PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN KARAKTERISTIK USAHA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN ( Studi Kasus pada UMKM Kabupaten Jember )


1 PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN KARAKTERISTIK USAHA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN ( Studi Kasus pada UMKM Kabupaten Jember ) Ismatul ...
Author:  Erlin Kusumo

0 downloads 2 Views 336KB Size

Recommend Documents


No documents


PENGARUH KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN KARAKTERISTIK USAHA TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN ( Studi Kasus pada UMKM Kabupaten Jember ) Ismatul Izzah¹, Arik Susbiyani², Achmad Syahfrudin³ [email protected] ABSTRAK Laporan keuangan yang berkualitas yang disajikan oleh usaha mikro kecil dan menengah bertujuan untuk memberikan informasi yang berguna sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi bagi pihak yang berkepentingan. Banyak faktor yang mengakibatkan kegagalan dalam usaha mikro kecil dan menengah, salah satunya adalah rendahnya kualitas laporan keuangan yang dibuat oleh usaha mikro kecil dan menengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh jenjang pendidikan pimpinan (X1), pengetahuan akuntansi (X2), ukuran usaha (X3), dan lama usaha (X4) terhadap kualitas laporan keuangan pada usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Penentuan sampel pada penelitian ini berdasarkan metode purposive sampling. Berdasarkan kriteria sampel yang telah ditetapkan, terdapat 69 usaha mikro kecil dan menengah yang terpilih untuk menjadi sampel. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh secara langsung dari para responden melalui kuesioner. Hasil penelitian ini memberikan penjelasan bahwa variabel jenjang pendidikan pimpinan, pengetahuan akuntansi, ukuran usaha, dan lama usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan usaha menengah. Kata Kunci : Jenjang Pendidikan Pimpinan, Pengetahuan Akuntansi, Ukuran Usaha, Lama Usaha, dan Kualitas Laporan Keuangan.

PENDAHULUAN Perkembangan

perekonomian

di

Indonesia yang berbasis pada ekonomi

bidang ekonomi

akan

berdampak pada

kesejahteraan masyarakatnya.

kerakyatan dapat terlihat pada sektor Usaha

Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor

(UMKM) merupakan harapan bangsa, karena

ini mempunyai peranan yang cukup besar

UMKM

dalam

maupun

perekonomian rakyat yang tangguh. UMKM

daerah. Hal ini dikarenakan keberhasilan

kebanyakan tumbuh dari industri keluarga,

dalam membangun ekonomi akan membawa

sehingga konsumennya pun berasal dari

dampak

bidang-bidang

kalangan menengah ke bawah. Selain itu,

lainnya, karena keberhasilan pembangunan di

kenyataan menunjukkan bahwa pada waktu

perekonomian

pembangunan

nasional

di

sebagai

salah

satu

penggerak

terjadi adanya krisis ekonomi, UMKM lebih

Supaya keberadaan UMKM bisa bertahan

konsisten

dan tetap eksis maka, UMKM perlu untuk

dibandingkan

perusahaan-

perusahaan besar. Sehingga UMKM dapat

mendapatkan

dipandang sebagai penyelamat dalam proses

dengan

pemulihan ekonomi nasional, pendorong laju

UMKM. Namun, usaha mikro kecil dan

pertumbuhan

menengah di Indonesia harus mewaspadai

ekonomi

serta

membantu

penyerapan tenaga kerja

mengatur tentang UMKM adalah Undang-

dan

berkaitan

perkembangan

UMKM di Indonesia memiliki peran yang strategis.

Undang Nomor 20 Tahun 2008. Salah adalah

kemajuan

yang

persaingan yang semakin tajam. Karena

Berdasarkan Undang-Undang yang

satunya

perhatian

Usaha

yang

Kecil dan Menengah di Kabupaten Jember

merupakan usaha ekonomi produktif yang

sebagai populasi dikarenakan salah satu

berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang

kesulitan yang dihadapi oleh UMKM tersebut

perorangan atau badan usaha yang bukan

adalah masih belum baiknya pemahaman

merupakan anak perusahaan atau cabang

mengenai penyusunan laporan keuangan

perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau

yang

menjadi bagian langsung maupun tidak

keuangan yang baik dan benar. Laporan

langsung dari usaha kecil atau usaha besar

keuangan mampu mencerminkan kondisi

yang

UMKM

suatu usaha yang akan digunakan oleh

Undang-

lembaga

memenuhi

sebagaimana

Menengah

Penulis menggunakan Usaha Mikro

kriteria

dimaksud

dalam

Undang ini.

sesuai

dengan

keuangan

standar

pelaporan

perbankan

maupun

investor untuk menganalisis dan menilai

Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah ini hampir dapat dijumpai di sepanjang jalan dan juga semakin tahun

kinerja serta usaha agar dapat membuat keputusan kredit. Laporan

keuangan

bagi

UMKM

semakin bermunculan. Artinya, dari tahun ke

merupakan sebuah informasi akuntansi yang

tahun

mempunyai peranan penting untuk mencapai

UMKM

Meningkatnya

mengalami

peningkatan. UMKM

keberhasilan suatu usaha. Karena laporan

memberikan

keuangan dapat menjadi dasar informasi

kontribusi positif yang signifikan terhadap

akuntansi yang handal bagi pengambilan

upaya-upaya

keputusan

tersebut

perkembangan

diharapkan

dapat

penanggulangan

masalah-

masalah ekonomi dan sosial dalam negeri.

UMKM.

ekonomis

dalam

pengelolaan

Pengelolaan

merupakan

digunakan untuk menggambarkan kinerja

masalah yang seringkali terabaikan oleh para

entitas tersebut. Pencatatan akuntansi yang

pelaku UMKM yang kemudian berdampak

baik akan menghasilkan laporan keuangan

pada pencatatan akuntansi. Laporan keuangan

yang berkualitas dan sesuai dengan standar

adalah catatan informasi suatu entitas pada

akuntansi untuk UMKM yaitu SAK ETAP.

suatu

periode

keuangan

akuntansi

yang

dapat

TELAAH PUSTAKA Teori Keagenan ( Agency Theory ) Teori keagenan muncul karena adanya

Sahmuddin, Arifuddin, 2007). Suatu entitas

hubungan antara agensi dengan principal.

memiliki

Istilah

pertanggungjawaban kepada pihak pengguna

agency

berasal

dari

penerapan

kewajiban

informasi

perusahaan

(manajemen)

eksternal seperti pemerintah dan kreditor.

(Margaretha, 2011:7). Mengacu pada teori

Berkaitan dengan masalah keagenan, praktik

agensi (agency theory), akuntabilitas publik

akuntansi

dapat dimaknai dengan adanya kewajiban

kreditor

pihak

untuk

suatu konsep teori keagenan. Pihak kreditor

pertanggungjawaban,

akan memerlukan laporan keuangan UMKM

menyajikan, melaporkan, dan mengungkapkan

apabila UMKM mengajukan permintaan dan

segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi

pinjaman. Laporan keuangan yang berkualitas

tanggungjawabnya kepada pihak pemberi

dan dibuat berdasarkan SAK ETAP, maka

amanah (principal) yang memiliki hak dan

diperlukan dukungan sumber daya yang

kewenangan

berkualitas.

pemegang

agen

amanah

memberikan

(agent)

untuk

pertanggungjawaban

tersebut

meminta

antar

pihak

memberikan

pendelegasian dalam pengambilan keputusan kepada

baik

untuk

UMKM

(prinsipal)

internal

(agen)

merupakan

maupun

dengan gambaran

(Haryanto,

Teori Stakeholder Teori stakeholder menjelaskan bahwa entitas

tidak

hanya

untuk

stakeholder dan dukungan tersebut harus

kepentingan sendiri, namun harus dapat

dicari sehingga aktivitas perusahaan adalah

memberikan manfaat bagi stakeholder. Gray,

untuk

Kouhy dan Adams (1994:53) dalam Probosari

stakeholder sangatlah penting bagi UMKM,

(2014)

stakeholder

menyatakan

beroperasi

hidup perusahaan tergantung pada dukungan

bahwa

kelangsungan

mencari

dukungan.

yang dimaksud

Keberadaan

adalah para

kreditor seperti pihak bank maupun Lembaga

meningkatkan kepercayaan para stakeholder

Keuangan Mikro Masyarakat (LKMM). Hal

yaitu dengan menyajikan laporan keuangan

ini berkaitan dengan sumber ekonomi yang

yang

diberikan

mengetahui secara jelas mengenai hal-hal

stakeholder

yang

diberikan

berkualitas

kreditor

yang

perusahaan. Sumber ekonomi ini bisa berupa

pemberian kredit. Namun dalam paraktiknya,

modal atau pinjaman yang berupa uang tunai.

kendala UMKM dalam menyajikan laporan

Untuk mendapatkan dukungan tersebut, maka

keuangan yang berkualitas salah satunya

perusahaan juga harus dapat meningkatkan

adalah faktor minimnya SDM pada suatu

kepercayaan para stakeholder tehadap kinerja

entitas.

Salah

satu

cara

dengan

dapat

perusahaan sebagai dukungan bagi operasi

perusahaan.

berkaitan

agar

pertimbangan

untuk

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Kualitas sumber daya manusia adalah

bisa tepat waktu. Semakin cepat waktu

kemampuan sumber daya manusia untuk

penyajian laporan keuangan maka semakin

melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang

baik untuk pengambilan keputusan.

diberikan

kepadanya

dengan

bekal

Kualitas

SDM

yang

dapat

pendidikan, pelatihan, dan pengalaman yang

mempengaruhi kualitas laporan keuangan

cukup memadai. Dalam pengelolaan keuangan

usaha menengah yang menjadi acuan dalam

usaha yang baik, manajer maupun pegawai

penelitian ini yaitu sebagai berikut:

harus memiliki sumber daya manusia yang

1. Jenjang Pendidikan Pimpinan

kompeten, yang didukung dengan jenjang

Jenjang pendidikan adalah tahapan

pendidikan yang ditempuh, sering mengikuti

pendidikan yang ditetapkan berdasarkan

pelatihan dan pendidikan, serta mempunyai

tingkat perkembangan peserta didik, tujuan

pengalaman

yang akan dicapai, dan kemampuan yang

dan

pengetahuan

dibidang

keuangan (Putri, 2015).

dikembangkan.

Keberhasilan

seseorang

Sumber daya manusia yang berkualitas

manajer tergantung pada pendidikan dan

juga dapat menghemat waktu pembuatan

kemampuan belajarnya dalam lingkungan

laporan keuangan, disebabkan karena sumber

usaha, seorang manajer dituntut untuk

daya manusia tersebut telah mengetahui dan

menguasai aneka keterampilan teknis dan

memahami apa yang akan dikerjakan dengan

kemampuan yang tinggi untuk belajar dan

baik sehingga penyajian laporan keuangan

beradaptasi dengan lingkungannya.

Menurut Tjutju Yuniarsih dan Suwatno (2008),

pendidikan

merupakan

konversi,

dan

klasifikasi.

Pengetahuan

suatu

tentang fakta meliputi pengetahuan tentang

kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan

kejadian ekonomi yang sering terjadi,

umum seseorang, termasuk di dalamnya

pengetahuan tentang konversi meliputi

peningkatan

dan

pengetahuan tentang laporan keuangan,

terhadap

sedangkan pengetahuan tentang klasifikasi

penguasaan

keterampilan

teori

memutuskan

persoalan-persoalan

yang

menyangkut

kegiatan dalam mencapai suatu tujuan. Tingkat pendidikan sering kali menjadi indikator

yang

menunjukkan

derajat

meliputi

jurnal

dan

buku

besar.

Pengetahuan akuntansi sangat diperlukan oleh manajer atau pemilik perusahaan dalam

menjalankan

operasional

intelektualitas seseorang, semakin tinggi

perusahaan. Motivasi untuk mempelajari

pendidikan,

maka

tentang

pengetahuan

dan

semakin tingkat

tinggi

pengetahuan

akuntansi

akan

inteletualitas

meningkatkan pemahaman manajer atau

seseorang. Dengan tingkat pendidikan yang

pemilik dalam penerapannya di perusahaan.

memadai

Pimpinan

seseorang

lebih

mudah

melaksanakan tugasnya.

membutuhkan

pengetahuan

akuntansi untuk menghasilkan laporan

2. Pengetahuan Akuntansi

keuangan

Pengetahuan merupakan penguasaan ilmu dan teknologi yang dimiliki seseorang

yang

bermanfaat

bagi

penggunanya.

dan diperoleh melalui proses pembelajaran

Karakteristik Usaha Karakterisitk usaha merupakan salah

serta pengalaman selama kehidupannya.

satu faktor dalam menentukan kualitas laporan

Pengetahuan pada dasarnya adalah suatu

keuangan UMKM. Setiap usaha memiliki

proses psikologis dari pengetahuan. Proses

karaktersitik yang berbeda antara entitas yang

psikologis

sebuah

satu dengan yang lain. Pada penelitian ini

pengamatan

karakteristik usaha yang digunakan yaitu

itu

pengorganisasian indrawi,

adalah hasil

syarat-syarat,

dan

lambang-

lambang yang merupakan informasi bagi individu.

sebagai berikut: 1. Ukuran Usaha Ukuran usaha merupakan kemampuan

Pada hakikatnya pemikiran merupakan

usaha dalam mengelola usahanya dengan

arsip pengetahuan (Hidayati, 2005). tentang

melihat total aset, berapa jumlah karyawan

akuntansi yaitu pengetahuan tentang fakta,

yang

dipekerjakan

dan

berapa

besar

pendapatan yang diperoleh usaha dalam

sudah memiliki banyak pengalaman dalam

satu periode akuntansi. Jumlah pendapatan

menjalankan usahanya. Selain juga usaha

atau penjualan yang dihasilkan perusahaan

yang memiliki umur yang bisa dibilang

dapat menunjukkan perputaran aset atau

mapan lebih dapat bersaing dengan usaha

modal yang dimiliki oleh perusahaan,

atau

sehingga semakin besar pendapatan atau

Siregar, 2011).

penjualan

yang

diperoleh

perusahaan

pelaku

lainnya

(Rudiantoro

dan

Definisi Akuntansi

semakin besar pula tingkat kompleksitas

Akuntansi

merupakan

bisnis

akuntansi.

dapat

menerapkannya sebagai alat komunikasi bisnis

menunjukkan berapa kapasitas perusahaan

bagi pihak luar (ekstern) maupun pihak dalam

dalam

(intern) pada perusahaan. Secara klasik,

karyawan

mengoperasionalkan

usahanya,

akuntansi

besar tingkat kompleksitasnya perusahaan

pengelompokan, perangkuman dan pelaporan

sehingga

(reporting) dari kegiatan transaksi perusahaan.

akuntansi

sangat

proses

perusahaan

semakin besar jumlah karyawan semakin

informasi

merupakan

setiap

dari

perusahaan dalam menggunakan informasi Jumlah

sehingga

bahasa

pencatatan,

dibutuhkan.

Akuntansi adalah sistem informasi

2. Lama Usaha

yang mengukur aktivitas bisnis, memproses

Lama usaha adalah lamanya suatu perusahaan

berdiri

atau

umur

dari

perusahaan semenjak usaha tersebut berdiri sampai

penelitian ini (Murniati, 2002). Dengan

bersifat keuangan dan terutama digunakan

asumsi bahwa semakin lama usaha tersebut

untuk

berjalan maka akan mengakibatkan adanya

pengawasan dan implementasi keputusan-

perkembangan

signifikan

keputusan perusahaan. Agar data keuangan

atau

negatif.

dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pihak

usaha

tersebut

internal maupun eksternal perusahaan, maka

tergantung dari iklim perdagangan dan

data tersebut harus disusun dalam bentuk-

persaingan yang terjadi didunia usaha atau

bentuk yang sesuai.

Perkembangan

penulis

Informasi Akuntansi Informasi akuntansi pada dasarnya

yang

saat

hasilnya kepada para pengambil keputusan.

melakukan

kearah

pada

data menjadi laporan dan mengkomunikasikan

usaha positif dari

yang

pasar. Biasanya usaha yang lebih lama berdiri cenderung lebih berkembang karena

tujuan

pengambilan

keputusan,

Persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat

mempengaruhi

tingkat

penggunaan

informasi

bahkan

informasi

juga banyaknya informasi yang perlu disajikan

sebagai

informasi

dalam laporan keuangan sangat dipengaruhi

kuantitatif tentang entitas ekonomi yang

oleh tujuan pelaporan keuangan. Salah satu

bermafaat

keputusan

tujuan laporan keuangan adalah memberikan

ekonomi dalam menentukan pilihan-pilihan

informasi yang bermanfaat bagi sebagian

diantara

besar pemakai laporan keuangan meliputi

akuntansi

akuntansi itu

sendiri

untuk

pengambilan

alternatif-alternatif

tindakan.

Penggunaan informasi akuntansi itu untuk

investor,

perencanaan

pemasok,

strategis,

pengawasan

karyawan,

pemberi

pelanggan,

pinjaman,

pemerintah

serta

manajemen, dan pengawasan operasional.

masyarakat dimana masing-masing pemakai

Definisi dan Tujuan Laporan Keuangan Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia

laporan keuangan memiliki kepentingan yang

(2009:3), tujuan dari laporan keuangan adalah

SAK Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik

berbeda-beda terhadap kebutuhan informasi.

menyediakan informasi yang menyangkut

Standar Akuntansi Keuangan Entitas

posisi keuangan, kinerja, serta perubahan

Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP)

posisi

merupakan

keuangan

suatu

perusahaan

yang

standar

akuntansi

yang

bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai

penggunannya ditujukan untuk entitas usaha

dalam

ekonomi.

yang tidak memiliki akuntabilitas publik,

Standar Akuntansi Keuangan (SAK, 2009)

seperti entitas mikro, kecil dan menengah

juga menerangkan lebih lanjut mengenai

(UMKM). SAK ini disusun oleh Ikatan

tujuan laporan keuangan adalah menyediakan

Akuntansi Keuangan tahun 2009 dan mulai

informasi yang menyangkut posisi keuangan,

efektif per 1 Januari 2011.

pengambilan

keputusan

kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu

Penggunaan SAK ini hanya terbatas

perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah

pada entitas yang tidak memiliki akuntabilitas

besar pemakai dalam mengambil keputusan

publik saja, sementara bagi entitas yang

ekonomi.

memiliki

Setiap

perusahaan

memperhatikan

akuntabilitas

menggunakan

SAK

publik

yang

tetap

konvensional.

tentang permasalahan suatu informasi yang

Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas

harus diungkapkan dalam laporan keuangan.

Tanpa akuntabilitas Publik (SAK ETAP)

Masalah

dimaksudkan untuk digunakan entitas tanpa

informasi

yang

berkaitan

semakin

tentang

kompleks

suatu

tergantung

karakteristik dari usaha itu sendiri. Selain itu

akuntabilitas

publik.

Entitas

Akuntabilitas publik adalah entitas yang :

tanpa

a. Tidak memiliki akuntabilitas publik yang

b. Laporan Laba Rugi

signifikan ,

Menyajikan informasi atas penghasilan

b. Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan

dan beban entitas untuk suatu periode. SAK

umum bagi perusahaan eksternal.

ETAP mengatur pos-pos minimal yang

Contoh

pengguna eksternal adalah pemilik yang tidak

harus terdapat dalam laporan pendapatan,

terlibat langsung dalam pengelolaan usaha,

beban, bagian laba atau rugi dari investasi

kriditor dan lembaga pemeringkat kredit.

yang menggunakan metode ekuitas, dan

Berikut adalah ciri-ciri dari entitas yang

beban pajak.

memiliki akuntabilitas publik signifikan (IAI,

c. Laporan Perubahan Ekuitas

2009) SAK ETAP jika: a.

Entitas

telah

Menyajikan laba atau rugi entitas di pernyataan

suatu periode, pos pendapatan dan beban

pendaftaran atau dalam proses pengajuan

yang diakui secara langsung dalam entitas

persyaratan pendaftaran pada otoritas pasar

untuk periode tersebut, pengaruh perubahan

modal

kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan

atau

mengajukan

regulator

lainnya

untuk

penerbitan saham dipasar modal, atau b. Entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusia untuk sekelompok besar

yang diakui dalam periode tersebut dan dividen. d. Laporan Arus Kas

masyarakat, seperti bank, entitas asuransi,

Menyajikan informasi dari laporan

pialang dan atau pedagang efek, dana

keuangan suatu perusahaan yang terjadi

pensiun, reksadana dan bank investasi.

selama satu periode dari aktivitas operasi,

Jenis Laporan Keuangan dalam SAK

investasi,

ETAP

menunjukkan aliran kas masuk dan keluar Dalam SAK ETAP (2009), suatu

entitas diwajibkan untuk menyusun laporan

pendanaan

yang

uang tunai (kas) perusahaan. e. Catatan Atas Laporan Keuangan

keuangan yang terdiri dari: a. Neraca

dan

Merupakan laporan yang memberikan informasi

apabila

terdapat

laporan

Menyajikan informasi terkait aset,

keuangan yang memerlukan penjelasan

kewajiban dan ekuitas suatu entitas pada

tertentu, baik yang berasal dari dalam

tanggal tertentu atau akhir periode tertentu.

neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus

Neraca terdiri dari tiga bagian yaitu aktiva,

kas.

hutang dan modal.

Informasi tentang Usaha Mikro Kecil dan

untuk

Menengah

publik. Menurut Iswara (2013) menyatakan

Pada

dasarnya

terdapat

entitas-entitas

tanpa

akuntabilitas

beberapa

pelaporan keuangan berkualitas, jika usaha

definisi yang diolah beberapa instansi yang

memiliki laporan keuangan yang lengkap atau

berbeda untuk memberikan definisi terkait

utuh dan memenuhi karakteristik kualitatif

dengan usaha menengah. Menurut Peraturan

informasi laporan keuangan yang terdapat

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

dalam SAK ETAP. Menurut Rosdiani (2011)

Nomor

tentang

menyatakan kualitas laporan keuangan adalah

Menteri

sejauh mana laporan keuangan yang disajikan

Nomor

menunjukkan informasi yang benar dan jujur.

36/M-DAG/PER/9/2007 tentang Penerbitan

Laporan keuangan yang berkualitas berguna

Surat Izin Usaha Perdagangan, yakni sesuai

sebagai

Pasal 3 Ayat 2 Permendag No.46/2009 SIUP

ekonomi bagi pihak yang berkepentingan.

Menengah wajib dimiliki oleh perusahaan

Kualitas laporan keuangan pada penelitian ini

perdagangan yang kekayaan bersihnya lebih

dilihat dari seberapa jauh dan lengkapnya

dari Rp. 500 juta sampai dengan paling

catatan keuangan yang disiapkan sampai

banyak Rp. 10 milyar tidak termasuk tanah

membentuk laporan keuangan, kedisiplinan

dan bangunan tempat usaha.

dalam mencatat setiap transaksi (tidak ada

46/MDAG/PER/9/2009

Perubahan

Atas

Perdagangan

Republik

Sedangkan

Peraturan Indonesia

menurut

Kementrian

dasar

transaksi

pengambilan

yang

terlewatkan

keputusan

dari

catatan

Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah

akuntansi), komponen laporan keuangan dan

(Menegkop dan UMKM) Inpes No.10 Tahun

standar akuntansi yang dipakai.

1999

mengenai

pengertian

dari

usaha

Dalam konsep SAK ETAP (2009:2)

menengah merupakan entitas usaha milik

tujuan

warga

menyediakan

negara

Indonesia

yang

memiliki

dari

laporan informasi

keuangan posisi

adalah

keuangan,

kekayaan bersih lebih besar dari Rp. 200 juta

kinerja keuangan, dan laporan arus kas suatu

s.d Rp. 10 milyar, tidak termasuk tanah dan

entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besar

bangunan.

pengguna

Kualitas Laporan Keuangan

ekonomi oleh siapapun yang tidak dalam

Kualitas laporan keuangan yang baik

posisi

dalam

dapat

pengambilan

keputusan

meminta laporan keuangan

harus sesuai dengan standar yang telah

khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi

ditetapkan, yakni SAK ETAP yang ditujukan

tertentu. Dalam memenuhi tujuannya, laporan

keuangan juga menunjukkan apa yang telah

berada

dilakukan

atau

Sedangkan sumber data sekunder yaitu sumber

pertanggungjawaban manajemen atas sumber

data penelitian yang diperoleh secara tidak

daya yang dipercayakan kepadanya.

langsung, misalnya saja dari dokumen, jurnal,

manajemen

di

wilayah

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran Teoritis

artikel dan internet.

Kualitas Sumber Daya Manusia

Populasi dan Sampel

Kabupaten

Jember.

Populasi dalam penelitian ini adalah

Jenjang Pendidikan Pimpinan ( X1 )

seluruh UMKM di Kabupaten Jember yaitu sebanyak 42.146 UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten

Pengetahuan Akuntansi (X2)

Kualitas Laporan Keuangan (Y)

Karakteristik Usaha Ukuran Usaha (X3 )

Jember

dan

pemilihan

responden

pada

penelitian ini adalah pelaku usaha, baik itu pimpinan, pemilik atau manajer usaha mikro kecil dan menengah di Kabupaten Jember. Pengambilan sampel pada penelitian

Lama Usaha (X4)

ini yaitu pengambilan sampel pada UMKM yang terdaftar di Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Kabupaten Jember. Teknik

= Secara parsial

dilakukan

= Secara simultan

pengambilan dengan

sampel

menggunakan

1. UMKM Kabupaten Jember

Jenis dan Sumber Data

2. UMKM memiliki SKU 2011-2016

data

yang

digunakan

metode

purposive sampling yaitu :

METODE PENELITIAN

Jenis

tersebut

pada

penelitian ini adalah jenis data subyek. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini, sumber data primer yaitu sumber data

3. UMKM berbentuk badan usaha (CV dan UD) 4. CV dan UD yang bergerak di bidang perdagangan dan industri

penelitian yang diperoleh secara langsung dari

5. CV dan UD yang telah menerapkan

sumber asli dengan menggunakan kuesioner,

pencatatan akuntansi dan menyajikan

yakni kuesioner yang dijawab oleh pelaku

laporan keuangan.

UMKM yaitu pemilik atau pimpinan yang

(X2) sebesar 1.107, variabel ukuran usaha (X3)

HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 4.2 Statistik Deskriptif

sebesar 1.032 dan variabel lama usaha (X4)

Variabel

Mean Std. Deviation X1 1.55 .675 X2 35.14 3.695 X3 8.105 1.814 X4 .855 .974 Y 33.59 4.142 Sumber : Lampiran 6, data diolah

sebesar 1.124. Hasil ini menunjukkan bahwa nilai

VIF

dari

masing-masing

variabel

independen adalah kurang dari 10, sehingga pada

variabel-variabel

independen

tidak

terjadi multikolinier. Uji Heteroskedastisitas

Tabel 4.14 Uji Normalitas One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test Unstandardized

Keterangan

residual Asymp. Sig.

0,200

Normal

(2-tailed)

Sumber : Lampiran 9, data diolah Berdasarkan

tabel

4.14

diatas,

diperoleh hasil pada uji Kolmogrov-Smirnov

Berdasarkan gambar 4.1 diatas, menunjukkan

nilai dari asymp. Sig. (2-tailed) adalah sebesar

bahwa diagram tampilan scatterplot menyebar

0,200. Alpha (0,05). Sehingga dapat dikatakan

dan tidak membentuk pola tertentu yang

bahwa data berdistribusi normal.

diperlihatkan oleh titik dalam gambar, serta

Tabel 4.15 Hasil Uji Multikolinearitas Variabel

Tolerance

VIF

X1

0,987

1.014

X2

0,903

1.107

X3

0,969

1.032

X4

0,889

1.124

Sumber : lampiran 9, data diolah Berdasarkan pada tabel 4.15 diatas, diperoleh nilai VIF pad masing-masing variabel yaitu variabel jenjang pendidikan pimpinan (X1) sebesar 1.014, variabel pengetahuan akuntansi

tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi.

Uji Hipotesis

memberikan arah pengaruh yang searah

Analisis Regresi Linier Berganda

dengan

Tabel 4.16 Rekapitulasi Hasil Analisis Regresi

UMKM.

Linier Berganda Variabel Bebas Jenjang

Adapun

Koefisien

t-

Regresi

hitung

3.525

2.072

Sig.

laporan

keuangan

pada

persamaan

regresi

yang

didapatkan berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda adalah sebagai berikut :

0,042

Y = 34.610 + 3.525 X1+ 0,631 X2 + 0,891 X3 + 2,996 X4 + e

Pendidikan

Dari persamaan tersebut diatas, dapat

Pimpinan (X1) Pengetahuan

kualitas

0,631

2.145

0,036

dijelaskan bahwa konstanta persamaan regresi

Akuntansi

(b0 ) bernilai positif sebesar 34,610, berarti

(X2)

bahwa

Ukuran

0,891

3.383

0,001

pendidikan

variabel-variabel

pimpinan

(X1),

jenjang

pengetahuan

akuntansi (X2), ukuran usaha (X3) dan lama

Usaha (X3) Lama Usaha

jika

2,996

2.043

0,049

usaha (X4) sama dengan nol, maka ada pengaruh terhadap kualitas laporan keuangan

(X4) Konstanta

= 34.610

(Y).

𝑹𝟐

= 0,617

Ajusted 𝑹𝟐

= 0,592

Tabel 4.17 Rekapitulasi Hasil Uji F

F-hitung

= 6.448

Variabel

Signifikansi

F-tabel (5%;5,63)

= 2,361

X1, X2, X3, X4

0,000

Uji Simultan ( F-test )

Sumber : Lampiran 10, data diolah Berdasarkan pada tabel 4.16 diatas, dapat terlihat bahwa koefisien regresi variabel

Sumber : Lampiran 10, data diolah Berdasarkan bahwa

tabel nilai

4.17

jenjang pendidikan pimpinan (X1) sebesar

diketahui

3.525, koefisien regresi variabel pengetahuan

dihasilkan adalah sebesar 0,000 < alpha (0,05).

akuntansi (X2) sebesar 0,631, koefisien regresi

Hal ini menunjukkan bahwa variabel jenjang

variabel ukuran usaha (X3) sebesar 0,891 dan

pendidikan

koefisien regresi variabel lama usaha (X4)

akuntansi (X2), ukuran usaha (X3) dan lama

sebesar 2,996. Seluruhnya memiliki tanda

usaha (X4) secara simultan berpengaruh

positif yang menunjukkan bahwa variabel ini

terhadap kualitas laporan keuangan (Y).

pimpinan

signifikan

diatas,

(X1),

yang

pengetahuan

positif dan signifikan terhadap kualitas

Uji Parsial (t-test) Pengujian

ini

dimaksudkan

untuk

mengetahui pengaruh variabel independen

laporan keuangan pada Usaha Mikro Kecil, dan Menengah.

secara parsial digunaka uji t-hitung dengan t-

3. Hasil uji hipotesis ketiga memperlihatkan

tabel hasil dari pengujian terhadap masing-

bahwa ukuran usaha berpengaruh positif

masing variabel jenjang pendidikan pimpinan,

dan signifikan terhadap kualitas laporan

pengetahuan akuntansi, ukuran usaha dan

keuangan pada Usaha Mikro Kecil, dan

lama

Menengah.

usaha

terhadap

kualitas

laporan

keuangan.

4. Hasil uji hipotesis keempat memperlihatkan

Tabel 4.18 Rekapitulasi Hasil Uji t Variabel bebas

t-hitung

t-

bahwa lama usaha berpengaruh positif dan Sig.

signifikan

terhadap

kualitas

laporan

keuangan pada Usaha Mikro Kecil, dan

tabel Jenjang

2.072

1.998

0,042

Menengah.

Pendidikan

2.145

1.998

0,036

Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat

Pimpinan (X1)

3.383

1.998

0,001

diberikan saran sebagai berikut :

Pengetahuan

2.043

1.998

0,049

1. Peneliti selanjutnya, sebaiknya memperluas

Akuntansi (X2)

jangkauan wilayah penelitian sehingga

Ukuran

responden dapat memberikan respon yang

Usaha

lebih beragam.

(X3) Lama

2. Penelitian ini belum mempertimbangkan

Usaha

seluruh variabel yang mungkin memperluas

(X4) Sumber : lampiran 10, data diolah

kualitas laporan keuangan, sehingga untuk

KESIMPULAN DAN SARAN

penelitian selanjutnya diharapkan dapat

Kesimpulan

menambah

1. Hasil uji hipotesis pertama memperlihatkan

kemungkinan memiliki pengaruh terhadap

bahwa

jenjang

pendidikan

pimpinan

berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas laporan keuangan pada Usaha Mikro Kecil, dan Menengah.

variabel-variabel

lain

yang

kualitas laporan keuangan yang khususnya pada UMKM, 3. Peneliti

selanjutnya

untuk

memiliki

manajemen waktu yang lebih baik agar bisa

2. Hasil uji hipotesis kedua memperlihatkan

mendampingi responden dalam pengisian

bahwa pengetahuan akuntansi berpengaruh

kuesioner serta UMKM diharapkan dapat

meningkatkan

kualitas

daya

4. Disarankan kepada pihak UMKM untuk

manusia dan karakteristik usaha terutama

menerapkan laporan keuangan berdasarkan

dalam

SAK ETAP untuk mempermudah investor

mengenai

akuntansi.

sumber

pengetahuan

tentang

dalam menanamkan modal.

DAFTAR PUSTAKA Andriani Lilya. 2014. Analisis Penerapan Pencatatan Keuangan Berbasis SAK ETAP Pada Usaha Mikro Kecil Menengah. Jurnal S1 Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesha Vol : 2 No. 1. Anugraheni, Septi. 2016. Analisis Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangn Pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (studi empiris pada UMKM babupaten jember). Jurnal S1 Akuntansi Universitas Brawijaya. Malang. Eka Maharani. 2012. Faktor-Faktor Yang Pempengaruhi Pemahaman Usaha Mikro Kecil dan Menengah Dalam Menyusun laporan Keuangan Berdasarkan standar Akuntansi Entitas Tanpa akuntabilitas publik. Jurnal S1 Akuntansi Universitas Muhammadiyah Jember. Fitriah Hadiyah. 2006. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengguna Informasi Akuntansi Pada Kabupaten Menengah Sidoarjo. Tesis Universitas Airlangga. Surabaya. Fitriawati Roza dan Anggraini, Fivi. 2011. Quality of Financial Statement Micro small and Medium Enterprises (SMEs) and Prospect of Implementation of Financial Accounting Standars No akuntabilitas Public Entitas ( SAK ETAP ). Jurnal Universitas Bung Hatta Padang. Sumatra Barat. Hadi Maulida Lathifiyani. 2015. Pengaruh kualitas Sumber Daya Manusia dan Karakteristik Perusahaan Terhadap Kualitas Laporan Keuangan (Studi Kasus Pada Usaha Menengah Kabupaten Banyuwangi). Skripsi Fakultas Ekonomi Prodi Akuntansi Universitas Jember. Jember. Hidayati Noven. 2005. Pengaruh Pengetahuan dan kepribadian Wirausaha Terhadap Pengguna Informasi Akuntansi dalam Pengambilan Keputusan Investasi dengan Ketidakpastian Lingkungan Sebagai Variabel Moderating. Jurnal S1 Akuntansi Universitas Jember. Indriantoro Nur dan Supomo Bambang. 2009. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntan dan Manajemen, Edisi Pertama. Penerbit BFFE. Yogyakarta. Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik. Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta.

Iswara Ulfa Setia. 2013. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Pelaporan Keuangan Usaha Menengah Kabupaten Jember. Jurnal S1 Akuntansi Universitas Jember. Margaretha Farah. 2011. Manjemen Keuangan Untuk Manajer NonKeuangan. Penerbit Eirlangga. Jakarta Maulia Shelly Tri, 2014. Pengaruh Usia, Pengalaman, dan Pendidikan Dewan Komisaris Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Jurnal Universitas Diponegoro. Semarang. Mulyani. 2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan Pada UMKM Di Kabupaten Kudus. Simposium Nasional Akuntansi Vol :11 No.2. Jawa Tengah. Murniati. 2002. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penyiapan dan Penggunaan Informasi Akuntansi pada Pengusaha Kecil dan Menengah di Jawa Tengah. Tesis Universitas Diponegoro. Semarang. Payamta. 2006. Studi Pengaruh Kualitas auditor, Independensi, dan Opini Audit Terhadap kualitas Laporan keuangan perusahaan. Jurnal Bisnis dan Manajemen Vol.6 No.1. Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 46/M-DAG/PER/9/2009 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 36/M-DAG/PER/9/2007 Tentang Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan. Probosari. 2014. Praktik Akuntansi dan Implikasinya Pada Kualitas Informasi (Sebuah Studi Pada UMKM). Jurnal Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Malang. Putri.

2015. Pengaruh Kualitas Sumber Daya Manusia Bidang Akuntansi dan Sistem Pengendalian Internal Terhadap Kualitas laporan Keuangan. Jurnal S1 Akuntansi Universitas Pendidikan Ganesa. Singaraja.

Rosdiani Hayyuning Tyas. 2014. Pengaruh Sistem Pengendalian Internal, Audit Laporan Keuangan, dan Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kualitas Laporan Keuangan. Skripsi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Tangerang Selatan. Rudiantoro R. dan S. V. Siregar. 2010. Kualitas Laporan Keuangan UMKM serta Prospek Implementasi SAK ETAP. Simposium Nasional Akuntansi XVI. Universitas Indonesia. Aceh. Rudiantoro Rizki dan Siregar Sylvia Veronica. 2011. Kualitas Laporan Keuangan UMKM Serta Prospek Implementasi SAK ETAP. Jurnal Universitas Indonesia. Jakarta. Sariningtyas P, dan T Diah W. 2011. Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik Pada Usaha Kecil dan Menengah. JAKI. Vol.1. No. p.90-101.

Solovida Grace Tianna. 2010. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penyiapan dan Pengguna Informasi Akuntansi Pada Usaha Kecil dan Menengah di Jawa Tengah. Magister Akuntansi UNDIP. Semarang. Suhartati Titi dan warsini Sabar. 2013. Evaluasi Implementasi Standar Akuntansi entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP) dan Penyusunan Laporan Keuangan Auditan Pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol.12 No.1 : 55-64. Tjutju Yuniarsih. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Alfabeta. Bandung. Tuti Rias. 2014. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemahaman UMKM Dalam Menyusun Laporan Keuangan Berdasarkan SAK ETAP. Jurnal S1 Akuntansi Universitas Khatolik Widya Mandala. Surabaya. Undang-Undang Nomor. 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil, Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil, 1995/1996. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 13 dan 14 Tentang Jenjang Pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Warren, Carl S., Reeve, James M., Fess, Philip E. 2006. Accounting : penganyat Akuntansi. Salemba Empat. Jakarta. Wulandari Desi. 2014. Analisis Skala Usaha, Lama Usaha, dan Pendidikan Pemilik Terhadap Penggunaan Informasi akuntansi Pada UMKM Butik di Kabupaten Banyumas. Skripsi Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Jawa Tengah.

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.