Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI


1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 3 (2017) ISSN Media Elektronik : Metode DS...
Author:  Surya Tedjo

0 downloads 1 Views 1MB Size

Recommend Documents


Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2018) ISSN Media Elektronik : Implement...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 3 (2017) ISSN Media Elektronik : Pemanfaat...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2017) ISSN Media Elektronik : Model Sis...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2017) ISSN Media Elektronik : Aplikasi V...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2017) ISSN Media Elektronik : Eksploras...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. No. 1 (018) ISSN : (media online) Optimasi Param...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2017) ISSN Media Elektronik : Sistem Ae...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 1 No. 2 (2017) ISSN Media Elektronik : Analisa P...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 3 (2018) ISSN : (media online) Rancang Ban...

Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI
1 Terbit online pada laman web jurnal : JURNAL RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2018) ISSN : (media online) Analisis Ti...



Terbit online pada laman web jurnal : http://jurnal.iaii.or.id

JURNAL RESTI

(Rekayasa Sistem dan Teknologi I nformasi) Vol. 1 No. 3 (2017) 217 –225 ISSN Media Elektronik : 2580-0760

Metode DSRM Dalam Pengembangan Aplikasi Penggunaan Alokasi Dana Desa Dilsona, Noviardib a

Teknik Komputer, Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh, [email protected] b Teknik Komputer, Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh, [email protected]

Abstract The use of village funds allocation is an integral part of the village financial use which includes planning, implementation, administration, reporting, and accountability. Therefore the village administration should be able to manage transparently, accountably, and free from abuse. The objective of the research is to develop an application of Village Fund Allocation Management that can be used by Nagian High Durian Treasurer in the process of expenditure and expenditure of village finance based on the request of the executor of activity. The research method used is Design Science Reseach Method (DSRM) with Unified Model Language (UML) technique as data analysis tool consisting of class diagram, use case diagram, sequential diagram, and activity diagram. Expected results from application development are financial management especially expenditure / expenditure by treasurer on request submitted by Activity executor. Based on the evidence of the transaction, the Desa treasurer can easily make proof of expenditure and Report on the Realization of the Village Revenue and Expenditure Budget (LRAPB Desa). Keywords: Village Fund Allocation, DRSM, Use of Village Funds, Unified Model Language

Abstrak Penggunaan alokasi dana desa merupakan bagian tidak terpisahkan dari pengunaan keuangan desa yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggung jawaban. Oleh sebab itu pemerintahan desa harus mampu mengelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari penyalahgunaan. Tujuan penelitian adalah mengembangkan sebuah aplikasi pengelolaan Alokasi Dana Desa yang dapat digunakan oleh Bendahara Desa Durian Tinggi dalam proses pengeluaran dan pembelanjaan keuangan desa berdasarkan permintaan pelaksana kegiatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Design Science Reseach Method (DSRM) dengan teknik Unified Model Language (UML) sebagai alat bantu analisa data yang terdiri dari class diagram, use case diagram, sequential diagram, dan activity diagram. Hasil yang diharapkan dari pengembangan aplikasi adalah pengelolaan keuangan khususnya pengeluaran/belanja oleh bendahara berdasarkan permintaan yang diajukan oleh Pelaksana kegiatan. Berdasarkan bukti transaksi tersebut bendahara Desa dapat dengan mudah membuatkan bukti pembelanjaan dan Laporan Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (LRAPB Desa). Kata kunci: Alokasi Dana Desa, DRSM, Penggunaan Dana Desa, Unified Model Language © 2017 Jurnal RESTI

untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 mengenai masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional pemerintah daerah dan pembagian wilayah sebagai yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan ruang lingkup kerja pemerintah daerah tercantum pada Negara Kesatuan Republik Indonesia.[2] Pasal 2 yaitu: (1) Negara Kesatuan Republik Indonesia dapat memenuhi hak desa dalam dibagi atas daerah provinsi dan daerah itu dibagi atas Untuk menyelenggarakan otonominya agar tumbuh dan kabupaten dan kota. (2) Daerah kabupaten/kota dibagi atas Kecamatan dan Kecamatan dibagi atas kelurahan berkembang mengikuti pertumbuhan desa itu sendiri dan/atau Desa. [1]. Undang-undang Nomor 6 Tahun berdasarkan keanekaragaman, partisipasi, otonomi asli, 2014 menyatakan Desa adalah kesatuan masyarakat demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat, maka hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang pemerintah perlu mengalokasikan dana desa melalui 1. Pendahuluan

217

Dilson. Noviardi Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBD) jumlah anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan, kabupaten, provinsi dan pemerintah pusat. [3] yang akuntable dan dapat dipertanggung jawabkan. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa diperkirakan besarnya cukup fantastis dan bervariasi karena nilainya mendekati angka satu milyar rupiah per desa bahkan bisa lebih bervariasi sesuai dengan kondisi desa. Nilainya akan berlipat jika dibandingkan dengan dana Alokasi Dana Desa (ADD) yang selama ini diterima oleh desa yang hanya berkisar di angka puluhan sampai dengan ratusan juta rupiah. Adanya tambahan dana tersebut diharapkan pemerintah desa akan semakin mampu dalam membangun serta memberdayakan masyarakat desa (Faozi 2015).[4]

2. Tinjauan Pustaka Beberapa teori yang dijadikan sebagai sumber referensi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 2.1 Pengertian Aplikasi

Aplikasi adalah program yang memiliki aktivitas pemrosesan perintah yang diperlukan untuk melaksanakan permintaan pengguna dengan tujuan tertentu. Sedangkan menurut Janner (2006 : 22) aplikasi adalah program atau sekelompok program Kurangnya kompetensi aparatur desa baik secara yang dirancang untuk digunakan oleh pengguna akhir kuantitas maupun kualitas dalam hal perencanaan, (end user) [6]. penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa dapat mengakibatkan resiko terjadinya 2.2 Alokasi Dana Desa kesalahan baik yang bersifat administratif maupun substantif terhadap pengelolaan keuangan desa [5]. Alokasi Dana Desa biasa disebut dengan ADD adalah Untuk dapat meningkatkan pemahaman aparat Alokasi khusus Desa yang dialokasikan oleh pemerintah desa dalam pengelolaan keuangan desa, pemerintah melalui Pemerintah Daerah (Kabupaten). maka perlu dibuatkan sebuah aplikasi yang dapat Tujuan utamanya adalah untuk mempercepat membantu kinerja aparat pemerintah desa dalam pembangunan tingkat Desa baik pembangunan fisik mengelola keuangan desa, khusunya Alokasi Dana (sarana prasarana) maupun sumber daya manusia. (Sumber : www. Pusat Panduan. com/Definisi Alokasi Desa. Dana Desa, diakses tanggal 7 Mei 2012) [7]. Penelitian ini membahas pengelolaan keuangan alokasi dana desa khususnya pada tahap pengeluaran dan PP Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang belanja bendahara terhadap permintaan pelaksana bersumber dari APBN, sebagaimana telah diubah kegiatan. Metode penelitian menggunakan Design dengan PP Nomor 22 Tahun 2015 dan terakhir kali Science Research Method (DRSM) yang terdiri dari 6 disempurnakan dengan PP Nomor 8 Tahun 2016. (enam) tahapan, yaitu , yaitu identifikasi masalah, Selanjutnya, secara teknis pengalokasian dana desa penetapan tujuan, perancangan, studi kasus, evaluasi telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor dan komunikasi. Teknik analisa menggunakan model 49 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pengalokasian, Unified Model Language (UML) yang terdiri dari class Penyaluran, Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi diagram, use case diagram, sequential diagram, dan Dana Desa. Sumber pendapatan kedua terbesar bagi activity diagram. Sedangkan alat bantu perancangan anggaran desa (kirakira 30–35 persen dari pendapatan sistem menggunakan Microsoft Visual Studio 2012, APBDes) adalah Alokasi Dana Desa (ADD) yang perancangan laporan menggunakan Crystal Report dan merupakan bagian dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota. ADD paling sedikit 10 persen perancangan database menggunakan MySql server. dari dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota Hasil penelitian adalah sebuah aplikasi keuangan yang dalam APBD setelah dikurangi DAK.[8] dapat digunakan oleh Bendahara Desa dalam menatausahakan pengeluaran/ belanja permintaan 2.3 Penggunaan Dana Desa pelaksana kegiatan, sehingga mempermudah bendahara dalam menyimpan bukti transaksi belanja serta Penggunaan alokasi dana desa merupakan bagian yang mempermudah dalam pembuatan Laporan Realisasi tidak terpisahkan dari pengunaan keuangan desa, maka Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (LRAPB seluruh kegiatan yang didanai harus direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara terbuka dengan Desa). prinsip dari,oleh dan untuk rakyat. Dalam rangka Disarankan untuk penelitian selanjutnya agar aplikasi mendukung pelaksanaan kelancaran dalam penggunaan dapat dikembangkan untuk pelaksanaan keuangan alokasi dana desa dibentuk pelaksana kegiatan tingkat dengan menggunakan sumber pembiayaan dana lain, desa, tim fasilitasi dari kecamatan dan tim Pembina seperti Dana Desa, Bantuan Pihak ke tiga, Bantuan dari tingkat kabupaten untuk meningkatkan sarana dan Pemerintah Kabupaten/Kota dan sumber lainnya. pelayanan masyarakat berupa pemenuhan kebutuhan Untuk menjawab transparasi keuangan, aplikasi dapat dasar, penguatan kelembagaan desa dan kegiatan dikembangkan menjadi sebuah aplikasi yang dapat lainnya yang dibutuhkan masyarakat desa yang di menampilkan informasi keuangan Desa yang berisikan putuskan dalam musyawarah desa [9]. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 218

Dilson. Noviardi Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 2.4 Keuangan Desa

3. Metodologi Penelitian

Pengertian Keuangan Desa menurut UU Desa adalah semua hak dan kewajiban desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa. Hak dan kewajiban tersebut menimbulkan pendapatan, belanja, pembiayaan yang perlu diatur dalam pengelolaan keuangan desa yang baik. Siklus pengelolaan keuangan desa meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban, dengan periodisasi 1 (satu) tahun anggaran, terhitung mulai tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember seperti terlihat pada Gambar 1 :

Metode penelitian yang mengadopsi metode penelitian Design Science Research Method (DSRM) yang terdiri dari 6 (enam) tahapan, yaitu identifikasi masalah, penetapan tujuan, perancangan, studi kasus, evaluasi dan komunikasi. [12] Tahapan penelitian DSRM dapat dilihat pada Gambar 2: ID ENTIFIKASI MASALAH Survey Study Literatur

SOLUSI

Analisa Masalah Unified Model Language (UML)

PERANCANGAN & PENGEMBANGAN

PROSES PERULANGAN

Gambar 1. Siklus Pengelolaan Keuangan Desa

Setiap tahapan proses pengelolaan keuangan desa tersebut memiliki aturan-aturan yang harus dipahami dan dilaksanakan sesuai dengan batasan waktu yang telah ditentukan,

    

Arsitektur Jaringan Interface Laporan Database Coding

TAHAPAN MENENTUKAN TUJUAN UTAMA PENELITIAN

 

DEMONSTRASI  

Sosialisasi Uji coba

 

Validasi Program Maintanance



Seminar/ Karya Ilmiah Buku Juknis

EVALUASI

2.5 Unified Model Language (UML) UML dalam sebuah bahasa untuk menentukan visualisasi, konstruksi, dan mendokumentasikan artifacts dari sistem software, untuk memodelkan bisnis, dan sistem non-software lainnya. UML merupakan sistem arsitektur yang bekerja dalam OOAD dengan satu bahasa yang konsisten untuk menentukan, visualisasi, konstruksi dan mendokumentasikan artifact yang terdapat dalam sistem. Artifact adalah sepotong informasi yang digunakan atau dihasilkan dalam suatu proses rekayasa software. Artifact dapat berupa` model, deskripsi atau software[10]. UML digunakan untuk memvisualisasikan dan mendokumentasikan hasil analisa dan desain yang berisi sintak dalam memodelkan sistem secara visual. Juga merupakan satu kumpulan konvensi pemodelan yang digunakan untuk menentukan atau menggambarkan sebuah sistem software yang terkait dengan[11].

KOMUNIKASI



Gambar. 2. Metode Design Science Research Method

Gambar 2 menjelaskan tentang tahapan penelitian DSRM yang terdiri dari: 1) Identifikasi Masalah Tahapan yang dilakukan pada Identifikasi masalah adalah, melakukan survey kelokasi untuk mengenali permasalahan yang sebenarnya terjadi dalam pelaksanaan keuangan desa, dan studi literatur. 2) Menentukan Solusi permasalahan Tahap selanjutnya dalah mengelompokkan permasalahan dan memberikan solusi serta masukan aparatur pemerintahan Desa tentang kemudahan yang diperoleh dari aplikasi yang akan dikembangkan

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 219

Dilson. Noviardi Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 3) Perancangan dan Pengembangan Pada tahap perancangan yang dilakukan adalah merancang arsitektur jaringan komputer, merancang interface aplikasi (input), perancangan proses menggunakan UML, dan perancangan output menggunakan SAP Crystal Report. Langkah yang dilakukan pada tahap pengembangan adalah membuat blue print atau kode program aplikasi.

Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Pelaksana Kegiatan Pembangunan Nagari

Bidang Pemberdayaan Masyarakat

Bidang Kesejahteraan Masyarakat

4) Demonstrasi Sebelum implementasi dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah melakukan sosialisasi dan uji coba Sekretaris Bendahara terhadap aplikasi yang dikembangkan untuk Nagari Nagari mengetahui kesalahan-kesalah yang terdapat pada modul aplikasi selama pengembangan. Disamping itu Gambar.3. Rancangan Arsitektur Aplikasi demonstrasi juga bertujuan untuk mendapatkan masukan-masukan dari pengguna aplikasi. 3.3 Instrumen Penelitian 5) Evaluasi Hasil uji coba kemudian di evaluasi untuk mengetahui kelemahan sistem atau kekurangan-kekurangan sistem. Apakah aplikasi yang dikembangkan sudah sesuai dengan kebutuhan atau masih perlu diperbaiki lagi. 6) Komunikasi Tahapan dari pengembangan aplikasi adalah mendokumentasikan pengetahuan yang dikumpulkan secara menyebar dan dapat dibahas dalam komunitas akademik dalam bentuk seminar, artikel ilmiah, ataupun buku ajar. 3.1 Obyek dan Lokasi Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini beberapa bukti transaksi pengeluaran dan belanja Bendahara terhadap permintaan pelaksanaan kegiatan dan laporan realisasi anggaran dan pendapatan belanja desa yang digunakan sebagai pedoman perancangan interface, database dan report pada aplikasi, yaitu berupa Bukti transaksi penerimaan / pembayaran, Laporan Realisasi APB Desa. Sedangkan kuisioner yang dirancang, digunakan sebagai alat untuk menentukan kepuasan pengguna terhadap aplikasi yang dijalankan. Lembar kuisioner diisi dengan cara memberikan tanda check list ( ) pada kolom yang sesuai dengan penilaian, dimana penskoran masingmasing item menggunakan skala likert. Skala Likert berwujud kumpulan pertanyaan-pertanyaan sikap yang ditulis, disusun dan dianalisis sedemikian rupa sehingga respons seseorang terhadap pertanyaan tersebut dapat diberikan angka (skor) dan kemudian dapat diinterpretasikan.[13], dalam Arikunto (2009:180) yang sudah dimodifikasi dengan 4 alternatif yaitu 1 = Sangat Setuju, 2= Setuju, 3= Kurang Setuju, 4= Tidak Setuju.

Penelitian dilakukan di Desa Durian Tinggi, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Lima Puluh Kota dengan obyek penelitian adalah Perangkat Pemerintahan Desa yang terdiri dari, Sekretaris, Bendahara, dan pelaksana kegiatan sebagai aministrator dan operator aplikasi keuangan yang dikembangkan. Berdasarkan hasil survey kelokasi, maka dapat ditetapkan bentuk perancangan arsitektur jaringan Karena keterbatasan media penyampaian pada artikel, aplikasi yang akan dikembangkan seperti terlihat pada maka berdasarkan instrumen yang didapat, Gambar 3. perancangan input yang ditampilkan hanya untuk interface entry transaksi pengeluaran/belanja oleh 3.2 Jenis dan Sumber Data Bendahara Desa berdasarkan permintaan pelaksana Penelitian ini menggunakan data primer dan data kegiatan. Sedangkan bentuk output yang ditampilkan sekunder. Data primer didapat dari hasil wawancara hanya bentuk output bukti pengeluaran dan belanja, dengan Sekretaris, Bendahara dan Kaur Pembangunan, serta laporan realisasi APB Desa yang terlihat pada sedangkan data sekunder di dapatkan dari data-data Gambar 4,5, 6, dan Tabel 1. berupa profil desa dan beberapa dokumen terkait dengan pelaksanaan keuangan di Desa Durian Tinggi.

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 220

Dilson. Noviardi Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 Tabel.1. Rancangan Kuisioner Kepuasan Pengguna KUISIONER APLIKASI PELAKSANAAN ALOKASI DANA DESA IDENTITAS 1. Nama : ________________________________ 2. Jenis Kelamin : ________________________________ 3. Jabatan : ________________________________ 4. Pendidikan Terakhir : ________________________________ 5. Ho.HP : ________________________________ 6. E-mail : ________________________________ KUISIONER KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI ALOKASI DANA DESA Pertanyaan-pernyataan dibawah ini berkaitan dengan persepsi Bapak/Ibu terhadap Aplikasi Alokasi Dana Desa yang digunakan. Mohon pilih dan centang [ √ ], nomor yang Bapak/Ibu anggap paling tepat mencerminkan persepsi Bapak/Ibu.

Gambar.4. Rancangan Input Trasaksi Pengeluaran

Arti penilaian: 4=sangat setuju 3= setuju, 2=kurang setuju, 1=tidak setuju No

A.

Penilaian

Standar Penilaian 1 2 3 4

Kelengkapan Isi (Content) 1

2 3

B

Informasi yang dihasilkan sesuai dengan transaksi pengeluaran/ belanja Alokasi Dana Desa? Laporan yang dihasilkan tepat seperti yang di butuhkan? Aplikasi yang digunakan menghasilkan informasi yang cukup?. Keakuratan (Accuracy)

4 5

C

Data/ informasi yang dihasilkan lebih akurat? Data/Informasi yang dihasilkan sesuai dengan format Alokasi Dana Desa? Tampilan (Performance)

6 7

Gambar.5. Output Kuitansi Pengeluaran/Belanja D 8 9 10

Apakah aplikasi yang digunakan mengganggu kelancaran aplikasi lainnya? Aplikasi yang digunakan dapat dipahami secara jelas.?

Kemudahan (Ease of use) Mudah digunakan (User friendly)? Apakah aplikasi dapat menghasilkan laporan secara tepat waktu? Apakah informasi yang dihasilkan cukup relevan ?

Kesan :

Saran :

Durian Tinggi, 99-xxxxxxxxx-9999 Pengisi Kuisioner,

TTD

Nama Lengkap Gambar.6. Output Laporan Realisasi Pelaksanaan APB Desa

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 221

Dilson. Noviardi Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 3.4 Analisis Sistem Analisis sistem menggunakan menggunakan model Unified Model Language (UML) yang terdiri dari usecase diagram, class diagram, sequencial diagram dan activity diagram yang ditunjukkan pada Gambar 7,8,9,10.

Form Menu Utama

Kontrol Data Transaksi Penerimaan & Permintaan

Data Transaksi Penerimaan & Permintaan

Tabel Transaksi Penerimaan & Permintaan

Bendahara 1: Pilih data Transaksi Penerimaan & Permintaan() 2: isikan Data Transaksi Penerimaan & Permintaan () 3: klik tombol simpan() 4 : gagal simpan data()

8: data disimpan()

7 : Simpan data Transaksi Penerimaan & Permintaan ()

5: Redudansi Data

6 : Tampilkan pesan data sudah ada

Login

9: data tersimpan 10: data berhasil disimpan

Standar Harga Barang

11 : edit data Transaksi Penerimaan & Permintaan() 12: cari data Transaksi Penerimaan & Permintaan

<>

RAB

Pelaksana Kegiatan

<>

15: data diperbaharui()

16 : data telah diperbarui

Bendahara Desa

17: data berhasil diperbarui

18 :Hapus data Transaksi Penerimaan & Permintaan() 19: Tampilkan data Transaksi Penerimaan & Permintaan

<>

20 : pilih data Transaksi Penerimaan & Permintaan()

Buku Rincian Belanja

SPP & SPTB Surat Pengajuan Pembayaran Panjar

14 : Simpan data Transaksi Penerimaan & Permintaan ()

APBDES

Buku Kas Pembantu Kegiatan

Sekretaris Desa

13: rubah data Transaksi Penerimaan & Permintaan()

21: hapus data Transaksi Penerimaan & Permintaan ()

22: data Dihapus (0

<> <>

23: data terhapus

Transaksi Belanja

<> <>

Masyarakat /Pihak Ke-3

<>

BKU

Kwitansi Pembayaran

24: data berhasil dihapus

<>

25 : keluar ()

<>

26 : kembali ke menu utama

Buku Pajak

Laporan Kegiatan

Tutup Buku

Gambar.9. Sequence Diagram Bukti Transaksi

Gambar.7. Usecase Diagram Pelaksanaan Keuangan Desa APBDESA RAB No_RKA Tahun KdBidang KdPrioritas KdRek Uraian Banyak Satuan Harga BanyakRbh SatuanRbh HargaRbh Tambah() Edit() Tampil()

BKU

No.RAB Tahun KdBidang KdPrioritas KdRek Uraian Banyak Satuan Harga Keterangan Tambah() Edit() Tampil()

NoBKU Tanggal KdBidang KdPrioritas KdRek Uraian JenTrans JmlTrans NoBukti Tambah() Edit() Tampil()

SPP

No_RKA Tahun Capaian Luaran Hasil Target KdBidang KdPrioritas Waktu Lokasi KdSumber Keluaran KdRek Uraian Volume KdSat HrgSat KdSatrubah HrgSatRbh Keterangan KdDesaLurah Rencana1 Rencana2 Rencana3 Tambah() Edit() Tampil()

NoSPP Tanggal KdBidang KdPrioritas KdRek Uraian Permintaan Keterangan NorekBank NmBank Tambah() Edit() Tampil()

BKP_Kegiatan

Aplikasi

Database

Pilih Menu Transaksi

Request

Eksekusi

Input NoBukti

Data Bukti Transaksi Cari Data Bukti Transaksi

Input Data Bukti Transaksi

Tidak

NoBukti Tanggal NoSPP KdBidang KdPrioritas KdRek SumberDana Keperluan JmlPermintaan NorekBank NmBank YgMenerima Alamat PPN PPh Tambah() Edit() Tampil()

Tahun KdBidang KdPrioritas KdRek Uraian NoBukti Jumlah Keterangan Tambah() Edit() Tampil()

NoBukti Tanggal KdRek Uraian JenTrans JmlTrans Tambah() Edit() Tampil()

Eksekusi

Ketemu()

BukuPajak Transaksi

RKA-DPA

Admin

Ya Tampilkan Data Bukti Transaksi

Koreksi Data Bukti Transaksi

Ya

Edit()

Data diperbarui

Tidak

Data Dihapus Update Data

Tidak

BukuBank NoRekBank NmBank Periode TglTrans JenTrans NoBukti KdRek Uraian JmlTrans Keterangan Tambah() Edit() Tampil()

Hapus Ya

Delete Data

Simpan data

Data disimpan

Gambar.10. Activity Diagram Bukti Transaksi

Gambar.8. Class Diagram

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 222

Dilson. Noviardi Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 3.5 Teknik Analisis Data

4. Hasil dan Pembahasan

Teknik analisis data yang diperoleh dari hasil Pada artikel ini yang menjadi pokok pembahasan penyebaran kuisioner dilakukan dengan cara adalah bagaimana perancangan dan implementasi yang menentukan skor jawaban menggunakan skala likert, dapat digunakan dalam proses pelaksanaan dan menentukan skor tertinggi dengan rumus : penatausahaan keuangan desa. Hasil penelitian berdasarkan fokus penelitian hanya menampilkan form entry bukti pengeluaran/ belanja, cetak bukti Jumlah skor tertinggi = jumlah validator × jumlah pengeluaran belanja, dan laporan realisasi APB Desa indikator × skor maksimal. seperti Gambar 11,12, dan 11. Menentukan jumlah skor dari masing-masing responden dengan menjumlahkan semua skor yang diperoleh dari masing-masing indikator, dan menentukan nilai validitas dilakukan dengan menggunakan rumus kriteria validasi seperti Tabel 2. Tabel 2. Kriteria Validasi

Kriteria Sangat valid Valid Cukup valid Kurang valid Tidak valid

Rentangan Persentase (%) 81 - 100 61 - 80 41 - 60 21 - 40 0 - 20

Sumber: Dimodifikasi dari (Riduwan, 2011:89) Gambar.11. Form Entry Bukti Pengeluaran

Dimana : P = Nilai akhir F = Perolehan skor N = Skor maksimum 3.6 Pengujian Software Pengujian adalah suatu proses pengeksekusian program yang bertujuan untuk menemukan kesalahan yang tidak disengaja dan bertujuan untuk menunjukkan kesesuaian fungsi-fungsi perangkat lunak dengan spesifikasinya. [14]. Pegujian dilakukan dengan cara menguji kemungkinan kesalahan yang terjadi untuk setiap proses secara black box testing. Black-Box Testing merupakan pengujian yang berfokus pada spesifikasi fungsional dari perangkat lunak, tester dapat mendefinisikan kumpulan kondisi input dan melakukan pengetesan pada spesifikasi fungsional program[15].

Gambar 11 menunjukkan bukti belanja No.001/BK/XI2017, tanggal 11 Januari 2017 dikeluarkan oleh bendahara sejumlah Rp. 4.290.000 untuk pembayaran kegiatan Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa pada kegiatan belanja Asusransi BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari 7 (tujuh) sub item belanja.

Berdasarkan hasil testing pada setiap modul yang terdapat pada aplikasi menghasilkan data 100% yang valid, dengan modul yang dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Hasil pengujian Blackbox

Komponen Modul Login Modul Transaksi Modul Bukti Transaksi Modul Laporan RAPB Desa

Hasil Valid Valid Valid Valid

Gambar.12. Hasil Kuitansi Transaksi

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 223

Dilson. Noviardi Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 Gambar 12 menunjukkan output Bukti pengeluaran/belanja No.001/BK/XI-2017, tanggal 11 Januari 2017 dikeluarkan oleh bendahara sejumlah Rp. 4.290.000 untuk pembayaran kegiatan Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa pada kegiatan belanja Asusransi BPJS Ketenagakerjaan yang terdiri dari 7 (tujuh) sub item belanja

Tabel.4. Nilai Validasi Kepuasan Pengguna No

Kriteria

R1

R2

R3

Skor

Nilai Validasi (%)

Kategori

A.1 A.2 A.3

4 4 4

4 4 4

4 3 4

12 11 12

100 91.6 100

SV SV SV

B.4 B.5

4 4

4 3

4 3

12 10

100 83.3

SV SV

C.Performance C.6 C.7

4 4

3 3

3 4

10 11

83.3 91.6

SV SV

D.Ease of use D.8 D.9 D.10

3 4 3

4 4 4

3 4 4

10 12 11

83.3 100 83.3

SV SV SV

38 95

37 92.5

36 90

111

916.4 92.5

SV

A.Content

B.Accuracy

Jumlah Validasi

5. Kesimpulan Hasil penerapan sistem/aplikasi pelaksanaan dan penatausahaan keuangan pada Kantor Wali Desa Durian Tinggi berjalan dengan baik dan sudah dilakukan pengujian terhadap beberapa modul aplikasi yang digunakan oleh masing-masing operator. 5.1 Simpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah : a.

b. c. Gambar.13. Hasil Laporan Realisasi Pelaksanaan APBDesa

Gambar 13 menunjukkan laporan Realisasi Pelaksanaan APB Desa yang terdiri dari Pendapatan sebesar Rp. 74.450.000, belanja Bidang penyelenggaraan pemerintahan desa sebesar Rp. 5.720.000 dan pembiayaan sebesar Rp. 15.000.000 + Rp. 70.000.000. pada kolom realisasi belanja terlihat biaya yang dikeluarkan sebesar Rp. 3.790.000 ditambah potongan belanja sebesar Rp. 500.000 sehingga jumlah belanja sebenarnya adalah Rp. 4.290.000.

d.

Aplikasi yang dirancang dapat membantu Bendahara Desa dalam mencatat setiap transaksi pengeluaran/belanja dan mebuatkan bukti pengeluaran/belanja. Aplikasi juga mempermudah Bendahara dalam membuatkan laporan Realisasi APBDesa. Hasil pengujian terhadap aplikasi menggunakan blackbox testing menunjukan hasil yang valid. Tingkat kepuasan pengguna terhadap aplikasi menunjukan nilai validasi di atas 90 %, artinya pengguna merasa puas dengan sistem yang diterapkan.

5.2 Saran

Aplikasi pelaksanaan dan penatausahaan keuangan Alokasi Dana Desa berbasis .net framework 4.5 masih jauh dari sempurna, dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu perlu dilakukan pengembangan dan penyempurnaan lebih lanjut guna memenuhi kebutuhan pemerintahan desa dalam pengelolaan dana desa secara Tabel 4 melihatkan hasil skor rata-rata yang diperoleh transparan, akuntabel dan dapat dipertanggung dari 3 (tiga) orang responden dengan 10 kriteria jawabkan. Adapun saran-saran terhadap pengembangan penilaian adalah SV (sangat valid) artinya semua aplikasi ini untuk kedepannya adalah sebagai berikut : operator yang menjalankan aplikasi menyatakan sangat puas dan aplikasi ini sangat membantu pekerjaan a. Tersedianya fitur analisis satuan harga barang untuk jenis barang dan jasa pada saat pengisian Bendahara dalam mengelola keuangan khususnya dalan RAB oleh bidang Pembangunan Desa. pencatatan transaksi pengeluaran/belanja.

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 224

Dilson. Noviardi Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 b. Tersedianya fitur standar harga barang berdasarkan survey harga dari beberapa [4] distributor. c. Terintegrasinya aplikasi keuangan dengan sistem [5] anjungan informasi desa, agar Informasi Grafik pengelolaan Dana Desa dapat ditampilkan setiap [6] saat, dan diketahui oleh masyarakat secara transparan. d. Agar tidak terjadi pekerjaan ganda/berulang, maka perlu adanya pembagian tugas yang jelas untuk setiap bidang. [7]

Ucapan Terimakasih Ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada RISTEK DIKTI yang telah memberikan bantuan Dana penelitian pada SKIM Penelitian Dosen Pemula Tahun [8] 2017 sesuai dengan Surat Perjanjian Penugasan Pelaksanaan Program Penelitian Nomor : [9] 050/Kontrak-Penelitian/K-10/KM/2017. Tidak lupa pula ucapan terimakasih atas kerjasama lembaga Penelitian Pengabdian Pada Masyarakat (PPPM) Sekolah Tinggi Teknologi Payakumbuh, Aparatur Pemerintahan Desa Durian Tinggi yang telah bersedia [10] memberikan data dan informasi selama penelitian berlangsung, serta Tim yang terlibat selama penelitian berlangsung. 6. Daftar Rujukan [1]

[2]

[3]

Y. D. Ristanti., “Undang-undang otonomi daerah dan pembangunan ekonomi daerah,” Ris. Akunt. Keuang., vol. 2, no. 2, 2017. E. Hariyati, “Peran Kepala Desa Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Batu Balai Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur,” eJournal Ilmu Pemerintah., vol. 3, no. 4, pp. 1914– 1927, 2015. W. Hariyadi, “Perbandingan Pengelolaan Alokasi Dana Desa Di Desa Mendik Dan Desa Mendik Bhakti Kecamatan Long Kali Kabupaten Paser,” eJournal

[11] [12]

[13] [14] [15]

Pemerintah. Integr., vol. 5, no. 6, pp. 89–98, 2017. A. K. Widagdo, A. Widodo, and M. Ismail, “Sistem Akuntansi Pengelolaan Dana Desa,” J. Ekon. dan Bisnis, vol. 19, no. 2, pp. 323–340, 2016. BPKP, “Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan Desa,” 2015, p. 2. E. Yogyakarta and I. Rizkiansyah, “Bermain Piano Berbasis Multimediadi Lembaga Kursus Musik Media pembelajaran memegang peranan penting dalam proses pembelajaran . Menurut Latuheru ( 1988 : 11 ), bahwa media adalah semua bentuk perantara yang digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau ,” 2009. Thomas, “Pengelolaan Alokasi Dana Desa Dalam Upaya Meningkatkan Pembangunan Di Desa Sebawang Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung,” Ejournal Pemerintah. Integr., vol. Vol.1, no. No.1, pp. 51–64, 2013. KOMPAK, “Dana Desa dan Penanggulangan Kemiskinan,” Kementerian PPN/Bappenas. pp. 1–16, 2017. T. Riyanto, “Akuntabilitas Finansial Dalam Pengelolaan Alokasi Dana Desa (Add) Di Kantor Desa Perangat Selatan Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara,” eJournal Adm. Negara, vol. 3 No 1, no. 1, pp. 119–130, 2015. M. Y. Herdiansyah, I. Afrianto, and J. D. Bandung, “Pembangunan Aplikasi Bantu Dalam Menghafal AlQur ’ An Berbasis Mobile Teknik Informatika – Universitas Komputer Indonesia Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika ( KOMPUTA ),” J. Ilm. Komput. dan Inform., vol. 2, no. 2, 2013. Haviluddin, “Memahami Penggunaan UML ( Unified Modelling Language ),” vol. 6, no. 1, pp. 1–15, 2011. Dilson & Lilik, “SATIN – Sains dan Teknologi Informasi Penilaian Aspek Pengetahuan Kurikulum 2013,” SATIN, vol. 2 NO 2, pp. 83–89, 2016. Risnita, “Pengembangan skala model likert,” Edu-Bio, vol. 3, pp. 86–99, 2010. M. K. Mz, “No Title,” Mikrotik, vol. 06 Nomor: , 2016. M. S. Mustaqbal, R. F. Firdaus, and H. Rahmadi, “( Studi Kasus : Aplikasi Prediksi Kelulusan SNMPTN ),” JITTER, vol. I, no. 3, pp. 31–36, 2015.

Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem dan Teknologi Informasi) Vol . 1 No. 3 (2017) 217 – 225 225

Life Enjoy

" Life is not a problem to be solved but a reality to be experienced! "

Get in touch

Social

© Copyright 2013 - 2019 TIXPDF.COM - All rights reserved.