Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa


1 Jurnal Fokus Konseling, Volume 3, No. 2 (2017), ISSN Cetak : ISSN Online : DOI: Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa Syska Pur...
Author:  Teguh Kusnadi

0 downloads 13 Views 542KB Size

Recommend Documents


PENGGUNAAN TEKNIK PSIKODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA
1 PENGGUNAAN TEKNIK PSIKODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KONSEP DIRI SISWA Nurfaizal Bimbingan dan Konseling, STKIP Muhammadiyah Pringsewu Abstract This st...

Pengembangan Model Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Psikodrama Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa
1 PSIKOPEDAGOGIA 2016 Universitas Ahmad Dahlan Vol. 5, No.2 ISSN: Pengembangan Model Konseling Kelompok Menggunakan Teknik Psikodrama Untuk Meningkatk...

EFEKTIVITAS TEKNIK SCAMPER DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA
1 EFEKTIVITAS TEKNIK SCAMPER DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA Skripsi Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegurua...

Pengembangan Modul Layanan Informasi untuk Mengembangkan Kontrol Diri dalam Penggunaan Smartphone
1 Konselor Volume 6 Number , pp ISSN: Print Online DOI: d/index.php/konselor Received Oktober 7, 2017; Revised November 25, 2017; AcceptedDesember...

Pengaruh Pelatihan Mindfulness Terhadap Peningkatan Kontrol Diri Siswa SMA
1 Pengaruh Pelatihan Mindfulness Terhadap Peningkatan Kontrol Diri Siswa SMA Nur Aziz Afandi Prodi. Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya Uni...

Psikodrama untuk Meningkatkan Kestabilan Emosi Siswa SMK
1 CONSILIUM : Jurnal Program Studi Bimbingan dan Konseling First Published Vol 2 (1) August 2014 CONSILIUM Psikodrama untuk Meningkatkan Kestabilan Em...

PERBEDAAN KONTROL DIRI ( SELF CONTROL
1 PERBEDAAN KONTROL DIRI (SELF CONTROL) PADA MAHASISWA PEROKOK DAN MAHASISWA NONPEROKOK DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG (UIN ...

PERBEDAAN KONTROL DIRI ( SELF CONTROL
1 PERBEDAAN KONTROL DIRI (SELF CONTROL) PADA MAHASISWA PEROKOK DAN MAHASISWA NONPEROKOK DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG (UIN ...

BAHAN AJAR BERBASIS REACT UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA SMP KELAS VIII
1 BAHAN AJAR BERBASIS REACT UNTUK MENGEMBANGKAN KARAKTER DIRI SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA SMP KELAS VIII SKRIPSI disusun sebagai salah satu syarat un...

Hubungan antara Penyesuaian diri dan Kontrol diri dengan Perilaku Delikuen pada siswa SMA Muhammadiyah 1, Jombang
1 Hubungan antara Penyesuaian diri dan Kontrol diri dengan Perilaku Delikuen pada siswa SMA Muhammadiyah 1, Jombang Haryanti Tri Darmi Titisari Univer...



Jurnal Fokus Konseling , Volume 3, No. 2 (2017), 123-137 ISSN Cetak : 2356-2102 ISSN Online : 2356-2099 DOI: https://doi.org/10.26638/jfk.386.2099

Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa Syska Purnama Sari Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Palembang E-mail koresponden: [email protected] Abstract: This research is motivated by the phenomenon of juvenile delinquency. Teenagers often do not have good self-control. If self-control skills are developed early on, adolescents are expected to be able to control themselves from deviant behavior that can damage their lives in the future. The purpose of this research is to know the general description of selfcontrol of fourth-grade students of SD Negeri 1 Lubuk Ngin and to test the effectiveness of psychodrama in developing student self-control. The research is done using quasiexperimental method. The research subject is the fourth grader of SD Negeri 1 Lubuk Ngin. The results showed that Psikodrama technique is effective in developing self-control fourthgrade students SD Negeri 1 Lubuk Ngin. Keywords: Self Control, Psychodrama Abstrak: Penelitian ini termotivasi oleh fenomena kenakalan remaja. Remaja sering tidak memiliki kontrol diri yang baik. Jika keterampilan pengendalian diri dikembangkan sejak dini, maka remaja diharapkan dapat mengendalikan diri dari perilaku menyimpang yang dapat merusak hidupnya di masa depan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran umum pengendalian diri siswa kelas IV SD Negeri 1 Lubuk Ngin dan untuk menguji efektifitas psikodrama dalam mengembangkan pengendalian diri siswa. Penelitian dilakukan dengan metode kuasi eksperimental. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 1 Lubuk Ngin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teknik Psikodrama efektif dalam mengembangkan self-control Siswa kelas empat SD Negeri 1 Lubuk Ngin. Kata kunci: Kontrol Diri, Psikodrama

Artikel diterima: 14 Juni 2017; direvisi: 20 Agustus 2017; disetujui: 30 Agustus 2017 Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Tersedia online di : http://ejournal.stkipmpringsewu-lpg.ac.id/index.php/fokus

123

Syska Purnama Sari…

1. PENDAHULUAN Schulz

(2004)

mengungkapkan

kontrol diri dapat membantu individu untuk mengendalikan emosi, menyusun, membimbing,

mengatur

dan

meng-

arahkan individu untuk menampilkan perilaku yang positif agar dapat diterima dalam lingkungan sosial. Kontrol diri sangat dibutuhkan individu agar dapat mengendalikan diri dari perilaku-perilaku yang merusak dan merugikan diri sendiri dan orang lain di sekitarnya sehingga dapat

diterima

oleh

lingkungan

Perilaku agresif merupakan contoh perilaku yang merusak dan merugikan diri sendiri dan orang lain. Teori kontrol diri yang diungkapkan oleh Gottfredson dan Hirschi (1990) yang menjelaskan kecenderungan individu untuk melakukan atau menahan diri dari perilaku yang

Selain

itu

menurut

Denson,

DeWall, & Finkel (2012) kontrol diri membantu

seseorang

untuk

berperlikau sesuai dengan standar pribadi atau sosial yang dapat menghindari Semakin

seseorang

siswa

dengan

kontrol

yang

baik

mampu

diri

mengendalikan diri dari perilaku agresif sedangkan siswa dengan kontrol diri yang kurang baik maka kemampuan untuk mengendalikan diri dari perilaku juga kurang. Pada

kenyataannya

kenakalan

remaja yang mengarah pada kejahatan semakin meningkat diantaranya “dua remaja asal Kota Depok Jawa Barat menjadi

korban

penganiayaan

sekelompok orang tak dikenal, Kamis

tinggi

maka

agresivitasnya.

WIB” (Viva, 2017a), selain itu ada juga “Gara-gara saling pandang sinis saat bertemu di warnet, seorang pelajar SMP di Kota Pekanbaru, Riau, tewas setelah duel dengan seorang pelajar SMK ” (Viva, 2017b). Fakta kekerasan dan tindak asusila lain terjadi di perguruan tinggi, seperti

melakukan kejahatan.

agresi.

Jadi,

dinihari, 8 Juni 2017, sekira pukul 03.30

sekitarnya.

dapat

agresivitasnya.

kontrol

semakin

Sebaliknya

diri

rendah semakin

tindakan kekerasan dan asusila dalam kegiatan OSPEK yang dilakukan oleh mahasiswa senior. Fakta yang lainnya adalah “kebiasaan merokok di kalangan anak meningkat pesat dalam 10 tahun terakhir, dimana anak usia 13-15 tahun merupakan perokok aktif" (Detik news, 2014).

rendah kontrol diri maka semakin tinggi

124

Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa ……

Berdasarkan

Jenis kenakalan dengan fenomena-

penelitian

Aisyah

fenomena yang telah dikemukakan dapat

(2010) ditemukan perkembangan perilaku

direduksi

mengembangkan

agresif

Chapple

(2005)

dilanjutkan dengan pada masa pra-

mengemukakan terdapat korelasi antara

sekolah. masa usia sekolah, remaja

variabel

perilaku

hingga

remaja,

terdapat masa kritis dimana perilaku

kontrol

dengan diri

siswa.

kontrol

diri

dan

kecenderungan

kenakalan

korelasi

perilaku

antara

kenakalan

terjadi

sejak

dewasa,

agresif

dapat

masa

namun

ditemukan

menjadi yang

hayi,

sebuah

dengan kontrol diri banyak dijembatani

kecenderungan

oleh konformitas pada teman sebaya,

sampai masa dewasa yaitu masa usia

selain itu juga dipengaruhi faktor-faktor

sekolah dan remaja. Sedangkan

eksternal yang mempengaruhi adalah

dapat

bertahan

Hurlock

(1980)

keluarga, dan lingkungan tempat tinggal.

mengemukakan pada usia Sekolah Dasar

Kenakalan

anak diharapkan memperoleh dasar-dasar

remaja

yang

semakin

meningkat dewasa ini disebabkan karena

pengetahuan

individu belum memiliki kontrol diri

untuk keberhasilan penyesuaian diri pada

yang baik.

kehidupan

Keterampilan kontrol diri dapat

yang

dewasa

dianggap

dan

penting

mempelajari

keterampilan penting tertentu. Peran BK

diberikan melalui kegiatan bimbingan

sangat

penting

untuk

mencegah

dan konseling. Upaya bimbingan dan

kenakalan pada anak, Guru BK dapat

konseling dalam mengembangkan kontrol

melakukan upaya preventif sejak dini

diri dapat diberikan kepada siswa sejak

agar tidak berdampak pada masa mereka

dini yaitu sejak usia sekolah dasar. Sara,

yang akan datang, sehingga populasi

Amy & Carol (2008) mengemukakan

penelitian yaitu siswa-siswa Sekolah

bahwa dengan melihat anak ketika anak

Dasar.

masih usia Sekolah Dasar, maka akan

Terdapat beragam upaya BK yang

diketahui tingkat agresifitas anak pada

dapat mengembangkan kontrol diri siswa

saat dewasa nanti. Perilaku agresif yang

SD. Menurut Kartadinata (dalam Yusuf.

belum dapat diatasi, akan semakin lebih

2006)

berbahaya,

berperan

karena

dapat

melanggar

secara

konseptual

sebagai

upaya

bimbingan membantu

hukum dan menjurus pada perkelahian

individu agar berkembang secara optimal.

dan tindakan kekerasan.

Adapun

tujuan

pemberian

layanan

bimbingan dan konseling adalah agar 125

Syska Purnama Sari…

siswa mampu memahami dirinya dan

kecakapan

lingkungannya

membaca situasi diri dan lingkungannya,

(Yusuf

&

Nurihsan,

individu

dalam

kepekaan

2005). Upaya layanan BK yang diberikan

selain

itu

juga

kemampuan

pada penelitian adalah menggunakan

mengontrol

dan

mengelola

layanan dasar dengan strategi bimbingan

sesuai dengan situasi dan kondisi agar

kelompok.

sesuai dengan orang lain, menyenangkan

Beragam

bentuk

bimbingan

kelompok yang dapat dilakukan untuk mengembangkan

kontrol

perilaku

orang lain, selalu konform dengan orang lain, dan menutupi perasaannya.

siswa

Logue (1995) memaknai kontrol

Sekolah Dasar, salah satunya adalah

diri pada pilihan tindakan yang akan

psikodrama. Psikodrama efektif untuk

memberikan manfaat dan keuntungan

mengembangkan

siswa,

dengan cara menunda kepuasan sesaat.

sebagaimana yang diungkapkan oleh

Pendapat lain dikemukakan oleh Carter

Kellermann (1999) bahwa psikodrama

Ryan & Alex (2012) bahwa dalam diri

mempengaruhi variabel dependen seperti

seseorang

kepribadian, locus of control, gejala,

pengaturan diri (self regulation) yang

sikap, dan perilaku terbuka. Sedangkan

memusatkan perhatian pada pengontrolan

White et al (dalam Kellermann, 1999)

diri (self control). Proses pengontrolan

mengemukakan psikodrama efektif untuk

diri ini menjelaskan bagaimana diri

mengembangkan

mengatur dan mengendalikan perilaku

kontrol

sikap

diri

untuk

diri

positif

orang

terdapat

dewasa melalui peningkatan penerimaan

dalam

menjalani

diri, pengendalian diri, tanggung jawab,

dengan

kemampuan

dan sosialisasi.

mengendalikan

Kontrol diri merupakan bagian penting

bagi

individu

membimbing,

untuk

mengarahkan,

dan

individu

akhirnya

mengarah

kepada

control),

Risnawita

(2010)

merupakan

&

dalam Apabila

mengendalikan

aspek-aspek kontrol diri terbagi menjadi

Kontrol

Ghufron

individu

Averill (1973) menyatakan bahwa

tiga

menurut

sesuai

dapat menjalani kehidupan dengan baik.

konsekuensi positif yang diinginkan. diri

kehidupan

perilaku.

mampu

sistem

perilakunya dengan baik maka indivisu

mengatur segi-segi perilakunya yang pada

suatu

yaitu kontrol perilaku (behavior kontrol

kognitif

(cognitif

suatu

126

Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa ……

control),

dan

kontrol

keputusan

(decisional control).

sejauh mana hal tersebut sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Anak menilai baik-buruk, atau benar-salah dari sudut

a. Behavioral control Merupakan

dampak (hukuman atau ganjaran) yang kesiapan

atau

tersedianya suatu respon yang dapat secara

langsung

mempengaruhi

atau

memodifikasi suatu keadaan yang tidak menyenangkan.

diterimanya

mempunyai

otoritas (yang membuat aturan), baik orang tua atau dewasa lainnya. Disini anak mematuhi aturan orang tua agar

2006).

Merupakan kemampuan individu dalam mengelola informasi yang tidak diinginkan dengan cara menginterpretasi, atau

yang

terhindari dari hukuman (McInerney,

b. Cognitive control

menilai,

dari

menggabungkan

suatu

kejadian dalam suatu kerangka kognitif sebagai adaptasi psikologis atau untuk mengurangi tekanan.

Ditunjau dari teori perkembangan kognitif piaget, anak SD memasuki tahap operasional konkret. Sehingga ketika memberikan menggunakan

sebaiknya

benda-benda

konkret,

menggunakan contoh-contoh yang akrab dengan anak, dari contoh sederhana

c. Decisional control

sampai kompleks, penyajian yang padat

Merupakan kemampuan seseorang untuk memilih hasil atau suatu tindakan

dan

atau disetujuinya.

terorganisasi

dan

latihan

memecahkan masalah secara konkret.

berdasarkan pada sesuatu yang diyakini

Karakteristik

pembelajaran,

Menurut

Bandura

belajar

obsevasional terjadi ketika tingkah laku anak

dalam

berperilaku biasanya mengobservasi dan memodel. Standar keterampilan perilaku mereka yaitu dengan penghargaan yang dinilai oleh guru dan teman sebaya. Anak-anak cenderung melihat perilaku sebagai totalitas benar atau salah, dan berpikir setiap orang memandang mereka dengan cara yang sama. Anak menilai apakah suatu tindakan itu benar atau salah atas dasar besarnya konsekuensi,

anak

berubah

sebagai

hasil

dari

pandangannya terhadap tingkah laku seorang model. Selain itu bentuk belajar dimana tingkah laku operan berubah karena dipengaruhi oleh dampak tingkah laku tersebut (Yusuf, 2004). Biasanya anak akan mengikuti model disekitarnya dan melakukannya kembali jika diberikan dampak yang baik untuknya, sehingga anak akan belajar mengendalikan dirinya untuk berperilaku yang baik ketika telah 127

Syska Purnama Sari…

mengalami

dampak

dari

perilaku

mengembangkan kontrol diri siswa. Hasil

sebelumnya, seperti mendapat hukuman

penelitian White, Rosenblatt, Cinta, dan

apabila perilaku yang dilakukannya salah

Little

atau mendapatkan reward apabila yang

psikodrama

dilakukan benar.

mengembangkan

(Kellermann,

1999)

efektif sikap

adalah untuk

positif

orang

Usia sekolah dasar mulai belajar

dewasa melalui peningkatan penerimaan

mengendalikan dan mengontrol ekspresi

diri mereka, pengendalian diri, tanggung

emosinya.

jawab, dan sosialisasi.

Kemampuan

mengontrol

emosi diperoleh anak melalui peniruan

Menurut Moreno (Ryan, 2013)

dan latihan (pembiasaan). Dalam proses

psikodrama

peniruan, kemampuan orang tua dalam

pengembangan

bertingkah laku yang terkontrol sangat

eksplorasi, melalui tindakan dramatis,

berpengaruh.

anak

masalah, isu, keprihatinan, mimpi dan

lingkungan

cita-cita tertinggi orang, kelompok, dan

keluarga yang kontrol dirinya baik, maka

sistem. Hal ini kebanyakan digunakan

perkembangan kontrol diri anak akan

sebagai metode kerja kelompok, di mana

semakin baik, dan sebaliknya (Yusuf,

setiap orang dalam kelompok dapat

2004).

menjadi agen penyembuhan (terapeutic

Apabila

dikembangkan

dalam

Ciri-ciri

adalah

sebuah

manusia

bentuk dengan

orang

yang

mampu

diri

menurut

Logue

kelompok.

(1995) adalah memegang teguh tugas

Fong

yang berulang meskipun berhadapan

mengemukakan

dengan berbagai gangguan, mengubah

adalah sebuah bentuk seni terapi dimana

perilakunya sendiri sesuai dengan norma

konselor

yang ada, tidak menunjuk perilaku yang

menggunakan tubuh

dipengaruhi oleh kemarahan dan bersikap

media untuk menggali kebenaran pribadi

toleran

dan

mengendalikan

terhadap

stimulus

yang

berlawanan.

dipandang

adalah

kelompok tepat

pendekatan yang

digunakan

(Clark

&

bahwa

mendorong

penyembuhan

pengalaman

Psikodrama bimbingan

agent) untuk satu sama lain dalam

bukan

Gage,

2010)

psikodrama

klien

untuk

mereka sebagai

dari partisipasi

trauma lisan

tradisional.

juga

Pendapat lain yang dikemukakan

untuk

oleh Kipper & Roosevelt (Clark & Gage,

128

Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa ……

2010) bahwa psikodrama adalah, dalam

peran yang dilakukan secara spontanitas

salah satu cara, unik dari terapi lain,

dan berasal dari kreatifitas masing-

meskipun

masing

menggunakan

komunikasi

anak,

dilanjutkan

verbal, tidak terlalu bergantung pada

pembalikan

mode seperti pengobatan. Sebaliknya,

melihat

berbicara melalui gerakan tubuh adalah

pandang individu lain, dan diakhiri

yang utama, memberlakukan pengalaman

dengan diskusi.

yang

memungkinkan

konseli

untuk

peran

diri

Guru

agar

dengan

sendiri

BK

anak

dapat

melalui

sudut

dalam

psikodarama

memproses kenangan dengan bimbingan

berperan sebagai sutradara yang memiliki

konselor

banyak peran. Sutradara berperan sebagai

dan

partisipasi

anggota

kelompok dengan masalah yang sama

produser,

fasilitator,

pengamat,

dan

Selain itu Corey (2008) mengemu-

seorang analis. Menurut Kellermann

kakan psikodrama merupakan permainan

(1999) Seorang sutradara seyogianya

peran agar individu dapat memperoleh

membangun keterampilannya dalam tiga

pengertian lebih baik tentang dirinya,

bidang yang saling tergantung, yaitu:

dapat menemukan konsep pada dirinya,

a. Pengetahuan tentang metode-metode,

menyatakan kebutuhannya-kebutuhannya dan

menyatakan

reaksinya

terhadap

tekanan-tekanan terhadap dirinya. Menurut

Kipper

&

Roosevelt

unik dengan berbicara melalui gerakan memberlakukan

fisik

b. Pemahaman tentang teori kepribadian dan

(2003) psikodrama adalah satu cara yang

tubuh,

prinsip-prinsip, dan teknik-teknik;

kepada

hubungannya

dengan

pengembangan pembentukan filosofi hidup; c. Pematangan kepribadiannya

dan

perkembangan

sendiri.

Ia

pengalaman masa lalu yang dibawa ke

menambahkan

masa

pengetahuan yang luas tentang hidup

sekarang,

yang

mumngkinkan

dan

dengan

sutradara diharapkan memiliki kerja

pemimpin

dan

partisipas anggota kelompok.

manusia,

ilmu

protagonis untuk memproses kenangan bimbingan

hakikat

bahwa

juga

seorang

khusus dalam bidang pokok seperti

Dari beberapa definisi psikodarama

psikologi umum, proses kelompok,

yang dikemukakan oleh beberapa ahli,

psikologi humanistik, teori komuni-

maka dapat disimpulkan psikodrama

kasi, dan komunikasi nonverbal;

adalah kegiatan bimbingan dan konseling yang

menggunakan

metode

bermain

d. Sutradara

berfungsi

untuk

menyelenggarakan tugas-tugas seperti 129

Syska Purnama Sari…

memimpin pengalaman pemanasan,

fisik seperti menggunakan music, menari,

mendorong pengembangan kepercaya-

dan gerakan atau latihan nonverbal

an,

agar

laiinya. Menurut Blatner (Corey, 2008),

protagonist dapat mengidentifikasi dan

tugas yang paling penting selama tahap

bekerja

pemanasan

menetapkan

struktur,

berdasarkan

pokok-pokok

terdiri

dari

menciptakan

pikiran yang signifikan dalam hidup

suasana yang menumbuhkan spontanitas.

mereka,

melindungi

b. Tahap pelaksanaan (The action).

terbius

oleh

konseli

dari

lain

dan

Kelompok melakukan aksi drama

bentuk

untuk mengeluarkan pikiran, sikap dan

penghentian sesi kelompok. Secara

perasaan yang mereka tidak sadari.

menyeluruh, sutradara kelompok yang

Tujuan dari tahap ini adalah untuk

efektif memiliki tiga kualitas, yaitu:

membantu

kreativitas, dorongan, dan kharisma.

pikiran-pikiran yang mendasari, sikap,

Individu seperti ini akan bekerja keras

dan perasaan yang mereka tidak sadari

untuk

dan

sepenuhnya. Hal ini berguna untuk

senantiasa berani mengambil resiko

memudahkan proses sehingga protagonist

untuk membantu konseli mencapai

dapat

tujuan.

sesegara mungkin. Dalam melakukan hal

orang

membawakan

beberapa

kebaikan

kelompok

anggota

bergerak

ke

dalammembawa

dalam

tindakan

ini, pemimpin dapat menarik isyarat Langkah-langkah psikodrama

menurut

pelaksanaan Corey

(2008)

diantaranya:

Pemanasan

merupakan

dalam

postur

bagian

menumbuhkan

kepercayaan dan ikatan dalam kelompok. Pemanasan teridiri dari kegiatan awal yang

diperlukan

untuk

peningkatan

secara bertahap dalam keterlibatan dan spontanitas.

menyajikan situasinya, termasuk ekspresi wajah, angka yang pasti berbicara, dan

a. Tahap persiapan (The warm-up).

penting

penting bahwa protagonist menyerah

Ini

bertujuan

untuk

mendorong keterlibatan secara maksimal.

tubuh.

Sutrdara

membantu

protagonis mendapatkan fokus yang jelas pada perhatian khusus. Saat protagonis sudah

mendapatkan

“feel”

yang

diinginkan, maka ego pendukung dapat membantu

protagonis

menyelesaikan

masalah itu. Sutradara bisa memberika arahan

keterlibatan

semua

anggota

kelompok.

Pemanasan bisa dilakukan dengan teknik

130

Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa ……

pemahaman, menyatakan reaksi terhadap c. Tahap diskusi atau tahap berbagi pendapat dan perasaan (The sharing).

tekanan–tekanan yang dialaminya dan merubah perilaku baru yang lebih baik.

Menurut Moreno (dalam Corey, 2008) dalam tahap diskusi atau tahap sharing,

kelompok

mengeluarkan

pendapat yang tak menghakimi sesama. Sharing, yang dilakukan pertama terdiri

Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas psikodrama dalam mengembangkan kontrol diri siswa dan mengetahui gambaran umum kontrol diri siswa.

dari pernyataan yang menghakimi diri sendiri, diskusi dari proses kelompok berikut.

Setelah

adegan

2. METODE PENELITIAN

psikodrama

Penelitian

dilakukan

dengan

dilakukan, pemimpin yang mengajak

pendekatan kuantitatif, yaitu penelitian

semua

anggota

mengungkapkan

kelompok

untuk

untuk meneliti populasi atau sampel

pengaruhnya

untuk

tertentu

dan

pengumpulan

data

angka-angka

dan

pribadi. Lalu dilanjutkan dengan diskusi

menggunakan

tentang

pengolahan statistik. Metode penelitian

bagaimana

action

tadi

mempengaruhi pola piker dan perasaan

yang digunakan ialah quasi eksperimen. Desain

mereka.

yang

digunakan

dalam

penelitian adalah “one group pretestmetode

posttest design”. Peneliti memberikan tes

pembelajaran dengan bermain peran yang

awal skala kontrol diri sebelum kelompok

bertitik

diberi

Psikodrama

tolak

adalah

dari

permasalahan-

layanan

bimbingan

permasalahan psikologis yang dipelopori

melalui

oleh Moreno. Menurut Jefferies (2005)

mendapatkan layanan dalam enam sesi.

psikodrama yang dikembangkan oleh

Setelah kegiatan dilakukan, kelompok

Moreno

mengintegrasikan

kecerdasan

dan

pengembangan

emosi,

imajinasi

melalui

spontanitas

dan

kreativitas.

tes

akhir.

Hasil

Kelompok

kedua

tes

dibandingkan. Perbedaan hasil tes awal dan tes akhir menunjukkan efektivitas psikodrama

dalam

mengembangkan

kontrol diri siswa.

Psikodrama

bisanya

digunakan

untuk terapi agar siswa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang dirinya,

diberi

psikodrama.

kelompok

menemukan

mendapatkan

wawasan

konsep

diri,

baru

dan

3. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

pengumpulan

data

yang

dilakukan terhadap 34 siswa kelas IV SD 131

Syska Purnama Sari…

Negeri 1 Lubuk Ngin menunjukkan

Artinya

18.18% siswa memiliki kontrol diri

mengembangkan kontrol diri siswa. Efektivitas

tinggi, 60.61% siswa memiliki kontrol diri sedang dan 21.21% memiliki kontrol

metode

mengembangkan

psikodrama psikodrama

dalam

kontrol

siswa

diri

diperoleh dengan menghitung uji-t.

diri rendah. Efektifitas mengembangkan

psikodrama

dalam

kontrol

siswa

diri

Tabel 2. Skor-t hasil penelitian diperoleh menggunakan excel. n

33

dilakukan dengan membandingkan skor

DF

29

kontrol diri siswa ketika pre-test dan

taraf sig

0.05

rata2 pretest

87.93545455

rata2 posttest

96.63818182

rata2 selisih

-8.702727273

stdev

5.225360199

t-hit

-9.567448006

t-tabel

2.045229611

post-test. Tabel 1 Perbandingan Kontrol Diri Siswa Kelas IV SD Negeri 1 Lubuk Ngin sebelum dan setelah Intervensi Kategori Tinggi Sedang Rendah Jumlah

dapat

Sebelum Intervensi f % 5 15.15 21 63.63 7 21.21 33 100 %

Setelah Intervensi f % 16 48.48 17 51.52 0 0 33 100 %

Keputusan: Karena nilai t-hit < ttabel maka h1 diterima sehingga ada perbedaan

yang

signifikan.

Terjadi

peningkatan nilai yang signifikan dari pretest ke posttest, artinya psikodrama

Data

menunjukkan

lima

orang

siswa memiliki kontrol diri tinggi namun setelah mendapat intervensi meningkat menjadi 16 orang siswa, 11 orang siswa mengalami peningkatan menjadi kategori tinggi, 21 orang memiliki kontrol diri

efektif dalam mengembangkan kontrol diri siswa. Hasil

penelitian

menunjukkan

gambaran umum kontrol diri siswa kelas IV SD Negeri 1 Lubuk Ngin memiliki

sedang sebelum intervensi, namun setelah

tingkat kontrol diri sedang yaitu sebesar

mengikuti kegiatan psiikodrama menjadi

63.63 %, siswa memiliki kontrol diri

17 orang. Dan sebelum melakukan

tinggi sebesar 15.15%, dan 21.21%

intervensi, sebanyak tujuh orang siswa

memiliki kontrol diri rendah.

yang memiliki kontrol diri rendah, dan

Siswa yang menjadi peserta pada

tidak ada yang berada pada kategori

kegiatan psikodrama ialah siswa kelas IV

rendah setelah melakukan intervensi.

SD negeri 1 Lubuk Ngin karena menurut

132

Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa ……

Hurlock (1980) pada usia Sekolah Dasar

membangkitkan ekspresi-ekspresi positif

anak diharapkan memperoleh dasar-dasar

maupun negatif di dalam dirinya.

pengetahuan

yang

dianggap

penting

Manfaat

psikodrama

untuk keberhasilan penyesuaian diri pada

Corey

kehidupan

psikodrama

cocok

lingkungan

psikoterapeutik

dewasa

dan

mempelajari

keterampilan penting tertentu. Kompetensi

sebagai

digunakan

a).

dalam maupun

dalam seting psikoedukasional dan seting

Sekolah Dasar adalah Mereview konsep

bisnis. Ia dapat diterapkan pada segala

tentang dirinya sebagai pengendali bagi

tingkat usia, pendidikan, sosial, ekonomi.

pikiran, perasaan dan perilakunya sendiri.

Bentuk psikodrama digunakan dalam

Sehingga siswa kelas IV SD Negeri 1

terapi keluarga, treatmen adiksi, latihan

Lubuk Ngin sangat perlu mendapatkan

teologi

bimbingan kelompok mengenai kontrol

sebagai

diri agar siswa mampu mengantisipasi

spontanitas dan kreativitas pada konselor

keadaan

dan konseli kelompok; d). pengaruhnya

peristiwa

menyenangkan

dengan

Kelas

adalah

IV

atau

siswa

(2008)

menurut

yang

tidak

berbagai

dan

kepekaan

katarsis;

seakan-akan

c).

mengalami

keadaan;

b).

pembentukan

sendiri

dan

pertimbangan. Mampu menginterpretasi

integratif; e). sebagai masukan dan

keadaan

tidak

umpan balik yang penonton dan sutradara

berbagai

berikan pada protagonist satu sama

atau

peristiwa

menyenangkan

dengan

yang

pertimbangan. Mampu menilai suatu

lainnya.

keadaan atau peristiwa dengan cara

Sara,

Amy

&

Carol

(2008)

memperhatikan segi-segi positif secara

menunjukkan bahwa dengan melihat

subjektif dan mampu menafsirkan suatu

anak pada waktu anak masih usia

keadaan atau peristiwa dengan cara

Sekolah Dasar, maka dapat diketahui

memperhatikan segi-segi positif secara

seberapa agresif seseorang pada saat

objektif.

dewasa. Menurut Gottfredson dan Hirschi

Senada yang dikemukakan oleh

(1990)

pengendalian

diri

sebagai

Lazarus (1976) kontrol diri merupakan

kecenderungan untuk mempertimbang-

pemahaman tentang pengungkapan diri,

kan

baik yang merupakan pengungkapan diri

melakukan tindakan tertentu, sehingga

positif maupun negatif sehingga individu

untuk mencegah kenakalan remaja maka

dapat

diperlukannya perkembangan kontrol diri

menyadari

hal-hal

yang

bisa

penuh

berbagai

potensi

untuk

pada anak-anak. 133

Syska Purnama Sari…

Sebagaimana yang dikemukakan oleh

Rothbaum,

Snyder

memiliki kontrol diri tinggi dan sesi

(Tangney, Baumeister & Boone, 2004)

terakhir yaitu diskusi siswa mampu

kapasitas manusia untuk mengerahkan

menyebutkan

karakteristik-karakteristik

pengendalian diri ini bisa dibilang salah

kontrol

tinggi.

satu adaptasi yang paling kuat dan

menyadari

menguntungkan jiwa manusia. Orang-

kebiasaan

orang paling bahagia dan sehat adalah

menunjukkan kontrol diri rendah dan

orang yang memiliki kontrol diri yang

mampu

optimal.

kebiasaan

Secara

Weisz,

umum

&

sudah mampu menunjukkan sikap yang

pelaksanaan

diri

Siswa

mampu

perilaku-perilaku mereka

selama

menyebutkan seperti

dan

ini

perilaku

apa

yang

yang

dan harus

dilakukan, dan terakhir mereka berjanji

intervensi psikodrama berjalan sesuai

akan

selalu

menampilkan

dengan rancangan yang telah dirancang

dengan kontrol diri tinggi.

perilaku

sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari

Hasil dari observasi dan wawancara

perhitungan uji t. Data dari hasil Uji t

siswa yang berhasil mengikuti kegiatan

menunjukkan psikodrama efektif dalam

intervensi

mengembangkan

siswa.

generalisasi pengalaman selama bermain

Setelah dilakukan kegiatan psikodrama

peran dalam kehidupan sehari-harinya.

sebanyak 16 siswa berada pada kategori

Menurut Wali kelas, banyak perubahan

sedang, 17 siswa berada pada kategori

yang terjadi di kelas, seperti suasana

sedang dan tidak ada yang berada pada

kelas semakin disiplin, kegaduhan di

kategori rendah.

kelas mulai berkurang.

kontrol

diri

ini

mampu

melakukan

Indikator keberhasilan juga dapat

Menurut White, Rosenblat, Love &

dilihat dari keterlibatan siswa ketika

Little (Kallermann, 2007) psikodrama

bermain peran dari sesi kedua sampai sesi

efektif dalam memodifikasi sikap positif

keempat. Pada sesi kedua baik ketika

individu

melalui

bermain peran ataupun ketika diskusi

penerimaaan

diri,

siswa banyak menampilkan kontrol diri

tanggung jawab dan sosialisasi. Menurut

yang rendah, sesi ketiga siswa yang

Moreno (Leveton, 2010) psikodrama

menampilkan kontrol diri rendah semakin

memungkinkan

berkurang, bahkan sesi keempat siswa

memberlakukan adegan dari kehidupan

peningkatan

pengendalian

kesempatan

diri,

untuk

134

Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa ……

mereka, dari hari mereka, mimpi, dan

keberhasilan

dari

mereka.

antarpribadi adalah memiliki kemampuan

Mereka memberlakukan adegan ini untuk

untuk mengkoordinasikan sudut pandang

mengungkapkan

fantasi

dan

sebelumnya

keinginan

hubungan

perasaan

mereka

seseorang dengan sudut pandang orang

tidak

mampu

lain.

yang

diungkapkan dan mengandung ekspresi

b. Dikusi

perasaan yang keluar dari kontrol. Proses

dalam

pelaksanaan

Menurut Moreno (dalam Corey,

psikodrama

2008)

Pada

tahapan

diskusi

siswa

yang terjadi selama kegiatan adalah

terdorong untuk berbagi tentang apa yang

sebagai berikut:

mereka

a. Pembalikan peran,

berpikir dalam peran mereka. Serta siswa

temukan

dan

rasakan

atau

Pembalikan peran dianggap sebagai

bisa lebih lanjut dan berbagi sesuatu dari

salah satu tahap yang paling kuat dari

kehidupan mereka sendiri yang tersentuh

psikodrama,

oleh peran yang telah dilakukan.

melibatkan

diri

sendiri

melalui sudut pandang individu lain. Dalam

pembalikan

peran

Kegiatan

diskusi

dalam

protagonis

pelaksanaan psikodrama diawali dengan

mengambil bagian dari kepribadian lain

hanya sebagian siswa yang dominan

yang digambarkan dalam peran. Melalui

terlibat dalam diskusi, namun bagi proses

pembalikan

bisa

ini efektif bagi peneliti. Karena ketika

mendapatkan sumber di luar kerangka

melakukan diskusi, peneliti dapat melihat

mereka sendiri dan memberlakukan sisi

lebih jelas perilaku dan sikap siswa yang

mereka sendiri yang jarang diperlihatkan

sebenarnya.

peran,

orang

kepada orang lain.

Contohnya, ketika bermain peran

Pembalikan peran pada penelitian

siswa dapat menampilkan kontrol diri

ini didasarkan pada pandangan kognisi

yang baik, namun setelah melakukan

sosial. Menurut Flavel (Siregar, 1991)

diskusi,

pandangan kognisi sosial merupakan

mengalah

pemikiran

tentang

dan

pendapat, siswa marah ketika mendapat

pengertian

seseorang

diri

kritikan dari teman-temannya atau ada

sendiri (self), orang lain (other self),

siswa yang terlihat mengganggu teman-

hubungan antarpribadi atau hubungan

temannya.

kelompok dengan kelompok. Menurut

mendapatkan

Selman

siswa bagaimana perilaku mereka sehari-

(Siregar,

pengetahuan mengenai

1991)

kunci

siswa

terlihat

dalam

Selain

tidak

mau

mengemukakan

itu

banyak

peneliti

juga

informasi

dari

135

Syska Purnama Sari…

hari, seperti mengetahui siswa yang sering terlambat, siswa yang sering bolos sekolah dan sebagainya. 4. SIMPULAN Dari hasil penelitian di pahami bahwa Gambaran umum kontrol diri siswa kelas IV SD Negeri 1 Lubuk Ngin berada pada tingkat kategori sedang. Kemudian Psikodrama efektif dalam mengembangkan kontrol diri siswa. Efektif ini dilihat dari nilai t-hit < ttabel maka h1 diterima sehingga ada perbedaan

yang

signifikan.

Terjadi

peningkatan nilai yang signifikan dari pretest ke posttest, artinya psikodrama efektif dalam mengembangkan kontrol diri siswa. Berdasarkan hasil skor pre-test dan skor

post-test

kontrol

diri

siswa

menunjukkkan adanya peningkatan skor kontrol diri siswa kelompok psikodrama, dan pada proses pelaksanaan kegiatan intervensi

psikodrama

menunjukkan

kontrol diri yang dimiliki oleh siswa mengalami perubahan yang sangat baik. 5. DAFTAR PUSTAKA Aisyah, S. (2010). Pengaruh pola asuh orang tua terhadap tingkat agresivitas anak. Jurnal Medtek, 2(1), 26-53. Averill. (1973). Personal Control Over Aversive Stimuli and Its

Relationship to Stress. Jurnal of Psychological Bulletin. Vol. 80, No. 4, 286-303. Carter, H., Ryan, C. M., & Alex, R. Piquero. (2012). Negative Cases in the Nexus Between Self-Control, Social Bonds, and Delinquency. Journal of Youth Violence and Juvenile Justice. Vol 11, (1), 3-25. doi: : 10.1177/1541204012447 959 Chapple, L. C. (2005) Self Control, Peer, and Delinquency. Jurnal of Justice Quarterly. Vol 22(1), 89-96. doi: 10.1080/0741882042000333654 Clark, T. L., & Davis-Gage, D. (2010). Treating trauma: Using psychodrama in groups. Retrieved from http://counselingoutfitters. com/vistas/vistas10/Article_59.pdf. Corey, Gerald. (2008). Teori dan Praktek Konseling & Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama. Denson, T. F., DeWall, C. N., & Finkel, E. J. (2012). Self-control and aggression. Current Directions in Psychological Science, 21(1), 2025. doi: 10.1177/09637214114 29451 Detik News. (2014). Miris, jumlah anak perokok aktif di Indonesia meningkat tajam. (2 februari 2014). Online [Tersedia] http://news.detik. com/berita/2484666/miris-jumlahanak-perokok-aktif-di-indonesiameningkat-tajam. Ghufron, N. M., & Risnawita, R. (2010). Teori-teori psikologi. Jogjakarta: Ar Ruz Media. Gottfredson, M. R., & Hirschi, T. (1990). A general theory of crime. Stanford University Press. Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga. Jefferies, Jinnie. (2005). Psychodrama: Working Through Action: My

136

Teknik Psikodrama dalam Mengembangkan Kontrol Diri Siswa ……

Thank You is for Your Concern. Group Analysis. 2005, 38: 37. doi: 10.1177/0533316405055395 Kellermann, Petter F. (1999). Ethical Concerns In Psychodrama. Journal of the British Psychodrama Association. Vol 14, (½) 3-19. Kipper, D., & Roosevelt, U. (2003). The Effectiveness of Psychodramatic Techniques: A Meta-Analysis. Jurnal of Group Dynamics: Theory, Research, and Practice. Vol. 7(1), pp. 13-25. doi: 10.1037/10892699.7.1.13 Lazarus, R. S. (1976). Pattern of Adjustment. Tokyo: McGraw-Hill, Kogakusha, Ltd. Leveton, Eva. (2010). Healing Collective Trauma Using Sociodrama and Drama Therapy. New York: Springer Publishing Company. Logue, A. W. (1995). Self Control Waiting Until Tomorrow For What You Want Today. USA: A Paramount Communications Company. McInerney, D. M. (2006). Developmental Psychology For Teachers. Australia: National Library of Australia. Ryan, A. (2013). Isaiah Berlin: The history of ideas as psychodrama. European Journal of Political Theory, 12(1), 61-73. doi: 10.1177/1474885112463651 Sara E. G., Amy, Y., & Carol, B. (2008). Relational Aggression at School: Associations with School Safety and Social Climate. Journal of Youth Adolescence. Vol (37) 641– 654. doi: 10.1007/s10964-0079192-4 Schulz, S. (2004). Problems with the versatility construct of Gottfredson and Hirschi’s general theory of crime European. Journal of Crime, Criminal Law, and Criminal Justice. Vol. 12 (1), 61–82.

Siregar, Juke. (1991). Pengingkatan Pemahaman Pribadi Calon Konselor melalui Stimulasi Diskusi: Studi Terhadap Mahasiswa Semester V Jurusan Psikologi Pendidikan dan Bimbingan Fakultas Ilmu Pengetahuan IKIP Bandung. Tesis. Bandung: Program Studi Bimbingan dan Konseling Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia. Tangney, J. P., Baumeister, R. F., & Boone, A. L. (2004). High self‐control predicts good adjustment, less pathology, better grades, and interpersonal success. Journal of personality, 72(2), 271324. doi: 10.1111/j.0022-3506. 2004.00263.x Viva (2017a). Bercelurit, 10 remaja serang pengendara motor yang melintas. (8 Juni 2017). Viva. Online [Tersedia] http://www.viva. co.id/berita/metro/924114bercelurit-10-remaja-serangpengendara-motor-yang-melintas. Viva . (2017b). Gara-gara pandangan sinis, pelajar tewas setelah berduel. Viva. (8 Juni 2017). Online [Tersedia] http://www.viva. co.id/berita/nasional/828829-garagara-pandangan-sinis-pelajartewas-setelah-berduel. Yusuf, Syamsu dan Nurihsan, Juntika. (2005). Landasan bimbingan dan Konseling. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Yusuf, Syamsu. (2004). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: Remaja Rosda Karya. Yusuf, Syamsu. (2006). Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.

137

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2018 TIXPDF.COM - All rights reserved.