PERLAKUAN AKTIVA TETAP BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 16 (REVISI 2015) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL SAMARINDA


1 PERLAKUAN AKTIVA TETAP BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 16 (REVISI 2015) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL SAMARINDA TUGAS...
Author:  Ratna Gunardi

0 downloads 2 Views 1MB Size

Recommend Documents


No documents


PERLAKUAN AKTIVA TETAP BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 16 (REVISI 2015) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL SAMARINDA

TUGAS AKHIR

Oleh :

Dhista Saraswati NIM 15 621104

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI SAMARINDA 2018

PERLAKUAN AKTIVA TETAP BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 16 (REVISI 2015) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL SAMARINDA

Diajukan sebagai persyaratan untuk memenuhi derajat Ahli Madya (A.Md.Ak.) Pada Program Studi Diploma III (D3) Akuntansi Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda

Oleh:

Dhista Saraswati NIM 15 621104

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA JURUSAN AKUNTANSI PROGRAM STUDI D3 AKUNTANSI SAMARINDA 2018 ii

HALAMAN PENGESAHAN PEMBIMBING PERLAKUAN AKTIVA TETAP BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 16 (REVISI 2015) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL SAMARINDA NAMA

: DHISTA SARASWATI

NIM

: 15 621 104

JURUSAN

: AKUNTANSI

PROGRAM STUDI

: D3 AKUNTANSI

JENJANG STUDI

: DIPLOMA III Laporan Tugas Akhir ini telah disahkan Pada tanggal, 31 Juli 2018

Menyetujui:

Pembimbing I,

Pembimbing II,

Muhammad Suyudi, S.E., M.SA., Ak., CA. NIP 19750514 200502 1 003

Drs. Diyah Permana, M.Hum. NIP 19631210 199203 1 001

Mengesahkan: Direktur Politeknik Negeri Samarinda,

Ir. H. Ibayasid, M.Sc. NIP 19590303 198903 1 002

Lulus Ujian Tanggal : 25 Juli 2018 iii

HALAMAN PERSETUJUAN PENGUJI PERLAKUAN AKTIVA TETAP BERDASARKAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN NOMOR 16 (REVISI 2015) PADA PERUM BULOG SUB DIVISI REGIONAL SAMARINDA NAMA

: DHISTA SARASWATI

NIM

: 15 621 104

JURUSAN

: AKUNTANSI

PROGRAM STUDI

: D3 AKUNTANSI

JENJANG STUDI

: DIPLOMA III

Laporan Tugas Akhir ini telah diuji dan disetujui Pada tanggal, 25 Juli 2018 Dewan Penguji: Penguji I, Nama : Rifadin Noor, S.E., M.Si NIP : 19581005 199003 1 001

______________________

Penguji II, Nama : Drs. Khairil Akbar, M.Si NIP : 19600801 199003 1 002

______________________

Penguji III, Nama : Yulius GessongSampeallo, S.E., M.M NIP : 19640715 1999303 1 002

______________________

Mengetahui:

KetuaJurusanAkuntansi,

Ketua Program Studi D3Akuntansi,

Rifadin Noor, S.E., M.Si. NIP 19581005 199003 1 001

Eko Adi Widiyanto, SE, M.SA NIP 1979 1 024 200801 1 005

iv

RIWAYAT HIDUP DHISTA

SARASWATI,

Lahir

pada

tanggal

13

Desember

1996

diTulungAgung.MerupakananakpertamadariduabersaudaradariayahandaSamirandan IbundaKustini. Memulai Pendidikan Formal Tahun 2003 di Madharasa Ibtidaiyah Islamiah Kedungpring Lamongan dan lulus pada tahun 2008. Kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kedungpring dan lulus pada tahun 2012. Kemudian dilanjutkan masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Samarinda dengan Jurusan Akuntansi dan lulus pada tahun 2015. Kemudian Penulis melanjutkan Pendidikan di Politeknik Negeri Samarinda dan mengambil program studi D3 pada jurusan Akuntansi. Penulis pernah mengikuti Praktik Kerja Industri (PRAKERIN) selama dua bulan di Badan Permusyawaratan Desa (BPD) saat di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 8 Samarinda pada tahun 2014. Dan penulis pernah mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur pada tanggal 01 Juni sampai 04 Agustus 2017.

v

ABSTRAK Dhista Saraswati Perlakuan Aktiva Tetap Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 16 (Revisi 2015) pada Perum BULOG Sub Divisi Regional Samarinda. Dibawah bimbingan Bapak Muhammad Suyudi, S.E., M.SA., Ak., CA. Sebagai pembimbing pertama dan Bapak Drs. Diyah Permana, M.Hum. sebagai pembimbing kedua. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perlakuan akuntansi aktiva tetap yang diterapkan pada perum BULOG Subdivre Samarinda dibandingkan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 16 (Revisi 2015). Dalam penulisan penelitian ini, penulis menggunakan alat analisis yaitu PSAK No. 16 revisi tahun 2015, perolehan aktiva tetap, pengeluaran selama penggunaan aktiva tetap, penyusutan aktiva tetap, penghentian dan pelepasan aktiva tetap dan penyajian aktiva tetap pada laporan keuangan. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, penulis memperoleh hasil penelitian bahwa kebijakan perusahaan dalam perlakuan akuntansi aktiva tetap sudah sesuai dengan PSAK No. 16 (Revisi 2015). Kata Kunci: Aktiva Tetap, Laporan Keuangan, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 16 (Revisi 2015)

vi

ABSTARCT DhistaSaaraswati, Treatment of Fixed Assets Based on Statement of Financial Accounting Standard Number 16 (revised 2015) at Perum BULOG Sub Divisi Regional Samarindaof Mr. Muhammad Suyudi, S.E., M.SA.,Ak., CA. as the first guidance and Mr. Drs. DiyahPermana, M.Hum. as the second guidance. The purpose of this research was to determine the accounting treatment of fixed assets applied to perumSubdivreSamarinda BULOG with Statement Financial Accounting Standard Number 16 (Revised 2015). From the Acquisition of fixed assets, expenditures during the use of fixed assets, depreciation of fixsed assets, termination and disposal of fixed assets in the financial statement. From the research that has been conducted, the author obtained the result that the company’s policy in the accounting treatment of fixed assets in accordance with Statement Financial Accounting Standard Number 16 (Revised 2015). Keys Words : Fixed Assets, Financial Statement, Statement Financial Accounting Standard Number 16 (Revised 2015).

vii

KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa, atas segala petunjuk serta limpahan rahmat dan hidayah-Nya, hanya dengan kehendak-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini berjudul “Perlakuan Aktiva Tetap Berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 16 (Revisi 2015) Pada Perum BULOG Subdivre Samarinda.” Laporan Tugas Akhir ini diajukan sebagai syarat menyelesaikan pendidikan pada program Diploma III pada Jurusan Akuntansi

Politeknik

Negeri

Samarinda.

Penulis

menyadari

sepenuhnya,

rampungnya penulisan Tugas Akhir ini tidak semata karena kemampuan penulis namun terdapat campur tangan Allah SWT dan kontribusi dari berbagai pihak. Untuk itu penulis menghaturkan ucapan terimakasih dan penghargaan kepada: 1.

Bapak Ir. H. Ibayasid, M.Sc., selaku Direktur Politeknik Negeri Samarinda.

2.

Bapak Rifadin Noor, S.E., M.Si., selaku Ketua Jurusan Akuntansi dan Ibu Ratna Wulaningrum, S.E.,M.Si., selaku Sekretaris Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda.

3.

Bapak Eko Adi Widyanto, S.E., M.SA., Selaku Ketua Program Studi D3 Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda

4.

Bapak Muhammad Suyudi, S.E., M.SA., Ak., CA., dan sebagai Dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan, saran dan petunjuk dalam penyelesaian Tugas Akhir ini dan Bapak Drs Diyah Permana, M.Hum. selaku pembimbing II yang telah mengarahkan dan membimbing penulisan dalam menyelesaikan Tugas Akhir viii

5.

Bapak/ Ibu Dosen, Staf Administrasi dan teknisi Jurusan Akuntansi yang telah berkontribusi dalam penyelesaian penulisan Tugas Akhir .

6.

Kedua orang tua tersayang Ayahanda Samiran dan Ibunda Kustini serta keluarga yang tiada hentinya memberikan dukungan moril, materil, kasih sayang, kesabaran, serta perhatian dari proses studi sampai pembuatan Tugas Akhir ini.

7.

Sahabat yang sekaligus sudah saya anggap sebagai keluarga saya, Eva dili krisdayanti dan Charisma risky fitriani yang selalu ada saat saya butuhkan dan membantu saya dari SMK hingga saya lulus kuliah di Politeknik Negeri Samarinda. Dan tak lupa saya ucapkan kepada Teman-teman Jurusan Akuntansi Angkatan 2015, Khususnya teman-teman kelas 6D dan 6E yang senantiasa saling membantu dan memberikan semangat selama proses penyusunan laporan penelitian Tugas Akhir ini Penulis sangat menyadari adanya kekurangan dan kelemahan dari penulisan

tugas akhir ini, penulis berharap adanya masukan baik berupa kritik maupun saran untuk penyempurnaan tulisan ini kedepan. Apapun masukan itu akan sangat berguna untuk perbaikan tulisan ini, diharapkan tulisan ini menjadi karya yang bermanfaat khususnya bagi diri penulis dan umumnya bagi para pembaca. Samarinda, juli2018

Dhista Saraswati 15 621 104

ix

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ......................................................................................... ii HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................... iii HALAMAN PERSETUJUAN ......................................................................... iv RIWAYAT HIDUP ........................................................................................... v ABSTRAK ........................................................................................................ vi ABSTRACK .....................................................................................................vii KATA PENGANTAR ....................................................................................... viii DAFTAR ISI......................................................................................................x DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xiii DAFTAR TABEL ............................................................................................ xiv BAB I

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1 1.2 Rumusan Masalah ... ....................................................................4 1.3 Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian....................................5 1.4 Sistematika Penelitiaan.................................................................6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori .......................................................................... 7 2.1.1 Pengertian Akuntansi ......................................................... 7 2.1.2 Aktiva Tetap…...................................................................8 2.1.1.1 Pengertian Aktiva Tetap ........................................... 8

x

2.1.1.2 Syarat-syarat Aktiva Tetap ....................................... 9 2.1.1.3 Klasifikas iAktiva Tetap ........................................... 10 2.1.1.4 Perolehan Aktiva Tetap ............................................ 12 2.1.1.5 Pengeluaran Selama penggunaan Aktiva Tetap.......16 2.1.1.6 Penyusutan Aktiva Tetap .......................................... 18 2.1.1.7 Penghentian dan Pelepasan Aktiva Tetap................. 23 2.1.1.8 Penyajian Aktiva Tetap Pada LK ............................. 24 2.2 Definisi Konseptual ..................................................................24 BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Definisi Operasional .....................................................................26 3.2 Objek Penelitian ........................................................................... 27 3.3 Jenis Data .................................................................................... 27 3.4 Metode Pengumpulan Data .......................................................... 27 3.5 Data Yang Diperlukan ..................................................................28 3.6 Batasan-batasan Penelitian ........................................................... 29 3.7 Alat Analisis ................................................................................. 29 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian............................................................................. 30 4.1.1

Gambaran Umum Perusahaan ................................ 30

4.1.2

Struktur Organisasi Perusahaan…………...……...32

4.1.3

Penyajian Data Hasil Penelitian ............................. 33

4.1.1 Analisis Data……………………………….……..34 4.2 Pembahasan .................................................................................. 35 4.2.1 Perolehan Aktiva Tetap ........................................... 35 xi

BAB V

4.2.2

Pengeluaran Selama Pengunaan Aktiva Tetap ......37

4.2.3

Penyusutan Aktiva Tetap ....................................... 38

4.2.4

Penghentian dan Pelepasan Aktiva Tetap .............. 42

4.2.5

Penyajian Aktiva Tetap pada Laporan Keuangan ..43

SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan ...................................................................................... 45 5.2 Saran ............................................................................................. 46

DAFTAR RUJUKAN ...................................................................................... 47 LAMPIRAN

xii

DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 4.1 Struktur Organisasi Perusahaan ...................................................... 33

xiii

DAFTAR TABEL Halaman Tabel 4.1 Perhitungan Metode Garis Lurus ...................................................... .34 Tabel 4.2 Perbandingan Perolehan Aktiva Tetap………………………………36 Tabel 4.3 Perbandingan Pengeluaran Selama Pengunaan Aktiva Tetap.. ........ .37 Table 4.4 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus pada Motor Supra ............ .39 Tabel 4.5 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus pada Mesin PR……...…....40 Tabel 4.6 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus pada Mesin Soso...............40 Tabel 4.7 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus pada Toyota avanza….......40 Tabel 4.8 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus pada Mobil Xenia …….…41 Tabel 4.9 Perbandingan Penyusutan Aktiva Tetap………………...........……..41 Tabel 4.10 Perbandingan Penghentian dan Pelepasan Aktiva Tetap……............43 Tabel 4.11 PerbandinganPenyajianAktivaTetappada LK…………..…..............44

xiv

BAB I PENDAHULUAN 1.1

Latar Belakang Perusahaan merupakan organisasi modern yang mempunyai kegiatan ter-

tentu untuk mencapai suatu tujuan, baik itu perusahaan jasa, perusahaan dagang, maupun perusahaan manufaktur. Selain mencari laba, tujuan lain perusahaan yaitu mencakup pertumbuhan yang terus menerus, kelangsungan hidup, dan kesan positif ke mata publik. Akuntansi memberikan andil yang cukup besar dalam keberhasilan mencapai tujuan-tujuan dari perusahaan, dimana akuntasi merupakan salah satu bagian dari sistem informasi manajemen, oleh karena itu Akuntansi perlu mendapatkan perhatian tersendiri dari perusahaan. Secara umum akuntansi mencakup kegiatan, dimulai dari pencatatan transaksi hingga menjadi suatu laporan keuangan. Dalam akuntansi tentunya kita telah mengenal laporan keuangan, merupakan hasil terakhir dari suatu kegiatan akuntansi yang digunakan untuk pengambilan keputusan atau kebijakan dalam suatu perusahaan. Sementara itu, Rahman (2013:11) menyatakan bahwa di dalam akuntansi kita telah mengenal laporan keuangan, yang merupakan hasil akhir dari aktivitas akuntansi. Laporan ini mengikhitisarikan data transaksi dalam bentuk yang berguna bagi pengambilan keputusan. Setiap perusahaan memiliki sasaran yang akan dicapai, baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang, yaitu menaikan nilai laba dan menaikan nilai perusahaan. Dalam mencapai sasaran tersebut dibutuhkan faktor-faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa yang akan dijual kepada konsumen. Salah satu faktor produksi tersebut adalah berupa aset tetap yang

2

berperan penting dalam kegiatan normal Operasi. Aset tetap merupakam aset perusahaan yang berwujud digunakan dalam kegiatan normal Operasi bukan untuk diperjual belikan dan memiliki masa manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Penanganan aset tetap bertujuan untuk memperoleh efisiensi dan pengamanan terhadap aset tetap agar dana yang diinvestasikan kedalam aset tetap memperoleh manfaat maksimum sesuai dengan jangka waktu pemakaiannya, serta untuk menghindari ketidakwajaran pelaporan biaya dalam suatu periode akuntansi. Aset tetap selalu dicatat sebesar nilai perolehannya (cost) yaitu semua biaya yang dikeluarkan sampai aset itu siap pakai dan dapat dipergunakan. BULOG adalah Perusahaan Umum Milik Negara yang bergerak di bidang logistik pangan. Ruang lingkup bisnis meliputi usaha logistik atau pergudangan, usaha angkutan perdagangan komiditi pangan dan usaha eceran. Sebagai perusahaan yang tetap mengemban tugas publik dari pemerintah, BULOG tetap melakukan kegiatan menjaga harga dasar pembelian untuk gabah, stabilitas khusunya harga pokok, menyalurkan beras untuk orang miskin

(Raskin) dan

pengelolahan stok pangan. Aset tetap pada perum BULOG Sub Divre Samarinda mempunyai peranan penting dalam kelangsungan usaha perusahaan itu sendiri. Untuk memperlancar kegiatan operasional perum BULOG Sub Divre Samarinda dibutuhkan aset tetap seperti tanah, bangunan, mesin, kendaraan dan inventaris yang nantinya akan di pergunakan dalam kegiatan normal operasi. Aset tetap memiliki pengaruh yang signifikan pada neraca perusahaan karena aset tetap memiliki nilai material yang lebih dari satu periode akuntansi. Perum BULOG sub divre Samarinda memiliki Aset tetap yang pada laporan keuangan mengacu pada pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK No 16 )

3

revisi 2015. Dinyatakan bahwa aset tetap adalah aset yang berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa. Aset tetap akan mengalami depresiasi (penyusutan) setiap tahunnya, sehingga perusahaan harus mencatat depresiasi atas aktiva tersebut sebagai pengimbang atas penurunan nilai aktiva selama msa umur ekonomisnya. Perusahaan tentu dapat memilih standar akuntansi yang tepat dalam meng– hitung atau menerapakan standar untuk metode depresiasi setiap aktiva. Hal ini disebabkan berbagai faktor antara lain, kondisi ekonomi, kebijakan ekonomi yang dianut, serta kondisi politik dan sosial di tiap-tiap Negara, konsekwensinya masingmasing Negara memiliki metode yang berbeda dalam akuntansinya. Penelitian ini mengadaptasi standar akuntansi keuangan PSAK No. 16 (revisi 2015), yang mengadopsi dari pernyataan dalam konvergensi international Financial Reporting Standart (IFRS) atau Internasional Accounting Standars (IAS) sebagai pedoman dalam standar akuntansi internasional. Apabila pencatatan dan penyajian aktiva tetap diterapkan menurut PSAK No. 16 (revisi 2015), berarti telah menerapkan IFRS dalam pencatatan serta penyajian aktiva tetap. Proses akuntansi aktiva tetap dimulai saat aktiva itu diperoleh dan digunakan sampai aktiva itu dihapuskan (habis umur ekonomisnya). Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara seperti pembelian, pertukaran, pembangunan sendiri, dan hibah. Metode penyusutan yang diterapkanpun bermacam-macam misalnya: disusutkan berdasarkan waktu, berdasarkan pengunaan dan kiteria lainya. Kepemilikan aktiva tetap pada perum BULOG Sub Divre Samarinda berupa tanah, bangunan, kendaraan (Roda 2 dan Roda 4), inventaris kantor dan lain-lain yang diperoleh melalui anggaran dari kantor pusat, jadi perum BULOG Sub Divre

4

Samarinda tidak membeli secara tunai angsuran maupun membuat sendiri, ataupun untuk pengeluaran selama pengunaan aktiva tetap sudah ada anggarannya sendiri. Harga perolehan dan akumulasi penyusutan aktiva tetap dicatat oleh perusahaan dalam daftar aktiva tetap. Pemilihan metode penyusutan aktiva tetap dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menetapkan metode yang tepat sesuai dengan jenis aktiva. Pemahaman yang didapat selama peneliti melakukan penelitian pada Perum BULOG Sub Divre Samarinda bahwa perusahaan hanya menggunakan satu metode didalam menghitung nilai penyusutan aktiva tetap yaitu metode Garis Lurus (Straight Line Method). Hal ini yang menjadi perhatian dan pertanyaan peneliti, sementara kepemilikan aktiva tetap yang ada terdapat jenis aktiva yang berbeda-beda. Menurut hemat peneliti Perum BULOG Sub Divre Samarinda perlu melihat kembali pemilihan metode penyusutan yang dipergunakan, hal ini sebagaimana Pernyataan dalam PSAK No. 16. Memperhatikan berbagai pemaparan dan latar belakang di atas, maka untuk memahami pemilihan metode yang diterapkan Perum BULOG Sub Divre Samarinda mengenai kebijakan akuntansi aktiva tetap sebagaimana PSAK No. 16 (revisi 2015). Maka peneliti tertarik mengambil judul penelitian tentang “Perlakuan Akuntansi Aktiva Tetap berdasarkan PSAK No.16 (revisi 2015) pada perum BULOG Sub Divre Samarinda”.

1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah penulis uraikan di atas serta berdasarkan data-data yang diperoleh penulis dari perum BULOG sub divre Samarinda maka permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah perlakuan

5

aktiva tetap pada perum BULOG Sub Divre Samarinda telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuanagan PSAK No. 16 (revisi 2015)?” 1.3

Tujuan dan Manfaat Penelitian 1) Tujuan penulisan Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini adalah: a. Untuk mengetahui kesesuain aktiva tetap pada perum BULOG Sub Divre Samarinda dengan PSAKNo. 16 (revisi 2015). b. Sebagai syarat untuk menyelesaikan pendidikan Program Diploma Tiga (D3) Program Studi Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda.

2) Manfaat penulisan Adapun penulisan laporan tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan manfaat, antara lain: a. Bagi penulis sebagai apliksi dari ilmu yang didapat selama mengikuti pendidikan di jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda dan penelitian ini diharapkan menambah ilmu pengetahuan khususnya mengenai perlakuan terhadap aktiva tetap berdasarkan PSAK No. 16 (revisi 2015). b. Bagi perusahaan sebagai tambahan informasi bagi pihak perusahaan dalam mengambil keputusan labih lanjut khususnya mengenai aktiva tetap. c. Bagi pembaca Sebagai refrensi bagi peneliti selanjutnya yang ingin meneliti tentang perlakuan terhadap aktiva tetap berdasarkan PSAK No. 16 (revisi 2015)

6

1.4 Sistematika Penulisan Untuk mempermudah pembaca memhami isi laporan yang penulis sajikan, maka sistematika penulisan ini terdiri dari lima bab dan terdiri dari sub bab yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Adapun sistematika penulisan tersebut adalah: BAB I

: PENDAHULUAN Dalam bab ini menguraikan tentang latar belakang penulisan laporan, perumusan masalah, tujuan penulisan laporan, manfaat penulisan laporan dan sistematika penulisan.

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab ini menguraikan tentang landasan teori yang dijadikan dasar teori dalam penulisan laporan ini, hipotesis dan definisi konseptual.

BAB III

: METODE PENELITIAN Dalam bab ini menguraikan tentang definisi oprasional, rincian standar yang diperlukan, teknik pengumpulan data, jangkauan penelitian dan alat analisis yang digunakan.

BAB IV

: HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam bab ini menguraikan tentang sejarah singkat berdirinya perusahaan struktur organisasi, penyajian data dari Analisis dan Pembahasan data hasil Penelitian yang diperlukan dalam penulisan laporan ini.

BAB V :

SIMPULAN DAN SARAN Dalam bab ini berisikan tentang simpulan dan saran hasil dari pembahasan laporan dari penulis.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1

Landasan Teori Pada bab ini penulis akan menguraikan beberapa pengertian-pengertian serta

batasan-batasan perumusan yang nantinya akan membantu dalam pembahansan laporan ini. Adapun teori-teori yang menjadi landasan laporan ini sebagai berikut:

2.1.1. Pengertian Akuntansi Secara umum akuntansi adalah cara untuk mengumpulkan data dan melaporkan kepada macam-macam individu dan pihak-pihak yang berkepentingan. Untuk menghasilkan informasi ekonomi, perusahaan perlu menciptakan suatu metode pencatatan, pengelolaan, analisis dan pengendalian transaksi serta kegiatankegiatan keuangan kemudian melaporkan hasilnya. Informasi yang relevan untuk satu pihak mungkin menjadi tidak relevan bagi pihak lain. Akan tetapi bagi kelompok-kelompok yang membutuhkan informasi akuntansi dapat diidentifikasikan, informasi yang relevan, juga dapat ditentukan dalam sistem pertangung jawaban terlihat adanya arus informasi dari yang mempertanggung jawabkan kepada yang menerima pertangung jawaban. Akuntansi sering juga disebut business language karena merupakan media komunikasi. Untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang akuntansi, berikut dikemukakan pengertian akuntansi menurut beberapa ahli. Menurut Harahap (2011 : 5), akuntansi adalah “menyangkut angka-angka yang akan dijadikan dasar dalam proses pengambilan keputusan, angka itu

8

menyangkut uang atau nilai moneter yang mengambarkan catatan dari transaksi perusahaan. Angka itu dapat dianalisis lebih lanjut untuk mengali lebih banyak informasi yang dikandungnya dan memprediksi masa yang akan datang, ia bersifat netral kepada semua pemakai laporan ada unsur seninya karena berbagai alternatif yang bisa dipilih melalui pertimbangan subjektif serta ia merupakan informasi yang sangat diperlukan para pemakai untuk pengambilan keputusan ”. Weygandt (2007 : 4), mendefinisikan bahwa akuntansi adalah suatu sistem informasi yang mengidentifikasi, mencatat dan mengomunikasikan peristiwaperistiwa ekonomi dari suatu organisasi kepada parapenguna yang berkepentingan. Sedangkan Pura (2013 : 4), mendefiniskan akuntansi sebagai seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan dalam penyediaan jasa, yang berupa informasi keuangan kuantitatif dari suatu unit organisasi dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar pengambilan keputusan ekonomi. Berdasarkan definisi tersebut di atas, dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa akuntansi menghasilkan informasi keuanagan secara kuantitatif dan relevan kepada pihak-pihak yang berkepentingan (pemakai informasi tersebut) dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi, baik dalam mengukur keberhasilan operasi perusahaan, maupun membuat rencana dimasa yang akan datang 2.1.2 Aktiva Tetap 2.1.2.1 Pengertian Aktiva Tetap Aktiva tetap merupakan aktiva berwujud yang digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimasutkan untuk dijual dalam kegiatan normal perusahaan. Aktiva semacam ini biasanya memiliki masa pemakaian yang lama atau relatif

9

permanen, dan diharapkan dapat memberi manfaat pada perusahaan selama bertahun-tahun seperti tanah, bangunan, mesin dan peralaatan. Manfaat yang diberikan aktiva tetap semakin lama semakin menurun kecuali tanah. Menurut Munawir (2014 :17), menyatakan bahwa aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang fisikinya nampak (kongkrit). Syarat lain untuk dapat di klasifikasikan sebagai aktiva tetap selain aktiva itu dimiliki perusahaan, juga harus digunakan dalam operasi yang bersifat permanen (aktiva tersebut mempunyai umur kegunaan jangka panjang atau tidak akan habis di pakai dalam satu periode kegiatan perusahaan) Sedangkan Baridwan (2004 : 271), menyatakan bahwa aktiva tetap berwujud merupakan aktiva-aktiva berwujud yang sifatnya relatif permanen dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan. Jusup (2005 : 154), yang menyatakan bahwa aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang digunakan dalam operasi perusahaan dan tidak dimasudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa aktiva tetap adalah kekayaan yang dimiliki perusahaan yang dibeli bukan untuk dijual, yang digunakan untuk memperlancar kegiatan oprasioanl perusahaan dan dapat digunakan dalam waktu lebih dari satu periode akuntansi. 2.1.2.2 Syarat-syarat Aktiva Tetap Aktiva tetap minimal harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut: 1)

Memiliki subtansi fisik Aktiva tetap dicirikan dengan eksitensi dan subtansi fisik dan karenanya berbeda dengan aktiva tidak berwujud. Namun tidak seperti bahan mentah, aktiva tetap secara fisik tidak menjadi bagian dari barang yang dimiliki untuk dijual.

10

2)

Bersifat jangka panjang dan disusutkan Walaupun tidak ada kriteria standar mengenai batas umur minimum untuk bisa diklasifikasikan sebagai aktiva tetap, namun ciri umumnya adalah bahwa aktiva ini dapat digunakan berulang kali dan biasanya diharapkan dapat dipakai dalam waktu lebih dari satu tahun.

3)

Dipergunakan dalam operasi perusahaan Aktiva tetap yang dimiliki perusahaan adalah berperan terus menerus dalam kegiatan perusahaan. Akan tetapi aktiva ini tidak harus digunakan secara terus-menerus atau bahkan sering. Seperti mesin cadangan yang disimpann untuk digunakan dalam mesin regular rusak atau hanya digunakan bila kegiatan meningkat. Apabila aktiva tetap tidak dapat digunakan lagi dalam operasi perusahaan, maka harus dikeluarkan dalam kelompok aktiva tetap.

4)

Tidak dimaksudkan untuk dijual Pengadaan aktiva tetapoleh perusahaan dimaksudkan untuk dipergunakan dalam operasi perusahaan, bukan untuk dijual sebagaimana halnya barang dagangan perusahaan. Untuk beberapa kondisi aktiva tetap boleh dijual, apabila tidak dipergunakan lagi oleh perusahaan yang disebabkan oleh faktor masa manfaat ataupun faktor perkembangan teknologi.

2.1.2.3 Klasifikasi Aktifa Tetap Menurut Harahap (1999:22-24) aktiva tetap dapat dikelompokkan dalam: 1.

Berdasarkan Subtansi a. Aset berwujud (Trangible Asets), seperti tanah, gedung inventaris, kendaraan dan mesin. b. Aset tidak berwujud (Intragible Assets)seperti hak cipta (copy right) hak paten, goodwill, dan franchise.

11

2.

Berdasarkan Dapat Disusutkan atau Tidak a. Aset tetap yang dapat disusutkan (depreciated plant assets), seperti gedung investasi, kendaraan, dan mesin. b. Aset tetapyang tidak disusutkan (undepreciated plant assets), seperti tanah.

3.

Berdasarkan Jenisnya a. Tanah (Land) b. Bangunan (Building) c. Mesin (Machinery) d. Kendaraan (vehicles) e. Inventaris. Sedangkan menurut undang-undang perpajakan, aktiva tetap dibedakan

menjadi empat kelompok, yaitu: 1.

Kelompok 1, yaitu aktiva tetap selain bangunan yang mempunyai umur ekonomis sampai 4 tahun, misalnya: peralatan, kendaraan, dan truk ringan

2.

Kelompok 2, yaitu aktiva tetap selain bangunan yang mempunyai umur ekonomis diatas 4 tahun sampai dengan 8 tahun, misalnya: mebel dan peralatan yang terbuat dari logam, truk berat, dan mobil tangki.

3.

Kelompok 3, yaitu aktiva tetap selain bangunan yang mempunyai umur ekonomisantara 8 sampai 16 tahun, misalnya mesin-mesin yang menghasilkan peralatan, mesin produksi, dll;

4.

Kelompok 4, yaitu aktiva tetap berwujud yang mempunyai umur ekonomis antara 16 sampai 20 tahun berupa tanah dan bangunan.

12

2.1.2.4 Perolehan Aktiva Tetap Suatu aktiva tetap yang memenuhi kualifikasi untuk diakui sebagai aset tetap pada awalnya harus diukur sebesar biaya perolehan komponen biaya perolehan menurut PSAK No. 16 (Revisi 2015) tentang aktiva tetap meliputi: 1)

Harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan-potongan lain;

2)

Biaya-biaya yang dapat didistribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen;

3)

Estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap. Kewajiban atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh atau karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan. Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung kedalam harga

perolehan adalah; 1.

Biaya imbalan kerja (yang didefinisikan dalam PSAK No.24 (revisi 2010) : imbalan kerja) yang timbul secara langsung dan pembangunan atau akuisisi aset tetap;

2.

Biaya penyiapan lahan untuk pabrik;

3.

Biaya penanganan (handling) dan penyerahan awal;

4.

Biaya perakitan dan instalasi;

5.

Biaya pengujian aset apakah aset berfungsi dengan baik, setelah dikurangi hasil netto penjualan produk yang dihasilkan sehubungan dengan pengujian tersebut (misalnya produk dihasilkan dari peralatan yang sedang diuji)

13

6.

Komisi professional Terdapat beberapa cara dalam perolehan aktiva tetap, diantaranya adalah: a. Pembelian Tunai ( Acquisition by purchase for cash ) Aktiva tetap yang diperoleh dengan pembelian tunai dicatat setara nilai tunainya (uang yang dikeluarkan), yang termasuk di dalamnya adalah harga faktur ditambah dengan biaya-biaya yang dikelurakan sampai aktiva tetap tersebut siap untuk digunakan seperti biaya angkut premi ansuransi biaya balik nama, biaya pemasangan, biaya percobaan dan sebagainya. b. Pembelian dengan angsuran (Acquisition by purchase on long term contrach) Pembelian-pembelian atas aktiva tetap perusahaan sering kali dilakukan dengan cara pembelian secara angsuran. Dalam melakukan pembelian secara angsuran biasanya dilakukan dengan menyerahkan sebagian uang dari harga aktiva tersebut sebagai uang muka dan selanjutnya dalam melakukan pelunasannya yaitu dengan cara pembayaran angsuran sesuai dengan waktu, jumlah, dan bunga yang sudah disepakati perbedaan antara nilai pembelian tunai dengan total pembayaran jika melakukan pembelian secara angsuran/kredit, maka akan diakui sebagai beban bunga selama periode kredit(kecuali dikapitalisasi sesuai dengan PSAKNo. 26 : Biaya Pinjaman). c. Penerbitan Surat-surat Berharga (Acquisition by Inssued for Securities) Jika perusahaan memperoleh aktiva tetap dengan cara surat-surat berharga (misalnya penerbitan saham dan obligasi). Maka dasar pencatatan aktiva tersebut adalah nilai pasar surat berharga pada saat

14

pembelian. Apabila harga pasar saham atau obligasi itu tidak diketahui, maka harga perolehan aktiva tetap ditentukansebesar harga pasar aktiva tetap tersebut. Namun terkdang aktiva tetap tertentu tidak diketahui harga pasarannya, maka pencatatan aktiva tetap terssebut didasarkan atas harga taksiran yang ditentukan oleh manajemen perusahaan atau perusaan penilai tersebut. d. Perolehan dengan cara pertukaran (Acquisition by exchange) Aktiva tetap menurut cara ini diperoleh dengan cara menukarkan aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan dengan aktiva tetap lainnya yang dimiliki oleh pihak lain. Dalam pertukaran ini terdiri dari dua macam, yaitu: 1.

Pertukaran yang bersifat khusus (special case) Ditandai dengan harga pasar aktiva tetap yang diketahui aktiva tetap yang saling ditukarkan sejenis.

2.

Pertukaran yang bersifat umum (general case) Apabila aktiva tetap yang ditukarkan tidak sejenis atau aktiva tersebut sejenis tapi tidak termasuk dalam productive assets, dan biaya kedua aktiva tetap tersebut dapat diketahui nilai pasarnya. a. Perolehan aktiva tetap dengan cara membangun sendiri untuk perusahan (Acquisition by Self Construction) Perusahaan dalam memperoleh aktiva tetap dengan cara membangun sendiri mepunyai beberapa alasan yaitu untuk mendapatkan kualitas dan atau konsistensi yang lebih baik, untuk memanfaatkan yang mengaggur (idle capacity), dan menghemat biaya.

15

b. Perolehan Aktiva Tetap dari Donasi/Hadia/Sumbangan untuk perusahaan (Acquisition by Donation ) Jika suatu aktiva tetap diperoleh dari sumbangan maka tidak ada pengeluaran yang dilakukan jikapun ada, jumlahnya relatif lebih kecil dari nilai aktiva yang diterima. Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicatat sebesar harga taksiran atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akun modal donasi. c. Perolehan Aktiva Tetap dengan cara Sewa Guna Usaha diperusahaan (Acqusition by leasing) Dalam PSAK No.30 (2011 :30.2) menyatakan bahwa “Leasing merupakan suatu pinjaman dimana lessor (pihak yang menyewakan) memberikan hak kepada lessee (pihak yang menyewa) untuk menggunakan suatu aset selama waktu yang disepakati”. Pecatatan perolehan Aktiva tetap dengan lesing tergantung dari jenis yang digunakan perusahaan Menurut Purba (2013:65), Ada dua jenis sewa (leasing) 1)

Sewa pembiayaan (Financial Lease) Merupakan sewa yang mengalihkan secara substantial seluruh resiko dan manfaatan yang terkait dengan kepemilikan suatu aset. Aset tetap yang di peroleh dengan cara ini, dicatat sebagai aset tetap dalam kelompok tersendiridan juga harus disusunkan. Kewajiban leasingnya pun disajikan terpisah dari kewajiban lainnya.

2)

Sewa Opersi (Operating Lease) Bila perusahaan memilih cara ini maka pencatatn angsuran tidak menjadi bagian aset melainkan dicatat sebagai beban aktiva sewa aktiva tetap, dan aktiva tetap yang bersangkutan tidak disusutkan.

16

2.1.2.5 Pengeluaran-pengeluaran Selama Pengunaan Aktiva Tetap Selama aktiva tetap digunakan dalam operasi perusahaan biasanya timbul pengeluaran-pengeluaran yang berkaitan dengan aktiva tetap yang bersangkutan, Misalnya pengeluaran untuk reparasi dan pemeliharaan rutin. Penambahan atau penggantian komponen aktiva yang bersangkutan. Pengeluaran semacam ini disebut pengeluaran setetlah perolehan (subsequent expenditure). Pengeluaran-pengeluran tersebut biasanya ditunjukan untuk : 1)

Mempertahankan keseimbangan kerja

2)

Menambah masa manfaat (umur ekonomis)

3)

Meningkatkan kapasitas dan efisiensi Menurut Baridwan (2008:272), menyatakan bahwa pengeluaran-pengeluaran

yang berhubungan dengan perolehan dan penggunaan aktiva tetap dapat dibagi menjadi dua, yaitu: 1)

Pengeluaran Modal Capital (Capital Expenditure) Pengeluaran Modal adalah pengeluaran-pemgeluaran untuk mmeperoleh suatu manfaat yang akan dirasakan lebih dari satu periode akuntansi Pengeluaran-pengeluaran seperti ini dicatat dalam rekening aktiva dalam perusahaan (dikapitalisasi)

2)

Pengeluran pendapatan (Revenue Penyusutan) Pengeluaran pendapatan merupakan pengeluaran-pengeluaran untuk memperoleh suatu manfaat yang akan dirasakan dalam periode akuntansi yang bersangkutan oleh karena itu pengeluran-pengeluran seperti ini dicatat dalam rekening biaya. Pengeluran-pengeluran selama pengunaan aktiva antara lain:

17

a.

Pengeluaran Untuk Pemeliharaan (Maintance) Pengeluran ini bertujuan untuk mempertahankan kondisi aktiva tetap pada kondisi tetap baik untuk itu pengeluaran ini dicatat sebagai beban pemeliharaan aktiva tetap pada periode akuntansi yang bersangkutan.

b.

Pengeluran Untuk Reaparsi (Repairs) Pengeluran ini bertujuan untuk mengembalikan aktiva tetap pada kondisi semula. Pengeluaran dicatat sebagai beban reparasi.

c.

Pengeluran Untuk Menganti Komponen yang Rusak Pengeluran ini bertujuan untuk mengganti sebagian atau seluruh komponen aktiva tetap yang rusak berat. Pengeluaran ini biasanya mengakibatkan penambahan terhadap masa manfaat aktiva tetap yang bersangkutan. Sehingga dicatat sebagai penambahan aktiva tetap yang bersangkutan (debet) atau akumulasi penyusutan aktiva tetap.

d.

Pengeluaran Untuk Perbaikan (Betterment) Pengeluaran ini bertujuan untuk meningkatkan manfaat dari aktiva tetap yang bersangkutan Misalnya, untuk meningkatkan kapasitas produksi dan sebagainya pengeluaran ini dicatat pada sisi debet akun aktiva yang bersangkutan.

e.

Pengeluaran Untuk Penambahan (Addition) Merupakan pengeluaran untuk menambah aktiva tetap yang lama dengan bagian-bagian baru dan bersifat menambah nilai aktiva tetap tersebut. Sedangkan Batterment merupakan pengeluaran untuk perbaiakan suatu aset (yang mungkin tidak mengalami kerusakan) dengan maksud tidak hanya sekedar agar aktiva tetap tersebut dapat menjalankan fungsinya sebagaimana mestinya melainkan juga untuk menambah nilai serta memperpanjang umur penggunaan aktiva tetap.

18

2.1.2.6 Penyusutan Aktiva Tetap Aktiva tetap memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun (satu periode akuntansi). Semua jenis aktiva tetap, kecuali tanah, akan makin berkurang kemampuanya untuk memberikan jasa bersamaan dengan berlalunya waktu. Beberapa faktor yang mempengaruhi menurunya kemmapuan ini adalah karena pemakaian keasuhan ketidakseimbangan kapasitas yang tersedia dengan apa yang diminta dan ketertingalan teknologi. Berkurangnya kapasitas berarti berkurangnya nilai aktiva tetap yang bersangkutan. Hal ini perlu dicatat dan dilaporkan. Pengakuan adanya penurunan nilai aktiva tetap berwujud disebut sebagai penyusutan (depresiasi/depreciation). Menurut Baridwan (2008 : 307), dalam menentukan beban penyusutan untuk setiap periode perlu diperimbangkan tiga faktor, yaitu: 1)

Harga Perolehan (Cost) Jumlah kas atau setara kas yang dibayarkan atau nilai wajar dari imbalan yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan jika dapat diterapkan, jumlah yang diatribusikan ke aset pada saat pertama kali diakui sesuai dengan persyartan tertentu dalam PSAK lain.

2)

Taksiran Nilai Sisa (Salvage Value) Nilai sisa suatu aktiva yang didepresiasikan adalah jumlah yang diterima bila aktiva tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi pada saat menjual atau menekarnya.

3)

Taksiran Umum Ekonomis (Useful life) Taksiran umur penggunaan aktiva dipengaruhi oleh cara-cara pemeliharaan dan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang dianut dalam reparasi. Taksiran umur

19

ini biasanya dinyatakan dalam satuan periode waktu satuan hasil produksi atau satuan jam kerjanya. Menurut Baridwan (2008 : 308), ada empat metode yang dapat digunakan dalam menghitung beban depresiasi atau penyusutan secara perpreodik. Namun yang penulis sampaikan hanya beberapa metode saja, diantaranya adalah: 1)

Metode garis lurus (Straight Line Method) Berdasarkan metode garis lurus (straight line method), besarnya depresisasi selalu sama untuk setiap tahun masa manfaat aktiva tetap. Dasar perhitungan satu-satunya adalah waktu. Agar dapat menghitung beban depresiasi dengan metode garis lurus, yaitu cukup dengan menghitung biaya yang dapat disusutkan. Biaya yang dapat disusutkan (depreciable cost) adalah harga perolehan aktiva dikurangi dengan nilai sisa. Hal ini menunjukan total jumlah nilai yang dapat disusutkan. Pada metode garis lurus, untuk menentukan beban depresiasi setiap tahun (setiap periode akuntansi) adalah dengan cara membagi biaya yang dapat disusutkan dengan masa manfaat / umur ekonomis aktiva tetap. Dapat digunakan rumus (2.1) : Depresiasi = HP-NS N

Keterangan: HP = Harga Perolehan Aktiva NS = Nilai Sisa N = Nilai umur kegunaan/Ekonomis ( Sumber : Baridwan (2008: 308))

20

2)

Metode hasil produksi (production Output Method) Metode hasil ini didasarkan pada teori bahwa kativa tetap diperoleh untuk jasa yang dihsilkan dalam bentuk output produksi beban depresiasi dihtung dengan dasar satuan hasil produksi, sehingga beban depresiasi tiap periode akan berfluktuasi sesuai dengan hasil produksi.Metode ini dapat dihitung dengan menggunakan rumus (2.2) menurut Baridwan : Depresiasi = HP-NS N

Keterangan:

HP = Harga perolehan Aktiva

NS = Tasksiran Nilai Sisa (residu)

N = Taksiran Hasil Produksi

3)

Metode Beban Berkurang (Reducing Charge Method) Dalam metode ini beban depresiasi tahun-tahun pertama akan lebih besar dari pada beban depresiasi tahun-tahun berikutnya. Metode ini didasarkan pada teori bahwa aktiva yang baru akan dapat digunakan dengan lebih efisien dibandingkan dengan aktiva yang lebih tua. Begitu juga biaya reparasi dan pemeliharaanya. Biasanya aktiva yang baru akan memerlukan reparasi dan pemeliharaan yang lebih sedikit dibandingkan dengan aktiva yang lebih Tua. Dalam menghitung metode ini ada empat cara perhitungan yaitu :

21

a. Metode jumlah angka tahun (Sun of The Year’s Digits Method) Metode ini disebut jumlah angka tahunan karena tarif depresiasinya pada satu pecahan yang bilanganya adalah tahun-tahun pemakaian aktiva yang msih tersisa sejak awal tahun ini dan penyebutannya adalah jumlah tahuntahun sejak tahun pertama hingga tahun pemakaian yang terakhir. Metode ini dapat dihitug dengan rumus:

Jumlah angka tahun = n

n = umur ekonomis b. Metode Saldo Menurun (Declining Balanced Method) Dalam metode ini, biaya penyusutan dari tahun ke tahun semakin menurun. Karena perhitungan biaya penyusutan periodik didasarkan pada nilai buku (harga perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan) aktiva yang semakin menurun dari tahun ke tahun. Biaya penyusutan periodik dihitung dengan cara mengalikan tarif dengan nilai buku awal aktiva. Karena nilai buku aktiva tetap ini setiap tahun selama menurun. Dapat di gunakan rumus (2.3) menurut Baridwan:

Tarif = 1Keterangan : HP = Harga Peroolehan Aktiva NS = Taksiran Nilai Sisa n

= umur ekonomis (Sumber baridwan (2008 :313))

22

Adapun metode dan tarif penyusutan aktiva tetap pada pasal 11 undangundang No 36 Tahun 2008 tentang pajak penghasilan yang mengunakan 2 metode penyusutan yaitu metode garis lurus dan metode saldo menurun untuk kelompok aktiva berwujud bukan bangunan dan bangunan. Dapat dilihat pada tabel (2.1) Tabel 2.1 Metode Tarif Penyusutan menurut UU No.36 Tahun 2008 Tarif Penyusutan Kelompok Harta Berwujud I. Bukan Bangunan Kelomok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kelompok 4 II.Bangunan Permanen Tidak Permanen

Masa Manfaat

Metode Garis Lurus

Metode Saldo Menurun

4 Tahun 8 Tahun 16 Tahun 20 Tahun

25% 12,5% 6,25% 5%

50% 25% 12,5% 10%

20 Tahun 10 Tahun

5% 10%

c. Double Declining Balanced Method Dalam metode ini, beban depresiasi tiap tahunnya menurun. Untuk dapat menghitung beban depresiasi yang terlalu menurun dasar yang digunakan adalah presentase yang dikalikan dua dan setiap tahunnya dikalikan pada nilai buku aktiva tetap. Karena nilai buku selalu menurun maka beban depresiasi juga selalu menurun. d. Metode Tarif Menurun (Declining rate on cost method) Dalam metode ini, cara menghitung depresiasinya kadang-kadang menggunakan tariff (%) yang selalu menurun. Tarif (%) setiap periode dikalikan dengan harga perolahan. Penurunan tarif (%) setiap periode

23

dilakukan tanpa menggunakan dasar yang pasti, tetapi ditentukan berdasarkan kebijaksanaan pimpinan perusahaan. Karena tariff (%) nya setiap periode selalu menurun maka beban depresiasinya juga selalu menurun.

2.1.2.7 Penghentian dan pelepasan aktiva tetap Penghentian atau pelepasan aktiva tetap dalam skema akuntansi terletak pada tahap akhir. Penghentian atau pelepasan mengharuskan perusahaan untuk mengadakan penghapusan pencatatan terhadap semua rekening yang berkaitan dengan aktiva. Berkaitan dengan perhentian dan pelepasan aktiva tetap, pernyataan standar Akuntansi Keuangan (2014 : 16.10) menyatakan bahwa jumlah tercatat aset dihentikan pengakuanya pada saat : (1) dilepas; atau (2) ketika tidak terdapat lagi manfaat ekonomi masa depan yang dihatrapkan dari pengunaan atau pelepasannya. Penghentian atau pelepasan dapat dilakukan dengan cara: 1)

Penjualan Aktiva Tetap Perusahaan sering kali melepas aktiva tetapnya dengan menjual aktiva tersebut. Apabila harga jual lebih tinggi dari pada nilai buku aktiva, maka perusahaan mendapat keuntungan. Sebaliknya, jika harga jual ternyata di bawah nilai buku aktiva, maka perusahaan menderita kerugian. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aktiva tetap harus dimasukan dalam laporan laba rugi komprehensif pada saat aktiva tersebut dihentikan pengakuannya (Martini, 2016 : 287)

24

2)

Berikutnya Masa Manfaat Aktiva Tetap Apabila penghentian atau pelepasan aktiva tetap karena berakhirnya masa manfaat aktiva tetap tersebut, maka semua rekening yang berkaitan dengan aktiva tetapyang dihentikan harus dihapus.

3)

Pertukaran Aktiva Tetap Pertukaran aktiva tetap dapt dibagi menjadi : a. Pertukaran aktiva tetap sejenis b. Pertukaran aktiva tetap tidak sejenis

2.1.2.8 Penyajian Aktiva Tetap Pada Laporan Keuangan. Secara umum aktiva tetap perusahaan disajikan dalam laporan keuangan yaitu pada komponen neraca. Bentuk penyajian aktiva tetap dalam neraca umumnya yang sering digunakan perusahaan adalah sebagai berikut: Informasi yang lebih lanjut dapat dibuat dalam catatan atas laporan keuangan (CaLK). Di sini dapat dibuat nilai perolehan masing-masing aktiva tetap dan akumulasi penyuustan msing-masing.

2.2

Definisi Konsepsional Definisi konsepsional merupakan suatu pengertian konsep yang terdiri atas

unsur-unsur yang saling terkait sehingga membentuk suatu pengertian ini tentang objek yang akan dicapai atau diteliti dengan cara mengkategorikan ke dalam variabel penelitian.Untuk membatasi ruang ligkup dari permasalahan yang diangkat oleh penulis, maka penulis akan membatasi kumpulan definisi-definisi dari landasan teori antar lain:

25

1)

Aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jassa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administarif dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode. ( PSAK, 2015 :16.2)

2)

PSAK Nomor 16 adalah untuk mengatur perlakuan akuntansi aset tetap agar penguna laporan keuangan dapat memahami informasi mengenai investasi entitas di aset tetap perubahan dalam investasi tesebut. ( PSAK, 2015 : 16.2)

3)

Biaya perolehan adalah jumlah kas setara kas yang dibayarkan atau dinilai wajar dari imbalan lain yang diserahkan untuk memperoleh suatu aset pada saat perolehan. (PSAK, 2015 : 16.2)

4)

Penyusutan adalah proses pengalokasian harga perolehan aktiva tetap menjadi biaya selama masa manfaatnya dengan cara yang rasional dan sistematis. (jusup, 2001 : 162)

BAB III METODE PENELITIAN 3.1

Definisi oprasional Pada bagian ini penulis akan mengemukakan definisi oprasioanal mengenai

beberapa pengertian dari variabel utama yang ditiliti. Definisi oprasional merupakan bagian dari konsep yang masih abstrak menjadi lebih konkrit yang dapat diamati dan diujikan kebenarnya oleh orang lain. Oleh karena itu konsep harus di Oprasionalkan, sehingga definisi oprasional merupakan suatu studi untuk mengamati variabel yang telah dijabarkan dalam data-data maupun informasi dan dapat diukur serta diteliti, sehingga akan didapat hasil yang diinginkan . Untuk membatasi ruang lingkup penelitian dan untuk lebih mengarahkan kepada apa yang berhubungan dengan apa yang diteliti dalam penulisan laporan ini, maka penulis akan mengemukakan beberapa pengertian adalah sebagai berikut: 1.

Aktiva tetap Aktiva tetap yang dimiliki oleh perum BULOG sub divre Samarinda yang digunakan untuk menjalankan kegiatan utama perusahaan, dalam hal ini adalah tanah, bangunan (kantor GBM, ruang rapat, rumah dinas, gudang dll), kendaraan (sepeda motor Honda Supra 125 TD), mesin (mesin sosoh beras merk sendy) dan peralatan kantor lainnya.

2.

Harga Perolehan Harga jumlah kas atau setara kas yang di keluarkan oleh perum BULOG subdivre Samarinda untuk memperoleh beerapa aktiva tetapnya hingga aktiva tetap siap digunakan .

27

3.

Penyusutan Dalam menghitung penyusutan metode yang digunakan oleh perum BULOG subdrive samarinda adalah metode garis lurus.

3.2

Objek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah dokumen yang berhubungan dengan

aktiva tetap perum BULOG subdrive samarinda yang berada di jalan Ir. Sutami Blok Q Samarinda 3.3

Jenis Data Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder 1) Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari objek yang diteliti (lokasi penelitian). Data primer yang digunakan berupa hasil wawancara tidak terstruktur dengan pihak bagian akuntansi. 2) Data sekunder merupakan data yang diperoleh atau bersumber dari sumber lain diluar lokasi penelitian. Data sekunder yang digunakan dalam penelitiaini adalah dokumen perusahaan berupa daftar aktiva tetap dan data-data lain yang berhubungan dengan penelitian, alam penelitian.

3.4

Metode Pengumpulan Data Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan kuantitatif. Data

kuantitatif yaitu data yang diperoleh berupa keterangan-keterangan yang mendukung penulisan ini yang diperoleh dari hasil wawancara. Maupun dokumen/arsip perusahaan berupa gambaran umum perusahaan, dan struktur organisasi. Data kuantitatif yaitu data yang berupa angka-angka yang dapat diperoleh melalui dokumen perusahaan seperti data oprasional perusahaan dan laporan keuangan perusahaan.

28

Dalam pengumpulan data yang diperlakukan penulis menggunakan metode sebagai berikut: 1.

Dokumentasi Dokumenatsi adalah pengumpulan data yang diperoleh dari catatan-catatan yang dimiliki perusahaan. Data yang diperoleh adalah: a. Daftar aktiva tetap perum BULOG subdrive samarinda b. Struktur organisasi perum BULOG subdrive samarinda

2.

Studi pustaka Untuk melengkapi data-data yang diperlakukan dalam penulisan laporan ini, maka penulis melakukan studi pustaka. Studi pustaka adalah mencari sumber-sumber dan bahan atau data yang diperlakukan dalam penelitian ini diperoleh dari buku-buku karya ilmiah, literatur dan bahan lainnya yang menjadi landasan teoritis dalam laporan dan masalah yang diteliti.

3.

Wawancara Menurut Esterbaeng dalam Sugiono (2013 : 231) menyatakan bahwa wawancaara merupakan pertemunya dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui Tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara dalam penelitian ini yaitu dengan melakuka Tanya jawab langsung dengan pihak perusahaan. Khususnya bagian akuntansi yang berhubungan dengan aktiva tetap.

3.5

Data yang diperlukan Data-data yang diperlukan oleh penulis dalam menunjukan penulisan ini adalah sebagai berikut:

29

1)

Gamabaran umum Perum BULOG Sub divre Samarinda

2)

Struktur Organisasi

3)

Daftar aktiva tetap dan penyusutannya

4)

Neraca tahun

5)

Pencatatan perolehan, penelitian, penyusutan aktiva tetap.

3.6

Batasan-batasan penelitian Pada penelitian laporan ini, penulis akan memberikan batsan-batasna dalam

penelitian ini agar lebih terarah dan sistematis yaitu khusus membahas sampai sejauhpenerapanya pernyataan standar akuntansi keuangan terhadap aktiva tetap dengan meneliti bagaimana kebijakan kauntansi terhada aktiva tetap pada perusahaan.

3.7

Alat analisis

1)

PSAK No. 16 revis tahun 2015

2)

Perolehan aktiva tetap

3)

Pengeluaran selama pengunaan aktiva tetap

4)

Penyusutan aktiva tetap

5)

Penghentian dan pelepasan aktiva tetap

6)

Penyajian aktiva tetap pada laporan keuangan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1

Hasil Penelitian Pada bab ini penulis akan menjabarkan tentang hasil penelitian dan akan

membahas tentang mengenai perlakuan akuntansi aktiva tetap berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan nomor 16 (Revisi 2015) pada BULOG Subdivre Samarinda. Adapun data-data yang dimaksud sebagai berikut:

4.1.1

Gambaran Umum Perusahaan Perjalanan umum BULOG dimulai pada saat dibentuknya BULOG pada

tanggal

10

Mei

1967

berdasarkan

keputusan

presidium

kabinet

No.114/Kep/51/1967, dengan tujuan pokok untuk mengamankan kesedian pangan dalam rangka menegakakan eksitensi pemerintahan baru. Selanjutnya direvisi melalui Keppres No. 39 tahun 1969 dengan tugas pokok melakukan subilisasi harga beras, dan kemudian direvisi lagi melalui Keppres No 39 tahun 1987, yang di masukan untuk menyosngsong tugas BULOG dalam rangka mendukung pembangunan komoditas pangan yang multi komoditas. Perubahan berikutnya dilakukan melalui Keppres No 103 tahun 1993 yang memperluas tanggung jawab BULOG mencangkup koordinasi pembangunan pangan dan meningkatkan mutu gizi pangan, yaitu ketika kepala BULOG dirangkap oleh Menteri Negara Urusan Pangan.Pada tahun 1995, keluar Keppres No. 50, untuk menyempurnakan struktur organisasi BULOG yang pada dasarnya bertujuan untuk lebih mempertajam tugas pokok, fugsi serta peran BULOG. Oleh karena itu, tanggung jawab BULOG lebih di fokuskan pada penigkatan stabilisasi dan

31

pengelolahan persediaan bahan baku pokok dan pangan. Tugas pokok BULOG sesuai Keppres tersebut adalah mengendalikan harga dan mengelola persediaan beras, gula, gandum, kedelai, pakan dan bahan pangan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam rangka menjaga kestabilan harga bahan pangan bagi produsen dan konsumen serta memenuhi kebutuhan pangan berdasarkan kebijaksanaan umum pemerintah. Namun tugas tersebut berubah dengan keluarnya Keppres No 45 tahun 1997, dimana komonditas yang dikelola BULOG dikurangi dan tinggal beras dan gula pasir. Kemudian melalui Keppres No. 19 tahun 1998 tanggal 21 januari 1998, pemerintah mengembalikan tugas BULOG seperti Keppres No. 39 tahun 1968. Selanjutnya melalui Keppres No. 19 tahun 1998, ruang lingkup komonditas yang di tangani BULOG kembali dipersempit seiring dengan kesepakatan yang diambil oleh pemerintah dengan pihak IMF yang tertuang dalam Latter Of Intent (LOI). Dalam Keppres tersebut, tugas pokok BULOG dibatasi hanya untuk menangani komonditas beras saja. Sedangkan komonditas lain yang dikelola selama ini dilepaskan ke mekanisme pasar. Arah pemerintah mendorong BULOG menuju suatu bentuk badan usaha mulai terlihat dengan terbitnya Keppres No. 29 tahun 2000 tanggal 26 februari 2000, dimana didalamnya tersirat BULOG sebagai organisasi transisi (tahun 2003) menuju organisasi yang bergerak dibidang jasa logistik disamping masih menangani tugas tradisionalnya. Pada Keppres NO. 29 tahun 2000 tersebut, tugas pokok BULOG adalah melaksanakan tugas pemerintah di bidang menejemen logistik melalui pengelolahan, distribusi dan pengendalian

32

harga beras (mempertahankan Harga Pembelian Pemerintah - HPP), serta usaha jasa logistic sesuai dengan peraturan undang-undang yang berlaku. Arah perubahan tersebut semakin kuat dengan keluarnya Keppres No. 166 tahun 2000, yang selanjutnya diubah menjadi Keppres NO. 103/2000. Kemudian diubah lagi dengan Keppres No. 03 tahun 2002 tanggal 7 januari 2002 dimana tugas pokok BULOG masi sama dengan ketentuan dalam Keppres No. 29 tahun 2000, tetapi dengan nomenklatur yang berbeda dan memberi waktu masa transisi sampai dengan tahun 2003.Dan diawal tahun 2003 yang semula lembaga pemerintahan No. 7 tahun 2003 lembaga BULOG yang semula Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND) resmi beralih status menjadi perusahaan umum (perum) BULOG. Dalam status sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BULOG diharapkan menjadi andalan ketahanan pangan dan tetap menyelengarakan tugas pelayanan publik sesui kebijakan pangan nasional. Melalui penugasan ini BULOG menyelengarakan kegiatan ekonomi dibidang pangan secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat kepada perekonomian nasional.

4.1.2

Struktur Organisasi Perusahaan Struktur organisasi dalam perusahaan sangat penting dan perlu, dalam artian

untuk mengetahui tugas-tugas dan tanggug jawab tiap bagian agar dalam menjelaskan pekerjaan dapat berjalan dengan lancar. Adapun struktur organisasi pada Perum BULOG sub divisi Regional Samarinda yaitu:

33

Struktur Organisasi Perum BULOG Sub Devisi Regional Samarinda

KEPALA SUB DEVISI REGIONAL SUB DEVISI REGIONAL

KEPALA SEKSI PELAYANAN PUBLIK GABAH & PENGADAAN

KEPALA SEKSI KOMERSIAL DAN PENGEMBANGAN BISNIS

KEPALA SEKSI ADMINISTRASI KEUANGAN

KEPALA SEKSI AKUNTANSI, MENEJEMEN RESIKO & KEPATUHAN

STAF

STAF

STAF

STAF

PELAKSANAAN

PELAKSANAAN

PELAKSANAAN

PELAKSANAAN

KEPALA GUDANG

KERANI

JURU TIMBANG

PETUGAS ADMINISTRASI

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Sumber data : perum BULOG Sub Divisi Regional Samarinda

4.1.3 Penyajian Data Hasil Penelitian Aktiva tetap yang dimiliki perum BULOG Subdivre Samarinda cukup banyak dan beragam, sehingga perusahaan mempunyai daftar aktiva tetap sendiri yang gunanya untuk mendukung dan memberi penjelasan atas jenis-jenis aktiva

34

tetap yang dimiliki disertai tahun perolehanya, taksiran umur ekonomisnya, nilai perolehan, akumulasi penyusutan dan nilai buku masing-masing aktiva tetap tersebut. Tabel 4.1 Perhitungan Metode Garis Lurus Pada Motor Honda Supra

Sumber: Data olahan (lihat pada lampiran)

4.1.4

Analisis Data Analisis data adalah proses penyerderhanaan data dari mentah menjadi suatu

data baru yang diharapkan dapat berguna dalam pemecahan masalah. Dalam penelitian ini, teknik analisis data yang digunkan ialah analisis data deskriptif yaitu dengan melakukan pengumpulan data, menganalisis data, serta mengambil kesimpulan dari hasil penelitian yang sudah dilakukan yang berkaitan dengan Alat analisis yang digunakan adalah metode perlakuan akuntansi aktiva tetap berdasarkan PSAK No. 16 (revisi 2015) yang meliputi: 1.

PSAK No. 16 revis tahun 2015

2.

Perolehan aktiva tetap

3.

Pengeluaran selama pengunaan aktiva tetap

4.

Penyusutan aktiva tetap

5.

Penghentian dan pelepasan aktiva tetap

6.

Penyajian aktiva tetap pada laporan keuangan

35

4.2

Pembahasan Perlakuan akuntasi aktiva tetap sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015)

terdiri dari beberapa tahapan yakni memperoleh aktiva tetap, pengeluaran selama pengunaan aktiva tetap, penyusutan, penghentian dan pelepasan aktiva tetap dan pengungkapan aktiva tetap. Tahapan tersebut akan digunakan sebagai analisis penelitian. Perlakuan aktiva tetap pada setiap tahapan akan dianalisis dan dibandingkan antara apa yang dilakukan diperusahaan dan apa yang dinyatakan oleh PSAK No 16 (revisi 2015). Perum BULOG Subdivre Samarinda telah melukukan kebijakan perlakuan aktiva tetap mengikuti PSAK No. 16 (revisi 2015). Yaitu , perolehan aktiva tetap dan pengeluaran selama penggunaan aktiva tetap, penyusutan, penghentian aktiva tetap serta penyajian aktiva tetap pada laporan keuangan. Namun untuk memperoleh aktiva tetap dan pengeluaran selama penggunaan aktiva tetap terdapat perbedaan dengan PSAK No. 16 (revisi 2015) karena aktiva tetap diperoleh dari anggaran kantor pusat bukan diperoleh dengan cara membeli secara tunai, angsuran, pertukaran, sumbangan ataupun membangun sendiri. Persamaan dan perbedaan perlakuan aktiva tetap antara dilakukan oleh perum BULOG Subdivre Samarinda dengan yang seharusnya menurut PSAK No. 16 (revisi 2015), secara detail juga di jelaskan sebagai berikut : 4.2.1

Perolehan Aktiva Tetap Aktiva tetap yang dimiliki perusahaan antara lain: tanah, bangunan,

inventaris kantor, kendaraan dan lain-lain. Namun biaya untuk mendapatkan aktiva tetap tersebut didapat dari anggaran kantor pusat dari perum BULOG Divre Balikpapan. Perusahaan memperoleh aktiva tetap tidak membelinya secara tunai, angsuran, pertukaran dengan aktiva lain, membangun sendiri maupun sumbangan

36

dari pihak lain, jadi, dalam perlakuannya, cara perolehan aktiva tetap oleh perusahaan sudah sesuai dengan PSAK No.16 karena Perum Bulog Subdivre Samarinda ini merupakan anak perusahaan. Perum Bulog Subdivre Samarinda mencatat harga perolehan seperti: Tanah untuk bangunan sebesar

Rp 11.734.741.000,00

Gedung kantor

Rp

434.792.055,39

Kendaraan (sepeda motor honda supra)

Rp

15.783.333,33

Dan harga perolehan aktiva tetap lainya sudah sesuai dengan yang dicantumkan pada laporan keuangan perusahaan. Tabel 4.2 Perbandingan Perolehan Aktiva Tetap PSAK No. 16 (revisi 2015) 1. Perolehan

Perum BULOG Subdivre Samarinda

aktiva

tetap Aktiva tetap diperoleh dari

dilakukan

dengan

cara anggaran kantor pusat yaitu,

pembelian

secara

tunai perum Bulog Jakarta maupun

maupun

angsuran, dari

perum

Bulog

pertukaran dengan aktiva Balikpapan.

Sudah Sesuai / Belum Sesuai

Divre Sudah Sesuai

lainya, membangun lainya, membangun sendiri maupun

sumbangan

(donasi) dari pihak lain Sumber : Data olahan

Dari tabel di atas dalam hal ini pengakuan atas aktiva yang telah diperoleh perusahaan sebagai aktiva tetap sudah sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015) karena untuk memperoleh aktiva tetap tersebut, perum Bulog sebagai anak perusahaan mendapat anggaran dari kantor pusat.

37

4.2.2

Pengeluaran Selama Pengunaan Aktiva Tetap Aktiva tetap yang dimiliki dan digunakan dalam kegiatan operasional

perusahaan tentunya memerlukan pengeluaran-pengeluaran yang tujuannya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan. Pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan selama penggunaan aktiva tetap pada perum BULOG Subdivre Samarinda dapat dikelompokan menjadi : 1.

Reparasi dan Pemeliharaan Biaya reparasi merupakan biaya perbaikan yang nilainya relatif kecil, seperti penggantian suku cadang. Biaya pemeliharaan atau perawatan merupakan biaya yang dikeluarkan untuk memelihara aktiva agar tetap dalam kondisi yang baik, seperti biaya penggantian, pembersihan, pengecatan dan biayabiaya lain yang serupa.

2.

Penggantian Pengantian yang dilakukan selama penggunaan aktiva tetap adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengganti suatu bagian aktiva dengan nilai yang baru yang tipenya sama. Tabel 4.3 Perbandingan Pengeluaran Selama Penggunaan Aktiva Tetap

PSAK No. 16 (revisi 2015) 1. Pengeluara nuntuk

Perum BULOG Subdivre Samarinda Terdapat

pengeluaran

selama

pemeliharaan atau

penggunaan aktiva tetap yang

perawatan, perbaikan,

berupa

penambahan dan

reparasi dan pemeliharaan. Serta

perombakan

pengeluaran untuk pengantian

pengeluaran

untuk

suatu bagian aktiva tetap (dicatat dalam biaya maintance) Sumber: Data olahan

Sudah Sesuai / Belum Sesuai

Sudah Sesuai

38

Dalam hal ini, perlakuan aktiva tetap untuk pengeluaran selama penggunaan aktiva tetap sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015) karena perusahaan mencatat baiaya-biaya dalam rangka pemeliharaan aktiva tetap pada laporan neraca.

4.2.3

Penyusutan Aktiva tetap Berdasarkan analisis yang penulis lakukan dapat diketahui bahwa untuk

pelaporan keuangan, perusahaan menggunakan metode garis lurus yaitu metode yang dipakai untuk menghitung penyusutan aktiva tetap yang dipakai secara konsisten dari satu periode ke periode berikutnya untuk menentukan besarnya beban penyusutan untuk tiap periode. Penggunaan metode tersebut diterapkan atas seluruh aktiva tetap yang dimiliki oleh perusahaan, kecuali untuk tanah karena tidak dilakukan penyusutan, dengan membagi nilai perolehan aktiva dengan umur penggunaan aktiva tetap tanpa ada nilai residu. Adapun sebagai contoh dalam menghitung dan membuktinya besarnya hasil penyusutan apakah sama dengan yang tercantum pada laporan keuangan, penulis menggunakan aktiva tetap berupa kendaraan (sepeda motor) yang dimiliki perusahaan sebagai berikut: Pada tanggal 06 februari 2016, perusahaan memiliki kendaraan berupa Sepeda Motor Honda Supra 125 TD, yang perolehannya sebesar Rp 15.785.333,33 dengan masa manfaat ditaksir 4 thn dan nilai residu Rp 0

39

Penyusutan

Penyusutan

Penyusutan tahun

Penyusutan tahun Tabel 4.4 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus Pada Motor Honda Supra

Sumber:Data olahan (lihat pada lampiran)

Berdasarkan perhitungan pada tabel (4.4), dapat diketahui penyusutan sebesar Rp 3.946.333,33 per tahun hasilnya sama dengan yang dicantumkan pada laporan keuangan perusahaan (lihat pada lampiran). Pada tahun keempat dimana akhir masa manfaat kendaraan, nilai buku adalah Rp 0. Kendaraan dalam hal perpajakan masuk dalam kelompok harta berwujud bukan bangunan kelompok 1 yang mempunyai masa manfaat selama 4 tahun, sesuai dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008 pasal 11 dan pasal 11A. Adapun Perhitungan pada Mesin lainnya yang terdapat pada Perum Bulog Sub divre Samarinda yang mengunakan metode garis lurus, sebagai berikut :

40

Tabel 4.5 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus Pada Mesin Potong Rumput

Sumber:Data olahan (lihat pada lampiran)

Tabel 4.6 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus Pada Mesin Soso

Sumber:Data olahan (lihat pada lampiran)

Tabel 4.7 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus Pada Kendaraan Toyota Avanza

Sumber : Data Olahan (lihat pada lampiran)

41

Tabel 4.8 Penyusutan dengan Metode Garis Lurus Pada Kendaraan Mobil Xenia

Sumber : Data Olahan (lihat pada lampiran)

Dari uraian diatas maka dibuatlah tabel perbandingan mengenai penyusutan aktiva tetap untuk melihat kesesuain perlakuan aktiva tetap antara PSAK No. 16 (revisi 2015) dengan perusahaan. Berikut tabelnya: Tabel 4.9 Perbandingan Penyusutan Aktiva Tetap

PSAK No. 16 (revisi 2015) 1. Metode

penyusutan

Perum BULOG Subdivre Samarinda

yang Perusahaan

Sudah Sesuai / Belum Sesuai

mengunakan

digunakan adalah garis lurus metode garis lurus untuk (straight line method). Saldo penyusutan

aktiva Sudah Sesuai

menurun (diminishing bance tetapnya. method) dan jumlah unit (sum of the unit method) 2. Beban

penyusutan

untuk Perusahaan

setiap periode harus diakui beban dalam laba rugi kecuali jika (depresiasi) beban

tersebut

mencatat penyustan ke

dimasukkan laporan laba rugi.

dalam jumlah tercatat lainnya

dalam Sudah Sesuai

42

3. jumlah

tersusutkan

dalam perusahaan

mencatat

suatu aset dialokasikan secara beban penyusutan aktiva sistematis

sepanjang

umur tetap

manfaatnya .

selama

umur

manfaatnya dan sampai

Sudah Sesuai

nilai buku aktiva tetapnya nol. Sumber : Data olahan

Dari tabel di atas, perlakuan aktiva tetap terhadap penyusutan sudah sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015) karena berdasarkan tabel penyusutan diatas dan lampiran daftar aktiva tetap, metode penyusutan yang diterapkan perusahaan untuk semua aktiva tetapnya adalah metode garis lurus. Dan biaya penyusutan dicatat perusahaan ke dalam laporan keuangan. Adapun perhitungan penyusutan aktiva tetap selama umur manfaatnya 4.2.4

Penghentian dan Pelepasan Aktiva Tetap Dalam prakteknya perusahaan pernah melakukan penghentian dan pelepasan

atas aktiva tetap yang dimilikinya, misalnya mesin sosoh beras, inventaris kantor, inventaris gudang dan inventaris rumah tangga. Aktiva tetap yang digunakan dan telah disusutkan setalah habis masa manfaatnya dan sudah tidak memiliki nilai buku, oleh perusahaan tetap dimasukan ke dalam daftar aktiva tetap dan sudah tidak disusutkan lagi, tetapi aktiva tetap yang sudah habis masa ekonominya tidak dicatat ke dalam neraca. Ini sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015) yaitu penghentian atau pelepasan aktiva tetap dapat dilakukan dengan cara berakhirnya masa manfaat aktiva tetap, karena jika aktiva tetap tersebut tidak memiliki masa ekonomis, maka semua rekening yang berkaitan dengan aktiva tetap harus dihapus dari neraca.

43

Tabl 4.10 Perbandingan Penghentian dan Pelepasan Aktiva Tetap

PSAK No. 16 (revisi 2015)

Perum BULOG Subdivre Samarinda

1. Pelepasan aset tetap dapat Pelepasan

aktiva

dilakukan dengan cara dijual, perusahaan berakhirnya masa ekonomis dengan dan pertukaran

cara

Sudah Sesuai / Belum Sesuai

tetap

dilakukan berakhirnya

masa manfaat aktiva tetap

Sudah Sesuai

dan menghapus rekening dari neraca Sumber : Data olahan

Perlakuan aktiva tetap untuk penghentian dan pelepasan sudah sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015) karena itu untuk aktiva tetap yang sudah habis masa manfaatnya kebijakan perusahaan adalah menghapus rekening tersebut dari laporan neraca 4.2.5 Penyajian Aktiva Tetap pada Laporan Keuangan Semua kebijakan akuntansi perusahaan termasuk kebijakan akuntansi aktiva tetap yang dimiliki perusahaan disajikan sebagai catatan atas laporan keuangan. Catatan atas laporan keeuangan ini adalah penjelasan mengenai kebijakan akuntansi yang mempengaruhi bagian yang tidak dipisahkan dari daftar keuangan dan merupakan penyajian untuk tambahan yang tidak dimasukan ke dalam laporan keuangan. Di dalam penyajian aset tetap pada laporan posisi keuangan, perusahaan menyajikan secara terpisah seperti : bangunan, tanah, inventaris kantor serta menyajiakan akumulasi penyusutan dari masing-masing aktiva tetap. Hal ini dilakukan karena laporan keuangan merupakan sumber informasi mengenai aktiva, liabilitas, dan ekuitas perusahaan pada suatu periode akuntansi. Disini perusahaan telah menyajikan komponen aktiva tetapnya dengan benar pada neraca dilihat pada lampiran.

44

Tabel 4.11 Perband ingan Penyajian Aktiva Tetap pada Laporan Keuangan PSAK No. 16 (revisi 2015) 1. Setiap jenis aset tetap (seperti

Perum BULOG Subdivre Samarinda Dalam penyajian aktiva

tanah, bangunan dan inventaris

tetap pada neraca,

kantor dll) harus di sajikan

perusahaan menyajikan

dalam suatu kelas aset, dimana

secara terpisah.

Sudah Sesuai / Belum Sesuai

Sudah Sesuai

aset-aset tersebut di kelompokan menurut sifat dan kegunaan yang serupa dalam operasi entitas 2. Beban penyusutan di akui dalam laporan laba rugi

Perusahaan mencatat beban penyusutan aset tetap

Sudah Sesuai

kedalam laporan laba rugi. 3. Akumulasi penyusutan dicatat pada akhir periode

Perusahaan mengakumulasikan beban penyusutan pada akhir

Sudah Sesuai

periode tersebut nol Sumber : Data olahan

Berdasarkan penyajian tabel di atas aktiva tetap pada neraca sudah sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015) yaitu penyajian aktiva tetap dalam neraca harus terpisah atau terperinci. Penyajian penyusutan dalam laporan laba rugi juga sudah sesuai. Begitupun pencatatan akumulassi penyusutan pada akhir periode sudah sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015).

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1

Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis lakukan, maka

dapat diambil beberapa kesimpulan atas perlakuan dan penerapan akuntansi aktiva tetap pada perum BULOG Subdivre Samarinda yang telah dilaksanakan dan telah sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Nomor 16 (revisi 2015), diantaranya sebagai berikut: 1.

Perum BULOG Subdivre Samarinda yang merupakan perusahaan pembantu menerima anggaran aktiva tetap dari kantor pusat, yaitu perum BULOG Jakarta maupun dari perum BULOG Divre Balikpapan. Jadi dalam hal perolehan aktiva tetap dilakukan oleh kantor pusat. Karena Perum BULOG Subdivre Samarinda merupakan bagian dari kantor pusat, ini sudah sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015).

2.

Dalam pembiayaan aktiva tetap pun perusahaan mendapat anggaran dari kantor pusat. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan ataupun perawatan dimasukan ke dalam laporan keuangan berupa neraca. Hal ini sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015).

3.

Dalam hal penyusutan aktiva tetap perusahaan, menggunakan metode garis lurus untuk perhitungan penyusutan seluruh aktiva tetap kecuali tanah dan hal ini dilakukan perusahaan secara konsisten dan Perusahaan mengkelompokan aktiva tetap kedalam kelompok aktiva tetap.

Metode dan prinsip yang

dilakukan perusahaan telah sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015).

46

4.

Perlakuan akuntansi terhadap pelepasan atau penghentian aktiva tetap yang dilakukan perusahaan telah sesuai dengan PSAK No. 16 (revisi 2015).

5.

Penyajian aktiva tetap pada laporan keuangan telah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Setiap jenis aktiva tetap telah diuraikan secara lengkap dalam daftar aktiva tetap sebagai pendukung perkiraan di neraca pada laporan keuangan perusahaan.

5.2

Saran Berdasarkan Simpulan di atas, perlakuan aktiva tetap pada Perum Bulog

Subdivre Samarinda sudah sesuai dengan standar Akuntansi yaitu PSAK No. 16 (revisi 2015). maka penulis memberikan saran bahwa sebaiknya perusahaan menerapkan metode penyusutan saldo menurun (declining balance method) untuk aktiva tetap yang bukan bangunan. Dimana metode ini sesuai dengan ketentuan pasal 11 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang pajak penghasilan dan PSAK No 16 (Revisi 2015) tentang Aset Tetap. Metode Penyusutan yang digunakan harus mencerminkan pola pemakaian manfaat dan suatu aktiva tetap oleh sebab itu. Penggunaan metode penyusutan saldo menurun dianggap lebih tepat pada Perum Bulog Sub divre Samarinda.

DAFTAR RUJUKAN

Baridwan, Zaki. (2008). Intermediate Accounting (Edisi Kedelapan). Yogyakarta: BPFE. Harahap, Sofyan Syafri. (1999). Akuntansi Aktiva Tetap. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Harahap, Sofyan Syafri. (2011). Teori Akuntansi (Edisi Revisi 2011). Jakarta: Rajawali Pers. Ikatan Akuntan Indonesia. (2011). ED PSAK 30 (Revisi 2011).Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia. Ikatan Akuntan Indonesia. (2014). PSAK 16 (Revisi 2015). Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta: Ikatan Akuntan Indonesia. Jusup, Al. Haryono. (2005). Dasar-Dasar Akuntansi Jilid1 (Edisi Keenam). Yogyakarta: STIE YKPN. Munawir. 2014. Analisa Laporan Keuangan. Yogyakarta: Liberty. Pura, Rahman. (2013). Pengantar Akuntansi 1 (Pendekatan Siklus Akuntansi). Jakarta: Erlangga. Purba, Marisi. (2013). Akuntansi Keuangan Aset Tetap dan Aset Tak Berwujud. Yogyakarta: Graha Ilmu. Republik Indonesia. (2008). Undang-Undang No. 36 tentang Pajak Penghasilan. Jakarta: Sekretariat Negara. Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Weygandt, Jerry J, Donald E. Kieso, dan Paul D. Kimmel. (2007). Accounting Principles (PengantarAkuntansi). Jakarta: SalembaEmpat.

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.