Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI


1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 3 (2018) ISSN : (media online) Penerapan M...
Author:  Adi Jayadi

0 downloads 0 Views 882KB Size

Recommend Documents


Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2017) ISSN Media Elektronik : Model Sis...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2018) ISSN Media Elektronik : Implement...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 3 (2017) ISSN Media Elektronik : Pemanfaat...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2017) ISSN Media Elektronik : Aplikasi V...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2017) ISSN Media Elektronik : Pengemban...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 3 (2018) ISSN : (media online) Klasifikasi...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2018) ISSN : (media online) Pengelompok...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 4 (2018) ISSN : (media online) Deteksi Bot...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 3 (2017) ISSN Media Elektronik : Metode DS...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 3 (2017) ISSN Media Elektronik : Penilaian...



Terbit online pada laman web jurnal : http://jurnal.iaii.or.id

JURNAL RESTI

(Rekayasa Sistem dan Teknologi I nformasi) Vol. 2 No. 3 (2018) 662 – 667

ISSN : 2580-0760 (media online)

Penerapan Metode AHP Untuk Membantu Siswa Memilih Jurusan Yang Tepat Di SMK Frieyadiea, Surya Mahendra Ramadhanb a

Sistem Informasi, STMIK Nusa Mandiri Jakarta, [email protected] Sistem Informasi, STMIK Nusa Mandiri Jakarta, [email protected]

b

Abstract Students of junior high school who are planning to continue their education to Vocational High School (SMK) must decide the choice. Most of them are less mature to choose the majors that exist according to their ability, due to quite a lot of new students who fail in the middle of the road when they have been accepted in the vocational school. The results of the analysis of the calculation of the results of the AHP method states that the chosen alternative and most appropriate to the criteria is Broadcast. AHP results obtained from 3 respondents who then calculated and obtained the final result that Broadcast excels with a percentage value of 43% versus Accounting 27% and 31% Office Administration. Globally the most important factor prioritized in the selection of majors is the test score with a weighted value of 0.473 or 47% and the most priority majors are Broadcast majors with a score of 47%. The AHP method can help schools in particular to determine some issues regarding the selection of majors. Because the AHP method is a method whose main input is human perception. Keywords: Choosing Department, Vocational High School, Analytical Hierarchy Process, AHP

Abstrak Siswa/i lulusan SMP yang berencana melanjutkan jenjang pendidikannya ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus memutuskan pilihan. Kebanyakan mereka kurang matang untuk memilih jurusan yang ada sesuai kemampuanya, akibat cukup banyak siswa baru yang gagal di tengah jalan ketika mereka sudah diterima di SMK. Hasil analisis dari perhitungan hasil metode AHP menyatakan bahwa alternatif yang terpilih dan paling sesuai dengan kriteria adalah Broadcast. Hasil AHP yang diperoleh dari 3 responden yang kemudian dihitung dan didapat hasil akhir bahwa Broadcast unggul dengan presentase nilai sebesar 43% berbanding dengan Akuntansi 27% dan Administrasi Perkantoran 31%. Secara global faktor utama yang paling di prioritaskan dalam penilaian pemilihan jurusan adalah nilai tes dengan nilai bobot 0,473 atau 47% dan jurusan yang paling di prioritaskan adalah jurusan Broadcast dengan nilai 47%. Metode AHP dapat membantu sekolah khususnya untuk menentukan beberapa persoalan mengenai pemilihan jurusan. Karena metode AHP yaitu suatu metode yang input utamannya adalah persepsi manusia. Kata kunci: Memilih Jurusan, Sekolah Menengah Kejurusan, Analytical Hierarchy Process, AHP © 2018 Jurnal RESTI

1. Pendahuluan Setiap tahun, siswa lulusan SMP yang berencana melanjutkan jenjang pendidikannya ke sekolah menengah kejuruan (SMK) harus memutuskan pilihan, ke bidang atau jurusan apa yang akan dipilih untuk melanjutkan pendidikannya kelak. Dan ini adalah sesuatu yang cukup sulit untuk diputuskan [1] dan kurang matang [2] oleh kebanyakan siswa SMP, terutama yang tidak banyak memiliki referensi dan mencari informasi terkait dengan pendidikan SMK. Keputusan pemilihan jurusan para siswa, terkadang dipengaruhi oleh pendapat orang tua [3], teman atau figur-figur yang diidolakan [4]. Dengan hanya mendasarkan pendapat tersebut dan tanpa menelaah kemampuannya seorang siswa bisa membuat keputusan

yang sangat bertolak belakang [5] dengan kemampuan, minat, bakat dan kepribadiannya [6]. Akibat yang buruk terjadi setelah itu yaitu keengganan belajar [1] dan menurunnya kualitas serta menurunnya prestasi akademik [7] karena siswa merasa salah dalam memilih jurusan. Pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam hal pemilihan jurusan bagi siswa-siswi dilakukan dengan cara memberikan test ujian soal terlebih dahulu untuk para siswa-siswi nya, seperti Matematika, Bahasa Indonesia, serta Bahasa Inggris. Siswa juga bisa menentukan jurusan sesuai minat dan potensinya sendiri, akan tetapi harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan guru Bimbingan Konseling (BK) dan jumlah jurusan yang ada pada sekolah SMK terdiri dari tiga

Diterima Redaksi : 02-05-2018 | Selesai Revisi : 13-08-2018 | Diterbitkan Online : 13-12-2018 662

Frieyadie, S., M., Ramadhan Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 jurusan yaitu Administrasi Perkantoran, Akutansi dan AHP menurut Kusrini [12] meliputi: a) mendefinisikan Broadcasting. masalah dan menentukan solusi yang diinginkan, lalu menyusun hierarki dari permasalahan yang dihadapi. Kebanyakan mereka kurang matang untuk memilih Penyusun hierarki adalah dengan menetapkan tujuan jurusan [8] yang ada sesuai kemampuanya, akibat yang merupakan sasaran sistem secara keseluruhan cukup banyak siswa baru yang gagal [9] di tengah jalan pada level teratas.; b) Menentukan prioritas elemen, ketika mereka sudah diterima di Sekolah Menengah dengan 2 (dua) cara: langkah pertama dalam Kejuruan (SMK), Banyak juga kasus siswa yang menentukan prioritas elemen adalah membuat merasa tidak cocok dengan jurusan yang dipilihnya perbandingan pasangan, yaitu membandingkan elemen [10] ketika ia telah memperoleh pelajaran sekolah, jelas secara berpasangan sesuai kriteria yang diberikan; ini sangat merugikan bagi kedua pihak [9] antara siswa langkah kedua menentukan matriks perbandingan dengan pihak sekolah. berpasangan di isi menggunakan bilangan untuk Tujuan dari penelitian ini sebagai alternative untuk merepresentasikan kepentingan relatif dari suatu membantu pihak sekolah dalam menentukan keputusan elemen terhadap elemen yang lainnya; c) Sintesis, menentukan pertimbangan-pertimbangan pemilihan jurusan siswa sesuai dengan kriteria. dengan Melakukan penilaian dari setiap kreteria untuk terhadap perbandingan berpasangan di sintesis untuk pemilihan jurusan dan menjadikan suatu Pendukung memperoleh keseluruhan prioritas. Hal-hal yang Keputusan untuk pemilihan jurusan agar mendapatkan dilakukan dalam langkah ini dengan menjumlahkan siswa yang memenuhi kriteria dengan cepat dan tepat. nilai-nilai dari setiap kolom pada matriks; membagi setiap nilai dari kolom dengan total kolom yang 2. Tinjauan Pustaka bersangkutan untuk memperoleh normalisasi matriks; dan menjumlahkan nilai-nilai dari setiap baris dan 2.1. Sistem Penunjang Keputusan dengan jumlah elemen untuk Sistem pendukung keputusan merupakan sistem membaginya informasi interaktif yang menyediakan informasi, mendapatkan nilai rata-rata; d) Mengukur Konsistensi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Sistem dikarena kita tidak menginginkan keputusan penunjang keputusan ini digunakan untuk membantu berdasarkan pertimbangan dengan konsistensi yang para pengambil keputusan untuk menentukan rendah. keputusan yang tepat dalam situasi yang semi Hal-hal yang dilakukan dalam langkah ini dengan terstruktur dan situasi yang tidak terstruktur. Dalam hal mengkalikan setiap nilai pada kolom pertama dengan ini para pengambil keputusan tidak tau bagaimana prioritas relatif elemen pertama, nilai pada kolom secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat. kedua dengan prioritas relatif elemen kedua, dan Menurut Davis dalam Hartono [11] mengemukakan bahwa “Terdapat dua model pengambilan keputusan, yaitu model sistem tertutup dan model sistem terbuka”. Model sistem tertutup dilandasi asumsi bahwa keputusan dapat diambil tanpa campur tangan dari lingkungan (luar) sistem, karena sistem pengambilan keputusan tidak dipengaruhi oleh lingkungan [11]. Dalam hal ini sistem pengambilan keputusan dianggap mengetahui semua alternatif tindakan untuk menanggapi permasalahan dengan segala konsekuensinya, memiliki metode untuk menyusun alternatif-alternatif sesuai prioritasnya, dan dapat memilih/menetapkan alternatif yang paling menguntungkan, misalnya dari segi laba, manfaat, dan lain-lain.

seterusnya, Menjumlahkan setiap baris, hasil dari penjumlahan baris dibagi dengan elemen prioritas relatif yang bersangkutan, dan menjumlahkan hasil bagi diatas dengan banyaknya elemen yang ada, hasilnya disebut λ maks. Hitung Consistency Index (CI) dengan rumus:

Model sistem terbuka dilandasi asumsi bahwa sistem pengambilan keputusan dan lingkungan memiliki hubungan saling pengaruh [11]. Keputusan yang diambil akan berdampak terhadap lingkungan dan sebaliknya lingkungan juga berpengaruh terhadap sistem pengambilan keputusan.

CR = Consistency Ratio CI = Consistency Index IR = Index Random Consistency

2.2. Algoritma AHP

(

)

(1)

n = banyaknya elemen Hitung Rasio konsistensi/Consistency Ratio (CR) dengan menggunakan rumus: (2)

Memeriksa konsistensi hierarki. Jika nilaianya lebih dari 10%, maka peniaian data judgement harus diperbaiki. Namun jika rasio konsistensi (CI/IR) kurang atau sama dengan 0,1, maka hasil perhitungan bisa dinyatakan benar.

Algoritma dalam menggunakan metode AHP pada dasarnya, prosedur atau langkah-langkah dalam metode Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 663

Frieyadie, S., M., Ramadhan Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 3. Metodologi Penelitian 3.1. Tahapan Penelitian Tahapan penelitian kajian tentang penerapan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dalam pemilihan jurusan di SMK dijelaskan secara umum sebagai berikut: a)

Survey Literatur, dalam tahap awal ini, peneliti melakukan pengumpulan berupa bahan literatur dan informasi terkait. b) Identifikasi Masalah, dengan melanjutkan penelitian dengan cara melakukan identifikasi tentang masalah yang akan dibahas, berkaitan dengan penerapan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dalam pemilihan jurusan di SMK berdasarkan literatur dan informasi yang diperoleh; c) Studi Pustaka, cara ini peneliti mempelajari literatur berupa buku-buku teori tentang Sistem Pendukung Keputusan, Metode penelitian, AHP, dan jurnal-jurnal yang akan digunakan sebagai kajian teori dalam penelitian. Menentukan hipotesis awal; Menentukan Variabel dan Sumber Data dengan menentukan variabel-variabel dari penerapan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan berdasarkan pakar dalam pemilihan jurusan di SMK Sumpah Pemuda. Adapun kriteria dari pemilihan jurusan adalah : potensi, minat dan nilai test. Kemudian menentukan data-data seperti apa yang dibutuhkan berdasarkan populasi, sampel dan cara pengambilan sampel. Kemudian menentukan subjek penelitian; Observasi Lapangan dan Perijinan dengan secara langsung datang ke SMK dan meminta izin kepada pihak-pihak terkait dan berwenang di dalam sekolah SMK Sumpah Pemuda, seperti Kepala Sekolah dan kepala bagian masing masing jurusan di SMK Sumpah Pemuda; Mengumpulkan Data dengan memberikan kuesioner kepada para pakar untuk mendapatkan data yang dibutuhkan untuk membuat statistik Analytical Hierarchy Process (AHP), Analisis data, dengan menganalisis dan mengolah data yang didapat berdasarkan hasil penelitian literatur dan teori-teori yang ada; terakhir menarik sebuah kesimpulan berdasarkan analisis data dan diperiksa apakah kesimpulan sesuai dengan hipotesis, maksud dan tujuan penelitian. 3.2. Instrumen Penelitian Adapun jenis insturmen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: a) menyebarkan lembar kuesioner yang diberikan kepada Kaprog. Akuntansi, Kaprog. Administrasi Perkantoran, Kaprog. Broadcast dan Guru Bimbingan Konseling di SMK untuk memperoleh data yang digunakan dalam penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). b) Menggunakan sebuah aplikasi expert choice yang digunakan peneliti untuk mengolah data hasil kuesioner dan akan menghasilkan

sebuah statistik yang membantu peneliti untuk menyelesaikan sistem pendukung keputusan menggunakan metode AHP; c) menentukan Bobot penilaian dari beberapa responden dalam suatu kelompok dirata-ratakan dengan rata-rata geometrik penilaian (Geometric Mean). Tujuannya adalah untuk mendapatkan sebuah nilai tunggal yang mewakili sejumlah responden. Rumus rata-rata geometrik adalah sebagai berikut: √

(3)

G : Rata-rata geometrik : Penilaian ke 1,2,3...n n : Jumlah Penelitian Pertanyaan-pertanyaan dari kuesioner yang merupakan instrumen variabel pada model AHP (Analytical Hierarchy Process) diukur dengan menggunakan skala penilaian hirarki dengan nilai skala pengukuran nominal 1-9. 4. Hasil dan Pembahasan Dalam pembahasan struktur hierarchy pada metode AHP, terdapat 3 Objek yang harus di tentukan , yaitu Goal, Kriteria, dan Alternatif yang akan membantu peneliti untuk mendapatkan hasil dari permasalahan yang dibahas. Pada gambar 1 dibawah ini adalah merupakan struktur Hierarki dari Pemilihan Jurusan siswa di SMK. Pemilihan Jurusan

Minat

Nilai Test

Potensi

Broadcast

Akuntansi

Manajemen Perkantoran

Gambar 1. Struktur Hierarki AHP Pemilihan Jurusan

Pada bagian berisi penjelasan ilmiah dari hasil penerapan metode penelitian yang telah ditetapkan. Setiap perbandingan kriteria yang sama pada hasil keempat pairwise Comparisson antar kriteria. Tabel 1. Perhitungan Geometrik Menggunakan Ms.Excel perbandingan kriteria Minat-Nilai Tes Minat-Potensi NilaiTespotensi

kaprog BC

kaprog AK

kaprog AP

guru BK

Pembobot an

3 4

3 3

5 1

5 2

1,732051 2,213364

5

5

7

5

2,055668

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 664

Frieyadie, S., M., Ramadhan Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 Didalam pengecekan konsistensi data pada tabel 1 diatas, digunakan derajat kesalahannya adalah 10% dimana berarti CR harus kurang dari 0,1. Berdasarkan Comparisson Antar Kriteria dapat dilihat incon/ Consistency Ratio pada Pairwise Comparisson Antar Kriteria (Responden 1) adalah 0,08, pada gambar Pairwise Comparisson Antar Kriteria (Responden 2) adalah 0,04, pada Pairwise Comparisson Antar Kriteria (Responden 3) adalah 0,01, pada Pairwise Comparisson Antar Kriteria (Responden 4) adalah 0,05 dan pada Pairwise Comparisson Antar Kriteria (Combined) adalah sebesar 0,04. Maka dari itu preferensi pembobotan adalah konsistensi.

Penentuan Bobot Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria Nilai Tes

Gambar 3. Grafik Normalisasi Matriks Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria Nilai Tes

Didalam gambar 3, setiap alternatif mendapatkan nilainilai pembobotan berdasarkan kriteria nilai tes setiap Jurusan. Broadcast mendapatkan bobot 0,368 atau 36,8%, Akuntansi mendapatkan bobot 0,374 atau 4.1. Penentuan Bobot Antar Alternatif Berdasarkan 37,4% dan Administrasi Perkantoran mendapatkan Kriteria bobot 0,258 atau 25,8%. Jika semua bobot ini Penentuan Bobot Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria ditambahkan atau dijumlahkan akan mendapatkan 0,100 atau 100%. Didapat kesimpulan, bobot Alternatif Minat (Vector Priority) Broadcast adalah 0,368; bobot Alternatif (Vector Priority) Akuntansi adalah 0,374; dan bobot Alternatif (Vector Priority) Administrasi Perkantoran adalah 0,258

Gambar 2. Grafik Normalisasi Matriks Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria Minat

Perhitungan nilai konsistensi Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria Nilai Tes, dengan menentukan nilai Eigen maksimum (λmax), diperoleh dari menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara bobot kriteria (Vector Priority) dengan jumlah matriks Pairwise Comparisson. λmax = ((2,765x 0,368)+(2,650 x 0,374)+(3,890 x 0,258)) = 3,012. Mendapatkan nilai Indeks Konsistensi (CI), dengan menghitung CI = (3,012 - 3)/(3-1)= 0,006 Mendapatkan nilai Rasio Konsistensi (CR), dengan menghitung CR = CI/RI, nilai RI untuk n=3 adalah 0,58. CR = CI/RI  0,006/0,58 = 0,01 (dengan kesimpulan adalah konsisten). Grafik Normalisasi Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria Nilai Tes adalah benar.

Didalam gambar 2, setiap alternatif mendapatkan nilainilai pembobotan berdasarkan kriteria Minat setiap Jurusan. Broadcast mendapatkan bobot 0,559 atau 55,9%, Akuntansi mendapatkan bobot 0,104 atau 10,4% dan Administrasi Perkantoran mendapatkan bobot 0,338 atau 33,8%. Jika semua bobot ini ditambahkan atau dijumlahkan akan mendapatkan 0,100 atau 100%. Didapat kesimpulan bahwa bobot alternatif (Vector Priority) Broadcast adalah 0,558; bobot alternatif (Vector Priority) Akuntansi adalah Penentuan Bobot Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria 0,104; dan bobot alternatif (Vector Priority) Potensi Administrasi Perkantoran adalah 0,338. Mendapatkan perhitungan konsistensi antar Alternatif Berdasarkan Kriteria Minat, dengan cara menentukan nilai Eigen maksimum (λmax), yang diperoleh dari menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara bobot kriteria (Vector Priority) dengan jumlah matriks Pairwise Comparisson. λmax = ((1,746x 0,558)+(9,448 x 0,104)+(3,134 x 0,338)) = 3,018. Didapatkan nilai Indeks Konsistensi (CI), dengan menghitung CI = (3,018 - 3)/(3-1) = 0,009 Mendapatkan nilai Rasio Konsistensi (CR), dengan menghitung CR = CI/RI, nilai RI untuk n=3 adalah 0,58. CR = CI/RI  0,009/0,58 = 0,015 => 0,01 (dengan kesimpulan adalah Konsisten). Grafik Normalisasi Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria Minat adalah benar.

Gambar 4. Grafik Normalisasi Matriks Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria Potensi

Didalam gambar 4, setiap alternatif mendapatkan nilainilai pembobotan berdasarkan kriteria potensi setiap Jurusan. Broadcast mendapatkan bobot 0,329 atau 32,9%, Akuntansi mendapatkan bobot 0,290 atau 29% dan Administrasi Perkantoran mendapatkan bobot 0,381 atau 38,1%. Jika semua bobot ini ditambahkan atau dijumlahkan akan mendapatkan 0,100 atau 100%. Didapat kesimpulan bobot alternatif (Vector Priority)

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 665

Frieyadie, S., M., Ramadhan Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 Broadcast adalah 0,330; bobot alternatif (Vector Gambar 6 menjelaskan perhitungan persentase Priority) Akuntansi adalah 0,290; dan bobot alternatif alternatif dan masing-masing level. (Vector Priority) Administrasi Perkantoran adalah 0,381 Hasil Synthesis With Respect, seperti gambar 7. Perhitungan konsistensi antar alternatif berdasarkan kriteria potensi, dengan menentukan nilai Eigen maksimum (λmax) yang diperoleh dari menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara bobot kriteria (Vector Priority) dengan jumlah matriks Pairwise Comparisson. λmax = ((3,073x 0,330)+(3,446 x 0,290)+(2,624 x 0,3381)) = 3,010 Mendapatkan nilai indeks konsistensi (CI), dengan menghitung CI = (3,010 - 3)/(3-1) = 0,005 Mendapatkan nilai Rasio konsistensi (CR), dengan menghitung R = CI/RI, nilai RI untuk n=3 adalah 0,58 CR = CI/RI  = 0,005/0,58 = 0,01 (dengan kesimpulan adalah konsisten). Grafik Normalisasi Antar Alternatif Berdasarkan Kriteria Potensi adalah benar.

Gambar 7. Hasil Synthesis With Respect

Gambar 7, merupakan hasil dari perhitungan keseluruhan Analytical Hierarchy Process untuk pemilihan jurusan. Berikut ini adalah grafik dan hasil akhir dari perhitungan Pemilihan Jurusan. Tabel 2. Hasil Akhir Perhitungan Pemilihan Jurusan

4.2. Perhitungan Hasil Hierarchy Process

Pengolahan

Analytical

HASIL GOAL BOBOT Broadcast Akuntansi AP

Minat 34% 0,18972 0,03536 0,11492

Nilai Tes 47% 0,173 0,17578 0,12126

Potensi 19% 0,0627 0,0551 0,07239

JML 100% 0,42538 0,26624 0,30857

TOTAL 100% 43% 27% 31% 100%

Setelah mendapatkan nilai masing-masing dari setiap pembobotan kriteria dan setiap alternatif berdasarkan kriteria. Langkah terakhir bisa dilihat pada gambar 5 dibawah yang harus dilakukan untuk memilih jurusan pada SMK adalah menghitung nilai aggregate masingmasing Jurusan yang dijadikan alternatif. Nilai Berikut disajikan dari data tabel 2 dalam bentuk grafik, aggregate diperoleh dari dengan cara mengalikan nilai seperti gambar 8. bobot setiap kriteria dengan nilai bobot setiap alternatif 50% jurusan dengan kriteria yang sama. 40% 30% Broadcast 20% Akuntansi 10% 0% AP

Gambar 5. Hasil Penilaian Akhir Menggunakan Expert Choice Gambar 8. Grafik Pemilihan Jurusan

4.3. Pembahasan Dari Hasil Pengolahan Analytical Hierarchy Process Gambar 8 menunjukan tingkat perbandingan hasil Setelah Pengelolaan dan Perhitungan data selesai yang didapat dengan menggunakan metode AHP untuk dilakukan, kemudian diperoleh hasil seperti gambar 6 memilih jurusan yang tepat. Sebagai hasil didapat ada jurusan yang tepat adalah Broadcasting. Diasumsikan seperti berikut: jaman perkembangan saat ini media semakin berkembang maka jurusan Broadcasting banyak siswa SMK yang memilih. 5. Kesimpulan 5.1 Simpulan

Gambar 6. Hasil Perhitungan Penilaian Akhir

Terdapat 3 kriteria perbandingan yang digunakan di SMK untuk pemilihan jurusan, yaitu : Minat, Nilai Tes dan potensi. Hasil analisis dari perhitungan hasil

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 666

Frieyadie, S., M., Ramadhan Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 Analytical Hierarchy Process menyatakan bahwa alternatif yang terpilih dan paling sesuai dengan kriteria adalah Broadcast. Dengan hasil AHP yang diperoleh dari 3 responden yang kemudian dihitung dan didapat hasil akhir bahwa Broadcast unggul dengan presentase nilai sebesar 43% berbanding dengan Akuntansi 27% dan Administrasi Perkantoran 31%. Secara global faktor utama yang paling di prioritaskan dalam penilaian pemilihan jurusan adalah nilai tes dengan nilai bobot 0,473 atau 47% dan jurusan yang paling di prioritaskan adalah jurusan Broadcast dengan nilai 47%. Metode Analytical Hierarchy Process dapat membantu sekolah khususnya untuk menentukan beberapa persoalan mengenai pemilihan jurusan. Karena metode AHP yaitu suatu metode yang input utamannya adalah persepsi manusia. Penyelesaian kasus metode AHP, responden bisa ditambahkan sesuai kebutuhan, sedangkan kriteria dan alternatif hanya ditentukan dari masing-masing tempat dilakukannya penelitian. 5.2 Saran Beberapa saran untuk penelitian lanjutan, dilihat dari beberapa aspek, diantaranya 1) Aspek Manajerial, dengan melihat hasil penelitian ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah lainnya. Agar dapat membantu sekolah dalam hal pengambilan keputusan; 2) Aspek Sistem, dengan melihat konsistensi perlu diperhatikan pada pairwise comparisons (perbandingan berpasangan) agar tidak terjadi inkonsistensi dengan cara mengukur instrumen pertanyaan yang akan diajukan dalam kuesioner, konsistensi combined juga perlu diperhatikan karena terkadang 4 ahli memiliki hasil pemikiran yang berbeda yang dapat menyebabkan pairwise comparisons combined menjadi inkonsistensi; c) Aspek Penelitian, dengan melihat penelitian yang dilakukan ini berhubungan dengan keperluan SMK saat ini, sehingga untuk waktu, kondisi dan tempat yang berbeda perlu dilakukan penelitian lanjutan. Penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan menambah kriteria dan alternatif lainnya atau merubah sesuai dengan kebutuhan di sekolah untuk menyelesaikan hal hal yang bersangkutan. Sistem pendukung keputusan

yang dibuat dapat dikembangkan lebih lanjut atau sebagai penelitian untuk hasil yang lebih baik lagi. Daftar Rujukan J. Haryanto and S. Hansun, “Pengembangan Aplikasi Pendukung Keputusan Pemilihan Program Studi dengan Metode Fuzzy Logic (Studi Kasus: Universitas Multimedia Nusantara),” Ultim. Comput., vol. 7, no. 1, pp. 12–18, 2015. [2] R. Rusdiansyah, “Analisis Keputusan Menentukan Jurusan Pada Sekolah Menengah Kejuruan Dengan Metode Simple Additive Weighting,” J. Techno Nusa Mandiri, vol. 14, no. 1, pp. 49–56, Mar. 2017. [3] A. Arifin, “Teknik Two Stay Two Stray Dalam Bimbingan Kelompok Untuk Meningkatkan Wawasan Siswa Dalam Pemilihan Jurusan Di Perguruan Tinggi,” J. Psikol. Pendidik. dan Konseling J. Kaji. Psikol. Pendidik. dan Bimbing. Konseling, vol. 1, no. 1, p. 19, Aug. 2015. [4] T. F. P. Siallagan, “Penentuan Program Studi Mahasiswa STKIP Subang dengan Algoritma C4.5,” Tekno Efisiensi J. Ilm. KORPRI Kopertis WIllayah IV, vol. 1, no. 1, pp. 101–111, 2016. [5] D. Khuntari and R. Ferdiana, “Teknik Rekomendasi Pemilihan Jurusan Perguruan Tinggi dengan Pendekatan Preferensi Pengguna dan Analytic Hierarchy Process,” Semin. Nas. Teknol. Inf. dan Multimed., vol. 3, no. 1, p. 2.2-25-2.2-30, 2015. [6] D. A. Latif, H. Hamdani, and Y. Yulianto, “Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Program Studi Di Universitas Mulawarman Menggunakan Metode Promethee,” Inform. Mulawarman J. Ilm. Ilmu Komput., vol. 8, no. 2, pp. 61–64, Jun. 2016. [7] L. Swastina, “Penerapan Algoritma C4.5 Untuk Penentuan Jurusan Mahasiswa,” J. GEMA Aktual., vol. 2, no. 1, pp. 93– 98, 2013. [8] D. T. Budianto and A. Irawan, “Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Jurusan Siswa Baru di SMK Negeri 1 Kragilan Menggunakan Metode Naive Bayes,” ProTekInfo(Pengembangan Ris. dan Obs. Tek. Inform., vol. 1, no. 1, pp. 62–67, Jan. 2017. [9] A. Wicaksono and N. Aminudin, “Perancangan Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan Siswa Sma Pgri 2 Pringsewu Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Proses (AHP),” PROCIDING KMSI, vol. 5, no. 1, pp. 16–24, Oct. 2017. [10] A. A. Harahap, “Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jurusan Dengan Metode Analytical Hierarchy Process ( Studi Kasus : Smk Swasta Kartini Utama Sei Rampah ),” Pelita Inform. Budi Darma, vol. 9, no. 2, pp. 13–20, 2015. [11] B. Hartono, Sistem Informasi Manajemen Berbasis Komputer, 1st ed. Jakarta: Rineka Cipta, 2013. [12] Kusrini, Konsep dan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan, vol., no. 2007. [1]

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 2 No. 3 (2018) 662 – 667 667

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.