berikutnya. Hindari pengukuran tekanan darah pada saat pasien mengalami stress. Singsingkan lengan baju pasien sebelum memulai pengukuran. Pengukuran sebaiknya dilakukan di dalam ruangan yang tenang Pasien dalam keadaan santai dan dalam posisi duduk. Letakkan tangan kiri di atas meja atau di atas tangan kursi sedemikian

rupa sehingga manset berada dalam posisi yang sejajar dengan jantung. 8. Tetap tenang dan tidak boleh berbicara selama pengukuran. 9. Jangan melakukan pengukuran setelah baru selesai mandi, minum alhokol atau setelah berolah raga.

6

B. Teknik Pengukuran Tekanan Darah Secara garis besar ada 2 jenis teknik pengukuran tekanan darah, yaitu secara invasive dan non-invasive. Pengukuran secara invasive dilakukan dengan cara menusukkan jarum cannula ke pembuluh arteri. Kemudian cannula tersebut dihubungkan melalui selang ke sebuah sistem yang memiliki electronic pressure transducer, dimana sistem tersebut akan memonitor secara langsung tekanan dari darah yang mengalir pada selang. Keuntungan sistem invasive ini adalah keakuratan yang tinggi dan kemampuan alat untuk memonitor tekanan darah secara real-time. Kekurangannya adalah dibutuhkannya kemampuan yang memadai untuk melakukan teknik ini dengan baik dan benar, karena besar dan kompleksnya alat yang digunakan membuat teknik ini kurang sesuai untuk pemakaian yang mementingkan kepraktisan. Teknik pengukuran secara non-invasive lebih mudah dan praktis bila dibandingkan dengan pengukuran secara invasive, karena itu teknik ini lebih sering digunakan walaupun memiliki tingkat keakuratan yang lebih rendah. Teknik pengukuran ini dibagi menjadi 2 metode, yaitu metode auscultatory dan oscilometric. 1. Metode Auscultatory Metode ini menggunakan 2 buah alat, yaitu sphygmomanometer dan sebuah stetoskop. Pengukuran dilakukan dengan cara mengikat lengan dengan manset (cuff) yang tersedia pada sphygmomanometer dan mendengarkan suara aliran darah pada pembuluh arteri lengan dengan menggunakan stetoskop. Pertama manset dilingkarkan di lengan atas pengguna dan dipompa hingga tekanan pada sphygmomanometer menunjukkan angka di atas 180 mmHg, hal ini mengakibatkan terhentinya aliran darah pada pembuluh arteri lengan. Kemudian cuff dikempeskan perlahan-lahan dengan cara memutar knob pada pompa (bulb). Bila terdengar suara berdetak atau berdenyut (korotkoff sound) berarti darah sudah mulai sedikit mengalir pada pembuluh arteri. Nilai tekanan yang ditunjukkan oleh sphygmomanometer ketika suara detakan pertama terjadi adalah nilai tekanan sistolik. Bila tekanan pada manset sudah cukup rendah maka darah dapat mengalir lagi dengan lancar, dengan demikian suara berdetak tidak akan terdengar lagi. Tekanan yang ditunjukkan oleh sphygmomanometer pertama kali suara menjadi tidak terdengar adalah tekanan diastolik. Pengukuran dengan metode ini membutuhkan bantuan ahli seperti dokter atau perawat yng sudah terlatih untuk melakukan pengukuran ini, sehingga tingkat error dalam pengukuran kecil.

7

2. Metode Oscilometric Metode ini mirip dengan metoda auscultatory namun yang digunakan untuk mendeteksi denyutan pembuluh darah bukan stetoskop tetapi sebuah sensor tekanan yang terubung dengan udara di dalam manset, sensor ini juga berfungsi untuk mengukur tekanan pada manset. Umumnya metode ini menggunakan sebuah sphtgmomanometer digital yang sudah dilengkapi dengan manset berikut sensornya, serta layar untuk menampilkan hasil pengukuran.

Grafik pengukuran tekanan darah metode oscilometric

8

Langkah - langkah yang dilakukan sama seperti metode auscultatory, ketika tidak ada darah yang mengalir didalam arteri, tekanan udara pada manset bernilai relatif konstan. Saat darah mulai mengalir, pembuluh arteri mulai berdenyut dan mengakibatkan perubahan tekanan udara pada manset. Kuatnya denyutan isolasi dari pelan menjadi semakin kuat kemudian memelan lagi sampai menjadi stabil ketika darah sudah mengalir dengan lancar. Perubahan tekanan udara pada manset yang disebabkan oleh denyutan ini diubah oleh sensor menjadi sinyal listrik dan dikalkulasi oleh sphygmomanometer digital untuk mendapatkan nilai sistolik dan diastolik. Metode ini biasanya dilakukan secara otomatis oleh sphygmomanometer digital sehingga menjadikan metode ini lebih praktis dan pengguna dapat melakukannya sendiri di rumah. Namum kekurangannya adalah tingkat error yang lebih tinggi dibandingkan dengan metode auscultatory, karena sphygmomanometer digital tidak dapat membedakan denyutan yang terjadi secara alami dengan denyutan yang terjadi karena pengguna bergerak ketika pengukuran dilakukan. Oleh sebab itu pengukuran dengan metode ini mengharuskan pengguna untuk diam selama pengukuran dilakukan.

C. Prinsip Kerja Udara akan dipompa ke manset sekitar 20 mmHg di atas tekanan sistolik ratarata ( sekitar 120 mmHg untuk rata-rata ). Setelah itu perlahan-lahan udara akan dilepaskan dari manset dengan mengendorkan knop pada tensimeter sehingga menyebabkan tekanan dalam manset akan menurun. Secara perlahan manset akan mengempes, kita akan mengukur osilasi kecil dalam tekanan udara dari manset lengan. Tekanan sistolik merupakan tekanan di mana denyut nadi mulai terjadi atau bisa dikatakan sebagai batas bawah. Kami akan menggunakan MCU untuk mendeteksi titik di mana osilasi ini terjadi dan kemudian merekam tekanan dalam manset. Kemudian tekanan dalam manset akan menurun lebih lanjut. Tekanan diastolik akan diambil pada titik di mana osilasi mulai menghilang. Tensimeter digital mempunyai 3 teori dasar, yaitu : 1) Metode Osilometri, yaitu Proses pengukuran perubahan tekanan udara yang berada didalam manset yang disebabkan oleh tekanan dari nadi. 2) Unit melakukan pengukuran MAP terlebih dahulu baru kemudian melakukan penghitungan tekanan Systolic dan Diastolic. 3) Hasil pengukuran biasanya ditampilkan pada display LED atau pada layar monitor.

9

D. Klasifikasi Tekanan Darah Klasifikasi Tekanan Darah untuk Orang Dewasa Kategori Hipotensi Normal Prehipertensi Hipertensi Tingkat 1 Hipertensi Tingkat 2 Hipertensi Tingkat Darurat

Sistolik (mmHg) < 90 90 - 119 120 - 139 140- 159 160 - 179 ≥ 180

Diastolik (mmHg) < 60 60 – 79 80 – 89 90 – 99 100 – 109 ≥ 110

Berdasarkan Tabel Klasifikasi Tekanan Darah diatas, Tekanan Darah yang Normal adalah berkisar antara 90mmHg sampai 119mmHg untuk Tekanan Sistolik, sedangkan untuk Tekanan Diastolik adalah sekitar 60mmHg sampai 79mmHg. Tekanan darah dibawah 90/60 mmHg dikategorikan sebagai Hipotensi (Hypotension) atau Tekanan Darah Rendah, sedangkan diatas 140/90mmHg sudah

dikategorikan

sebagai

Tekanan

Darah

Tinggi

atau

Hipertensi

(Hypertension).

E. Perbandingan Tensimeter Manual dan Tensimeter Digital secara umum tensimeter ada dua jenis, 1. Tensimeter manual  Tensimeter jarum atau jam  Tensimeter raksa 2. Tensimeter digital  Tensimeter digital di lengan  Tensimeter digital di pergelangan

Tensimeter Jarum  Harga lebih murah bila dibandingkan dengan jenis lain (tergantung merk)  Mudah dibawa (biasanya diberikan juga tas/kantong untuk     

penyimpanannya) Akurasi tinggi hingga 2mmHg Tidak rewel Cocok untuk penderita hipertensi yang sangat tinggi > 250 mmHg Tahan lama asal jarumnya tidak terbentur/ jatuh Sparepart selain jarum/jam tensi cukup mudah dicari 10

 Penggunaan cukup sulit bagi pemula karena memerlukan latihan dulu  Sulit bila akan mengukur sendiri, membutuhkan asisten terutama untuk manula  Untuk hasil yang akurat harus menggunakan stetoskop sebagai alat bantu

Tensimeter Raksa  Harga lebih mahal bila dibandingkan dengan tensimeter jarum/raksa     

(tergantung merk) Akurasi tinggi Body tensi terbuat dari besi Cocok untuk penggunaan klinik Cocok untuk penderita hipertensi yang sangat tinggi > 250 mmHg Tidak cocok untuk dibawa bepergian, karena bentuknya yang panjang dan

kaku  Tahan lama asal tidak jatuh  Bila tidak hati2 dalam penyimpanan dan perwatan kaca untuk pengukuran bisa pecah  Sparepart selain kaca tensi cukup mudah dicari  Penggunaan cukup sulit bagi pemula karena memerlukan latihan dulu  Sulit bila akan mengukur sendiri, membutuhkan asisten terutama untuk manula  Untuk hasil yang akurat harus menggunakan stetoskop sebagai alat bantu . Tensimeter Digital Lengan  Harga terhitung mahal bila dibandingkan dengan tensimeter jarum (tergantung merk)  Mudah dibawa karena bentuknya yang kecil  Penggunaan mudah tinggal memencet satu tombol, pengukuran akan terhitung sendirinya  Spare part mudah didapat  Biasanya ada indikator hipertensi  Ketika penggunaanya harus mengikuti

instruksi

yang

diberikan

di

panduannya  Bila pasien tidak bisa diam sulit diddapatkan hasil yang akurat  Akurasi pembulatan  Pada umumnya tidak bisa digunakan oleh penderita hipertensi dengan ukuran lebih dari 250 mmHg karena hasilnya akan Error / tidak terbaca

11

Tensimeter Digital lengan Tidak terlalu berbeda dengan tensimeter digital lengan, hanya saja dari bentuk ini lebih kecil dan mudah dibawa. penggunaanya di lengan seperti jam tangan.

F. Keunggulan & Kelemahan Keunggulan : 1. Aman, karena tidak menggunakan air raksa yang berisiko radiasi logam berat 2. Praktis 3. Hasil pengukuran langsung ditampilkan pada layar digital 4. Multifitur, alat ini biasanya dilengkapi juga dengan beragam fitur lain yang bermanfaat. Seperti grafik tekanan darah (apakah darah normal atau tidak) 5. Fitur irreirreguler heart beat, tidak perlu pelatihan khusus untuk menggunakannya, karena cara penggunaan tidak jauh beda dengan tensimeter air raksa. Kelemahan : Tensimeter

digital

juga

memiliki

kelemahan

yaitu

tingkat

akurasi

pengukuran lebih rendah dari pada tensimeter raksa. Akurasi pengukuran pada tensimeter digital ini dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya : 1. Kondisi baterai (daya) 2. Usia pemakaian (semakin lama pemakaian semakin menurun tingkat akurasi) 3. teknologi produk. Oleh karena itu kalibrasi secara berkala perlu dilakukan, dan untuk proses kalibrasi digunakan tensimeter air raksa.

G. Komponen penyusun Tensimeter Digital 

Komponen dari tensimeter digital adalah : 1. Manset 2. selang Fungsinya : 

Manset (cuuf) : Manset yang digunakan untuk membungkus lengan atas. Ukuran tekanan darah normal untuk manusia dewasa (dengan kondisi saat pengukuran normal, tidak setelah berolahraga):

 

Systolic Diastolic

: kurang dari 120 mmHg (2,32 psi atau 15 kPa) : kurang dari 80 mmHg (1,55 atau 10 kPa)

Mempelajari tentang sirkulasi tekanan darah, tentu harus bertolak dari Hukum Poiseulle & Bernouli karena dalam hukum tersebut ada hubungan antara tekanan, kekuatan aliran & tahanan (Poiseuille) yg berlaku di dalam 12

susunan pembuluh darah. Pada prinsipnya, darah itu ngalir ke arah turunnya tekanan yg berlaku di sepanjang pembuluh darah tersebut.. Sekitar tahun 1730, R. Stephen H. menggunakan pipa gelas panjang yg langsung dihubungin ke pembuluh arteri kuda dengan perantara trakea angsa. Apabila para ahli bedah, mengukur pembuluh darah memakai kateter yg dipasang langsung pada pembuluh darah, yang sebelumnya salah satu ujung kateternya dihubungin ke transduser tekanan. Tapi karena cara yang digunakan R. Stephen H dan para ahli bedah tersebut sangat tidak praktis, maka diciptakanlah sphygmomanometer (tensi.red) yg terdiri dari manometer air raksa, pressure cuff & stetoskop. Pressure cuff dipasang pada lengan kemudian dipompa perlahan-lahan dengan tujuan aliran darah dapat distop, kemudian akan terlihat air raksa dalam tabung naik pada skala tertentu (S), kemudian saat pressure cuff dilepaskan secara perlahan (D). Stetoskop diletakan di daerah volar persis di atas arteri brakhialis, melalui stetoskop itu akan terdengar vibrasi turbulensi darah yg disebut Bunyi Korotkoff. Bunyi hilang pertama disebut Sistolik (S), sedangkan bunyi muncul pertama disebut Diastolik (D). Dari situ kita bisa memprediksi tekanan darah seseorang (dengan catatan systole dan diastole).

H. Pengoperasian (SOP) 1. Pastikan tidak ada udara yang tersisa di dalam bladder pada manset. Kecuali untuk tipe advance yang memiliki sistem menguras udara residu pemeriksaan sebelumnya. 2. Ukuran manset juga harus sesuai dengan pemasangan yang benar. Walau pun tipe automatis/digital bila manset yang digunakan tidak tepat, maka hasil pengukurannya pun akan tidak tepat. 3. Bila memakai model tensimeter digital yang wrist (model di pergelangan tangan), gunakanlah pergelangan tangan kiri, kecuali karena ada kondisi yang tidak memungkinkannya. Mengapa harus tangan kiri? Model wrist ini sangat sensitif sehingga lebih baik menggunakan tangan yang paling dekat dengan jantung. Jangan lupa juga untuk melepaskan jam tangan dan gelang. 4. Posisi pemasangan manset (tipe apa pun juga) harus memperhatikan artery marking (penanda posisi arteri) yang ada pada manset. 5. Sebelum menekan tombolnya, pastikan tingginya manset sama dengan jantung, sehingga disarankan diperiksa dalam keadaan duduk. Bila memakai model wrist, tempelkan pergelangan tangan yang diperiksa ke dada. 13

6. Tekan tombol pemompa, dan tunggulah dengan sabar sampai alat benar-benar berhenti bekerja.

Jangan bergerak, jangan bicara, dan jangan banyak

bergoyang saat pemeriksaan; karena tensi meter digital terutama model wrist sangat sensitif, sehingga getaran kecil dapat membuat salah pembacaan. 7. Baca hasilnya pada layar dan jangan dibulatkan. Angka yang ditunjukkan merupakan angka yang biasanya sampai ke satuan mmHg. 8. Bila akan dilakukan pemeriksaan kedua, berilah jarak interval setidaknya 5 menit untuk memberikan sistem peredaran darah kembali normal setelah tertekan saat pengukuran sebelumnya. Kemudian ulangi proses dengan cara yang sama. Tekanan sistolik adalah besarnya tekanan yang timbul pada pembuluh arteri saat jantung memompa darah (berkontraksi). Sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan saat jantung dalam fase istirahat. Alat ini sangat penting jika ada diantara keluarga menderita tekanan darah tinggi, maka perlu memiliki alat

pengukur

tekanan

darah

(sphygmomanometer).

Salah

satu

kunci

keberhasilan mengendalikan tekanan darah pasien tekanan darah tinggi adalah pengukuran tekanan darah secara teratur.

I. Fitur Pada Tensimeter Digital

14

15

J. Tipe – tipe Tensimeter Digital 1. Tipe Arm

2. Tipe Wirst 16

K. Penyimpanan Tensimeter Digital 

Lipat dan rapikan selang, manset dan bulb. 17

 

Pastikan setelah digunakan tensimeter digital dalam keadaan OFF atau mati. Bersihkan tensimeter digital sebelum dan setelah penggunaan agar tensimeter

 

digital tetap awet. Tempatkan tensimeter digital di tempat penyimpanan semula Simpan di tempat yang kering dan bersih.

L. Perawatan Tensimeter Digital 1. Hindari suhu dan kelembaban yang tinggi baik pada saat penggunaan atau pun saat penyimpanan, apa pun jenis tensi meternya. Suhu dan kelembaban tinggi akan lebih cepat merusak alat. 2. Hindari dari kontak dengan zat-zat kimia. Di rumah sakit banyak zat kimia yang 3. 4. 5.

6.

dapat merusak alat. Hindari dari benda-benda tajam yang juga dapat merusak alat. Pastikan manset tidak terisi udara Lepaskan baterai jika tidak dipakai dalam jangka waktu yang lama Sebelum dan sesudah digunakan selalu d bersihkan dari debu atau kotoran yang menempel agar umur tensi dapat lebih lama.

M. Contoh Tensimeter Digital Vinmed Tensimeter VMD 21 adalah alat pengukur tekanan darah (tensi) secara digital yang sangat direkomendasikan. Alat ini sekaligus bisa dijadikan sebagai pengukur tekanan denyut nadi dan dilengkapi fungsi memori sampai dengan 90 set. Vinmed Tensimeter VMD 21 mengukur detak jantung dengan mudah dan akurat. Alat ini dapat mendeteksi detak jantung tidak beraturan dan dapat menampilkan rata-rata pengukuran. Vinmed Tensimeter VMD 21 juga mampu melihat indikator kategori tekanan darah Anda dan dilengkapi dengan jam.  Tensimeter Digital Tensimeter digital merupakan tensimeter modern yang akurat. Berbeda dengan tensimeter air raksa yang memerlukan stetoskop untuk mendengarkan suara sebagai pertanda sistolik dan diastolik, tensimeter digital menggunakan sensor sebagai alat deteksinya. Vinmed VMD 21 sangat mudah digunakan sehingga dianjurkan untuk digunakan di rumah untuk memantau tekanan darah sehari-hari.  Spesifikasi Vinmed Tensimeter VMD 21 memiliki akurasi +3 mmhg dan rentang pengukuran 40 - 260mmhg tekanan darah. Vinmed Tensimeter VMD 21 menggunakan metode pengukuran osilometri dan mengukur 40 - 160 nadi. Alat pengukur tensi dengan layar display 3 inci ini mampu menyimpan memori hingga

18

90 catatan. Paket Vinmed Tensimeter VMD 21 dilengkapi 4 buah baterai AA, adaptor 6V, 1A dan mainset berukuran 22-32 cm.

N. Sejarah Tensimeter Tensimeter dikenalkan pertama kali oleh dr. Nikolai Korotkov beliau adalah seorang ahli bedah asal Rusia. Perkembangan dunia teknologi saat ini mendorong keinginan manusia untuk mencari kemudahan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, khususnya dalam hal kesehatan. Tekanan Darah pada manusia berperan penting dalam pemberian diagnosa apakah sesorang sehat atau tidak. Oleh karena itu, dibuatlah Tensimeter untuk memudahkan pengecekan Tekanan Darah pada tubuh manusia. Seiring berjalannya waktu, alat Tensimeter juga terus berkembang. Dari awal mulanya Tensimeter analog, sekarang juga terdapat Tensimeter yang beroperasi secara digital. Tensimeter digital tersebut lebih mudah digunakan daripada tensimeter analog. 

Family Dr AF 701 F (Tensimeter Digital) 

Kegunaan : Alat Pengukur Tekanan Darah (tensimeter digital)



Fitur : Tekhnologi Real Fuzzy  Indikator Resiko Hipertensi dan Irregular Heartbeat  Kapasitas memori 120 tes untuk 2 orang  Sistem pengoperasian 1 tombol  Dapat setting waktu dan tanggal  Data transfer to PC (opsional)  Manset Cone Cuff yang nyaman

19



Cara pakai : 1. Gunakan manset pada lengan tangan dengan posisi telapak tangan menghadap ke atas, kencangkan manset 2. Pasang selang yang berada di manset ke unit. 3. Letakan lengan pada meja sehingga tinggi manset sejajar dengan tinggi jantung 4. Usahakan selang tidak tertekuk 5. Tekan tombol ON/OFF untuk memulai pengukuran 6. Tunggu hasil pengukuran



Penyimpanan dan perawatan : 1. Simpan di tempat yang sejuk terhindar dari sinar matahari langsung 2. Bersihkan manset dan alat dengan bahan yang lembut secara hati –hati 3. Jangan cuci manset, bersihkan hanya dengan kain basah 4. Hindari dari jangkauan anak-anak

Pressure Sensor Differential Amplifier High Pass Filter

Amplifier

Low Pass Filter

Const. Current Driver

O. Blok Diagram Tensimeter Digital ADC

CPU

Comparator ROM RAM

Display

Pump

Port I/O

20 Pump Motor Driver Valve Driver

Ext. INT SW. Start

SW. ON

Valve

21

P. Rangkaian Pada Tensimeter Digital 1) Constant Current Dirver Circuit Sistem

Electronic

Blood

pressure

monitor(EBPM)

membutuhkan

rangkaian penghasil arus untuk dapat memfungsikan sensor tekanan, pada umumnya nilai dari arus yang diperlukan adalah 1 mA sampai 3 mA, bergantung spesifikasi sensor itu sendiri.

Skema Constant Current Driver dan Pressure Sensor 2) Differential Amplifier Circuit Dalam sistem EBPM, rangkaian differential amplifier berfungsi untuk menguatkan sinyal yang lemah dari pressure sensor. Keluaran differential amplifier akan masukkan ke microcontoller pada ADC internal sebagai sinyal DC dari tekanan darah, selain itu keluaran juga akan dimasukkan ke rangkaian analog lain untuk proses filter dan penguatan.

Skema Differential Amplifier 22

3) High Pass Filter Circuit Nilai filter yang digunakan adalah 0.8 Hz, berikut gambar skema untuk High Pass Filter

Skema High Pass Filter 0.8 Hz

4) Amplifier Circuit Keluaran sinyal dari high pass filter masih sangat kecil dan perlu di kuatkan oleh rangkaian amplifier.

Skema Amplifier

23

5) Low Pass Filter Circuit Nilai filter yang digunakan adalah 38 Hz.

Skema Low Pass Filter

6) Comparator Comparator yang digunakan merupakan differential comparator yang berfungsi untuk penanda denyut jantung.

Skema Differential Comparator 7) Pump Motor Driver 24

Digunakan sebagai penggerak motor DC untuk memompa manset

Skema Pump Motor Driver 8) Valve Motor Driver Digunakan sebagai penggerak valve untuk mengempiskan manset.

Skema Valve Motor Driver

25

9) Rangkaian Analog EBPM

26

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan dalam makalah ini

yang

menjelaskan tentang Tensimeter Digital maka dapat disimpulkan bahwa alat kesehatan perlu dilestarikan supaya diperoleh keadaan yang baik dan sehat pada

manusia. Dan juga banyak dampak yang ditimbulkan jika kita tidak

memperhatikan kesehatan diri sendiri yang membantu kita untuk hidup sehat dan normal tanpa harus takut untuk menjalani kehidupan yang baik dan sehat. Tensimeter mempunyai keunggulan tersendiri yang mempunyai pengaruh yang sangat baik pada manusia. Tensimeter digital sangat memudahkan kita untuk mengetahui tekanan darah kita. Penggunaan tensimeter digital lebih gampang dari jenis tensimeter yang lain. Tensimeter digital bias kita gunakan dimana saja dan kapan saja tanpa bantuan orang lain. Kita dapat mengoperasikan sendiri penggunaan tensimeter digital. . Tensimeter digital juga mempunyai kelemahan, yaitu kurang akurat ketika kita gunakan untuk mengukur tekanan darah.

B. Saran Untuk menghasilkan penyajian makalah yang lebih berkualitas dan dapat mengikuti standar yang telah ditetapkan, maka perlu kiranya penulis memberikan saran sebagai berikut : 

Perlunya dibuat buku panduan penulisan makalah oleh setiap instansi, sekolah maupun kampus agar setiap siswa atau mahasiswa memahami aturan bakunya.



Perlu kiranya dilakukan pembahasan secara berkala oleh segenap pakar soal pembaharuan format penulisan untuk lebih menyempurnakan formatnya.

27

DAFTAR PUSTAKA http://oytana.blogspot.com/2010/09/tensimeter-pendahuluan-tensimeter.html file:///D:/MATA%20KULIAH/SEMESTER%203/diagnostik/tensimeter%20digital/referensi %20lap.diagnostik/Tensi%20meter%20(Spyghmomanometer).htm file:///D:/MATA%20KULIAH/SEMESTER%203/diagnostik/tensimeter%20digital/referensi %20lap.diagnostik/Pusat%20Makalah%20idris%20%20makalah%20tensimeter.htm file:///D:/MATA%20KULIAH/SEMESTER%203/diagnostik/tensimeter%20digital/referensi %20lap.diagnostik/Asal%20Mula%20Tensimeter%20%20%20Tensimeter %20Digital.htm file:///D:/MATA%20KULIAH/SEMESTER%203/diagnostik/tensimeter%20digital/referensi %20lap.diagnostik/Jenis%20Alat-Alat%20kedokteran%20dan%20Fungsinya %20%20%20Alat2Kesehatan.htm http://alatkesehatann.net/blog/perbandingan-tensimeter-manual-dan-tensimeter-digital http://share.pdfonline.com/ff7fcf607030425ca6a9999cb00cff34/makalah %20pengelolaan%20alkes%20dan%20pkrt.htm http://www.lazada.co.id/vinmed-tensimeter-vmd-21-putih-75137.html http://www.lojai.com/product-181103-Family+Dr+AF+701+F+(Tensimeter+Digital).html

28

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.